Meski Cacat, Bella Ingin Anaknya Jadi Dokter

Bagi warga Kelurahan Pulau Kelapa rasanya tak asing dengan teriakan lantang sesosok wanita berkulit agak gelap dengan baskom di pinggulnya. Ya, dia adalah Bella atau bernama lahir Markila (27). Warga RT 02/02 Kelurahan Pulau Kelapa ini seorang penjajah makanan khas pulau yakni 'mpe-mpe tongkol'.
Tiap pagi hingga jelang sore, Bella ditemani anak semata wayangnya Adri (11) berkeliling pulau menjajahkan makanan yang terbuat dari sagu dan ikan itu. Tak bosan dan terus berteriak menawarkan dagangannya, Bella berjuang untuk hidup dan ingin mewujudkan impiannya, yaitu menjadikan anaknya seorang dokter.

"Saya ingin dia (anaknya. red) menjadi seorang dokter, makanya dari hasil berjualan sedikit saya tabung untuk persiapannya nanti kalau sudah besar," ujar Bella saat berbincang dengan beritapulauseribu.com. Sambil terus berjalan, Bella yang hanya lulusan SMP ini bercerita tentang hidup dan impiannya di masa mendatang.

Anak sulung pasangan Marzuki (alm) dan Suhaya ini mengaku menyesal hanya menikmati bangku sekolah di tingkat SMP. Padahal, impiannya sangat tinggi yakni menjadi seorang tenaga medis. "Saya ingin berguna dan membantu orang lain. Tapi sayang, saya hanya lulus SMP," ujarnya.

Karena itu, anak yang didapat dari perkawinannya yang pertama harus lebih baik dari dirinya. Meski memiliki cacat fisik, dia mengatakan, Adri memilik kecerdasan dan kemauan keras untuk belajar. "Memang dia tidak sempurna, tapi otaknya lumayan pinter," ujarnya yang terus tertawa meski beban hidup cukup berat dipanggulnya.

Menurut dia, dari berjualan 'mpe-mpe tongkol' dapat menghidupi keluarganya. Dan bahkan, saat ini dirinya juga sedang berusaha berdagang lain agar uang yang didapat lebih banyak. "Lagi coba-coba, semoga uang yang dihasilkanlebih banyak dan bisa menabung untuk biaya sekolah anak," tukasnya.