Kamis, 07 November 2013

Jokowi Temui Menteri Kelautan dan Perikanan Bahas Zonasi Laut di Teluk Jakarta Sumber


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Tjitjip Soetardjo untuk membahas zonasi laut di Teluk Jakarta. Zonasi tersebut mengingat Jakarta sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi.

"Kita harus atur dan adakan zonasi. Zonasi itu tata ruang kalau di darat. Dengan zonasi kita baru bisa mengetahui yang mana nanti untuk industri perikanan, sehingga tata ruang di laut akan tertata dengan baik," kata Tjitjip di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013).

Tjitjip mengatakan kementeriannya membawahi 300 kabupaten/kota yang mempunyai zonasi saat ini. Dengan adanya zonasi ini nantinya tidak akan ada tumpang tindih dan Pemda setempat tidak pusing dalam memetakan zona potensi lautnya.

Tjitjip juga mengatakan kementeriannya telah dua kali melakukan pertemuan dengan Jokowi untuk membahas pengaturan zona laut di Teluk Jakarta. Menurutnya Tjitjip, sebagai provinsi dengan tingkat perekonomian tertinggi di Indonesia, pengaturan zonasi laut sangat dibutuhkan oleh Pemprov DKI.

"Jakarta selain metropolitan, ekonominya tertinggi di antara yang lainnya, sehingga DKI punya kepentingan besar untuk atur tata ruang kelautan tadi. Saya sudah kedua kali bertemu Pak Jokowi, kita sepakat pengaturan untuk zonasi dilakukan secepatnya," jelasnya.

Politisi Golkar ini menargetkan, pengaturan zonasi Teluk Jakarta akan dimulai tahun depan. "Insya Allah 2014. Karena Pak Gubernur walau orangnya lemah lembut, cepat kerjanya. Kita percaya Pak Gubernur bisa kerjasama dengan kita," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Jokowi menuturkan, zonasi di laut Jakarta akan disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta. "Di bawah laut itu kan ada kabel, pipa gas, semuanya harus menyesuaikan dengan zonasi itu, karena sudah pembagian yang jelas," ujarnya. [sumber : www.detik.com]

Label: ,