Kamis, 28 November 2013

Jokowi Akan Akomodir Usulan Warga Pulau Seribu


Acara Rembuk Provinsi yang digelar Pemprov DKI Jakarta di Monas, Jakarta Pusat, hari ini dimanfaatkan warga Jakarta untuk mengadukan sejumlah persoalan yang terjadi. Salah satu usulan yang disampaikan adalah kebutuhan kapal nelayan di Kepulauan Seribu yang saat ini jumlahnya masih sedikit dan kurang memadai.

Usulan itu disampaikan warga Kepulauan Seribu, Muhammad Atib. Ia mengaku di wilayahnya kapal nelayan jumlahnya masih terbatas. Selain itu kurangnya perhatian terhadap budidaya produk kelautan, kenyamanan akses pariwisata dari Jakarta ke Kepulauan Seribu dan kondisi pelabuhan di Muara Angke yang menuju Kepulauan Seribu juga menjadi keluhannya kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

"Kepulauan Seribu itu aset pariwisata, kiranya bagaimana agar Kepulauan Seribu itu lebih banyak lagi dikunjungi, agar dapat dipromosikan lebih maju lagi. Pelabuhan ke Kepulauan Seribu juga bau, banyak sampah. Karena itu dekat pelelangan ikan," ujarnya, Kamis (28/11).

Jokowi yang menerima keluhan itu mengatakan, akan langsung melakukan pengecekan ke lapangan untuk kemudian diambil langkah-langkah dan solusinya. “Ini merupakan masukan buat kami dan akan kami lihat,” ucapnya.

Menurutnya, dialog dengan warga terdapat sisi pengawasan dan usulan yang baik untuk kemudian dipakai sebagai desain kebijakan. Beberapa masukan dari warga, kata Jokowi, bisa langsung ditindaklanjuti dengan memasukkannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014.

“Ini masukan, nanti bisa masuk di (APBD) perubahan atau masuk di (APBD) 2015, kalau bisa masuk yang kecil-kecil di 2014 kita masukkan. Tapi kalau yang gede seperti masalah di Kepulauan Seribu nanti masuk di perubahan,” tuturnya.

Masukan yang ada, sambung Jokowi, akan diolah kemudian langsung diprioritaskan mana yang lebih dulu harus diselesaikan dan diambil solusi lantaran keinginan dan kebutuhan masyarakat juga merupakan sebuah solusi. (beritajakarta.com)

Label: