Buah Sukun Kepulauan Seribu

Jika saja Anda berkesempatan mengujungi pulau-pulau di Kepulauan Seribu, pastikan Anda Mencicipi buah sukun. Bukannya nyombong atau promosi, tapi sukun di Pulau Seribu memang terbilang enak. Apalagi di makan ditemani teh hangat atau kopi panas, hmm…dijamin tak mau berhenti memakannya.

Sayangnya, tak ada sebutan khusus bagi jenis sukun itu. Ada penduduk yang menyebutnya sukun kuning, sebagian lagi malah menyebutnya sukun biasa atau sukun Pulau Seribu. Menurut warga, ada jenis sukun lain di Pulau Seribu seperti sukun keleci, sukun talas, sukun botak, atau sukun Cilacap. Tapi yang terenak adalah sukun kuning itu.

“Sukun disini beda dengan sukun di Jakarta, pak. bentuk buahnya agak lonjong kayak nangka tapi ukurannya kecil. Kulitnya juga ada duri-duri kecil tapi tidak tajam seperti nangka. Kalau dibelah warnanya agak kekuning-kuningan,” kata Ny Zuhro (46), Warga Pulau Pramuka.

Menurutnya, sukun disitu tidak pernah “diekspor” atau di perjualbelikan ke Jakarta. “ Jadi sukun disini dipetik kalau misalnya ada tamu dari jauh atau sekedar buat oleh-oleh doang. Nggak di jual ke Jakarta,” tutur Ny Zuhro.
 
Cara pengolahannya pun cukup sederhana. “ kalau yang biasa Cuma digoreng. Paling dikasih garam, mecin, dan bawang putih. Kalau mau, di kolak juga enak. Atau bisa juga di kukus lalu diberi parutan kelapa, kemudian diiris tipis untuk keripik sukun. Bisa juga di bikin dodol sukun tapi harus menunggu sampai sukunnya matang,” jelas Ny zuhro. Menurutnya ada makanan khas dengan bahan buah sukun, terutama di Pulau Pramuka, yakni sukun keprek susu. “Jadi sukun digoreng seperti biasa, lalu setelah setengah matang diangkat, lalu dikeprek. Habis dikeprek terus digoreng lagi. Setelah agak garing lalu diangkat. Sebelum dimakan, dicelupin dulu kedalam susu hangat,..sedap”, katanya.

Sementara Ny Suhama (30), warga Pulau Pramuka lainnya mengatakan pohon sukun banyak ditemui di pulau-pulau lain di gugusan Kepulauan Seribu. “Selain di Pulau Pramuka pohon sukun kayak begini juga ada di Pulau lainnya, misalnya di Pulau Payung, Pulau Tidung Besar, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari dan lain-lain”. Dikatakannya, “Dulu pohon sukun di Pulau Pramuka ini banyak sekali, Cuma karena penduduknya makin banyak, ya banyak juga pohon sukun yang di tebang. Tahun 1990 saja masih banyak, kayak saya, punya tiga pohon sekarang sudah ditebangi semua untuk bikin rumah.”

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Djoko Ramadhan, pun angkat bicara soal sukun. “Sukun disini terkenal enak dan beda dengan sukun di Jakarta. Sukun disini adalah tananman budidaya unggulan. Dinas Pertanian DKI juga ikut membudidayakan disini. Dan betul sukun disini tidak diperjualbelikan ke Jakarta. Boleh dibilang, ingat sukun ingat Pulau Seribu.” katanya.

Agaknya hal itu tidak berlebihan karena anggota Komisi E DPRD DKI dan para pejabat Pemprov DKI mengakui kelezatan sukun itu saat berkunjung Ke Kepulauan Seribu tanggal 27-28 Mei lalu. Tiga nampan penuh sukun garing, habis diserbu mereka.

Penasaran ?… Mau tau seperti apa rasanya ?…, terpaksa anda harus ke Kepulauan Seribu untuk merasakan enaknya sukun made in Pulau Seribu. “Selamat mencoba…”. (Kang Lintas)