Warga Pulau Pari Keluhkan Pemotongan Dana PSKS

Warga miskin Pulau Pari, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan mengeluhkan adanya pemotongan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Pemotongan tersebut berdasarkan kesepakatan untuk menghindari kecemburuan warga lain yang tidak mampu akibat data yang tak akurat.

Ketua Forum Pemuda Wisata Pesisir Pulau Pari, Fatoni (43) mengungkapkan warga seharusnya mendapatkan bantuan dana PSKS dua bulan sebesar Rp. 400.000. Namun, mereka hanya menerima Rp. 300.000 perorangnya.

" Dana dipotong Rp.100.000 oleh pihak Kelurahan dan dikumpulkan untuk dibagi ke warga lain yang kurang mampu namun tidak terdata," ungkapnya.

Menurut Fatoni, sebagian warga terpaksa merelakan pemotongan tersebut. Namun, mereka minta pemerintah memperbaiki data warga miskin yang ada di kelurahan Pulau Pari. Sebab, ada warga yang ekonomi mapan mendapatkan bantuan dana PSKS. Sebaliknya, sejumlah keluarga yang tak mampu justru tidak terdata.

Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin mengatakan, pemotongan dilakukan berdasarkan kesepakatan warga, Kelurahan Pulau Pari, dan Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) karena, data acuan kurang akurat. Pemerataan ditempuh untuk menghindari konflik antar warga.

Lebih lanjut, Asep mengatakan akan memanggil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Seribu guna memperbaiki dan memutakhirkan data acuan penerima sejumlah program bantuan sosial pemerintah. Selama ini masalah timbul karena data tidak akurat. Asep meminta pemutakhiran setidaknya melibatkan aparat di tingkat kelurahan, rukun warga, dan rukun tetangga.

” Saya minta kepada warga untuk tidak ikut memanipulasi data, dengan berpura-pura miskin hanya untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Seharusnya tak ada pemotongan dan pemerataan bantuan seperti itu,” pungkas Asep.

Sumber : http://beritapulauseribu.com/berita-warga-pulau-pari-keluhkan-pemotongan-dana-psks-.html