Duh, Warga Pulau Kelapa Alami Krisis Air Bersih


Musim kemarau membuat warga di Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mengalami krisis air bersih. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir sumur-sumur mereka dilanda kekeringan.

Makmur (40), mengatakan untuk kebutuhan sehari-hari ia terpaksa harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum dan mencuci.

"Sudah 2 bulan sumur warga dilanda kekeringan, persedian air hujan yang ada pun sudah habis dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap warga RT.02/04 kepada beritapulauseribu.com, Kamis (6/11/2014).

Jika setiap hari, sambung Makmur, harus membeli air isi ulang sangat memberatkan warga apalagi bagi yang tidak mampu. " Kami mengharapkan adanya bantuan dari Pemkab Kepulauan Seribu, agar menyalurkan air bersih untuk warga Pulau Kelapa,"ungkap bapak 4 orang anak ini.

Astawan Husen Lurah Pulau Kelapa saat dikomfirmasi membenarkan kondisi yang kini dialami warganya tersebut. "Saya sudah mendatangi rumah-rumah warga, keluhannya hanya air bersih. Sedangkan Air Reverse Osmosis (RO) yang ada juga tidak dapat menutupi kebutuhan warga ,"ungkapnya.  

Lanjut Astawan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pihak perusahan minyak lepas pantai China National Offshore Oil Corporation (CNOOC.Ses.Ltd) untuk memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Pulau Kelapa. Hingga kini, belum mendapat tanggapan.    

"Kita hanya meminta Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di wilayah kerja perushaan", kata Astawan.  

Sementara itu, Masuti Yasin Kepala Devisi CSR CNOOC Ses Ltd, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler tidak ada jawaban, bahkan pesan singkat (SMS) yang dikirimkan tim beritapulauseribu.com tidak mendapat balasan.