Pengunjung Jembatan Cinta Nikmati Pagelaran Seni dan Budaya


beritapulauseribu - Ribuan pengunjung wisata yang berlibur di Kawasan Wisata Jembatan Cinta Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Sabtu (4/5) menikmati pegelaran seni dan budaya masyarakat dari enam kelurahan di Kepulauan Seribu.

Atraksi dimulai dengan pempilan tari selamat datang oleh penari dari Sanggar Apung Kelurahan Pulau Panggang. Lalu, dilanjutkan dengan atraksi pendekar pencak silat dari Kelurahan Pulau Tidung, dan tak mau ketinggalan dan memukau penonton yakni penampilan gemulai tari suku bugis dari Kelurahan Pulau Kelapa. 

Ketua Pelaksana Kegiatan Didi Setiadi mengatakan, festival seni dan budaya ini bertujuan menanamkan kecintaan generasi muda Kepulauan Seribu dengan Seni dan Budayanya. Karena, kebudayaan dan kesenian merupakan identitas suatu wilayah dan harus dimilik. Lalu, kegiatan ini juga menjadi hiburan masyarakat sekaligus tontonan bagi pengunjung wisata yang sedang berlibur di Kawasan Wisata Jembatan Cinta di Pulau Tidung.

"Seni dan Budaya identitas satu wilayah, karenanya dengan festival ini kita coba mencari identitas Kepulauan Seribu. Ternyata, pelaku seni di Kepulauan Seribu tidak sedikit dan antusias mengikuti kegiatan ini," tutur Didi.

Selain seni dan budaya dari Kepulaun Seribu, kata dia, pagelaran juga diramaikan dengan atraksi teatrikal Hari Bangsaan dari Sanggar Tari Modern El dancer yang mengajak para penonton untuk ikut bersama menari. "Kita sengaja menampilkan tari modern agar menjadi motivasi pelaku seni dan budaya di Kepulauan Seribu," ujarnya.

Didi yang juga Ketua KNPI Kabupaten Kepulauan Seribu mengatakan, pagelaran seni dan budaya yang merupakan program kerja Unit Pelayanan Bahtera Jaya tahun 2013 ini dapat menjadi wadah apresiasi seni dan budaya Kepulauan Seribu yang nantinya dapat menjadi daya tarik dan mendukung aktivitas pariwisata.

Selama ini, sambungnya, bila Kepulauan Seribu hanya menjual wisata dari keindahan alam, lambat laun akan memudar. Namun, bila didukung dengan promosi seni dan budaya, pariwisata Kepulauan Seribu akan lebih berkembang, karena akan menjadi pilihan bagi pengunjung wisata yang datang.

"Kita lihat Pulau Bali, bila hanya mngandalkan keindahan alamnya akan ditingglkan. Namun, karena seni dan budayanya kuat, Bali hingga saat ini masih menjadi trandmark wisata di Indonesia," jelasnya.

Kepala UP Bahtera Jaya Juharto mengaku bangga dan berjanji akan menjadikan kegiatan Festival Seni dan Budaya ini sebagai agenda tahunan. Antusias peserta dan penonton mendorong dia untuk lebih meningkatkan kualitas atraksi yang ditampilkan. Sehingga, suatu saat nanti akan ditemukan seni dan budaya asli di Kepulauan Seribu.

"Dengan program kerja ini, Bahtera Jaya memfasilitasi pemuda dan remaja di Kepulauan Seribu untuk lebih menggali akar kesenian dan kebudayaannya. Selain itu, kegiatan juga merupakan upaya dukungan pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu," kata Juharto.

Selanjutnya, Juharto mengatakan, di tahun 2013 ini Bahtera Jaya memiliki sejumlah kegiatan yang berdampak langsung dalam pengembangan kreatifitas pemuda dan remaja di Kepulauan Seribu. Segmen kegiatan yang dilaksanakan mengakomodir hampir semua aktivitas kepemudaan dan remaja di Kepulauan Seribu.

"Bahkan, kegiatan itu juga mendukung upaya-upaya Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya, termasuk pengembangan potensi pariwisata," tandasnya. [af]