Murtiningsih Prioritaskan Penataan Bangunan di Atas Air

Sejak perubahan dari Kecamatan menjadi Kabupaten, pembangunan di Kepulauan Seribu semakin pesat. Tak hanya wilayah daratan, pembangunan di atas perairan pun turut serta berkembang, seperti dermaga sandar, rumah tinggal di atas air dan keramba apung.

Alhasil, tak sedikit bangunan di atas air yang terbengkalai dan hancur termakan usia karena tidak terawat. Selain itu, pembangunan tersebut berpotensi menimbulkan kesemrawutan dan menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

Untuk membatasi pembangunan fisik di atas air, sekaligus meminimalisir kesan semrawut di perairan Kepulauan Seribu, Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu akan melakukan penataan terhadap bangunan di atas air. Upaya apa yang akan dilakukan Sudin Perhubungan untuk mengendalikan pembangunan-pembangunan di atas perairan Kepulauan Seribu ? Berikut, petikan wawancara Beritapulauseribu.com dengan Kepala Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu, Murtiningsih.

Penataan seperti apa yang akan dilakukan terhadap bangunan di atas air ?

Ini terkait dengan Peraturan Daerah (Perda), kita akan lakukan penataan bangunan sesuai dengan fungsinya. Selain itu ijin bangunan juga akan kami periksa. Selain penataan, ke depan kita akan sosialisasikan terkait pungutan retribusi bangunan di atas air tersebut.

Bangunan apa saja yang akan menjadi sasaran penataan ?

Seluruh bangunan di atas air akan menjadi target kami, seperti dermaga baik di pulau pemukiman dan pulau-pulau wisata. Tak hanya dermaga, bangunan rumah yang difungsikan untuk tempat tinggal, restoran, bahkan keramba apung yang ada di Kepulauan Seribu akan kita tata dan periksa perijinannya.

Bagaimana mekanisme penentuan retribusi untuk setiap bangunan di atas air ?

Pada prosesnya nanti, akan dilakukan pengukuran terhadap bangunan tersebut. Selain itu, kita juga akan lihat surat ijin pendirian bangunannya. Setelah di data akan ditentukan retribusinya sesuai aturan yang berlaku.

Bagaimana untuk bangunan-bangunan yang tidak memiliki ijin pendirian ?

Sebelum pelaksanaan dilapangan, kami akan lakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada lurah, camat dan pengelola pulau-pulau wisata. Tidak menutup kemungkinan ada bangunan-bangunan di atas air yang nantinya akan ditertibkan, seperti bagan-bagan bambu yang tersebar dipinggir perairan daratan Jakarta. Selain menimbulkan kesan semrawut, juga mengganggu perlintasan kapal.

Imbauan apa yang diberikan ?

Ini terkait dengan penataan perairan Kepulauan Seribu, perlu ada aturan yang jelas terhadap pembangunan-pembangunan di atas air. Kerjasama semua pihak sangat kami harapkan, yang paling utama adalah kita samakan persepsi dulu. Ke depan, setiap pembangunan fisik di atas air harus memiliki ijin yang jelas.