Sebuah Perjalanan di Minggu Terakhir Liburan

ketika itu, dua minggu lagi saya akan masuk kuliah. belum sempat liburan sesungguhnya, sibuk dengan berbagai aktivitas. tadinya ada rencana mau berkelana ke tanah Jogja dengan menjadi backpacker sendirian. urung juga, nggak tau persis Jogja kayak gimana, padahal udah dua kali ke sana. pertama sama keluarga, naik kendaraan pribadi; kedua sama teman-teman karena waktu itu kereta ke Jakarta baru ada jam 5 sore sedangkan kami dari Banyuwangi (backpacker ke Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. belum sempat saya ceritakan di halaman ini, kapan-kapan ya) naik kereta ke Jogja sampai malam hari dan memutuskan menginap semalam dan jalan-jalan sekitar Malioboro.
setelah berpikir-pikir, sepertinya ke Kepulauan Seribu bisa menjadi pilihan. masih mau sendirian, tapi kalo sendirian bisa lebih mahal biayanya. sempat tanya ke beberapa teman, akhirnya ada yang mau ikut saya liburan ke Kepulauan Seribu. ada rencana untuk ke Pulau Tidung tetapi pulau tersebut sudah terlalu ramai dan banyak sampah sehingga tidak direkomendasikan oleh trip organizer yang saya gunakan. kebetulan trip organizer tersebut dikelola oleh salah satu teman dan senior saya di Kriminologi, yaitu Kak Karin. pemiliknya Trip 2 U, adalah kakaknya, Kak Karin sendiri menjadi tour guide kami selama di perjalanan ke Pulau Pramuka.
beberapa hari sebelum memutuskan perjalanan ke Pulau Pramuka, tawaran liburan datang membludak. ada yang mengajak saya ke Dufan, ke Ujung Genteng (Sukabumi), ke Sempu (Malang, Jawa Timur), dan dari grup Facebook ada yang menawarkan ke Ujung Kulon. saya tetap memutuskan ke Pulau Pramuka dengan teman-teman dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia. awalnya saya membaca tweet Stephani (teman SMA saya) yang berencana ingin ke Tidung, lanjut dengan ngobrol-ngobrol di blackberry messenger. saya merekomendasikan Pramuka, kemudian dia menanyakan kepada teman-temannya, yang akhirnya setuju untuk liburan ke Pulau Pramuka dengan biaya 370 ribu rupiah per orang, total anggota perjalanan adalah 7 orang sudah termasuk saya. kalau lebih banyak sebenarnya bisa lebih murah.
untuk memudahkan perjalanan, saya menginap di kostan Stephani hari Senin karena Selasa (6 September 2011) pagi jam 6 sudah harus ada di Muara Angke. kami berangkat dari UKI jam 5.30 menggunakan bus patas Mayasari 55 menuju Grogol turun di lampu merah setelah Citra Land, dengan ongkos 3 ribu rupiah. lanjut naik angkot B01 yang mengantarkan kami ke Muara Angke dengan membayar biaya sebesar 5 ribu rupiah. perjalanan cukup lancar, kami sampai pukul 5.20. mengisi perut dahulu dengan bubur yang masih sangat panas. pukul 6 tepat Kak Karin datang. kami pun langsung menuju kapal.
(terbit matahari di Muara Angke)
(kiri ke kanan: Stephani, Yefti, Sandra, Riris-Sari *mereka kembar, maap kalo salah namain*, yang punya blog ini :P )

kapal berangkat sekitar jam 7 pagi. kapal menuju Kepulauan Seribu hanya ada jam 7 pagi dan jam 1 siang. usahakan datang satu jam sebelum keberangkatan agar tidak telat dan mendapat posisi yang cukup nyaman di kapal. biaya kapal sendiri 32 ribu rupiah, 2 ribu untuk asuransi. sampai di Pulau Pramuka sekitar pukul 10 pagi. sempat agak mual di perjalanan karena ombak yang tidak bersahabat. sepanjang perjalanan kami lebih banyak tidur.

sesampainya di Pulau Pramuka, kami langsung menyambangi homestay kami yang berada di jalan Ikan Betok Biru. nama jalan di sini merupakan nama-nama ikan, seru sekali. terdapat kipas angin dan pendingin ruangan. karena kami semua berkeringat, saya langsung menyalakan kipas angin. saya lupa sekali kalau listrik di pulau ini hanya ada pukul 6 sore sampai pukul 7 pagi, Kak Arin sudah memberitahu saya kemarin. saya kurang tahu harga homestay berapa semalam, teman saya pernah bilang kalau harga homestay sekitar 250-500 ribu rupiah.
makan siang pun sudah siap, bahan bakar untuk kami yang akan snorkeling dan berkeliling di Kepulauan Seribu. sekitar pukul 12 kami bersiap-siap untuk snorkeling. terlebih dahulu kami menuju Pulau Ayer untuk latihan karena kebanyakan dari kami belum pernah snorkeling. 
(Pulau Ayer)

susah juga ya snorkeling. kalau tidak rapat menggunakan alatnya, air bisa masuk dengan mudah. bernafas menggunakan mulut pun tidak kalah susahnya. beberapa kali lidah saya mengecap asinnya air laut. setelah selesai latihan, kami dibawa ke spot snorkeling. indah sekali pemandangan bawah lautnya, ikan-ikan berwarna-warni. ada kamera underwater yang dibawa Kak Karin, cuma saya belum dapat softcopy-nya. 
dua spot snorkeling sudah kami singgahi. agenda selanjutnya adalah mampir ke Pulau Semak Daun. di pulau ini tidak ada penginapan. kalau mau, bisa berkemah di sini. ada warung dan toilet umum. kalau mau berkemah, membayar 50 ribu untuk kebersihan pulau. saya jadi ingin berkemah di sini.
(Kak Karin, pemandu wisata kami dari Trip 2 U)
di Semak Daun kami beristirahat karena cukup lelah snorkeling. kami makan mi instan yang sepaket dengan styrofoam dan engan segelas teh manis hangat. 11 ribu rupiah untuk hidangan tersebut, 8 ribu untuk mi dan 3 ribu untuk teh manis hangat. masih ada satu spot menanti untuk kami nikmati keindahannya dengan alat bantu pernafasan dalam air yang juga melindungi mata kami dari air laut. spot snorkeling terakhir arusnya cukup kuat, kami hanya snorkeling sebentar.
perahu pun melaju menuju tempat penangkaran hiu, pengolahan ikan, sekaligus restoran berlatar birunya laut, dikelilingi pulau-pulau kecil, dan sajian pemandangan matahari terbenam di ufuk barat. 
matahari sudah undur diri, kami pun memutuskan untu kembali ke Pulau Pramuka. lelah yang begitu menyenangkan. keindahan alam yang mampu menghempaskan segala hal yang membuat pusing kepala maupun yang menyesakkan dada. saya sempat tanya dengan Bang Petruk, yang mengurusi peralatan dan kapal kami, mengenai harga sewa. beliau mengatakan untuk alat snorkeling yang terdiri dari snorkel, fin (kaki katak), dan life vest (rompi pelampung) biayanya 30 ribu. sedangkan, untuk sewa kapal sebesar 400 ribu dan untuk guide snorkeling 100 ribu rupiah.
(atas: Bang Petruk; tengah: Bang Robert, guide snorkeling, dan anaknya; bawah: Bang Dali/Ali *lupaa*)
hari pertama selesai lah sudah. malamnya, setelah selesai mandi dan makan malam, kami berjalan-jalan keliling Pulau Pramuka. cukup bersih. masih ada ada beberapa pedagang makanan dan minuman yang buka, di dermaga juga cukup ramai. agenda hari kedua adalah banana boat dan mengunjungi penangkaran penyu yang terletak di bagian belakang Pulau Pramuka. tarif banana boat per orang adalah 30 ribu. seru sekaliiii!!! sayangnya, Stephani dan Bang Nando tidak ikut kami berlima menaiki banana boat. 
masih dalam keadaan basah kuyup, kami segera melangkahkan kaki ke bagian belakang pulau. tujuannya adalah penangkaran penyu dan ternyata tempat pengembangbiakkan bakau juga. pengurusnya adalah Pak Salim yang sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan dari kementerian maupun presiden atas jasanya pada kelestarian penyu dan bakau. penyu yang ada di sini adalah penyu sisik. 
selesai lah sudah perjalanan kami ke Pulau Pramuka, Pulau Ayer, dan Pulau Semak Daun. selesai dari penangkaran penyu, kami pun bersiap-siap packing untuk kembali ke rumah kami masing-masing. kapal ojek (sebutan untuk kapal yang kami tumpangi untuk menuju Jakarta) menunggu kami jam 1 siang. 
terima kasih ya semuanyaaa! :D
foto-foto lainnya akan saya unggah di halaman tumblr saya >> http://mariaanastasia.tumblr.com