Warga dan Wisatawan Nikmati Hajatan Pulang Babang




Ratusan warga Pulau Panggang dan sejumlah pengunjung wisata menikmati suguhan atrasi budaya Hajatan Pulang Babang yang digelar Lab Teater Ciputat bekerja sama dengan SPKP Samo-samo Kepualauan Seribu dan Sanggar Apung, di Dermaga Utama Pulau Panggang dan Plasa Kabupaten Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Sabtu (1/6).

Acara yang dihadiri Plt. Bupati Kepulauan Seribu, Djunaidi, menampilkan sejumlah kegiatan, seperti Pameran dan Bazar Produk Khas Pulo, Pementasan Teater, Lomba Ekspresi dan Kreasi Masyarakat Pulo, Diskusi Nilaiu Budaya dari Legenda dan Mitos Orang Pulo, Seremoni Hajatan Pulang Babang, Pentas seni dan Ritual Orang Pulo, dan Pementasan Teater Orang Pulo di Pulau Karang.

Warga Kelurahan Pulau Panggang, Sugiono mengatakan,dirinya mendambakan kegiatan Hajatan Pulang Babang, karena di acara Pulang Babang tersebut mengingatkannya kembali ketika keluarganya melaut sampai 1 minggu sampai satu bulan lamanya mencari ikan untuk kehidupannya pada masa lalunya.

"Saya mendambakan acara hajatan pulang babang ini dan saya sangat bersyukur adanya acara ini, sebab saya seakan teringat keluarga yang pergi melaut dan setelah mendapat ikan pulang kembali," ujarnya.

Sugiono berharap, kegiatan Pulang Babang dapat berlanjut agar masyarakat Kepulauan Seribu khususnya masyarakat Kelurahan Pulau Panggang terus mengingat sejarah dan budaya pulaunya. "Jangan berhenti, harus terus dilanjtkan acara ini bagus untuk melestarikan budaya kita yang mulai tersingkirkan," katanya.

Pimpinan Produksi Hajatan Pulang Babang, Ade Surya Wijaya mengatakan, Antusias warga dalam menghadiri pergelaran kegiatan Hajatan Pulang Babang membuatnya terharu bahkan dirinya sempat tercengang melihat warga menonton acara Hajatan Pulang Babang meski hujan deras.

"Alhamdulillah Program Pulang Babang telah dilalui, hingga sampai pada penghujung program Hajatan Pulang Babang, saya bangga kepada warga yang antusias menyaksikan Hajatan Pulang Babang, sampai saya sendiri tercengang melihatnya" ungkapnya.

Menurut dia, Hajatan Pulang Babang merupakan wujud untuk membangkitkan kembali ingatan masyarakat Kepulauan Seribu untuk membangun kembali kebersamaannya mengenalkan pada generasinya agar masyarakat tahu dan selalu menghargai sejarah dan akar budaya dan pentingnya memelihara alam sumber kehidupan terutama di laut.

"Melalui acara ini kita ingin tunjukkan pada masyarakat luar bahwa semua yang  disaksikan pernah ada dan bahwa semua itu pernah terjadi," jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, acara merupakan salah satu tradisi masyarakat pulau yang melaksanakan suatu hajat, seperti perkawinan, sunatan atau ritual lain setelah mereka lama melaut dan sudah mendapatkan rezeki. "Kegiatannya diawali atau dibuka dengan do'a syukur serta bentuk tradisi gotong royong yaitu Kampak Kayu," sebut Ade.

Ade Berharap, Semoga program Hajatan Pulang Babang tersebut bisa di teruskan kembali oleh warga Kelurahan Pulau Panggang demi menjaga budaya yang ada. "Sekarang kita berharapkan warga sendiri yang melanjutkan kegiatan ini dimasa mendatang. Kita siap membantu bia diperlukan," tandasnya.

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Kang Lintas pada 19.15. dan Dikategorikan pada , , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

PARA PENGGUNA JASA KAMI

2010 Lintas Pulau Seribu. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Pulau Seribu