Sepak Terjang SPKP "Samo-Samo" Dibawah Tangan Dingin Mahariya

Sepak terjang Sentra Penyuluhan Konservasi Pedesaan (SPKP) Sama-Samo Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara kian hari makin diperhitungkan. Pasalnya, sejak didirikan pada 26 November 2006 lembaga sosial yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat tersebut kini semakin berkembang dan banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat.Makin diperhitungkanya lembaga sosial tersebut tidak lepas dari kerja keras para pengurus SPKP dan tangan dingin Mahariya selaku nahkoda lembaga tersebut. 

Mahariya sang Ketua SPKP Samo-Samo membeberkan, dasar pembentukan SPKP Samo-Samo ini merupakan atas dasar musyawarah dengan 11 Kelompok masyarakat yang ada di Kelurahan Pulau Panggang, lembaga ini pertama kali di bentuk sejak 26 November 2006 dan mulai efektif bekerja sejak 2008 silam. 
 
Mengenai Visi dan Misi lembaga pimpinanya itu, Mahariya yang dikenal sebagai sosok wanita Kartini Pulau Seribu dan berprofesi sebagai guru di MIN 17 Kampus B menuturkan, bahwa visi dari lembaga tersebut adalah untuk menuju pesisir dan laut untuk kesejahteraan. Sedangkan Misi mewujudkan sebuah model Desa atau Kelurahan konservasi di Kepulauan Seribu, strategi kerjasama para pihak perspektif kesetaraan, keadilan yang berkelanjutan.

Adapun program-program yang kami kerjakan, sambung dia yang pertama pemulihan peningkatan kualitas lingkungan pesisir dan laut untuk pemanfaatan yang berkelanjutan, kedua pengembangan aktifitas ekonomi berbasis konservasi budaya dan yang ketiga pengembangan kegiatan edukasi konservasi berbasis masyarakat.

Selain itu, terkait soal sampah, SPKP Samo-Samo yang bekerjasama dengan berbagai pihak yakni Dompet Dhuafa, Fakultas Tehnik UNJ Jakarta, Jakarta Animal Aid Network (JAAN), CNOOC SES Ltd, Pemerintah Kelurahan Pulau Panggang dan Taman Nasional Kepulauan Seribu di harapakan dari program bersama tersebut mampu mengurangi volume sampah secara sistematis dan produktif dalam banyak bentuk yakni mesin pencacah, kompos, biogas dengan pendekatan teknologi sederhana dan bisa dilakukan di tingkat komunitas. "Membangun kesadaran kolektif terkait tanggungjawab atas sampah, mulai dari individu, keluarga, masyarakat dan pemerintah serta mendorong munculnya regulasi yang sungguh-sungguh dapat di fahami masyarakat sehingga dapat dilaksanakan dengan cara yang mudah dan murah," pungkasnya.

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Kang Lintas pada 19.02. dan Dikategorikan pada . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

0 komentar untuk Sepak Terjang SPKP "Samo-Samo" Dibawah Tangan Dingin Mahariya

Tinggalkan Komentar

PARA PENGGUNA JASA KAMI

2010 Lintas Pulau Seribu. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Pulau Seribu