SALIM, Penerima Penghargaan KALPATARU

Mungkin tak pernah terbayangkan di benak Salim, bahwa ia akan menerima penghargaan Kalpataru Tahun 2006 dari Presiden RI. Salim (56 tahun) adalah pegawai honorer pada Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. 


Kehidupan laut, pantai dan hutan pesisir di TN Kepulauan Seribu seakan sudah merupakan bagian dari jiwa seorang Salim, dedikasi dan kecintaannya dalam melaksanakan tugas tidak diragukan lagi. Ia ditugaskan di Pulau Penjaliran Barat yang berjarak ± 40 km (25 mill) laut dari tempat tinggalnya di Pulau pramuka. Lokasi itu adalah pulau kosong tak berpenduduk, terpencil, dan merupakan tempat penyu bertelur. Apa yang dilakukan Salim sehingga ia dinobatkan sebagai pengabdi lingkungan?
Adapun kegiatan yang dilakukan Salim sehingga mendapat anugerah sebagai pengabdi lingkungan yaitu:
  1. Konservasi mangrove, meliputi pengamanan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan di Pulau Penjaliran Barat, Penjaliran Timur, dan Pulau Pramuka.
  2. Pelestarian penyu sisik meliputi pembinaan habitat pulau tempat penyu bertelur, menunggu dan mengambil telur penyu untuk penyelamatan dari hama dan penetasan semi alamiah, pembesaran anakan penyu untuk pelepasan di alam, dan pembinaan masyarakat dalam konservasi penyu sebagai satwa langka.Penyu yang dilestarikan ± 6.000 ekor per tahun selama 19 tahun.
  3. Penjagaan Pulau Konservasi (Pulau Penjaliran Barat, Pulau Penjaliran Timur, dan Pulau Peteloran Timur), serta penjagaan zona inti II Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.
Jerih payah Salim dalam melestarikan lingkungan mendapat respon positif dan simpati dari masyarakat, dan berdampak positif terhadap ekologi, sosial, dan ekonomi disekitarnya.
Manfaat nyata dari hasil kerja Salim, antara lain:
  1. Jumlah pencurian kayu mangrove, pengambilan telur penyu. Pengambilan ikan karang dan hias dengan bom dan potasium, pelanggaran masuk zona inti taman nasional sangat menurun drastis (hampir tidak ada ). Hutan mangrove terpelihara, aman dari pencurian kayu bakau. Tersedianya bibit mangrove untuk kegiatan reboisasi dan rehabilitasi.
  2. Telur penyu terselamatkan dari ancaman hama (predator dan manusia), dapat ditetaskan dan dibesarkan sampai pelepasannya ke habitat alaminya. Habitat pulau tempat bertelur penyu terpelihara dengan baik, penyu dapat leluasa bertelur.
Suatu sikap yang patut dicontoh, bahwa Salim yang sederhana memiliki komitmen dan tanggungjawab moral serta inisiatif dalam penyelamatan lingkungan, khususnya penyu, terumbu karang, mangrove, dan lingkungan konservasi.(TNKps/Bima).