Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan


Anda mungkin pernah makan salad dengan Thousand Island Dressing atau semacam saus yang dituangkan ke salad yang dimakan, rasanya asam-asam manis. Ternyata, nama saus itu memang berasal dari Pulau Seribu, hanya saja bukan Kepulauan Seribu di Teluk Jakarta tetapi di dekat kota Ontario, Kanada. Uniknya, Pulau Seribu ini bukan ada di laut tetapi di Sungai St. Laurent yang memang luar biasa lebarnya dan memisahkan Amerika Serikat dan Kanada. Sungai ini merupakan cabang-cabang dari empat danau besar di daratan Amerika Utara yang kemudian akan “tumpah” menjadi air terjun raksasa Niagara Falls yang fantastis itu.

Nah, jumlah pulau di sungai itu pun ternyata lebih dari 2.000 buah, sebagian milik Kanada dan sebagian milik AS. Sebagian pulau-pulau ini milik pribadi, bukan milik pemerintah lagi.

Dari semua pulau ini ada dua pulau yang jaraknya paling pendek, cuma 9 m. Untuk menghubungkan kedua pulau ini dibuat jembatan. Uniknya, satu pulau ini milik warga negara AS dan yang satunya milik orang Kanada. Jadilah, jembatan ini menjadi jembatan perbatasan negara terpendek di dunia.

Salah satu dari Pulau Seribu ini adalah milik Tuan Boldt, dan di sana dibangun “Boldt Castle”. Ternyata, Pak Boldt inilah yang menciptakan saus pulau seribu atau thousand island dressing yang sekarang kita kenal dan sering kita santap. Dia memang orang kaya yang senang memasak. Konon, dulunya pernah pula jadi koki. Kalau Anda suka makan saus thousand island dan berkesempatan datang ke perbatasan Kanada dan AS, cobalah mampir ke tempat asal usul saus kegemaran Anda itu.

Definisi “pulau” yang dipakai di sini adalah tanah berukuran sedikitnya 2 m2 dan di atasnya sedikitnya tumbuh dua batang pohon. Dasar itulah yang dipakai untuk menentukan jumlah pulau di sana ada lebih dari 2.000 pulau. Tentu saja tidak semua pulau di sana sedemikian kecil, ada juga yang besar sebagaimana layaknya pulau biasa di kawasan Pulau Seribu Jakarta.
 
Sumber : intisari-online.com 
 

Read More »

sate odolIni bukan untuk menggosok gigi. Atau, lebih parah lagi, ini bukan pasta gigi yang bisa dimakan. Sate Odol, begitu sebutan kuliner khas Pulau Tidung, Kepulauan Seribu adalah nama makanan.
"Ikan tongkol digencet, dipukul-pukul, lalu dipatahin tulangnya, terus diodol-odol," tutur Ibu Kulsum dari RT 06 yang membuka usaha katering.

Ternyata yang dimaksud dengan "odol" atau "diodol-odol" adalah teknik mengolah ikan. Daging ikan yang sudah lunak karena dipukul-pukul dengan alat khusus, kemudian dikorek dan dikeluarkan dari kulitnya. Proses pengeluaran daging inilah yang disebut dengan "diodol-odol".

sate unik
Setelah daging ikan dikeluarkan, daging dicampur dengan bumbu yang sebelumnya telah diulek halus. Bumbu terdiri dari cabai, bawang merah, ketumbar, kecap, dan gula jawa. Selintas seperti bumbu semur.

Daging ikan yang sudah tercampur bumbu kemudian dimasukan kembali ke dalam kulit ikan tongkol. Ikan lalu dibungkus daun pisang dan dibakar di atas arang. Karena itulah, masakan ini disebut "sate" karena teknik masaknya dengan cara dibakar layaknya sedang membakar satai. Dengan kata lain, inilah satai ikan tanpa tusuk satai.

Rasanya, tentu sudah bisa tertebak dari bumbu racikannya. Seperti pepes ikan namun terasa perpaduan legit dan asin. Aroma daun pisang yang terbakar menambah cita rasa tersendiri.

"Sebenarnya bisa pakai ikan apa saja. Tapi yang bagus ikan tongkol. Karena bulat panjang dan kulitnya agak alot. Jadi pas dipukul gak mudah sobek," jelas Ibu Kulsum.

Jika tidak musim ikan tongkol, maka penduduk Pulau Tidung pun menggunakan ikan ekor kuning. Namun cara pembuatannya berbeda. Daging ikan yang sudah tercampur bumbu langsung dibungkus daun pisang dan dibakar.

Ibu Kulsum menuturkan resep Sate Odol tersebut diturunkan dari generasi ke generasi sejak dahulu kala. Anda bisa menemukan masakan yang serupa di Pulau Panggang, Kepulaun Seribu. Namun, di Pulau Panggung, masakan ini disebut dengan Sate Gepuk.

Kulsum menyebutkan di Serang, Banten, juga terdapat masakan yang sama dengan nama yang sama pula yaitu Sate Odol. Mungkin saja, Sate Odol adalah masakan yang dibawa oleh penduduk dari Serang.

Karena nenek moyang penduduk Pulau Tidung selain berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan, banyak pula yang berasal dari Banten. Bahkan beberapa penduduk Pulau Tidung masih memiliki keluarga di daerah Anyer, Banten.
 


Read More »

Salah satu yang membuat saya betah berlama-lama di Pulau Panggang adalah makanannya yang lezat! saya yang awalnya tidak terlalu suka ikan, selama empat hari saya dipaksa untuk melupakan ayam dan mencicipi aneka masakan yang berbahan dasar ikan maupun hasil tangkapan laut. Tenyata... saya ketagihan!

Di posting-an kali ini saya akan memperlihatkan makanan khas Pulau Panggang yang sempat saya nikmati.
Here they are...

1. Bom Atom dan Kue Talam Ikan

 Bom atom adalah makanan yang di sebelah kiri, berwana merah dan terbuat dari tepung yang dicelup dalam karamel gula yang diberi warna. Makanan yang di sebelah kanan adalah kue talam ikan, terbuat dari tepung beras yang dimasak hingga menjadi seperti agar-agar atau puding dan diberi taburan abon ikan segar!


2. Kue Selingkuh
 Kue yang juga terbuat dari tepung beras ini hampir sama dengan kue talam ikan, bedanya kalau kue talam ikan disantap dengan taburan abon ikan, kue selingkuh (nama yang sangat unik!) ini disantap dengan sirup, dan biasanya orang Pulo menggunakan sirup yang berwarna pink sehingga tampilannya menjadi lebih menarik.


3. Pastel Ikan

 

 The best! Makanan favorit saya selama di Pulau Panggang.Tampilannya memang tidak beda dengan pastel pada umumnya, namun rasanya... beda banget! Ikannya sangat terasa, tidak amis, dan sedikit pedas. Melihat saya begitu antuasias dengan makanan ini, Pak Rusli dan Ibu selalu menyuguhkan pastel ikan sebagai sarapan selama saya tinggal di sana, dan tidak lupa membekali saya pastel ikan sebagai oleh-oleh. Terima kasih Pak, Ibu, saya kangen Pastel Ikannya.

4. Pucue atau Empek-empek

 Ini dia cemilan khas Orang Pulo. Dikenal dengan nama Pucue atau empek-empek (versi kita). Bahan dasarnya sama seperti empek-empek dan proses pembuatannya pun hampir sama. Yang membedakan adalah sausnya. Bila empek-empek yang biasa kita nikmati di sajikan bersama mie, potongan mentimun, dan kuah yang terbuat dari cuka, pucue biasa disajikan dengan saus kacang. Nikmat!

5. Cumi Goreng

 Apa yang spesial dari cumi goreng ini? Bukankah kita sering menyantapnya? Coba lihat ukurannya, sangat berbeda dengan yang biasa di piring kita, bukan? Ukurannya raksasa! dan rasanya pun sangat lezat karena baru ditangkap. Gurih, manis, dan tebal dagingnya. Makanan yang tidak pernah saya konsumsi selama menyandang status sebagai anak kos ;) 


6. Cumi Tumis Bumbu Hitam
Bagi saya, tampilannya sangat tidak menarik, karena kuahnya yang berwarna hitam. Namun rasanya sungguh di luar dugaan. Lezat! menurut pengakuan Pak Rusli, setiap tamu yang berkunjung (mahasiswa, peneliti) asti akan disuguhkan makanan ini dan mereka akan ketagihan. Tidak jarang ada yang kembali hanya untuk menikamti cumi yang masak dengan tintanya ini. Wow!

Sebenarnya, menurut Ibu Rusli masih banyak jenis makanan yang tidak sempat kami cicipi berhubung nelayan  sedang tidak bisa berlayar karena cuaca dan harga solar yang melambung. Namun ini saja sudah cukup membuat saya ketagihan dan kangen dengan makanannya, terutama Pastel Ikan. Tertarik mencoba? Silakan berkunjung ke pulau yang tidak hanya menawarkan makanan yang sangat memikat, namun juga kan mengajarkan kita pelajaran hidup yang tak ternilai harganya.
 
Sumber : niahutajulu 
 

Read More »

Menikmati es yogurt saat cuaca terik membuat rasa panas dan haus terlepas semua. Tak hanya itu, kandungan nutrisi dalam yogurt sangat baik untuk kesehatan. 

Dengan mengkonsumsi yoghurt 2-3 porsi sehari, dapat mengurangi tekanan darah tinggi. Selain itu berdasarkan penelitian, yogurt dapat mengatasi berbagai masalah pencernaan.

Karena kaya manfaat, sejumlah siswi SMPN 133 Jakarta di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, membuat es yogurt strawberry. Berbeda dengan yogurt kebanyakan yang biasa disajikan dalam bentuk cair, para siswi tersebut membuat yogurt beku yang dikemas seperti es lilin.

"Tujuan pembuatan es yoghurt ini sebagai salah satu produk jajanan sehat anak-anak," ujar Ayu S, guru pembimbing dalam pembuatan es yogurt, Rabu (10/10).

Menurutnya, proses pembuatan es yoghurt strawberry tidak terlalu sulit. Dengan bahan dan alat sederhana siapapun dapat membuat es yogurt strawberry. "Saya pun saat membimbing anak-anak untuk membuatnya tidak ada kesulitan, karena prosesnya gampang, ke depan kita mau coba bahan yang khas pulau seperti sukun dan ceremai" jelasnya.

Dian (14), Siswi Kelas VIII SMPN 133 Jakarta mengaku, dari pengalaman itu membuat dirinya ketagihan. "Ini pengalaman baru buat saya, jadi ingin mencoba selalu," kata Dian yang memamerkan yogurt buatannya saat Penilaian Lomba Sekolah Sehat di sekolahnya.

Cara membuat es yoghurt strawberry, menurut Dian, bahannya hanya susu yang di fermentasi. Untuk bahan strawberry, bisa menggunakan buahnya yang sebelumnya di blender halus terlebih dahulu. "Kalau semua bahannya sudah ada, kita tinggal campurin secara merata, terus dimasukin ke plastik yang buat es lilin. Terakhir masukin dalem kulkas sampe keras," kata Dian dengan logat pulaunya.
 
Sumber : beritapulauseribu.com

Read More »


Siapa bilang kuliner di Kepulauan Seribu hanya berbahan dasar dari ikan. Satu kudapan yang menjadi favorit warga Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan adalah kue yang bernama unik, yakni Janda Mengandang atau kue Kelabu sebutan bagi warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Menurut Mina (41) warga Pulau Tidung, kue yang terbuat dari tepung, santan kelapa, garam alus, pewarna, dan gula  pasir ini berawal dari kekesalannya akibat ditinggal pergi oleh sang suami saat pernikahaannya baru berjalan dua tahun.
 
Karena itu, dia menghilangkan kejenuhannya dengan mencampur aduk adonan tersebut. "Ya begitu aja, lalu saya kukus dan jadi kue yang ga taunya disukai warga," ujarnya.

Soal nama Janda mengandang, Mina mengaku awalnya hanya candaan warga yang melihat nasibnya menjadi wanita yang ditinggal suami tanpa pernyataan cerai dan menunggu lama di rumah. "Jadi janda tapi mengandang, maksudnya hanya diam saja dirumah. Ya dari pada stres saya buat kue," katanya.


Sayangnya, meski diminati karena rasanya yang legit, kue ini mulai tidak kelihatan lagi. Sementara Mina pembuat kue kini telah menikah lagi dan melupakan masa lalunya. "Kan bukan Janda lagi, jadi tidak buat kue itu," candanya.
(bps/puser)
 
Sumber Foto :Ema Arifah/VHRmedia

Read More »

Aneka makanan khas Kepulauan Seribu ternyata cukup banyak dan memiliki cita rasa unik dan enak tentunya. Bila beberapa lalu kita mengulas kelezatan makanan kue Janda Mengandang.

Kali ini kami akan menyugukan kue Selendang Mayang yang sering dijadikan makanan perlombaan oleh ibu-ibu PKK Kepulauan Seribu. Kue Selendang Mayang memang bagi yang awam merasa aneh dengan namanya tapi tidak seaneh rasanya jika kita mencicipi makanan ini sangat menyegarkan bila dicampur dengan es batu saat memakannya.

Kue selendang mayang ini terbuat dari bahan adonan kue, dan disajikan seperti kue Pepe yang berwarna-warni meyerupai selendang. Makanan yang telah terpotong-potong kemudian dicampur dengan kucuran sirop, gula jawa, santan dan ditambah dengan es batu.

Jajanan tradisional khas ini, memang saat ini sulit dijumpai di Kepulauan Seribu. Makanan ini hanya ada pada saat tertentu, seperti acara perlombaan dan pameran makanan saja.(bps/puser)

Read More »


Mungkin anda sering memakan buah cermai (Phylanthus acidus) tentu rasanya pun sangatlah asam. Nah, jika anda berkunjung ke lokasi-lokasi wisata pemukiman di Kepulauan Seribu anda akan menjumpai manisan buah cermai. Rasanya sangat berbeda dengan aslinya, nuasa asam bercampur manis saat kita mencicipinya.

Buah cermai adalah tanaman dari pohon perdu berkayu, buah cermai berukuran bola bekel dengan pinggiran berbiku-biku. Buahnya hijau saat muda dan berangsur kekuningan ketika matang. Jenis pohon ini banyak tumbuh di Kepulauan Seribu sehingga masyarakat membuat buahnya menjadi manisan.


Cara membuat manisan cermai pertama Larutkan gula, pewarna makanan, dan garam. Kemudian, buah di campur dan aduk dengan larutan hinga merata. Lalu, rebus di air panas selama 10 menit. Saat dimasak, sesekali di aduk hingga gula mengental. Angkat dan Jemur manisan cermai selama beberapa hari hingga lapisan gula agak mengering.


Simpan di wadah kedap udara dan terhakhir masukan manisan kedalam bungkus kemasan sehingga menarik. Manisan ini biasnya di jual di Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Tidung. Harganya pun relatif sangat murah hanya Rp 5 ribu perbungkusnya dan Rp 15 ribu bila dikemas di toples.


Buah cermai ini pun sangat baik untuk mencegah kanker kolon dan membantu mengatasi sembelit. Buah ini mengandung vitamin C dan beragam mineral penting lainnya yang bermanfaat sebagai antioksidan. Panas dalam dan sariawan juga bisa di atasi dengan mengkonsumsi buah cermai. (Kang Lintas)

Read More »

Masyarakat Kepulauan Seribu memiliki ragam jenis makanan yang juga berfungsi secara beragam pula. Secara umum, makanan yang ada di Pulau Seribu terbagi menjadi 4 (empat) macam, yaitu a). makanan yang dikonsumsi untuk keseharian, b). makanan untuk dikonsumsi pada waktu hajatan, c). makanan yang disajikan untuk perayaan hari raya, d). makanan pada ritual khusus, dan makanan yang disajikan pada saat terdapat orang yang meninggal dunia. 

Makanan Harian
Makanan harian yang biasa dikonsumsi, selain makanan pokok seperti nasi dan lauk-pauk, terdapat makanan lain seperti makanan ringan dan kue-kue yang dibuat untuk sajian harian. Apa yang dimaksud dengan sajian harian di sini adalah bahwa makanan tersebut memang dibuat tidak untuk disajikan pada acara-acara khusus, melainkan untuk camilan atausuguhan sehari-hari. Kue harian ini, selain bisa dibuat sendiri, juga bisa dibeli dari para penjual keliling yang setiap hari menjajakannya. Sayangnya, tidak banyak penduduk yang bisa menceritakan apa makna dibalik nama dan jenis makanan yang beragam ini.  Terdapat banyak nama dan jenis untuk makanan harian ini, di antaranya:

a. Janda Mengandang

Menurut sebagian orang, kue ini dibuat ketika sebagai bekal untuk para suami yang pergi kelaut dan belum bisa dipastikan apakah mereka akan kembali pulang ke rumah atau tidak. Kue ini seperti metafora yang ingin mengatakan bahwa para istri pelaut ibarat janda-janda yang ditinggal para suaminya.
Kue ini dibuat dari tepung beras, sagu, dan ampas kelapa. Adonan antara tepung beras, sagu, dan ampas kelapa tersebut lalu dikusus. Setelah matang, lalu ia dimakan dengan cara dicocol dalam air gula jawa (gula merah).

b. Janda Kecemplung

Kue ini terbuat dari tepung terigu dan gula yang dibuat dalam bentuk bulat, lalu dikukus. Setelah matang, ia dicelupkan dalam cairan air gula jawa lalu dicampur dengan ampas kelapa.

c. Putri Mandri

Hampir mirip dengan Janda Kecemplung, kue yang satu ini dibuat dari bahan utama ubi yang direbus, lalu dihaluskan dan dicampur dengan sagu, dikukus dan diiris-iris berbentuk memanjang dan dimakan bersama dengan air gula merah.

d. Semar Mesem

Kue ini dibuat dari ketan yang diisi oleh adonan ikan berbumbu dapur. Setelah matang, lalu ketan yang berisi adonan ikan berbumbu tersebut digoreng. Kue ini biasa disajikan pada waktu pagi diiringi dengan minum kopi atau teh sebagai pengganti sarapan.

e. Putu Manyang

Kue ini tampaknya tidak murni khas Pulau Panggang, karena kue ini juga terdapat di tempat-tempat lain. Kue ini ini dibuat dari tepung terigu, lalu didalamnya diisi dengan gula merah dan dikukus. Ketika matang, ia dicampur dengan ampas kelapa.

f. Kue Adas

Kue ini terbuat dari tepung terigu yang diadonin dengan air kelapa lalu diisi dengan gula jawa, lalu dimasak dengan cara dipanggang (oven).

g. Kue Podeng

Mirip dengan kue adas. Bedanya hanya pada jenis gula. Jika kue adas memakai gula jawa (gula merah), maka kue podeng memakai gula pasir (gula putih).

h. Ongol-ongol

Kue ini berbahan sagu yang dicampur dengan gula jawa dan santan lalu diolah dengan cara diaduk diatas pemanggangan api. Pembuatan kue ini mirip dengan pembuatan dodol.

i. Alia Begenteh

Kue ini terbuat dari kerak nasi yang dioseng, setelah itu ditumbuk dan dicampur dengan ampas kelapa dan gula jawa.

j. Santri Ngutil

Bahan yang dipakai untuk membuat kue ini adalah tepung beras, sagu, dan gula pasir yang dimasak dengan cara dikukus di atas loyang. Setelah matang, ia dicampur dengan ampas kelapa lalu disajikan.

j. Kue Intil

Kue ini berbahan singkong yang ditumbuk bersamaan dengan gula jawa lalu dikukus, setelah matang ditaburi dengan ampas kelapa.

k. Kue Selingkuh

Entah apa makna dibalik nama kue ini, yang jelas kue ini tetap sering dibuat oleh masyarakat masa kini. Kue ini terbuat dari beras yang diaroni dengan santan kelapa, lalu dibungkus dengan daun pisang dan diisi dengan tumbukan ikan yang berbumbu dapur. Kue ini dimasak dengan cara dikukus.

 l. Laksa

Makanan ini mirip dengan lontong sayur, tetapi ia dibuat dari tepung beras dan sagu yang dicampur dengan kuah santan bercampur kacang hijau. Kuah santan sendiri diberi bumbu dapur seperti kemiri, cabe, kunyit, garam, dan bawang putih. Makanan ini tergolong makanan berat karena bisa menggantikan sajian makanan pokok.

m. Bom Atom

Kue ini terbuat dari tepung terigu, telur, dan mentega. Adonan dari bahan tersebut dicetak dalam bentuk bulan lalu digoreng dengan mentega, setelah matang ditaburi gula putih halus. Sekilas, kue ini mirip dengan kue donat.

n. Roket

Kue ini sangat mirip dengan kue combro, hanya saja isinya diganti dengan ikan yang dibumbui dengan bumbu dapur.

o. Kue Kolong

Pembuatan kue ini dari ubi yang direbus, lalu ditumbuk halus dan dicampur dengan sagu. Setelah itu digoreng dan dimakan dengan cara dicelupkan kedalam air gula jawa.

p. Abon Ikan

Makanan ini merupakan campuran bagi makanan pokok yang bisa bertahan lama. Ia terbuat dari ikan yang direbus, setelah itu ditumbuk dengan dicampuri bumbu dapur, lalu dioseng dengan sedikit minyak goreng. Masyarakat Pulau suka membuat makanan ini karena selain bahannya mudah didapat, ia juga bisa dibuat dalam volume yang banyak untuk dikonsumsi hingga berhari-hari.

q. Puk Cue

Makanan ini dibuat dari bahan sagu dan ikan yang ditumbuk dengan sedikit bumbu dapur. Cara memasaknya dengan dikukus lalu dimakan dengan dicampur bumbu kacang. Di tempat lain, makanan ini sangat mirip dengan siomay.

r. Kerupuk Cue

Cara pembuatannya sangat mirip dengan Puk Cue. Hanya saja, setelah dikukus, puk Cue tersebut diiris-iris lali dijemus hingga kering lalu digoreng. Selain disebut dengan Kerupuk Cue, makanan ini uga biasa disebut dengan nama Kerupuk Ikan.

s. Kue Jepa (Emplek-emplek)

Kue ini sangat sederhana, baik dari segi bahan maupun cara pembuatannya. Ia terbuat dari sagu yang dicampur dengan ampas lalu digoreng. Setelah masak, ia bisa juga dimakan dengan dicelupkan terlebih dahulu pada air gula jawa.

t. Kue Seselit

Kue ini sangat mirip dengan Kue Jepa, hanya saja ia tidak berbahan sagu, melainkan dari tepung beras. Cara pembuatan dan penyajiannyapun sama dengan Kue Jepa.

u. Peler Berdebu

Nama makanan ini memang aneh dan terkesan porno. Sayangnya, sulit untuk mendapatkan informasi mengapa kue ini dinamai demikian. Kue ini sendiri dibuat dari ubi yang ditumbuk dengan sagu, ia diisi dengan gula merah, lalu dikukus. Di tempat lain, ia mirik dengan klepon yang bisa dimakan dengan dicampuri ampas kelapa. Entah karena demi kesopanan atau sebab lain, nama kue tersebut kini lebih dikenal dengan sebutan onde-onde.

v. Belibar Manggis

Kue ini terbuat dari ketan hitam yang dikukus, setelah matang ia ditaburi dengan ampas kelapa lalu disiram dengan air gula jawa.

Makanan Hajatan :

Makanan hajatan termasuk kue-kue atau jenis makanan yang sengaja dibuat dan disajikan pada waktu masyarakat menggelar hajat tertentu, baik pernikahan, akikah, atau khitanan. Seolah-olah, keberadaan jenis makanan dan kue ini menjadi keharusan yang  wajib ada pada setiap hajatan. Oleh sebab itu pula, makanan yang termasuk dalam kategori ini sangat sulit ditemukan pada waktu harian. Di antara makanan yang ada pada waktu hajatan, antara lain:

a. Lambang Sari

Hampir mirip dengan masyarakat lain di pulau jawa misalnya, kue ini hampir selalu ada pada setiap acara hajatan. Kue ini dibuat dari bahan sagu, tepung beras yang diadonin dengan air santan kelapa. Adonan tersebut diisi dengan pisang lalu dibungkus dengan dengan daun pisang dan dikukus.

 b. Kue Bugis

Kue ini terbuat dari tepung ketan yang diadonin dengan santan. Setelah itu diisi dengan centi (ampas kelapa yang disiram dengan air gula), lalu dibungkus dengan daun pisang, dan dikukus. Sekilas, kue ini mirip dengan lambang sari.

c. Bika Ambon

Kue ini terbuat dari tape ketan dicampur dengan tepung beras dan santan. Ia dicetak dalam bentik segi empat dan dimasukkan ke dalam loyang lalu dipanggang (oven).

d. Kue Pepe’ (kue Lapis)

Kue ini terbuat dari sagu yang diadonin dengan santan dan gula pasit. Terkadang adonan tersebut dipisah-pisan menjad beberapa tempat dimana masing-masing adonan diberi warna yang berbeda-beda. Jenis makanan ini dimasak dengan cara dikukus.

Makanan Lebaran

Berbeda dengan makanan harian dan hajatan, makanan lebaran biasanya dibuat untuk disajikan pada waktu lebaran (hari raya). Meskipun ia bukan dalam kategori makanan harian, tetapi dari segi daya tahan makanan yang bisa mencapai waktu berminggu-minggu hingga beberapa bulan, makanan lebaran ini juga tidak jarang menjadi sajian harian pula. Di antara makanan yang dibuat dan biasanya selalu ada pada waktu lebaran yaitu:

a. Biji Ketapang

Makanan ini terbuat dari sagu yang diaduk bercampur santan dan gula pasir. Hasil adonan tersebut dimasak dengan cara digoreng.

b. Kue Sagu

Kue ini dibuat dengan membutuhkan waktu yang lebih lama karea sebelum adonan kue dibuat, maka harus membuat srundeng terlebih dahulu, yaitu ampas kelapa yang dioseng hingga berwarna merah. Srundeng ini dicampur dengan sagu, telur, gula merah, dan santan. Cara memasaknya dimasukkan ke dalam loyang atau cetakan khusus lalu dipanggang (oven).

c. Kue Jepi’

Makanan ini dibuat dari bahan tepung beras, tepung ketan, gula dan sagu yang diaduk dicampur dengan santan atau air biasa. Ia dimasak dengan cara dipanggang (oven).

d. Kue Kacang

Kue ini terbuat dari tepung terigu, mentega, telur, santan, dan mentega. Bahan utama lain yang harus ada adalah kacang tanah yang dihaluskan lalu dimasukkan kedalam adonan sebelumnya. Setelah itu, hasil adonan dimasukkan kedalam cetakan, biasanya berbentuk bundar, lalu dipanggang (oven).

Makanan Sajian Waktu Orang Meninggal Dunia
Pada saat terjadi peristiwa kematian dari salah seorang penduduk, biasanya juga disediakan makanan yang khusus untuk sajian. Para anggota keluarga dan tetangga yang berdatangan saling membantu untuk membuat kue bagi tamu yang ingin ta’ziah. Hanya saja, jenis makanan yang disajikan di masyarakat Pulau ini memiliki perbedaan dengan yang dilakukan masyarakat lain.
Selain berbeda dari jenis makanan, hari-hari yang berbeda juga menentukan jenis makanan yang dibuat. Misalnya, pada kematian hari pertama dan kematian hari ketiga atau ketujuh, masing-masing hari peringatan menyajikan jenis kue yang berbeda.

Hari Pertama
menyajikan dodol dan wajik. Jika dodol dibuat dari bahan tepung ketan, gula jawa dan santan yang diaduk secara terus-menerus di atas api, maka wajik bahannya masih berbentuk ketan utuh yang belum menjadi tepung. Cara pembuatannya sama dengan dodol.

Hari Ketiga
menyajikan Kue Pasung. Kue ini terbuat dari ketan yang dimasukkan dalam ikatan janur lalu direbus. Penyebutan kue pasung ini dianggap sebagai pelepasan ikatan manusia dari kehidupan duniawi. Hari Ketujuh menyajikan Kue-kue yang bersifat mengembang, seperti kue bolu dan bika ambon. Menurut beberapa orang, kue mengembang ini diharapkan agar almarhum memiliki kelonggaran di alam kuburnya dan bisa dimudahkan melalui berkat amalnya didunia.

Hari Ketujuh
menyajikan Kue-kue yang bersifat mengembang, seperti kue bolu dan bika ambon. Menurut beberapa orang, kue mengembang ini diharapkan agar almarhum memiliki kelonggaran di alam kuburnya dan bisa dimudahkan melalui berkat amalnya didunia.

Hari Kelima-belas
menyajikan ketupat dan sekuteng. Ketupat sendiri bisa dimakan dengan sayur atau lauk apapun, sedangkan sekuteng langsung disajikan apa adanya. Sekuteng sendiri biasanya terdiri dari air jahe dicampur dengan potongan roti, kacang, dan kacang hijau. Sekuteng yang dikonsumsi dinilai bisa menghangatkan tubuh. Hari Keempat-puluh menyajikan kue serabi. Entah apa makna dibalik pembuatan kue ini, tetapi masyarakat biasa menyajikan kue serabi pada hari keempat-puluh dari hari kematian seseorang.

Hari Keempat-puluh
menyajikan kue serabi. Entah apa makna dibalik pembuatan kue ini, tetapi masyarakat biasa menyajikan kue serabi pada hari keempat-puluh dari hari kematian seseorang

Makanan pada Ritual Tertentu

Pada acara ritual tertentu, makanan yang dibuat pun menjadi sangat khusus pula. Sementara ini, ritual khusus yang dimaksud dan kerap ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat pulau adalah ritual tujuh bulan, yaitu ritual yang dilakukan untuk menggelar doa-doa tertentu pada saat seorang istri (perempuan) sedang mengandung tujuh bulan.
Pada saat ritual itu, makanan yang biasa dibuat dan disajikan adalah bubur sumsum, atau yang disebut oleh masyarakat pulau dengan bubur lolos. Dengan perantara bubur sumsum atau bubur lolos itu diharapkan sang ibu akan mudah melahirkan anakdaridalamkandungannya.

Sumber  :   Ringkasan dari  tulisan Bpk. Sudiman,S.Pi, M.Si (Ringkas sejarah kultur budaya pulau panggang)
Sumber / Link : Pulau Seribu Jakarta

www.pulauseribu.net

Read More »

Sate gepuk merupakan makanan khas warga Pulau Panggang. Bahkan sate yang terbuat dari ikan tongkol dan kelapa ini sudah merupakan usaha warga Pulau tersebut. Sebut saja diantaranya Ibu Sukyati (42) yang menggeluti usaha ini sejak tahun 1986. Ibu warga Kepuluan Seribu Utara ini memenuhi kebutuhan seharinya dengan usaha sate gepuk. Tidak heran dengan ketekunannya sate gepuk yang diolahnya sudah sangat terkenal di Kepulauan Seribu.
Sate gepuk rasanya pedas, enak dan gurih. Cita rasa sate ini dapat dimakan dimana saja dan kapan saja. Cetus salah satu warga pulau Panggang. Sate gepuk selain menjadi makan orang pulau, juga banyak di sukai warga kota Jakarta. Harganya pun relatif murah dan tidak sampai menguras kantong berkisar Rp. 15.000 hingga Rp 20.000 per-satu ikan.

Ikan yang tidak mempunyai tulang ini ternyata banyak dilirik oleh ibu-ibu PKK Kepulauan Seribu saat mengikuti perlombaan makan hias. Jadi tidak berlebihan bila Sate Gepuk merupakan makanan kebanggaan warga Pulau Seribu.

Dalam mengembangkan usahanya tersebut, Ibu Ece mulai dari pembuatan sampai pemasaran ia jalani bersama keluarganya. Ia sadar betul untuk memakai jasa orang lain belum bisa dilakukan. Alasannya untung yang di dapat tidak seberapa hanya Rp.10.000 per- satu ikan. jadi tidak mencukupi. Belum lagi ditambah bumbu-bumbu yang mahal sejak naiknya bahan bakar minyak (BBM) , katanya.

Usanya pun sempat terhenti bulan-bulan ini, karna bahan untuk membuat sate gepuk tidak ada. Lantaran tidak adanya nelayan yang melaut karna faktor cuaca yang sangat buruk.

Sang suami, Bapak Junaidi (56) sebagai tumpuan keluarga juga tidak bisa berbuat apa – apa. Pekerjaan sebagai nelayan yang selama ini dijalani juga terhenti. Alasannya gelombang disertai angin barat nampaknya menjadi penghambat bagi nelayan kepulauan seribu saat ini.

Namun Ibu Sukyati dan keluarganya tidak berkecil hati. Keluarga nelayan di Pulau Panggang itu tetap akan melanjutkan usaha, termasuk dengan berjualan sate gepuk manakala tangkapan ikan tongkol sudah banyak lagi.(Kang Lintas)

Read More »


Bandeng cabut duri kini dikembangkan di gosong (daratan dangkal) Pulau Pramuka di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Bandeng laut memiliki kelebihan dibandingkan bandeng tambak, terutama rasa lebih gurih, daging lebih padat, bentuk fisik lebih bersih.

Budidaya bandeng laut ini diolah oleh PT Nuansa Ayu Karamba sejak dua tahun lalu. Salah satu yang dikembangkan oleh bandeng cabut duri. Lokasi budidaya bandeng laut ini sering dikunjungi wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu.

“Wisatawan bisa membeli aneka ikan tak hanya bandeng di lokasi dengan harga bersaing dengan pasar di Jakarta. Harga ikan yang kami jual adalah harga bersih. Isi perut sudah dibuang 20 persen,” kata General Manager PT Nuansa Ayu Karamba, Martin Hadinoto di lokasi di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Menurut Martin, lulusan Aquaculture Techinal College Perth Australia ini, bandeng laut dibudidayakan di keramba jaring apung (KJA). Panen bandeng laut ini dipanen setiap hari rata-rata 1,5 ton. Harga jual bandeng laut segar Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan bandeng cabut duri seharga Rp 40.000/kg. Umumnya bandeng laut ini dilelang di pasar ikan di Jakarta.

Yang istimewa, bandeng laut ini diolah lagi menjadi bandeng cabut duri. Ikan bandeng merupakan jenis ikan spesifik yang mempunyai duri halus yang banyak tersebar di seluruh tubuhnya. Jumlah duri pada ikan bandeng sedikitnya 164. Banyaknya duri pada ikan bandeng merupakan kendala dalam konsumsi. Padahal ikan bandeng termasuk ikan yang rasanya paling enak Bahkan bandeng laut memiliki Omega 3 sebanyak 14,2 persen, lebih tinggi dari ikan salmon yang hidup di laut dalam.

“Yang kami kembangkan adalah bandeng cabut duri dalam bentuk utuh, yang dapat disimpan dalam keadaan dingin maupun beku, tergantung lama penyimpanan,” kata Martin.

Potensi Kepulauan Seribu sangat besar. Baik dari segi usaha ekonomi bisnis kelautan dan perikanan, penyerapan tenaga kerja lokal maupun transfer pengetahuan kepada masyarakat lokal. Selain itu lokasi budidaya ini dapat menjadi obyek wisata pendidikan bahari dan konservasi sumber daya alam laut di pulau permukiman. Usaha ekonomi ini membangun juga pemulihan lingkungan hidup seperti penanaman hutan pantai, terumbu karang, pelepasan ikan ke alam (restocking).


Penulis : R. Adhi Kusumaputra Sumber : R. Adhi Kusumaputra/Kompas

Read More »

Jika saja Anda berkesempatan mengujungi pulau-pulau di Kepulauan Seribu, pastikan Anda Mencicipi buah sukun. Bukannya nyombong atau promosi, tapi sukun di Pulau Seribu memang terbilang enak. Apalagi di makan ditemani teh hangat atau kopi panas, hmm…dijamin tak mau berhenti memakannya.

Sayangnya, tak ada sebutan khusus bagi jenis sukun itu. Ada penduduk yang menyebutnya sukun kuning, sebagian lagi malah menyebutnya sukun biasa atau sukun Pulau Seribu. Menurut warga, ada jenis sukun lain di Pulau Seribu seperti sukun keleci, sukun talas, sukun botak, atau sukun Cilacap. Tapi yang terenak adalah sukun kuning itu.

“Sukun disini beda dengan sukun di Jakarta, pak. bentuk buahnya agak lonjong kayak nangka tapi ukurannya kecil. Kulitnya juga ada duri-duri kecil tapi tidak tajam seperti nangka. Kalau dibelah warnanya agak kekuning-kuningan,” kata Ny Zuhro (46), Warga Pulau Pramuka.

Menurutnya, sukun disitu tidak pernah “diekspor” atau di perjualbelikan ke Jakarta. “ Jadi sukun disini dipetik kalau misalnya ada tamu dari jauh atau sekedar buat oleh-oleh doang. Nggak di jual ke Jakarta,” tutur Ny Zuhro.
 
Cara pengolahannya pun cukup sederhana. “ kalau yang biasa Cuma digoreng. Paling dikasih garam, mecin, dan bawang putih. Kalau mau, di kolak juga enak. Atau bisa juga di kukus lalu diberi parutan kelapa, kemudian diiris tipis untuk keripik sukun. Bisa juga di bikin dodol sukun tapi harus menunggu sampai sukunnya matang,” jelas Ny zuhro. Menurutnya ada makanan khas dengan bahan buah sukun, terutama di Pulau Pramuka, yakni sukun keprek susu. “Jadi sukun digoreng seperti biasa, lalu setelah setengah matang diangkat, lalu dikeprek. Habis dikeprek terus digoreng lagi. Setelah agak garing lalu diangkat. Sebelum dimakan, dicelupin dulu kedalam susu hangat,..sedap”, katanya.

Sementara Ny Suhama (30), warga Pulau Pramuka lainnya mengatakan pohon sukun banyak ditemui di pulau-pulau lain di gugusan Kepulauan Seribu. “Selain di Pulau Pramuka pohon sukun kayak begini juga ada di Pulau lainnya, misalnya di Pulau Payung, Pulau Tidung Besar, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari dan lain-lain”. Dikatakannya, “Dulu pohon sukun di Pulau Pramuka ini banyak sekali, Cuma karena penduduknya makin banyak, ya banyak juga pohon sukun yang di tebang. Tahun 1990 saja masih banyak, kayak saya, punya tiga pohon sekarang sudah ditebangi semua untuk bikin rumah.”

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Djoko Ramadhan, pun angkat bicara soal sukun. “Sukun disini terkenal enak dan beda dengan sukun di Jakarta. Sukun disini adalah tananman budidaya unggulan. Dinas Pertanian DKI juga ikut membudidayakan disini. Dan betul sukun disini tidak diperjualbelikan ke Jakarta. Boleh dibilang, ingat sukun ingat Pulau Seribu.” katanya.

Agaknya hal itu tidak berlebihan karena anggota Komisi E DPRD DKI dan para pejabat Pemprov DKI mengakui kelezatan sukun itu saat berkunjung Ke Kepulauan Seribu tanggal 27-28 Mei lalu. Tiga nampan penuh sukun garing, habis diserbu mereka.

Penasaran ?… Mau tau seperti apa rasanya ?…, terpaksa anda harus ke Kepulauan Seribu untuk merasakan enaknya sukun made in Pulau Seribu. “Selamat mencoba…”. (Kang Lintas)

Read More »

Sasimi (Bawal Bintang)

Read More »

Ada Sukun "Najid" di Kepulauan Seribu Waktu mahasiswa di Yogya dulu ada semacam cangkriman(jw) atau quiz. Apa persamaannya buah Sukun dengan Sapi? Jawabnya kedua-duanya enak digoreng dan dijadikan abon. Lalu dasar anak Yogya, quiz dikembangkan bahwa celana juga bisa disulap menjadi mie godok Jawa yang nyemek-nyemek dengan kuah yang kental.

Siapa yang tidak pernah merasakan gorengan sukun (bread fruit), dibelah dan diiris seperti busur derajat, warnanya kuning kadang kuning keterlaluan sebab diberi pewarna (sial), rasanya empuk-gurih- dan nikmat apalagi dimakan masih hangat. Ada manis-manis jambu tersisa dilidah.

Ternyata buah sukun ada muacem muacem. Sebut saja sukun keleci, sukun talas, sukun cilacap dan yang ini agak menyinggung saya, ..... Sukun Botak... (wah).

Dari semua sukun dengan nama yang aneh tadi konon ada sukun yang paling enak dan enak sekali, yaitu sukun kuning. Sebab memang kalau dibelah warnanya kuning.

Pertanyaannya dimana didapatkannya sukun seribu nama, sepertinya sukun mirip keluih. Ternyata TKP-nya di pulau Seribu (sukun). Sebut saja Ny.Sukro, dia bilang, sukun kuning di pulau Pramuka bentuknya lonjong seperti nangka (tapi bukan) lantas ada durinya kecil-kecil seperti nangka (tapi bukan). Kalau dibelah warnanya kuning. Dan inilah sukun terenak di dunia persukunan.

Itu cerita enaknya, cerita nggak enaknya belum ada orang Jakarta yang berminat mengimpornya dari Pulau Pramuka.

Lalu resep menggorengnya ternyata ya biasa saja, "Paling dikasih garam, bawang putih dan dikecroti mecin," kata mpok Sukro. Rupanya sukun ini hanya dipetik kalau ada tamu jauh atau sekedar buat oleh-oleh.

Sukun Pramuka bisa dibuat kolak, atau dikukus dan diberi parutan kelapa. Atau yang nekat, dibuat dodol sukun, asal sukunnya sudah matang, jelas nyonya Sukro.

Menurut para ahli, Sukun mengandung protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, Vitamin C sehingga bisa dipakai sebagai alternatif pakan manusia selain terigu. Kandungan kalsiumnya saja cukup baik untuk orang hamil dan menyusui. Vitamin B1 dikenal sebagai pemelihara kornea mata, urat syaraf, jaringan kulit dan menurunkan kolesterol.  Dan sepertinya kreatif juga ini orang, dia bisa bikin sukun keprek. Sukun digoreng setengah matang lantas dikeprek-keprek. Habis dikeprek, digoreng lagi makannya dicelupkan susu hangat. "Lizad Zidaan..." kata orang keturunan Arab.

Menurut Ny Suhama, selain pulau Pramuka ternyata sukun bisa ditemukan di pulau Payung, pulau Tidung Besar, Untung Jawa, pulau Pari dan pulau lainnya.

Dulu di  Kepulauan Seribu pohon Sukun bisa dijumpai di mana-mana , namun ketika penduduk bertambah banyak, apalagi desakan menjual kawasan untuk turis, maka kasihan si sukun terdesak. Mereka ditebang untuk bahan pembuat rumah.

Kepulauan Seribu termasuk dalam provinsi DKI. Sekalipun diperutnya tersimpan 600 juta barrel minyak bumi, gas alam serta pasir laut tetapi pulau-pulau ini seperti terlupakan. Penduduknya tercatat 18400 jiwa pada tahun 2001, menjelang pemilu kemarin meningkat menjadi 20.000 lebih. Pulau yang termasuk di Kepulauan Seribu adalah Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Panggang, Pulau Rambut. Provinsi Banten sudah mengklaim bahwa 22 pulau disana adalah masuk wilayahnya.

Karena sukun ini khusus Pulau Seribu, maka yang keburu kepingin lebih baik menahan selera (ngeces)  atau kalau kreatif seperti orang Kediri membuat rokok Sukun tetapi bahannya dari tembakau juga.

Sumber : wikimu.com


Read More »

Nama jembatan cinta sangat terkenal dengan ke eksotikannya. Sehingga, tak heran banyak wisatawan yang datang untuk melihat. Nah, di Pulau Tidung kini ada yang tidak kalah menariknya dengan jembatan cinta dan anda harus mencoba jika sedang berlibur ke pulau terbesar di Kepulauan Seribu ini.
Ya, es krim cinta namanya, memang namanya hampir mirip dengan jembatan fenomenal itu. Kesegaran es krim perpaduan rasa dari Ingredlent, air, gula, tepung whey, minyak sayur, susu bubuk, susu cair, sirup dan perasa vanila sungguh sangat nikmat dirasakan.

"Es krim cinta ini baru berjalan dua bulan, dan memang banyak wisatawan dan warga pulau tidung yang menyukainya," ungkap Helmayuri, Penjual Es Krim Cinta di Pulau Tidung, Selasa (7/5).

Selain rasanya yang enak dan segar, es krim cinta juga sangat cocok untuk dijadikan teman saat santai bersama keluarga di pantai putih Kawasan Wisata Jembatan Cinta. "Biasa es krim ini juga dijadikan welcome drink untuk menyambut wisatawan yang baru dateng," ungkap ibu satu anak ini.

Nah, tunggu apalagi jika anda sedang berlibur di Pulau Tidung jangan lupa mampir sebentar untuk mencicipi segarnya es krim cinta yang tak akan terlupa hingga balik ke Jakarta atau tempat tinggal anda. [zm]

Read More »