Senin, 13 Januari 2014

KKP Siapkan Rp15 Miliar Kembangkan Wisata Bahari

Guna meningkatkan perekonomian masyarakat di pulau-pulau terkecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bermaksud mengembangkan program minawisata atau wisata bahari di 12 lokasi. Pengembangan tersebut rencananya dilakukan pada tahun ini. Namun, menurut Direktur Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP Rido Miduk Batubara, lokasi persis program tersebut belum ditentukan.

"Kendati demikian, kami sudah menginventarisasi daftar kabupaten/kota yang mengajukan proposal. Soal anggaran, sudah ada, sekitar Rp15 miliar untuk tahun in," kata Rido usai acara Perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru Korpri dan Keluarga Besar KKP di Jakarta, Sabtu (11/1) siang.

Mengenai tujuan penting dari program minawsita tersebut, Rido mengatakan ada tiga cluster utama yang juga akan difokuskan, yakni kepulauan Anambas (Kepulauan Riau), Raja Ampat (Papua), dan Pulau Seribu (DKI Jakarta).

Di sisi lain, kata Rido lagi, program yang sudah dilangsungkan sejak tahun lalu ini merupakan paduan dari konsep perikanan dan pariwisata. Sehingga, nantinya baik di tiga cluster maupun di lokasi lain yang sudah ia sebutkan, akan ada Keramba Jaring Apung (KJA) disertai rumah kuniler.

"Di rumah kuliner itu dilakukan pembesaran ikan-ikan yang menarik. Target pengunjungnya anak-anak sekolah sehingga mereka bisa melihat penyu, ikan-ikan langka seperti teripang dan kerapu dan juga cara budidaya serta asal-usul ikan-ikan tersebut," imbuh Rido.

Sementara itu, untuk pengunjung lain yang sekadar datang bisa juga memancing dan memberi makan ikan-ikan yang ada. Namun kedua aktivitas tersebut dipungut bayaran. "Itu bisa tingkatkan ekonomi masyarakat di sana secara signifikan," katanya lagi.

Di sisi lain, Rido berharap pihak swasta juga bisa ikut berkontribusi di program minawisata. Pasalnya, masyarakat setempat menurut Rido tidak akan mampu membiayai bisnis pariwisatanya sendiri. "Pemerintah pusat dan pemerintah daerah ikut intervensi. Kalau sudah terlihat ada peningkatan SDM, kerja sama dengan pihak ketiga harus ada agar pengelolaannya lebih profesional," pungkas Rido. (Beo)

Sumber : http://www.metrotvnews.com

Label: ,