Lambung Terbuat Drum, Dua Kapal Nelayan Tak Dapat Izin

PULAU SERIBU  – Dua kapal nelayan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara Kepulauan Seribu yang mengajukan pembuatan Pas (surat izin tahunan) kapal ditolak untuk dilakukan pengukuran oleh Unit Pengelola Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan (UP APK) Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Penolakan ini karena kapal tersebut material lambung kapal tersebut dari drum sehingga tidak sesuai ketentuan dengan undang-undang yang berlaku.

Berdasar Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, menyebut material kapal adalah berbahan kayu, fiber atau besi. Selain itu berdasarkan undang-undang tersebut Pas kapal berukuran 7 Gross Ton kebawah Passnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Kepala UP APK Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Tiodor Sianturi mengakui ada dua kapal nelayan yang akan membuat surat ijin tahunan ditolak. Menurutnya, berdasar UU no 17 tahun 2008 tentang pelayaran, kapal tersebut tidak sesuai dengan undang-undang. Selain itu pengurusan tersebut sesuai Pergub 57/2014, tentang pelaksanaan raturan daerah no 12/2013 tentang penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) perijinan diajukan dan dikeluarkan oleh PTSP.

Diakui oleh Kelapa UPT, memang ada sebanyak 25 kapal milik nelayan Pulau Kelapa yang mengajukan pembuatan pas kapal. Dari jumlah itu ada 5 diantara yang belum diukur. Dari pengukusan kapal itu pihaknya menemukan, 2 diantara melebihi 7 gt dan 1 lain belum selesai pembuatan.

“Setelah kita ukur hasilnya untuk kita buatkan Pass. Setelah jadi, buku pass nya kita serahkan untuk dikeluarkan oleh PTSP bersangkutan. Mudah-mudahan proses pembuatan Pass ini akan secepatnya dapat kita selesaikan,” ujarnya.

Sementara itu Kasatlak PTSP Kelurahan Pulau Kelapa, Poltak Ronald Pandapotan menambahkan, saat ini pihaknya memang gencar melakukan sosialisasi, kepada pentingnya mengurus perizinan. Dari hasil itu hampir seluruh pemilik kapal membuat pass.

“Selain 25 yang sudah diproses untuk dilakukan pengukuran, kami juga mendapat pengajuan sekitar 30 perahu nelayan lain untuk dibuatkan Pas kapal. Retribusinya pun relatif terjangkau bagi nelayan. Setiap kapal tidak sampai Rp 20 ribu. Saya berharap kedepan seluruh kapal yang ada di Pulau Seribu memiliki Pass semuannya,” tandasnya.

Sumber : http://poskotanews.com/2015/03/05/lambung-terbuat-drum-dua-kapal-nelayan-tak-dapat-izin/