Sejarah Pulau Kelapa

Pulau Kelapa merupakan salah satu pulau terpadat di wilayah Kepulauan Seribu. Menurut cerita asal mula dinamakan Pulau Kelapa karena dahulunya pulau tersebut banyak di tumbuhi pohon Kelapa. Penduduk yang menghuni Pulau Kelapa sangat heterogen, dapat dikatakan hampir sebagian suku yang ada di Indonesia tinggal di Pulau Kelapa walaupun jumlahnya sangat sedikit.

Penduduk yang menghuni Pulau Kelapa ini di dominasi oleh orang-orang Betawi, Banten, Bugis Jawa, Sumatera dan daerah lainnya. Menurut cerita masyarakat setempat banyak hal yang menyebabkan suku dari daerah tersebut menetap di Pulau Kelapa, contohnya kejadiannya pada jaman dahulu bila para pelaut yang melintasi perairan Kepulauan Seribu dengan tujuan ke Pelabuhan Sunda Kelapa mengalami kecelakaan dalam berlayar. Kapal yang mereka tumpangi tenggelam dan mereka pun tidak bisa meneruskan perjalanan, mereka ditolong oleh penduduk setempat. Karena kapal mereka tidak bisa meneruskan perjalanan, akhirnya mereka menetap di pulau tersebut dan dalam perjalanan waktu terjadi perkawinan dengan penduduk setempat. Selain peristiwa tersebut banyak hal yang menyebabkan banyaknya suku bangsa yang menetap di Pulau Kelapa.

Dermaga P. Kelapa di sebelah barat

Menurut Tim Peneliti Dinas Museum dan Sejarah, bagian geografi dan perkembangan kota tua tahun 1970, menyebutkan tentang ditemukannya makam-makam tua dengan batu nisan yang terbuat dari batu karang. Salah satunya terdapat di depan Puskesmas Pulau Kelapa. Selain itu juga di tepi pantai selatan Pulau Kelapa di temukan dua buah meriam kuno yang dibuat pada tahun 1700.

Pada masa lalu Kelapa dengan Pulau Harapan terpisah. Kemudian sekitar tahun 1950-an, dibangun jalan yang menghubungkan antara kedua Pulau tersebut dengan panjang sekitar 200 meter. Tujuan pembangunan jalan tersebut adalah untuk mempermudah akses transportasi karena pada saat itu telah terjadi migrasi masyarakat Pulau Kelapa ke Pulau Harapan dikarenakan penduduk Pulau Kelapa yang cukup padat. Sedangkan pada masa kini intensitas pendatang ke pulau ini cukup tinggi dan menyebabkan Pulau Kelapa sebagai pulau paling banyak penduduknya di Kepulauan Seribu.

Mata pencaharian penduduk Pulau Kelapa sebagian besar adalah nelayan, transportasi laut didominasi kapal ojek dengan tujuan yang bermacam-macam seperti Muara Angke, Mauk, Kronjo sedangkan dengan tujuan Marina Ancol menggunakan Kapal Kerapu.

 


 

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Kang Lintas pada 08.51. dan Dikategorikan pada , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

PARA PENGGUNA JASA KAMI

2010 Lintas Pulau Seribu. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Pulau Seribu