Bandeng Cabut Duri Dikembangkan di Kepulauan Seribu


Bandeng cabut duri kini dikembangkan di gosong (daratan dangkal) Pulau Pramuka di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Bandeng laut memiliki kelebihan dibandingkan bandeng tambak, terutama rasa lebih gurih, daging lebih padat, bentuk fisik lebih bersih.

Budidaya bandeng laut ini diolah oleh PT Nuansa Ayu Karamba sejak dua tahun lalu. Salah satu yang dikembangkan oleh bandeng cabut duri. Lokasi budidaya bandeng laut ini sering dikunjungi wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu.

“Wisatawan bisa membeli aneka ikan tak hanya bandeng di lokasi dengan harga bersaing dengan pasar di Jakarta. Harga ikan yang kami jual adalah harga bersih. Isi perut sudah dibuang 20 persen,” kata General Manager PT Nuansa Ayu Karamba, Martin Hadinoto di lokasi di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Menurut Martin, lulusan Aquaculture Techinal College Perth Australia ini, bandeng laut dibudidayakan di keramba jaring apung (KJA). Panen bandeng laut ini dipanen setiap hari rata-rata 1,5 ton. Harga jual bandeng laut segar Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan bandeng cabut duri seharga Rp 40.000/kg. Umumnya bandeng laut ini dilelang di pasar ikan di Jakarta.

Yang istimewa, bandeng laut ini diolah lagi menjadi bandeng cabut duri. Ikan bandeng merupakan jenis ikan spesifik yang mempunyai duri halus yang banyak tersebar di seluruh tubuhnya. Jumlah duri pada ikan bandeng sedikitnya 164. Banyaknya duri pada ikan bandeng merupakan kendala dalam konsumsi. Padahal ikan bandeng termasuk ikan yang rasanya paling enak Bahkan bandeng laut memiliki Omega 3 sebanyak 14,2 persen, lebih tinggi dari ikan salmon yang hidup di laut dalam.

“Yang kami kembangkan adalah bandeng cabut duri dalam bentuk utuh, yang dapat disimpan dalam keadaan dingin maupun beku, tergantung lama penyimpanan,” kata Martin.

Potensi Kepulauan Seribu sangat besar. Baik dari segi usaha ekonomi bisnis kelautan dan perikanan, penyerapan tenaga kerja lokal maupun transfer pengetahuan kepada masyarakat lokal. Selain itu lokasi budidaya ini dapat menjadi obyek wisata pendidikan bahari dan konservasi sumber daya alam laut di pulau permukiman. Usaha ekonomi ini membangun juga pemulihan lingkungan hidup seperti penanaman hutan pantai, terumbu karang, pelepasan ikan ke alam (restocking).


Penulis : R. Adhi Kusumaputra Sumber : R. Adhi Kusumaputra/Kompas