Solar Langkah di Pulau Seribu, Nelayan Tak Bisa Melaut

Sering terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis solar dalam beberapa pekan terakhir, membuat ratusan nelayan di Kabupaten Kepulauan Seribu mengeluh. Pasalnya, kelangkaan solar tersebut berdampak terhadap berhentinya aktivitas melaut bagi nelayan setempat.

"Ini bagaimana nasib kami, sudah beberapa pekan terakhir pasokan solar sering kosong terpaksa kami tidak bisa melaut untuk mencari ikan," kata Rohman (33) salah seorang nelayan dari Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara kepada beritapulauseribu.com, Senin (1/9/2014).

Menurutnya, dampak dari kelangkaan BBM tersebut banyak nelayan yang memilih untuk menggalangkan kapal dan memperbaiki sejumlah peralatan melaut lainya seperti jaring dan alat tangkap. "Ya mau gimana lagi. Kami sebagai rakyat kecil selalu dalam kondisi memperhatinkan, layaknya pepatah sudah jatuh tertimpa tangga," keluhnya.

Mereka mengaku sangat kewalahan menghadapi persoalan kelangkaan BBM, sebab problem seperti ini kerap terjadi sehingga menghambat nelayan melakukan aktivitas. Menurutnya, Akibat tidak melaut berpengaruh buruk terhadap perekonomian warga pesisir yang mayoritas mengandalkan pendapatan dari laut lepas.

Kondisi memprihatinkan ini tidak hanya berdampak terhadap nelayan secara langsung, akan tetapi kondisi tersebut juga secara langsung berimbas terhadap perekonomian para keluarga keluarga diwilayah tersebut. "Pemendangan seperti ini seharusnya tidak terjadi. Kami berharap pemerintah mampu menaruh perhatian serius dan sekaligus mencari solusi untuk rakyatnya,"ujar Wulan (28) istri salah seorang nelayan di Pulau Panggang.

Keluhan yang sama juga disampaikan sejumlah nelayan lain yang ada di Pulau Kelapa, mereka mengaku sangat kewalahan menghadapi persoalan krisi BBM, sebab problem seperti ini kerap terjadi sehingga menghambat nelayan melaut. Akibat tidak melaut berpengaruh buruk terhadap perekonomian warga pesisir yang mayoritas mengandalkan pendapatan dari laut lepas.

Kebutuhan solar nelayan di Pulau Seribu saat ini hanya dipasok oleh warung-warung penjual BBM eceran. Hanya saja, sudah sepekan lebih sebagian warung mengalami kekosongan solar. Padahal, pemerintah melalui perusahaan migas plat merah yakni PT Pertamina selaku perusahaan [pemasok BBM telah menormalisasikan kembali pasokan BBM. Namun sayangnya, hal itu tidak dapat dirasakan masyarakat Pulau Seribu khusunya para nelayan.

Sumber : http://beritapulauseribu.com