Kamis, 07 November 2013

Pembuatan Tanggul Korbankan Ribuan Mangrove di Pulau Pramuka


Pembangunan seringkali mengorbankan lingkungan. Tampaknya pameo itu tengah terjadi di Pulau Pramuka. Betapa tidak? ribuan pohon mangrove yang telah ditanam lima tahun lalu terpaksa dikorbankan menyusul pembangunan tanggul pemecah gelombang oleh Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Kepulauan Seribu di sepanjang pantai timur pulau tersebut.

"Sudah 2 ribu pohon yang sudah dicabut. Padahal, itu ditanam 5 tahun lalu dan bahkan ada sebagain merupakan bantuan dari sejumlah perusahaan yang peduli akan kelestarian lingkungan di Pulau Pramuka," sesal seorang penggiat lingkungan yang meminta namanya tidak disebutkan di Pulau Pramuka, Sabtu (26/10/2013).

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengkaji ulang pembangunan tanggul itu. Pasalnya, bila diteruskan pohon-pohon mangrove yang saat ini masih ada akan kembali dikorbankan. "Menanam mangrove tidak muda, butuh waktu dan tenaga. Tapi, karena adanya tanggul mongrove yang sudah tumbuh bagus malah dirusak," ungkapnya.

Pedahal, sambung dia, sebagai tanaman pelindung mangrove lebih bermanfaat dan efektif mencegah terjadinya abrasi laut. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem pantai. "Saya tak habis pikir, bagaimana bisa pembangunan malah mengorbankan kaidah pelindungan lingkungan. Kami minta pembangunan tanggul itu dihentikan," tegasnya.

Terkait masalah tersebut, Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin bereaksi keras. Dia meminta pembangunan tanggul itu segera dihentikan dan akan menegur Sudin PU Kepulauan Seribu dan kontraktor yang mengerjakannya. "Segera hentikan, saya larang pembangunan malah mengorbankan lingkungan," tegasnya.

Asep mengungkapkan, semua pembangunan yang dilaksanakan di Kepulauan Seribu harus berwawasan lingkungan dalam artian pembangunan seiring sejalan dengan pelestarian lingkungan. "Beri tahu lurahnya, segera hentikan. Sudin-sudin jangan seenaknya membangun tanpa ada perencanaan yang matang," ungkapnya.

Dari pantauan beritapulauseribu.com, pembuatan tanggul pemecah gelombang yang dilaksanakan Sudin PU Kepulauan Seribu di pantai timur pulau pramuka menggunakan susunan batu tahu dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Sususnan batu tahu itu memanjang dan melintasi lokasi konservasi tanaman mangrove.

Bila diteruskan, ribuan mangrove yang telah menjadi pohon bakau terancam dikorbankan. Sementara, hingga kini sejumlah pekerja pembuatan tanggul masih memindahkan batu tahu ke lokasi tidak jauh dari lintasan tanggul tersebut. [Ahmad Furqon]

Label: , ,