Cerita Harta Karun Emas di Pulau Onrust

Pulau Kelor, Onrust dan Cipir, tiga pulau ini adalah sedikit pulau yang ada di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau yang tidak terlalu luas ini memiliki pantai dengan hamparan pasir putih, dermaga hingga beberapa pemecah ombak.
 
Siapa sangka meski pulau-pulau tersebut tidak begitu luas, ternyata ketiganya menyimpan sejarah yang besar bagi bangsa Indonesia. Hal ini pun jadi daya tariknya.

Pulau Kelor
Pulau Kelor atau Kherkof, yang berarti halaman gereja atau kuburan. Daya tarik utama pulau yang memiliki luas sekitar 1,5 hektar ini adalah Benteng Martello yang dibangun VOC pada abad ke-17. Terbuat dari batu bata merah berbentuk lingkaran dimaksudkan supaya senjata bisa bermanuver 360 derajat. Pada masa kejayaan Belanda, benteng Martello didirikan sebagai benteng sekaligus alat pertahanan untuk meredam serangan musuh yang ingin menyerang Batavia. Benteng tersebut hingga kini masih berdiri kokoh meski beberapa sisinya sudah roboh termakan usia dan pelapukan alami. Nama Kelor juga semakin dikenal oleh masyarakat setelah aktor Rio Dewanto menggelar pernikahan di pulau ini pada pertengahan 2013 lalu.

Pulau Onrust
Tak jauh dari Pulau Kelor, terdapat Pulau Onrust. Konon James Cook, sang penemu benua Australia pernah singgah untuk memperbaiki kapalnya yang rusak di Pulau Onrust. Hal itu diceritakan kembali pada diorama miniatur pulau Onrust dalam museum yang terbuka untuk umum di pulau tersebut. Tidak berhenti di situ, sekitar tahun 1911-1933 pulau ini pernah menjadi tempat persinggahan bagi para calon jemaah yang hendak menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Sisa reruntuhannya masih bisa dilihat sampai sekarang.

Pulau Onrust juga tak lepas dari cerita misteri tentang kemunculan sosok wanita Belanda bernama Maria. Sosok Maria sudah dikenal di kalangan nelayan dan warga Kepulauan Seribu. Menurut tutur cerita yang beredar, Maria meninggal dan dimakamkan di Pulau Onrust dengan mengenakan gaun pengantin saat menanti kekasihnya yang telah lama pergi. Di atas petilasan Maria yang bisa dijumpai di pulau ini tertulis puisi karyanya berbahasa belanda yang berisi kesedihan hatinya. Selain Maria, terdapat juga sebuah makam kembar yang dipercaya milik salah satu pejuang DI/TII pada masa perjuangan Soekarno.

"Sosok Maria bagi sebagian warga di sini memang sudah tak asing lagi. Namun justru itulah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang dan melihat langsung petilasannya," ujar Fauzani, tour guide dari GoffinID kepada Beritasatu.com.

Beberapa cerita yang juga sempat beredar dari berbagai sumber mengatakan bahwa terdapat sebuah terowongan rahasia bawah laut yang menghubungkan pulau Kelor dan Onrust. Selain itu, Onrust juga pernah diyakini menyimpan harta karun berupa emas dan perhiasan peninggalan Belanda. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto pernah dilakukan penggalian terhadap harta karun tersebut, namun kenyataannya hal itu tidak pernah ditemukan hingga sekarang.

"Dulu terowongan dan harta karun emas itu pernah diselidiki dan digali pada masa pemerintahan presiden Soeharto, namun hasilnya nihil," kata Fauzani.

Pulau Cipir
Pulau berikutnya bernama Cipir atau yang disebut juga dengan Pulau Khayangan. Onrust dan Cipir masih memiliki sejarah yang erat terkait para calon jemaah haji. Di pulau ini masih bisa kita temui sisa reruntuhan rumah sakit dan rumah karantina bagi para calon jemaah haji yang jatuh sakit. Dua pulau ini dulunya dihubungkan dengan sebuah jembatan. Namun kini yang terlihat hanya reruntuhan tiang jembatannya saja yang membentang di tengah laut.

Mengunjungi ke tiga pulau tersebut dapat dilakukan dengan menyewa perahu motor dari Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara. Biaya sewa pulang-pergi untuk satu perahu termasuk pengemudinya tidak mahal jika bersama dengan rombongan.

Perjalanan dengan jarak sekitar 1,8 kilometer tersebut bisa dicapai dalam waktu sekitar 30 menit saja. Hal terakhir yang menarik adalah menyusuri ketiga pulau tersebut bisa dilakukan hanya dalam sehari, dari pagi hingga sore hari. Lihat keindahan pulau-pulau tersebut dengan mengunjungi link di galeri ini.

Penulis: Danung Arifin/MUT
Sumber : http://www.beritasatu.com/food-travel/236037-cerita-harta-karun-emas-di-pulau-onrust.html