Ida Bagus Nyoman Banjar

Ramah dan supel, begitulah kesan yang pertama ditangkap dari seorang Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten Adminitrasi Kepulauan Seribu. meskipun dengan perawakan tinggi besar tetapi dalam pergaulan sehari-hari, mantan Dokter Teladan se-Lampung tahun 2003 ini tidak pernah membedakan seseorang dari luarnya saja. Siapapun, dipandang baik tak peduli ia kaya-miskin atau jelek-baik, semua sederajat. 

Inilah satu pesan penting dari orangtuanya yang terpatri dibenak lelaki yang sehari-hari dipanggil dengan nama Dr. Banjar ini. "Ayahnya merupakan figur yang bisa mengayomi karena mampu berkomunikasi dengan baik, keatas, kebawah, maupun sejajar. Jadi komunikasi itu harus dijaga, sebab menjadi pamong harus mampu berkomunikasi dengan baik," ujarnya yang selalu memegang prinsip ayahnya sampai sekarang.
Lahir dari Keluarga Pamong
Dokter kelahiran Bali, tepatnya di Singaraja 44 tahun silam ini memang bercita-cita meneruskan tradisi keluarganya. Ayahnya merupakan seorang pamong di kampung halamannya, tetapi Pria yang mengenyam pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA di Singaraja Bali, mulai berubah pikiran mengikuti jejak ayahnya dan bercita-cita menjadi dokter karena sewaktu sekolah di SMA sangat menyukai pelajaran Biologi. Akhirnya setelah mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri, Ia diterima di Fakultas Kedokteran Unervesitas Udayana Bali, pada tahun 1981. Setelah lulus dan diwisuda tahun 1988, mulailah ia menjadi dokter. Biar sudah menjadi dokter, pria yang pada 10 Januari nanti genap berusia 45 tahun, prinsip hidupnya yang ingin mengabdikan diri pada masyarakat membuatnya nekat mengikuti tes masuk Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1990. Dengan kerja kerasnya, akhirnya ia diterima menjadi PNS di Suku Dinas Kesehatan. "Semua dijalani begitu saja, seperti air yang mengalir," tuturnya. Seperti pepatah "buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya", begitulah jalan hidupnya. 
Awal karier sebagia PNS menjadi Dokter Teladan
Putra ketujuh dari delapan bersaudara ini, lahir dari pasangan Ida Bagus Suraga (alm) dan Ida Ayu Ketut Srini, telah dikaruniai seorang putri yang bernama Ida Ayu Adnyadira Umari dari istri yang setia mendampinginya selama ini, Ndayu Putu Asih Widiastuti, SE. Pertama-tama bertugas sebagai dokter, Ia ditugaskan didaerah Lampung Tengah. Meski ditempatkan didaerah terpencil, pria yang mempunyai hobi makan dan jalan-jalan ini,  tidak merasakan beban untuk menjalankan profesinya. Malahan, semua dianggap sebagai tanggung jawab sebagai pamong untuk melayani masyarakat. Selama menjalankan tugasnya, Ia banyak membuka Rumah Bersalin di desa-desa terpencil di Lampung Tengah. 
Atas jasa-jasanya itu,  pada tahun 2003, dr. Banjar dinobatkan menjadi “Dokter Teladan”  se-Lampung Tengah. Setelah malang melintang selama lima tahun di Lampung pada tahun 1994 Ia di pindah tugaskan ke Jakarta, tepatnya di Puskesmas Kelurahan Cilandak sebagai Dokter Umum. Kemudian pada tahun 1996 berpindah ke Puskesmas kelurahan Cipete Selatan, setelah itu bertugas di Puskasmas Kecamatan Pancoran. Dan baru pada tahun 2003 Ia dimutasikan ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Seksi Penyakit Menular. Dan akhirnya pada tahun 2005  Dr. Banjar di promosikan menjadi Kepala Suku Dinas Kesehatan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. 
Visi dan Misi di Kepulauan Seribu
Setelah menjabat menjadi Kasudin Kesehatan di Kepulauan Seribu, dr. Banjar melihat bahwa wilayah di Kepulauan Seribu memiliki Karakteristik tersendiri di bandingkan dengan wilayah daratan di Jakarta. Wilayahnya yang luas dan terpisah antara pulau satu dengan pulau lainya menyebabkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan menjadi tidak maksimal. Untuk itu, Ia bertekad meningkatkan pelayanan kesehatan yang sudah ada sebab sudin kesehatan sudah ada di kepulauan seribu sejak dulu tetapi masih dirasakan kurang dimanfaatkan masyarakat.
 
Permasalahan tersebut, dijawab bapak satu putri ini dengan visi-nya dengan memperkuat eksistensi pelayanan kesehatan dimasyarkat agar bisa dirasakan langsung masyarakat di Kepulauan Seribu. Agar visi-nya sukses, ia kerap melakukan interventsi positif terhadap Dinas Kesehatan demi meningkatnya pelayanan kesehatan di pulau. Salah satu kinerjanya yang dinilai berhasil adalah, tersedianya tenaga-tenaga dokter di setiap Puskesmas yang ada di Kepulauan Seribu dan bidan yang siap  membantu masyarakat setiap hari.
 
"Malah sekarang sudah ada dokter yang bertugas di Pulau Sabira yang merupakan Pulau terjauh dalam gugusan Kepulauan Seribu,” ungkap dr. Banjar.  Impiannya untuk meningkatkan fasilitas dan prasarana kesehatan juga telah terwujud melalui kapal boat emergency sebagai Puskesmas keliling yang akan membawa Paseien dalam keadaan Emergency (gawat- darurat) ke rumah sakit rujukan dalam waktu yang cepat. "Adanya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan seribu juga salah satu impian agar masyarakat terjamin kesehatannya. Peralatan dan tenaga medisnya cukup lengkap,” terangnya.
 
Sedangkan misi yang sampai saat ini masih terus dijalaninya adalah mengubah pola hidup masyarakat yang sebagian besar nelayan dengan tingkat pendidikan pas-pasan. “Mengubah pola hidup masyarakat pulau dari kurang sehat menjadi sehat, dari tidak tahu menjadi tahu di bidang Kesehatan, cukup sulit juga”, ungkapnya jujur. Untuk mengatasinya, pria berperawakan gemuk ini mengungkapkan, perlu jurus khusus agar misinya ini berhasil. Salah satu yang dilakukan adalah intervensi knowladge (pengetahuan) dengan penyuluhan di bidang kesehatan.
 
Selanjutnya dilakukan intervensi sikap dan praktek yaitu bagaimana masyarakat mempraktekkan kehidupan yang sehat dan mempunyai sikap bahwa kesehatan itu sangat penting. Yang paling berat adalah Intervensi Lingkungan.  "Mencegah penurunan degradasi lingkungan agar tetap sehat dan tidak menurun kualitasnya karena faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya dalam bidang kesehatan”, tambahnya lagi. Semua ini adalah tanggung jawab bersama bukan hanya tugas Dinas Kesehatan dan Dokter saja tetapi diperlukan keterlibatan dan peran serta masyarakat secara aktif. Itulah harapan Dr. Banjar agar masyarakat kepulauan seribu hidup lebih sehat karena didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. (Iyus)

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Kang Lintas pada 19.09. dan Dikategorikan pada . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

0 komentar untuk Ida Bagus Nyoman Banjar

Tinggalkan Komentar

PARA PENGGUNA JASA KAMI

2010 Lintas Pulau Seribu. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Pulau Seribu