Dokter Spesialis Nihil, Anggota DPD: Jokowi Jangan Tidur!


dokter-spesialis-nihil-anggota-dpd-jokowi-jangan-tidurPemerintah Provinsi DKI Jakarta didesak meningkatkan pelayanan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Sebab, hingga saat ini fasilitasi kesehatan belum memadai. Selain itu, dunia pendidikan juga diperhatikan secara berimbang dengan wilayah lain.

Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta, Pardi mengatakan, dari hasil reses di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, ternyata pembangunan di wilayah tersebut masih memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan lima wilayah Kota Administratif lainnya, pembangunan di Kepuluana Seribu sangat minim. Terbukti fasilitas sosial dan infrastruktur sangat terbatas.

Salah satunya keterbatasan Alat Kesehatan dan Dokter Spesialis di RSUD Kepulauan Seribu. Sejauh ini pengobatan hanya untuk penyakit ringan. Jika ditemukan sakit yang membutuhkan perawatan maka akan dirujuk ke RSUD Koja.

"RSDU Pulau Seribu ini dikenal sebagai RSUD Rujukan, dikit-dikit dirujuk ke RSUD Koja, karena memang alat kesehatan terbatas, dokter spesialisnya tidak ada," kata Pardi, saat dihubungi berita8.com, Selasa (19/11).

Karena itu, dirinya meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Bupati Kepuluan Seribu Asep Syarifudin untuk berupaya menyelesaikan masalah ini. "Bupati di Kepulauan Seribu harus berbuat, jangan merasa sebagai orang buangan. Gubernurnya juga harus menerbitkan SK untuk menempatkan dokter spesialis di sana. Artinya, ya Jokowi jangan tidur!" tandasnya.

Di samping itu, juga ada kendala pendididikan. Sebaiknya kualitas pendidikan di Kepulauan Seribu diperhatikan mulai dari sarana dan prasananya. Sehingga kualitas pendidikan tidak kalah dengan siswa yang ada di daratan.

Parahnya lagi, lanjut Pardi, ada tenaga guru honorer yang dalam waktu satu tahun hanya mendapatkan tiga bulan gaji. Sedangkan sembilan bulan gaji lagi belum diurus ke dinas.

"Pendidikan juga harus diperhatikan. Ada guru honorer di sana, gajinya baru turun 3 bulan, 9 bulan lagi belum turun. Kalau dia ngurus ke dinas, berapa ongkosnya? gajinya kan tidak besar-besar amat. Ini harus diperhatikan juga. Dia guru SMA," katanya.

Pardi juga sangat menyayangkan hingga saat ini potensi pariwisata dan sektor perikanan di Kepulauan Seribu belum tersentuh pemberdayaan. Padahal, jika dua potensi ini dikembangkan bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar. Karena itu, dirinya meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar menggali potensi ini dan tidak fokus pada pembangunan di wilayah daratan.

"Jokowi harus melek, lihat potensi di kawasan Pulau Seribu, pembangunanya harus sampai ke sana. Ini ibukota lho," tukasnya. (ag) 


Sumber : http://berita8.com