Selasa, 08 Oktober 2013

Anak-anak Rumah Singgah Jelajahi Kepulauan Seribu



Annida-Online--Tidak setiap anak mempunyai kesempatan pernah merasakan jalan-jalan karena keterbatasan. Meski asyiknya rekreasi sebenarnya bagian dari dunia setiap anak. Alasan ini mendorong KKS (Kelompok Kerja Sosial) Melati yang memiliki jaringan dengan sejumlah rumah singgah dan taman bacaan di Jakarta dan sekitarnya menggelar kegiatan "Outing Jelajah Pulau 2009". Komunitas yang konsentrasi pada dunia literasi untuk anak-anak jalanan dan kurang mampu ini mengajak 80 anak yang mewakili 8 delapan rumah singgah dan taman bacaan menikmati reakreasi ke Kepulauan Seribu (Sabtu-Minggu, 11-12 Juli 2009). Melalui kegiatan ini, anak-anak yang sehari-hari berkutat di jalanan dengan beragam profesi khas seperti pengamen, pengasong, dan lainnya diajak bersenang-senang sekaligus mendapat beragam nilai edukasi lewat setiap petualangan dan permainan.
"Awalnya kita diskusi dengan berbagai rumah singgah dan taman bacaan untuk kegiatan yang kita lakukan tiap tahun ini ke mana lokasinya. Banyak anak-anak yang bertanya di belakang laut itu ada apa? Di dalamnya ada apa? Ada binatang nggak dan semacamnya," ujar Elvira Dwi Anggraini, Project Officer Outing Jelajah Pulau tentang pilihan ke kepulauan di utara Jakarta tersebut. Lewat kegiatan outing yang tiap tahun berlangsung ini, relawan yang bergabung di KKS Melati ingin berbagi kebahagian dengan anak-anak yang "sedikit ditinggalkan" oleh kebanyakan orang. Anak-anak diajak berpetualang merasakan perjalanan laut dan menjejakkan kaki di pulau yang selama ini hanya bisa diketahui dari bacaan, televisi atau mendengar cerita saja. Hari pertama, mereka diajak berlabuh di Pulau Onrust dan mengikuti games agar mencari tahu sebanyak mungkin pulau yang memiliki museum dan runtuhan bangunan penampungan penderita penyakit menular zaman Belanda dulu. Kemudian dilanjutkan melihat keanekaragaman satwa burung dan hewan melata di Pulau Rambut, lalu menuju Pulau Kotok tempat penangkara, Elang Bondol (Haliastur Indus) dan Elang Laut (Haliaeetus Leucogaster). Di setiap pulau yang disinggahi mereka diajak ngobrol dan bertanya langsung dengan petugas konservasi sambil mengamati satwa yang ada.
Anak-anak jalanan ini menikmati banyak pengalaman, juga melihat pemukiman penduduk di Pulau Pramuka tempat mereka menginap. Teguh, anak yang biasa mengamen di Mangga Dua mengaku puas. "Bisa melihat banyak pulau, elang langka dan main-main di pantai yang bersih," katanya. Delapan rumah singgah dan taman bacaan peserta kegiatan tersebut masing-masing Rumah Singgah Sekar (Kampung Bawang, Jakut), Dian Mitra (Senen, Jakpus), Balarenik (Cakung, Jaktim), Kelompok Belajar Sumbangsih (Kamal Muara, Jakbar), Kelompok Remaja Peduli Sesama (Bangka, Jaksel), Yayasan Bina Peduli Dhuafa (Cipete, Jaksel), Melati Taman Bacaan (Jaksel) dan Yayasan Lazurdi (Jakarta). Di hari kedua, mereka diajak ke penangkaran penyu dan menanam pohon bakau, lalu dilanjutkan menyeberang ke Pulau Karya untuk berenang dan menyelam.
Outing Jejalah Pulau merupakan kegiatan kali ke-8 sejak 2003 lalu. Beberapa tempat yang rekreasi telah dikunjungi antara lain Kebun Raya Bogor, TMII, Museum Layang-layang, Curug Cilember, Dufan, dan Kampung Pepohonan 99. Nilai penting dari setiap perjalanan, KKS Melati membangun pemahaman agar anak-anak mengapresiasi lingkungan. "Setiap kegiatan merangsang mereka untuk bekerja kelompok, peduli lingkungan dan membiasakan tidak meninggalkan sampah di setiap pulau, dan hal positif lain," jelas Elvira.

Label: