Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan


Sebanyak 450 dus mie instan dan 1 buah kendaraan odong-odong  disumbangkan untuk warga Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu. Bantuan yang diberikan oleh pihak pengelolah Pulau Tengah yang merupakan pulau resort ini, diharapkan mampu meringankan beban warga Pulau Pari yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Menurut Saripin, salah seorang perwakilan pengelola Pulau Tengah mengatakan, bantuan yang diberikan memang tidak seberapa, namun setidaknya bisa bermanfaat bagi warga Pulau Pari. "Semoga bantuannya dapat mengurangi beban masyarakat Pulau Pari yang mayoritas mata pencahariannya sebagai nelayan," ujar Saripin, kepada beritapulauseribu.com, Rabu (05/02/2014).

Dia mengatakan, bantaun ini sengaja diberikan karena saat ini cuaca buruk sedang melanda perairan Kepulauan Seribu. Oleh karena itu, banyak warga yang tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. "Karena cuaca buruk, nelayan tidak bisa melaut, jadi mereka pun banyak yang berdiam diri dan tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya," katanya.

Sementara itu, Ahyat Ketua Rw 04 Kelurahan Pulau Pari mengungkapkan, bantuan yang di dapat  ini bisa meringankan beban masyarakat nelayan yang ada di Pulau Pari. "Bersyukur banget bisa terbantu, bantuan ini bisa kami manfaatkan untuk keperluan rumah tangga selama cuaca buruk," tandasnya.

Kemudian untuk satu unit  kendaraan odong-odong yang derikan ini, akan dimanfaatkan oleh warga untuk sarana pengangkut sampah. "Mudah-mudahan kami bisa merawatnya," tutup Ahyat.  


Sumber : http://beritapulauseribu.com 

 

Read More »



Sejak satu belan terakhir cuaca ekstrim telah melanda perairan Kepulauan Seribu. Akibatnya, warga yang berprofesi sebagai nelayan yang ada di wilayah tersebut tidak bisa melakukan aktivitas melaut. Mereka pun mulai kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Kondisi ini pun mengundang keprihatinan Heriyanti Camat Kepulaun Seribu Utara (KSU). Menurutnya, guna meringankan beban para nelayan khusunya yang ada di wilayah Kepualau Seribu Utara, pihak pemerintah setempat akan melakukan penggalangan dana dengan cara melakukan pendekatan dengan resort-resort yang ada di wilayahnya. "Alhamdulillah bantuan dari pihak swasta sudah mulai ada, misalnya seperti bantuan sembako dari Pulau Macan Kecil," tutur Heryanti saat dihubungi beritapulauseribu.com, Rabu (05/02/2014).

Heryanti menambahkan, kedepanya akan ada beberapa resort yang sudah menawarakan bantuan untuk Pulau Harapan, mudah-mudahan resort-resort lain pun segera menyusul, sebagai wujud kepedulaian antar sesama warga Pulau Seribu.

Tidak hanya penggalangan bantuan dari pihak swasta, rencananya pihak kecamatan dan Kelurahan Pulau Kelapa juga akan menyalurkan Bantuan Sosial (bansos) kepada warga masyarakat berupa mie instan, gula, minyak goreng dan cecap. "Sedangkan untuk anak-anak kami juga akan menyalurkan bantuan berupa susu kotak," tambahnya.

Walaupun bantuan belum menjangkau keseluruh warga yang ada, Camat Kepulauan Seribu Utara ini berharap bisa mengatasi dan mengurangi kesulitan warganya selama dalam kondisi seperti ini."Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban mereka," tutupnya.
 
 
 


Read More »


Penggalangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kepulauan Seribu tahun 2013/2014 berhasil mengumpulkan dana hingga melebihi target. Perolehan dana tersebut yakni Rp 107 juta dari target pengumpulan senilai Rp 100 juta.

"Kami sangat apresiasi atas keberhasilan PMI Kepulauan Seribu dalam mengumpulkan bulan dana PMI yang telah melebihi target dengan perolehan 107 persen. Secara presentase ini merupakan perolehan tertinggi dari wilayah lain pada periode 2013/2014," terang Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta, Rini Sutiyoso saat menghadiri penutupan bulan dana PMI Kepulauan Seribu di gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (04/02/2014).

Tak hanya itu, Rini juga mengaku, PMI Kepulauan Seribu telah menyabet penghargaan kategori kinerja terbaik pada penggalangan bulan dana 2013/2014. Selain itu, perolehan bulan dana PMI Kepulauan Seribu meningkat dari tahun sebelumnya.

"Kami melihat PMI Kepulauan Seribu patut mendapat penghargaan kinerja terbaik, kami juga berterima kasih kepada seluruh instansi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu atas donasi kemanusiaannya," kata istri dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso ini.

Sementara Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin mengungkapkan, kinerja PMI Kepulauan Seribu memang patut diapresiasi. Terlebih saat penanggulangan bencana angin puting beliung yang terjadi pertengahan Januari 2014 kemarin.

"PMI Kepulauan Seribu sangat respon kepada masyarakat pulau, buktinya saat kejadian puting beliung di Pulau Panggang, bantuan pertama yang datang itu dari PMI. Aktivitas bantuan kemanusiaan yang dilakukan PMI Kepulauan Seribu harus kita dorong dan mendukung penuh," jelas Bupati yang juga hadir pada acara penutupan bulan dana tersebut.

Terkait dengan penggalangan bulan dana PMI Kepulauan Seribu, Asep mengatakan, pihaknya sangat apresiasi dengan perolehan yang melebihi target maupun prestasi yang diperoleh. Karenanya, ia berencana akan menaikan target pengumpulan bulan dana pada periode 2014/2015 yakni sebesar Rp 200 juta.

"Kita tidak boleh puas dengan pencapaian dan prestasi yang diperoleh. Saya inisiasi untuk periode berikutnya target bulan dana PMI Kepulauan Seribu Rp 200 juta, kita akan terus dukung dan bantu hingga mencapai target," tegas Bupati.
 
 
 

Read More »


Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (3/2/2014) mengadili terdakwa ibu dan anak yakni Hospita dan Rafael Pahotan dari PT Julaga Sinar Cemerlang. Keduanya merupakan terdakwa dalam kasus korupsi pemeliharaan 16 genset di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

 Ibu dan anak yang menjadi terdakwa tersebut merupakan pemilik perusahaan swasta  yang merupakan sebagai rekanan Pemrov DKI Jakarta yakni UPT Kelistrikan Kepulauan Seribu. Keduanya diduga melakukan korupsi dalam pemeliharaan 16 unit genset di Kepulauan Seribu dengan cara tidak menyelesaikan pemeliharaan genset sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 milyar.

Dalam struktur di perusahaan PT Julaga Sinar Cemerlang Hospita menjabat sebagai Direktur Utama, sementara anaknya Rafael Pohotan merupakan direktur keuangan. Keduanya merupakan rekanan dari UPT Kelistrikan Kepulauan Seribu. Dalam sidang lanjutan kali ini, Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan salah seorang saksi yakni Soter yang tak lain sebagai pegawai di perusahaan milik kedua terdakwa tersebut.
 
Soter dalam kesaksianya mengaku, diperintah oleh terdakwa Rafael untuk menemui pihak UPT Kelistrikan Kepulauan Seribu. Dalam pertemuan itu, disampaikan bahwa pekerjaan pemeliharaan 16 unit genset di wilayah Kepulauan Seribu itu belum selesai, sehingga ia diminta untuk bertemu dengan bagian pengawas. "Dari pertemuan itu akhirnya terjadilah komunikasi saya dengan pengawas dalam pembahasanya kita sepakati untuk dihentikan pemeliharaan genset gitu pak majelis hakim," tutur Soter.

Selain kedua terdakwa, dalam perkara ini, JPU KPK telah menetapkan tiga tersangka lainya dalam perkara korupsi yang menelan kerugian uang negara sebesar Rp 1.3 milyar. Ketiga tersangka tersebut diantaranya Pelaksana Lapangan PT Julaga Sinar Cemerlang, Soter. Kepala UPT Kelistrikan Kepulauan Seribu, Mursalin Muhayang dan Kepala Seksi Perawatan Kelistrikan Kepulauan Seribu, Susilo Budi. 
 
 
 

Read More »

Pulau Sepa di Kepulauan Seribu
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu bukan "anak tiri" dari Provinsi DKI Jakarta. Itu berarti, pembangunan di semua sektor, terutama sektor pendidikan dan kesehatan di daerah itu pun harus mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kepulauan Seribu bukan 'anak tiri' Jakarta, sehingga warganya pun berhak sejahtera. Dalam kaitan ini, percepatan pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat," kata calon anggota DPD Dapil DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu, Moestar Putrajaya di Jakarta, Ahad (12/1).

Kepulauan Seribu itu sendiri terdiri dari 110 pulau, dan hanya sebelas pulau yang dihuni penduduk, di antaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Pramuka, sedangkan pulau-pulau lainnya dimanfaatkan untuk kepentingan rekreasi, cagar alam, dan cagar budaya.

Moestar dalam perbincangan dengan wartawan lebih lanjut mengemukakan, sumber daya manusia di Kepulauan Seribu sampai sejauh ini masih memprihatinkan, terutama karena kebanyakan anak-anak muda di sana hanya sekolah sampai lulus SD.

Di sisi lain, warga di daerah yang terletak di lepas pantai utara Jakarta itu juga mengeluhkan buruknya kesehatan akibat kurang tersedianya air bersih serta buruknya sanitasi dan minimnya perumahan yang layak, sementara jumlah penduduk di daerah itu dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat.

Mereka juga mengeluhkan banyaknya "kiriman" sampah yang terdiri dari beragam jenis, mulai dari plastik hingga dedaunan dari perairan Bekasi, Marunda, dan Indramayu. Sampah itu terutama terbawa ke daerah pantai Pulau Untung Jawa dan Pulau Rambut.

Menumpuknya sampah itu mengotori lingkungan pantai dan berimbas pada aktivitas nelayan di kedua pulau yang berada di wilayah Kepulauan Seribu itu. Sampah tersebut menyulitkan laju perahu dan membuat ikan bergerak menjauh ke tengah laut, sehingga semakin sulit dijangkau nelayan.

Moestar juga mengemukakan, rendahnya pendidikan dan kesehatan di wilayah yang berpenduduk sekitar 25.000 jiwa itu berkaitan erat dengan masih minimnya sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan dan kesehatan, terlebih sebagian besar penduduknya bekerja di sektor informal, terutama berprofesi sebagai nelayan.

"Masyarakat pesisir terutama nelayan, termasuk di Kepulauan Seribu pada umumnya memiliki risiko kesehatan yang tinggi, sehingga aspek kesehatan mereka perlu diberikan perhatian khusus," katanya.

Sumber : http://www.republika.co.id


Read More »

Guna meningkatkan perekonomian masyarakat di pulau-pulau terkecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bermaksud mengembangkan program minawisata atau wisata bahari di 12 lokasi. Pengembangan tersebut rencananya dilakukan pada tahun ini. Namun, menurut Direktur Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP Rido Miduk Batubara, lokasi persis program tersebut belum ditentukan.

"Kendati demikian, kami sudah menginventarisasi daftar kabupaten/kota yang mengajukan proposal. Soal anggaran, sudah ada, sekitar Rp15 miliar untuk tahun in," kata Rido usai acara Perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru Korpri dan Keluarga Besar KKP di Jakarta, Sabtu (11/1) siang.

Mengenai tujuan penting dari program minawsita tersebut, Rido mengatakan ada tiga cluster utama yang juga akan difokuskan, yakni kepulauan Anambas (Kepulauan Riau), Raja Ampat (Papua), dan Pulau Seribu (DKI Jakarta).

Di sisi lain, kata Rido lagi, program yang sudah dilangsungkan sejak tahun lalu ini merupakan paduan dari konsep perikanan dan pariwisata. Sehingga, nantinya baik di tiga cluster maupun di lokasi lain yang sudah ia sebutkan, akan ada Keramba Jaring Apung (KJA) disertai rumah kuniler.

"Di rumah kuliner itu dilakukan pembesaran ikan-ikan yang menarik. Target pengunjungnya anak-anak sekolah sehingga mereka bisa melihat penyu, ikan-ikan langka seperti teripang dan kerapu dan juga cara budidaya serta asal-usul ikan-ikan tersebut," imbuh Rido.

Sementara itu, untuk pengunjung lain yang sekadar datang bisa juga memancing dan memberi makan ikan-ikan yang ada. Namun kedua aktivitas tersebut dipungut bayaran. "Itu bisa tingkatkan ekonomi masyarakat di sana secara signifikan," katanya lagi.

Di sisi lain, Rido berharap pihak swasta juga bisa ikut berkontribusi di program minawisata. Pasalnya, masyarakat setempat menurut Rido tidak akan mampu membiayai bisnis pariwisatanya sendiri. "Pemerintah pusat dan pemerintah daerah ikut intervensi. Kalau sudah terlihat ada peningkatan SDM, kerja sama dengan pihak ketiga harus ada agar pengelolaannya lebih profesional," pungkas Rido. (Beo)

Sumber : http://www.metrotvnews.com


Read More »


Guna meningkatkan kinerja dan pelayanan diwilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Pemerintah berencana akan menambah fasilitas trasnportasi berupa kapal cepat di tahun anggaran 2014 besok. Tak tanggung-tanggung kapal cepat yang akan digunakan oleh para pegawai dilingkungan Kepulauan Seribu ini menelan anggaran sebesar Rp 65 Milyar.

"Alhamdulillah, DPRD Provinsi DKI Jakarta telah mengesahkan dan menyetujui penambahan kapal di tahun 2014, mudah-mudahan ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kami," tutur Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin dalam acara press tour 2013, di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Selatan, Selasa (31/12/2013).

Menurutnya, dengan anggaran sebesar Rp 65 milyar tersebut maka pihaknya bisa membeli 7 hingga 8 kapal dengan rata-rata kapasitas penumpang sebanyak 30 sampai 50 penumpang.

Asep menambahkan,  kapal milik Pemkab Kepulauan Seribu saat ini jumlanya hanya 11 unit. Akan tetapi 7 unit diantaranya dalam kondisi tidak laik pake dan kini sedang dalam perawatan doking. "Jadi ini sesuatu yang sangat membanggakan buat kami, dan kami berharap semoga bisa segera direalisasikan," harapnya.

Tidak hanya itu, pada tahun anggaran 2014 mendatang Kabupaten Kepulauan Seribu juga mendapatkan kucuran anggaran dari APBD Provinsi DKI Jakarta yang jauh lebih besar jika dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya berjanji dan berkomitmen dengan seiring bertambahnya jumlah anggaran tersebut, kinerja dan pelayanan terhadap masyrakat di Pulau Seribu juga bisa jauh lebih baik lagi. "Dengan bertambahnya jumlah anggaran dari sebelumnya Rp 57 milyar menjadi RP 158 miliar diharapkan, kita mampu gunakan sebaik mungkin dalam pengelolaan anggaran sehingga bisa tercapai pemerintahan yang baik seperti visi Kabupaten Pulau Seribu yaitu "Jaya Pulauku Seindah Jakarta Baru", " pungkasnya.


Sumber : http://beritapulauseribu.com 

 

Read More »


Warga Kampung Baru Pulau Tidung, Kecamatan Pulau Seribu Selatan menagih janji Bupati Pulau Seribu Asep Syarifudin yang akan memberikan bantuan berupa tulisan Kaligrafi di Masjid Nurul Agung. Pasalnya, sejak di janjikan oleh Bupati dalam acara tatap muka dengan warga hingga saat ini bantuan tersebut tak kunjung datang.
 
Ketua Masjid Nurul Agung, Agung Tutaya mengungkapkan, Saat ini belum ada informasi lanjut terkait bantuan Kaligrafi untuk masjid tersebut dari pemerintah. "Ya, waktu itu Pak Bupati pernah janji akan bantu pembuatan kaligrafi, tapi hingga sekarang belum ada juga informasi dibuatnya kapan," kata Agung, kepada beritapulauseribu.com, Selasa (17/12/2013).


Selain Kaligrafi, Lanjut dia, Bupati juga berjanji masjid tersebut akan di renovasi karena melihat ada bagian bangunannya sudah tak enak dipandang oleh mata.

"Masjid ini rencananya akan di renovasi, soalnya kalau saya lihat masjid perlu perbaikan," tutur Agung menirukan ucapan Bupati tersebut.

Dia berharap, akan ada solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Karena, saat ini banyak warga yang menanyakan kapan dan sampai kapan masjid tersbut mendapat bantuan dari pemerintah. "Selama ini, biaya pembangunan dan perawatan dari swadaya masyarakat, mudah-mudahan bantuan itu bisa segera direalisasikan, " tandasnya.
 
 
 

Read More »

 
Sebagai bukti kepedulian terhadap warga masyarakat Pulau Seribu. Bank Indonesia (BI) kembali melakukan pelayanan penukaran uang pecahan kepada masyarakat di Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Kecamatan Pulau Seribu Utara, Selasa (17/12/2013)

Muhammad Suhendar Ketua Pimpinan BI menyatakan, kegiatan pelayanan penukaran uang pecahan yang dilakukan sejak tahun 2011 ini bertujuan untuk memberikan bukti nyata kepedulian BI terhadap masyarakat di Kepulauan Seribu dengan penarikan dan menukar uang yang sudah tidak laik transaksi dengan uang yang lebih bagus.

"Saya senang sekali karena bisa membantu masyarakat Pulau Seribu dan mereka juga sangat antusias dengan pelayanan kami," Ungkap Suhendar kepada Beritapulauseribu.com.

Selain itu, dia juga mengatakan kegiatan penarikan uang rusak yang tidak laik edar ini juga melibatkan pihak Polisi Perairan sebagai salah satu tugas bank central dalam memberikan bantuan berupa sosialisasi kepada anak sekolah dan masyarakat yang berkaitan dengan perbankan.

"Ya sebelumnya kita melakukan di Pulau Untungjawa dan Tidung, selain sosialisasi kami juga memberikan bantuan berupa perlengkapan olahraga, setelah ini kami menuju Pulau Harapan dan Pulau Kelapa," ujarnya.

Sementara itu, Sekretariat Kelurahan Pulau Panggang Muhammad Yani mengapresiasi kegiatan yang di lakukan BI, diakuinya selain memberikan pelayanan dengan menukar uang pecahan, masyarakat diberikan pengetahuan yang berhubungan dengan perbankan.

"Tentu dengan diberikannya sosialisasi saya berharap masyarakat bisa memahami apa yang sudah dijelaskan, minimal mereka bisa tau dan membedakan uang asli dengan yang palsu," jelasnya.

Hal serupa juga dikatakan juheriyah (35) salah satu warga Pulau Panggang. Ia mengaku, senang karena bisa menukarkan uangnya yang sudah rusak dan tak laik edar dengan uang yang lebih bagus.

"Saya sangat senang dengan adanya pelayanan Bank Indonesia, kalau bisa dilakukannya jangan cuma setahun sekali, paling nggak dua kali setahun," pintanya.
 
 
 

Read More »


Keindahan panorama alam Kepulauan Seribu tidak hanya dikagumi oleh pelancong atau wisatawan domestik. Akan tetapi, keindahan alam bahari di Kepulauan Seribu juga dikagumi oleh wisatawan asing yang tengah berwisata di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Pulau Seribu Utara. 

"Pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini berkesan serasa di dunia yang berbeda. Indahnya pantai dengan air yang bersih dan jernih, anak-anak yang ramah mereka dengan wisatawan yang datang," ungkap Januar ketty (25) wisatawan asal Inggris kepada beritapulauseribu.com, Selasa (17/12/2013).

Menurutnya, ia sengaja mengunjungi Pulau Seribu bersama dua rekanya yakni Joe (29) dan Robert Bult (28) lantaran penasaran dengan keindahan alam khusunya laut di Kepulauan Seribu. "Saya sangat suka, sunggu indah Pulau-pulau disini," heranya.

Dia menceritakan, sepanjang perjalanan dengan menggunakan Kapal Angkutan Cepat dari Dermaga Marina, Ancol, Jakarta Utara ia sudang sangat mengagumi kemolekan alam disini. Terlebih, Keakraban dengan masyarakat dan anak-anak di Pulau Pramuka merupakan pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

"Keakraban kami dengan anak-anak ini bermula sejak kami turun dari boat,  mereka malu-malu saat kami foto, senyum mereka menandakan sambutan yang hangat bagi kami," tutupnya.
 

Read More »


Meningkatnya prestasi diberbagai cabang olahraga di Kabupaten Kepulauan Seribu, tidak dibarengi dengan sarana prasaran yang memadai. Oleh karna itu, Pemerintah diminta untuk serius membenahi fasilitas olahraga yang layak dan nyaman. 
 
Salah seorang pemerhati Olahraga di Pulau Tidung yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, umumnya para atlet di Pulau Seribu sudah mengukir prestasi hingga sampai ke tingkat nasional. Namun, sangat disayangkan pemerintah terkesan tak peduli terhadap fasilitas olahraga sebagai penunjang latihan.


“Sudah banyak prestasi membanggakan. Jadi, sudah sewajarnya sarana olahraga menjadi perhatian bersama,” ungkapnya, kepada beritapulauseribu.com, Rabu (04/12/2013).

Ia merasa turut prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pihak terkait bersama Pemkab Kepulauan Seribu merasa perlu memberikan perhatian lebih terhadap bidang olahraga. “Fasilitas olahraga dengan prestasi yang sudah diraih berbanding terbalik. Ini cukup memprihatinkan,” kritiknya.

Ia mencontohkan, pernah para atlet muda di Pulau Seribu mengikuti turnamen ke luar daerah. Namun, pihak terkait tak memberikan dukungan baik moril maupun materil. Selain dana pengembangan bakat minim, sarana dan prasarana olahraga juga masih jauh dari kata layak.

Sementara itu, Gareng (26) salah seorang mantan atlet sepakbola menuturkan, dirinya pernah mengikuti kejuaraan sepakbola di Pekan Olahraga Daerah (Porda) DKI Jakarta. Namun, usai kejuaraan tidak adalagi pembinaan terhadap atlet. "Saya 3 kali mengikuti porda di bidang olahraga sepakbola, tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjut dari pemerintah atau instansi terkait," keluhnya.

Dia juga mengatakan, Atlet di Pulau Seribu akan terus diremehkan wilayah lain jika tidak ada binaan yang berkelanjutan. "Memang ada pembinaan, tapi hanya ada di lingkungan kecamatan kepulauan seribu utara saja, itupun jarang saya jumpai. Mau di bawa kemana generasi penerus olahraga ke depannya," pungkasnya.[Ahmad Zarkasih]
 
 
 

Read More »


Minimnya fasilitas tempat pembuangan sambah membuat derma Pulau Pramuka dipenuhi sampah, ceceran sampah ini pun dapat mengurangi panorama keindahan Pulau Pramuka, yang terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Tak heran, jika tumpukan sampah ini juga membuat wara dan para pedagang yang berada di sekitar dermaga mengeluhkan hal tersebut.

Paijo (40) salah seorang pedagang keliling mengaku, sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Terlebih, Pulau Pramuka ini merupakan pusat pemerintahan Kabupaten sehingga banyak wisatawan yang berminat untuk mengunjungi pulau tersebut.

"Saya bangga dengan keindahan Pulau Pramuka, namun kenapa tempat sampah sangat minim, akibatnya banyak sampah disana-sini," ungkap Paijo pedagang keliling asal Jawa Tengah kepada beritapulauseribu.com. Selasa (3/12/2013).

Oleh karena itu, dia berharap agar pihak terkait dapat segera memperhatikan hal tersebut, sehingga kedepanya tidak adalagi tumpukan sampah yang tercecer dimana-mana. "Harus segera diatasi, soalnya ini bisa menggangu kenyamanan warga dan pengunjung yang akan berwisata ke sini," jelasnya.

Hal serupa juga diungkapan oleh Marcel (23), pemuda yang masih tercatat sebagai mahasiswa  BSI ini, mengkritik, agar sebaiknya instansi terkait lebih meningkatkan fokus permasalahan yang bisa membawa nama baik pulau, dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pentingnya menjaga kelestarian alam salah satunya tidak membuang sampah disembarang tempat.

"Harus diadakan sosialisi untuk masyarakat, pemilik travel, bahwa keindahan alam ini patut kita jaga bersama-sama," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kepulauan Seribu Utara, Heriyanti mengakui bahwa saat ini memang masih terjadi kekurangan tempat sampah. Menurutnya,  minimnya tempat sampah ini karena terbatasnya anggaran dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Di samping itu, dia mengatakan Kesadaran masyarakat untuk selalu hidup bersih harus digalakkan. Baik tokoh masyarakat dan PKK harus berperan aktif dalam kegiatan membersihkan lingkungan. "Pada dasarnya bagaimana masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan, kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan lagi," ungkapnya.

Dia berharap dengan diberlakukanya Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan dan Pelarangan Sampah dapat dipatuhi masyrakat, sehingga tidak ada lagi masyrakat yang membuang sampah disembarang tempat. "Aturanya sudah ada, sanksinya juga sudah jelas, semoga saja apa yang kita terapkan bisa membantu untuk menjadikan masyarakat Pulau Seribu peduli kebersihan lingkungan," tutupnya. [Afriyani Aldin]


Sumber : http://beritapulauseribu.com 

 

Read More »


Ratusan peserta dari berbagai instansi pemerintah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepuluan Seribu mengikuti program sosialisasi mengantisipasi bahaya kebakaran yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Sudin Damkar).
Kegiatan yang di pusatkan di Balai Warga Pulau Pramuka, Kecamatan Pulau Seribu Utara ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya bencana kebakaran."Ada tiga pilar dalam menanggulangi kebakaran yaitu, dari dinaspemadam sendiri, instansi terkait dan masyarakat, tentu dukungan

masyarakat sangat dibutuhkan" ungkap Unggul Wibowo Kepala Kasie Pencegahan Pemadam Kebakaran, kepada beritapulauseribu.com, Rabu (4/12/2013).

Unggul Wibowo menambahkan, sebelumnya pemahaman serupa juga telah diberikan kepada masyrakat umum, seperti ibu-ibu,pengusaha catering bahkan sosialisasi ini juga diberikakan kepada anak-anak di bawah umur seperti siswa-siswi PAUD dan TK.

"Kami sudah beberapa kali melakukan kegiatan sosialisasi ini, dan yang
menjadi kebanggaan kami adalah bisa melibatkan anak PAUD dan TK untuk
mengetahui bagaimana bahayanya jika bermain dengan api," imbuhnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa lebih memanfaatkan apa yang sudah didapat dan bisa diketuktularkan kepada yang lain cara yang benar dalam menghadapi kebakaran. "Intinya jangan sampai salah dalam menangani kebakaran," tambahnya.

Sementara itu, Kasie Kesmas Kelurahan Pulau Harapan, Sartono mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya, dengan mengikuti acara tersebut ia bisa mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya tidak pernah didapat. "Alhamdulillah saya sangat senang karena saya bisa ikut mempraktekan bagaimana menanggulangi kebakaran," ungkapnya.

Selain itu, dia berharap agar sosialisasi ini bisa menjadi motivasi
untuk peserta dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran.
"Semoga bisa terus ditingkatkan kegiatan sosialisasi ini, tidak hanya
disatu bidang tapi juga dibidang lainpun harus ditingkatkan,"
pungkasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, peserta yang hadir mengikuti kegiatan tersebut diantaranya Kepala Bagian Kesmas, Kasie pencegahan pemadam kebakaran Kepulauan Seribu, Kapolsek Kepulauan Seribu, dan anggota TNI baik Angkatan Laut maupun Angkatan Darat. [Afriyani Aldin] 
 

Read More »


Guna meningkatkan operasional di jajaran Kepolisian Pulau Seribu. Kantor Penghubung Polres Metro Kepulauan Seribu yang terletak di Jalan Taman Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (4/12/2013) resmi dioperasikan.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno menyatakan, pemindahan lokasi kantor perwakilan Polres Kepulaun Seribu yang sebelumnya di kawasan Kalibaru, Cilincing ke kawasan Ancol ini bertujuan untuk memudahkan jajaran polisi dalam melakukan tugas-tugasnya. "Ini bisa memudahkan koordinasi jajaran kepolisian Pulau Seribu sekaligus bisa memback-up keamanan di Ancol," ujar Eko Bayuseno.


Selain itu, warga pulau seribu terutama yang tinggal di daratan Jakarta juga bisa lebih mudah untuk mengurus kebutuhan surat-menyurat yang berkaitan dengan institusi kepolisian seperti pengurusan SKCK dan surat kehilangan."Kantor di Pulau Karya tetap aktif kantor ini untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat yang tinggal didaratan,"ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Johanson Ronald Simamora mengungkapkan pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak PT. Pembangunan Jaya Ancol yang sudah memfasilitasi kantor penghubung Polres Kepulauan Seribu.

"Pemindahan kantor penghubung ini sebagai upaya pendekatan pihak kepolisian Kepulauan Seribu kepada masyarakat sehingga mobilitasnya sangat mudah. Karena kantor yang lama sudah tidak layak dan sangat jauh dan sering dikeluhkan warga yang hendak mengurus surat-menyurat,"ungkapnya. 

Acara peresmian kantor perwakilan Polres Kepulauan Seribu juga di isi oleh atraksi polisi-polisi cilik y6ang berasal dari para pelajar di Pulau Seribu. Usai meresmikan Kapolda dan jajarannya meninjau langsung kedalam kantor baru Polres Kepulauan Seribu. Dan ada penanda tanganan MOU dari pihak PT Pembangunan Jaya ancol dan Polres Kepulauan Seribu.
 
Dalam acara peresmian kantor penghubung Polres Kepulauan Seribu, juga dihadiri Anggota DPR RI Tantowi Yahya, Wakapolda Brigajend Pol. Sudjarno, Bupati Kepulauan Seribu Asef Syaripudin dan Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Jaya Ancol  Gatot Setyo Waluyo.[Zaini Miftah]
 

Read More »


 

Harapan warga Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Pulau Seribu Utara, memiliki fasilitas olahraga yang nyaman dan layak sebentar lagi akan terwujud. Pasalnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahtera Jaya saat ini tengah melakukan renovasi lapangan voli yang selama ini kurang terawat.

Menurut pelaksana renovasi Ayub Chalik, lapangan yang terletak di RT 03/02 Pulau Panggang ini atau di sisi Pelabuhan Kapal Pulau Panggang, dibangun atas hasil Musyawaraha Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2012 lalu. Dalam Musrembang tersebut masyarakat meminta agar lapangan agar diprbaiki dan dipagar.

"Selama ini banyak warga yang mengeluhkan rumah mereka sering kejatuhan bola, maka dari itu kita bangun pagar supaya warga tidak dirugikan lagi," ungkapnya, Senin (2/12/2013).

Setelah dibangun, dia berharap warga setempat dapat ikut merawat dan menjaga lapangan yang masih dalam pembenahan. "Harapan saya semoga ini bisa membantu dan lebih bermanfaat lagi, kalau bisa jangan selalu tergantung dari pemerintah " ujarnya.

Bunayah (39), warga setempat mengaku senang dibangunnya lapangan voli yang dilengkapi dengan pagar. Tentunya, dengan dibangunya fasilitas ini bisa membantu mengurangi kecemasan warga yang selama ini merasa terganggu. "Saya sih bersyukur, semoga dengan adanya pagar pencegah rumah saya tidak lagi kejatuhan bola," harapnya.

Sebelumnya, banyak rumah warga disekitar lapangan menjadi korban jatuhnya bola voli, bahkan ada beberapa rumah yang mengalami kebocoran akibat sering kejatuhan bola ke rumah mereka. [Afriyani Aldin]

Sumber : http://beritapulauseribu.com 


Read More »


Pulau Pangang - Sedikitnya 50 nelayan tangkap di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, mendapat bantuan rumpon ikan dari Suku Dinas Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tangkap ikan nelayan.

"Kami senang dan berterima kasih, ini sangat membantu kami," ujar Sahabudin, Perwakilan Nelayan Kelurahan Pulau Panggang usai serah terima 50 paket rumpon untuk nelayan di Tempat Pangkalan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Selasa (3/12/2013).

Selain menambah tangkapan ikan, dikatakan Budin, adanya rumpon juga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) saat menangkap ikan. "Kalau ada rumpon kita gak perlu jauh-jauh nangkap ikannya, jadi hemat BBM," katanya.

Rumpon tersebut, kata dia, akan diserahkan langsung ke nelayan. Sehingga nelayan dapat memasang rumpon itu dilokasi yang dikehendakinya. "Memang ada beberapa cara yang disampaikan ke nelayan, seperti cara pemasangan dan lokasi yang tepat," jelasnya.

Kasudin Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu Wawan Karmawan mengatakan, bantuan rumpon ikan ini merupakan bagian dari kepedulian pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian nelayan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tangkap ikan nelayan.

"Yang pasti bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada nelayan," tegasnya.

Wawan menyebutkan, bantuan rumpon bagi 50 nelayan Pulau Panggang adalah baru tahap awal. Bila program ini berhasil akan ditindaklanjuti untuk bantuan sejenis kepada nelayan-nelayan di kelurahan lain di Kepulauan Seribu. "Baru tahap awal. Kita lihat dulu efektivitasnya," jelas Wawan.

Disebutkannya, rumpon berbahan plastik berbentuk dadu dengan ukuran 60x60 sentimeter persegi ini adalah hasil dari penelitian akademis dari IPB. "Model ini cenderung lebih cepat mengundang ikan dan bila ingin lebih baik bisa ditambah dengan bahan organik seperti daun pohon kelapa," ungkapnya.

Terkait dengan pola pemasangan diserahkan langsung ke nelayan, Wawan menjelaskan, pihaknya berharap nelayan dapat lebih mandiri dan nelayan tidak selalu bergantung dengan bantuan. "Kalau mereka yang pasang sendiri, kan bisa sesuai dengan kemauan mereka. Tapi tetap kita dampingi," tuntasnya.


Sumber : http://beritapulauseribu.com
 

Read More »


KEPULAUAN SERIBU — Untuk memperindah wilayah dan menjadikan objek wisata alternatif bagi pengunjung Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu membangun taman di Tanjung Pengantin Pulau Pramuka.

Selain taman, di lokasi tak jauh dari Plasa Kabupaten itu juga telah berdiri 12 unit kios pedagang. “Itu obsesi saya, harus ada taman yang menghiasi Pulau Pramuka. Taman itu kita namakan Tanjung Pengantin,” ujar M. Ali Seleh, Lurah Pulau Panggang, Rabu (2/10).

Lurah Ali mengatakan, pembangunan taman tersebut sedang dilakukan sementara pedagang yang sebelumnya menggelar dagangan dipersilahkan mengisi 12 unit kios yang telah dibangun Sudin KUKM dan Perdagangan Kepulauan Seribu.

“Pedagang menyambut baik dan bahkan mereka berterima kasih. Soal taman, saya yakin akan menarik bagi pengunjung wisata yang datang ke Pulau Pramuka,” jelasnya.

Ali menambahkan, rencananya bupati akan meresmikan taman itu bila rampung dikerjakan. “Target kita peresmian oleh bupati pada HUT Kabupaten Kepulauan Seribu pada 9 November mendatang,” tambahnya.

Sementara Roni (52) salah seorang pedagang yang menerima kios di Tanjung Pengantin mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah. “Saya bersyukur. Sekarang sudah menempati kios, sebelumnya hanya pakai tenda,” katanya.

Terkait dengan taman, Roni mengaku mendukung dan yang dilakukan kelurahan sangat tepat. “Memang harus ada objek wisata lain di Pulau Pramuka. Adanya taman itu juga membuat dagangan kita laku nantinya,” katanya seraya menunjuk lokasi taman yang sedang dalam pekerjaan. (aliem)




Sumber : http://www.harianterbit.com


Read More »


Ratusan warga Kelurahan Pulau Untungjawa, Kecamatan pulau Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Rabu (27/11/2013) mengikuti kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berupa pengobatan gratis yang diadakan oleh Badan Koordinasi Keamanan Laut atau Bakorkamla.
Pengobatan gratis yang di pusatkan di gedung serba guna, tersebut memberikan pelayanan medis kepada warga yang menderita penyakit ringan seperti flu batuk pilek dan penyakit-penyakit lainya.


Kepala Suku Bidang Evaluasi Kebijakan Operasi Bakorkamla, Mayor TNI Laut Dwi Kardono menyatakan kegiatan baksos berupa pengobatan gratis ini merupakan rangkain Hari Ulang Tahun (HUT) Bakorkamla RI yang ke 7. "Ini bagian dari rangkain kegiatanHUT Bakorkamla," tutur Dwi Kardono kepada beritapulauseribu.com.

Lebih lanjut, Dwi memberikan aprisiasi kepada warga Pulau Seribu khusunya yang tinggal di Pulau Untungjawa. Pasalnya, dengan membludaknya peserta pengobatan gratis ini. Maka kegiatan baksos bisa berjalan. "Antusias warga sangat membantu kami, mudah-mudahan pengobatan gratis ini bisa bermanfaat bagi warga pulau seribu, khususnya warga pulau Untungjawa," ujarnya.

Dalam kegiatan baksos kali ini, sambung Dwi pihak Bakorkamla menerjukan beberapa petugas medis yang diambil baik dari Bakormalah sendiri maupun petugas medis bantuan dari Kecamatan Untungjawa. "Untuk tenaga medisnya 7 orang dari Bakorkamlah, dan kami juga meminta bantuan petugas medis dari Puskesmas Untungjawa," bebernya.

Sementara itu, kegiatan sosial tersebut juga dihadiri pejabat kelurahan setempat yakni  Badri Wakil Lurah Pulau Untungjawa, dan para ketua RT/RW se Kelurahan Pulau Untungjawa. [Ahmad Zarkasih]

Sumber Berita: http://beritapulauseribu.com 
 


Read More »


Acara Rembuk Provinsi yang digelar Pemprov DKI Jakarta di Monas, Jakarta Pusat, hari ini dimanfaatkan warga Jakarta untuk mengadukan sejumlah persoalan yang terjadi. Salah satu usulan yang disampaikan adalah kebutuhan kapal nelayan di Kepulauan Seribu yang saat ini jumlahnya masih sedikit dan kurang memadai.

Usulan itu disampaikan warga Kepulauan Seribu, Muhammad Atib. Ia mengaku di wilayahnya kapal nelayan jumlahnya masih terbatas. Selain itu kurangnya perhatian terhadap budidaya produk kelautan, kenyamanan akses pariwisata dari Jakarta ke Kepulauan Seribu dan kondisi pelabuhan di Muara Angke yang menuju Kepulauan Seribu juga menjadi keluhannya kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

"Kepulauan Seribu itu aset pariwisata, kiranya bagaimana agar Kepulauan Seribu itu lebih banyak lagi dikunjungi, agar dapat dipromosikan lebih maju lagi. Pelabuhan ke Kepulauan Seribu juga bau, banyak sampah. Karena itu dekat pelelangan ikan," ujarnya, Kamis (28/11).

Jokowi yang menerima keluhan itu mengatakan, akan langsung melakukan pengecekan ke lapangan untuk kemudian diambil langkah-langkah dan solusinya. “Ini merupakan masukan buat kami dan akan kami lihat,” ucapnya.

Menurutnya, dialog dengan warga terdapat sisi pengawasan dan usulan yang baik untuk kemudian dipakai sebagai desain kebijakan. Beberapa masukan dari warga, kata Jokowi, bisa langsung ditindaklanjuti dengan memasukkannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014.

“Ini masukan, nanti bisa masuk di (APBD) perubahan atau masuk di (APBD) 2015, kalau bisa masuk yang kecil-kecil di 2014 kita masukkan. Tapi kalau yang gede seperti masalah di Kepulauan Seribu nanti masuk di perubahan,” tuturnya.

Masukan yang ada, sambung Jokowi, akan diolah kemudian langsung diprioritaskan mana yang lebih dulu harus diselesaikan dan diambil solusi lantaran keinginan dan kebutuhan masyarakat juga merupakan sebuah solusi. (beritajakarta.com)

Read More »

Farhat Abbas merasa tidak perlu takut dengan tantangan naik ring tinju yang dilontarkan dua anak Ahmad Dhani, Al dan El. Pengacara berumur 37 tahun itu sudah menyanggupinya, bahkan telah menyiapkan ring tinju.

"Bisa jadi terjadi kalau diizinkan kepolisian. Terus promotor oke, mereka (keluarga Ahmad Dhani) oke. Tapi alangkah lebih baiknya jika Dhani sendiri yang tinju," kata Farhat Abbas, saat ditemui di Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Dimana Farhat menyiapkan ring tinju untuk Ahmad Dhani? Pria yang menggadang-gadang dirinya sebagai calon presiden itu mengaku siap bertinju dimana saja.

"Tempat sudah ada. Mungkin di Jakbar (Jakarta Barat), Jakut (Jakarta Utara), atau Kepulauan Seribu," kata Farhat dengan nada sesumbar.

Tantangan balik ini, dilontarkan Farhat dengan alasan ingin memberi pelajaran kepada Ahmad Dhani agar bisa mengurus anak dengan lebih baik. "Kalau anak saya tabrak mati sampai tujuh orang, ejek saya. Saya gak marah karena saya merasa gak bisa didik anak," terang Farhat.
 
 

Read More »