379 Warga Pulau Kelapa Terima Dana Perlindungan Sosial

Sebanyak 379 warga miskin di Pulau Kelapa menerima dana perlindungan sosial dari pemerintah. Pembagian dana tersebut berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, (28/11/2014).

“Kantor Pos Pulau Seribu telah membagikan kepada tiga ratus penerima dana perlindungan sosial sebagai kompensasi kenaikan bahan bakar minyak kepada keluarga miskin,” ungkap Soleh petugas Kantor Pos Pulau Seribu kepada beritapulauseribu.com.

Ia menambahkan warga yang sudah terdata sebagai penerima bantuan itu juga harus membawa tanda pengenal seperti fotokopi KTP atau kartu keluarga.   

“ Adapun syarat untuk mengambil dana perlindungan sosial ini warga harus membawa kartu identitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Soleh menjelaskan pembagian dana perlindungan sosial untuk warga miskin ini berjalan tertib dan lancar. Petugas membagikan nomor antrean kepada penerima bantuan dan warga miskin juga tampak sabar mengantre di depan kantor Kelurahan Pulau Kelapa untuk menunggu giliran mendapatkan bantuan sosial tersebut.

Anggota polsek dan staf Kelurahan berada di lokasi untuk mengamankan jalannya pembagian dana kompensasi itu. Adapun dana bantuan perlindungan sosial yang diterima warga jumlahnya sebesar Rp.400.000.

Lurah Pulau Kelapa Astawan Husen mengungkapkan meski sempat ada permasalahan karena, adanya protes dari masyarakat yang tidak menerima bantuan. " Pihak Kelurahan sudah berkomunikasi dengan warga dan menyampaikan bahwa data yang mendapatkan bantuan Dana Perlindungan Sosial tersebut berdasarkan data tahun 2011. Dan data tersebut dipakai oleh semua Kelurahan,"ungkapnya.

" Kami akan melakukan pendataan ulang jadi, warga yang kurang mampu dan tidak mendapatkan bantuan dana sosial nantinya bisa menerima,"pungkasnya.

Sementara itu, Upa (50) warga Rt.05/02 Pulau Kelapa sangat kecewa karena dirinya tidak mendapatkan bantuan dana perlindungan sosial pemerintah.Padahal, dirinya termasuk warga miskin yang tidak  mampu. " Saya berharap ada pendataan ulang karena, data yang dipakai saat ini adalah data tahun 2011 ," tandasnya.