Sabtu, 19 Oktober 2013

Panglima Hitam Dari Pulau Tidung

Pulau Tidung - Bagi warga Pulau Tidung Kepulauan Seribu Selatan mungkin tidak asing lagi mendengar nama Wa’Turup atau “Panglima Hitam” yang berasal Cirebon Banten Jawa Barat. Konon ceritanya beliau sudah lahir pada Jaman Kerajaan Syarif Hidayah Tullah dan dipercayai oleh masyarakat setempat adalah orang yang pertama kali menginjakan kakinya di Pulau Tidung.



Berawal dari peperangan Kerajaan Syarif Hidayah Tullah melawan Kolonial Belanda dan pasukan yang dipimpin oleh Panglima Hitam kalah dalam perang hingga akhirnya melarikan diri. Saat itulah Wa’ Turup dan beberapa prajurit lainnya melarikan diri Kepulau Tidung untuk mencari perlindungan dari serangan tentara Belanda. Hingga pada akhirnya Datuk dan beberapa sahabatnya memutuskan Pulau Tidung Besar ini di jandikan sebagai tempat persinggahan (tempat tinggal) hingga sampai akhir khayatnya.



Cerita ini bermula dari tabir mimpi Sugeng, salah satu warga Pulau Tidung Besar bertemu dengan si Panglima Hitam, dalam mimpinya ia di perintahkan untuk mencari makam orang pertama ini. Hingga pada tanggal 31 Desember 2006 makam tersebut ditemukan, terdapat disebelah Timur Pulau Tidung Kecil tepatnya di bawah pohon kedongdong Besar serta oleh warga dibersihkan, makamnya pun di Keramik dan hingga sekarang di jadikan tempat Ziarah bagi masyarakat setempat. Peninggalannya pun yang masih tersisah hingga kini diabadikan didekat makamnya seperti Keris,Pedang,Guci, Gendi dan tempat beribadah sewaktu ia masih hidup.



Tidak hanya menjadi tempat Ziarah bagi masyarakat Pulau Tidung saja, makam Wa’Turup (Panglima Hitam) ini juga menjadi salah satu objek wisata sejarah yang mengasikkan bagi warga Jakarta yang berkunjung Kepulau ini. Seperti yang di lakukan oleh anak-anak Universitas Unindra yang bertempat di Pasar Rebo Jakarta Timur mereka asik mengabiskan masa liburan di Pulau Tidung Kecil ini. “selain memancing dan berenang di laut, kami juga bisa mengetahui sejarah di Pulau Tidung ini”, kata Rio salah satu mahasiswa yang ikut berlibur. Ia juga merasa sangat senang bisa berlibur di Pulau Tidung ini. Selain itu hamparan pasir putih dan deru ombak menambah asiknya berlibur di Pulau yang tidak kalah bagusnya dengan wisata yang ada di Bali.

Label: , ,