Ingin Benahi Untung Jawa Tanpa Masalah


Muda dan semangat sepintas dapat dilihat dari sosok Agung Maolana Saleh. Lurah Pulau Untung Jawa ini selalu mengedepankan penyelesaian masalah tanpa menimbulkan masalah. Dia tak sungkan berbagi masalah dengan warga dan menyelesaikannya bersama-sama.
 
Agung yang lahir pada 8 Juni 1980 silam ini memang masih tergolong muda untuk menjadi lurah, namun pengalamannya dibidang kepamongan tak perlu diragukan lagi. Terbukti, sejak memegang amanah sebagai lurah, lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) angkatan 1999 ini mampu menjaga konsistensi pelayanan dan pengembangan wilayah yang telah dilakukan lurah-lurah sebelumnya.
 
“Saya selalu belajar dan ingin mengetahui masalah yang ada. Lalu, menyelesaikannya secara bersama. Tidak ada masalah yang taka da jalan keluarnya,” ujar Agung.
 
Menurut dia, estafet pemimpina di Pulau Untng Jawa memang penuh tantangan, karena para lurah sebelumnya cukup berhasil membangun pulau yang merupakan kawasan andalan wisata nelayan di Kepulauan Seribu ini. “Mempertahankan memang sulit, tapi lebih sulit lagi bila takut melakukan perbaikan dan peningkatan,” katanya.
 
Dibawah kepemimpinannya kini, Pulau Untung Jawa lebih asri dan tertata rapi. Sejumlah objek wisata yang menjadi unggulan terus dibenahi dan dipercantik. Memang dia mengakui, permasalah sejumlah bangunan yang tak terpakai seperti Puja Sera Milik Dinas Koperasi DKI Jakarta cukup menggangu keindahan Pulau Untung Jawa.
 
Namun begitu, Agung terus berusaha menata wilayam sembari memberikan kesempatan warga lebih berdaya upaya. “Pulau ini milik kita bersama, pantaslah pemerintah bersama warga bersama dalam membangunnya,” kata lelaki yang berasal dari Ciawis, Provinsi Jawa Barat ini. [af]