Seru dan Asyiknya Memancing di Kepulauan Seribu

Berwisata di Kepulauan Seribu, bukan melulu berenang di pantai, snorkeling atapun menyelam (diving). Salah satu aktifitas yang bisa kita lakukan adalah memancing. Memancing ini bisa sekedar "killing time" atau membunuh waktu dan mengusir rasa bosan, atapun sekaligus untuk menyalurkan hobi.

Memancing di Kepulauan Seribu atau di laut, berbeda dengan ketika kita memancing di air tawar semisal di danau, waduk, tambak ataupun empang. Katakanlah alat pancing boleh sama, menggunakan stick atau "joran" beserta perlengkapannya. Tapi penggunaan joran, kalau kita memancing di laut hanya bisa kita gunakan ketika kita memancing di dermaga.
Kalau kita memancing di tengah laut, dengan menggunakan kapal nelayan (kapal tradisional) atau kapal cepat (speedboat) lebih asyik kalau kita tidak menggunakan stick atau joran. Biasanya orang ketika memancing ke tengah seperti istilah orang pulau atau ke laut dengan menggunakan kapal, tidak memakai stick, melainkan hanya memakai gulungan senar saja dan sudah pasti lengkap dengan mata kail dan umpannya.

Memancing di dermaga, biasanya ikan yang bisa kita dapat umumnya kembung, cendro dan cumi-cumi. Nah, kalau kita memancing di tengah laut, kita bisa mendapat ikan seperti kakap, kuweh, kerapu dan ikan lainnya, tergantung keberuntungan atau nasib kita saja.

Seru dan asiknya memancing di Kepulauan Seribu ini, terletak pada ketika pancing kita disambar ikan. Kita seperti bertarung dengan ikan. Kita harus pintar-pintar mengulur dan menarik agar ikan yang sudah didepan mata, tidak lepas karena pancingan kita putus.

Letak keasikan lainnya adalah ketika kita tidak mendapat ikan sementara rekan di sebelah kita terus dapat. Disinilah kita semakin panasaran untuk mendapat ikan. Meski kita sudah ahli, kalau keberuntungan sedang tidak berpihak, belum tentu pancingan kita akan disambar atau dimakan oleh ikan.

Untuk bisa memancing di Kepulauan Seribu, banyak cara bisa kita lakukan. Kita bisa berangkat dari Muara Angke ke Pulau Pramuka, Panggang atau Kelapa. Tarif kapal transportasi tradisional, tidak terlalu mahal. Hanya berkisar Rp 30.000 sampai Rp 35.000.

Ketika sampai di Pulau-pulau ini, kita tinggal memilih, memancing di dermaga atau ke tengah laut. Kalau kita memilih memancing ke tengah laut, kita bisa menyewa kapal nelayan dengan tarif sekitar Rp 100.000 tergantung pintar-pintar kita bernegosiasi.
Kalau kita masih awam atau kurang paham memancing, tak salah kita meminta tolong sang nelayan untuk mengajari kita. Ada untungnya kalau kita menyewa kapal karena kita bisa diberitahu tempat atau lokasi pancing yang banyak ikannya. Kita juga bisa menyewa jasa pawang ikan yang ada, tapi nelayan yang kita sewa kapalnya tahu dimana lokasi pemancingan yang banyak ikannya.

Alat pancing, bisa kita beli di toko-toko pancing yang menjualnya. Peralatan yang kita beli bisa kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan kita. Tak perlu alat pancing yang mahal untuk bisa memancing. Jadi tunggu apa lagi (Puser)