Menjamah Pantai Perawan di Kepulauan Seribu

Pantai Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu (Foto: Dewi/Okezone)
Pantai Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu (Foto: Dewi/Okezone)
KEINDAHAN alam darat dan bawah laut Kepulauan Seribu tidak diragukan lagi. Beberapa di antara pulaunya telah diresmikan sebagai objek wisata, seperti Pulau Harapan, Pulau Pramuka, dan Pulau Tidung. Dan, satu lagi pulau yang layak Anda kunjungi, yaitu Pulau Pari.

Pulau Pari terbilang masih muda sebagai objek wisata. Pada 2010, sekelompok pemuda yang mengunjungi pulau seluas 52 hektare ini melihat potensi keindahannya. Pulau Pari kemudian dianggap layak sebagai destinasi wisata ketika mereka juga memperbincangkannya dengan warga sekitar.

Pulau ini dikatakan Pulau Pari karena sebagaian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan yang sering menangkap ikan pari. Di awal promosi, pulau ini hanya mampu menarik sekira 50 pengunjung per pekan. Namun, seiring dengan semakin dikenalnya Pulau Pari, maka jumlah wisatawan yang datang juga meningkat.

"Saat ini, dalam satu minggu sekitar 500 orang, kadang 1.000 orang, malah Tahun Baru kemarin ada 3.000 orang lebih. Banyak juga yang tidak tertampung, akhirnya berkemah karena saking ingin menikmati keindahan Pulau Pari," kata Ilhamsyah, Ketua RW 1, Kecamatan Pari, Kepulauan Seribu, kepada Okezone.

Mungkin Anda akan kecewa ketika baru tiba di dermaga Pulau Pari karena tidak ada yang begitu menarik dengan pantainya. Namun, cobalah terus berjalan ke arah dalam melewati pemukiman penduduk dengan jarak tempuh sekira 15 hingga 25 menit. Anda akan takjub dengan pemandangan Pantai Perawan.

Namanya disebut Pantai Perawan karena bagi penduduk sekitar, membuka area pantai yang belum terjamah untuk objek wisata sama halnya dengan "memerawankan" keindahan pantai.

Pasirnya putih, halus, landai, dan bersih. Uniknya, garis pantainya tergolong panjang. Menjelang  sore hingga tengah malam, air pantai mulai surut sehingga Anda dapat bermain-main dengan jarak cukup jauh ke arah laut.

Selain itu, adapula Pantai Kresek dan UPT LIPI. Pantai Kresek, yang berarti "pohon beringin", baru dibuka pada 2011, namun belum dikelola maksimal sebagai objek wisata. Sementara, UPT LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) merupakan lokasi penelitian dan memiliki pemandangan sunset yang sangat bagus.

Berwisata di Pulau Pari bukan sekadar berjalan menyusuri pantai dan lautnya karena di sepanjang jalan rumah penduduk, banyak penyewaan sepeda dengan tarif Rp15 ribu per hari. Fasilitas di sini terbilang komplet; penyewaan alat snorkeling seharga Rp35 ribu, diving seharga Rp350 ribu untuk sewa alat juga pemandu dan kapal menuju area menyelam, serta penyewaan banana boat seharga Rp35 ribu per orang.

Selain itu, fasilitas umum seperti toilet, kamar mandi, mushola, dan sekolah ada di sini. Anda juga tidak akan kesulitan mencari tempat tinggal karena sangat mudah menemukan homestay di Pulau Pari dengan kisaran harga sewa Rp500 ribu-Rp 600ribu selama semalam dan maksimal 10 orang untuk satu rumah. Penambahan biaya dikenakan Rp100 ribu bila jumlah orang yang akan menyewa 11-15 orang.

Ada tiga spot snorkeling menarik yang bisa Anda pilih, di antaranya area Timur Rama, APL (Are Perlindungan Laut) 1, dan APL2. Area Timur Rama memiliki kedalaman 40 meter, menyimpan  sejarah kapal Timur Rama yang tenggelam pada 1960an. Jika Anda butuh pemandu wisata, di Pulau Pari juga tersedia jasa tour guide dengan membayar Rp150 ribu untuk 2 hari 1 malam.

Untuk sampai ke Pulau Pari, ada beberapa alternatif keberangkatan yang bisa Anda lalui. Di antaranya, dari Dermaga Muara Angke, Pantai Marina Ancol, Pantai Kerapu, dan Kali Adem. Transportasi dapat menggunakan kapal kayu dengan tarif Rp35 ribu sekali berangkat dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam atau menggunakan kapal boat predator dengan tarif Rp500 ribu sekali berangkat dengan waktu tempuh sekira 40 menit.

Jika Anda memang berniat kemari, maka wajib mematuhi aturan standar keamanan di sini. "Pengunjung tidak boleh membawa narkoba, merusak terumbu karang, jangan merusak pohon di sekitar pantai, khususnya mangrove," ujar Hasanuddin, pengelola objek wisata Pulau Pari. 

Sumber : travel.okezone.com 

 

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Kang Lintas pada 23.33. dan Dikategorikan pada . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

PARA PENGGUNA JASA KAMI

2010 Lintas Pulau Seribu. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Pulau Seribu