Bupati Minta Seluruh Kapal Penyebrangan Diuji Kelayakanya


Bupati  Kepualaun Seribu, Asep Syarifudin meminta seluruh kapal penumpang yang melayani penyebrangan di wilayah perairan Pulau Seribu harus dilakukan pemeriksaan kelayakan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan laut.
"Untuk menjaga keselamatan penumpang baik warga Pulau Seribu maupun wisatawan, seluruh kapal harus dilakukan pengecekan. Saya tidak mau hal ini terjadi lagi, ini saja kapal milik Dishub bisa meledak, gimana nanti kapal milik perorangan," kata Asep kepada beritapulauseribu.com, Rabu (27/8/2014).

Seharusnya, lanjut Bupati hal seperti ini tidak akan terjadi jika pemeriksaan dilakukan berkala. Namun, karena dirinya menduga pihak Dishub tidak melakukan, maka akibatnya hal ini terjadi. "Ini sangat teledor, saya sudah beberapa kali mengingatkan agar pihak Dishub melakukan pemeriksaan secara berkala terutama mesin dan dak kapal. Sebab jika ini dibiarkan musibah seperti ini tidak akan terjadi," tuturnya.

Kedepan, dirinya berharap kapal-kapal yang melayani diperairan laut Kepulauan Seribu harus memiliki 3 syarat diantaranya ada pelampung, kemudian surat verifikasi kelayakan kapal dan persyarakat keselamatan lainnya.  Ini harus dilakukan, tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti sekarang ini.

Bupati juga mengaku sangat prihatin dengan musibah terbakarnya KM Paus 1 yang mengakibatkan sekitar 35 orang penumpang mengalami luka bakar tiga diantaranya petugas  KPLP. Atas kejadian itu pihaknya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas musibah tersebut.

Sementara itu, menurut Ahmad (36) salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) meledak dan terbakarnya KM Paus 1 itu terjadi saat tengah berlayar dari perairan laut Pulau Pari menuju Pulau Pramuka, sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi. Saat itu kapal usai menurunkan penumpang sekitar 27 orang dan langsung meluncur ke Pulau Pramuka, tiba-tiba terdengan suara ledakan dua kali. "Para penumpang yang mengalami luka-luka itu karena posisinya berada didalam kapal. Sedangkan 3 orang saat musibah terjadi langsung terjun kelaut sehingga dia tidak luka-luka," ujar Ahmad.

Diungkapkan oleh Ahmad dalam peristiwa itu tercatat 33 orang mengalami luka bakar cukup parah. 2 orang korban ada yang dirawat di Puskesmas Pulau Pari, 33 RSUD Pulau Pramuka Kepulauan Seribu. Namun, dari 33 orang yang mengalami luka bakar itu ada yang di rujuk ke RS Pluit, 3 orang kemudian yang tetap di RSUD Pulau Pramuka 2 orang dan sisanya di RSUD Koja "Penyebab terjadinya kebakaran kita belum dapat menyimpulkan. Tapi dari informasi ABK, disebabkan terjadinya arus pendek, saat ini kapal sedang kita evakuasi," tandasnya.


Sumber : http://beritapulauseribu.com