Tampilkan postingan dengan label Mancing. Tampilkan semua postingan

0 komentar
Mancing Di Pulau Seribu
Bagi mancing mania terutama yang bermukim di Jakarta, kreativitas biasanya jadi senjata ampuh untuk mengakali duit yang pas-pasan. Beberapa waktu yang lalu memang sempat heboh soal maraknya orang yang mancing di “danau” bekas gedung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Namun apapun itu, cara mancing seperti ini tidak pernah benar-benar memberi kepastian. Soalnya tidak ada yang tahu apa saja yang bakal memakan umpan yang dipasang. Karena itu, saya lebih rela untuk stop mancing asal-asalan buat nabung ke tempat mancing yang lebih layak. Dari sekian banyak pilihan, saya akhirnya tertarik dengan paket mancing Pulau Seribu yang ditawarkan seorang teman. Untuk soal harga sebenarnya bisa dinego. Untuk soal murah tidaknya tentunya akan bergantung pada berapa banyak orang yang ikutan. Untuk mancingnya sendiri biasanya di pagi hari saat matahari belum terlalu terik.
Jika anda ingin memancing yang asyik,  perlu untuk sadar dengan aneka musim yang berlaku di Kepulauan Seribu. Musim Daya laut adalah musim terbaik untuk memancing. Biasanya musim ini terjadi antara bulan Oktober hingga  November.  Pada bulan ini angin tidak terlalu kencang dan ombak begitu tenang. Memancing di keadaan seperti ini biasanya akan memberi peluang besar untuk mendapat hasil pancing yang bagus. Namun jika ingin mancing ikan mahal macam ikan baronang,  kegiatan memancing bisa dilakukan sekitar bulan Februari hingga Maret dan bulan November hingga Desember.  Jika anda mengincar ikan Cucut, biasanya sering muncul pada bulan Mei hingga Juli. Untuk jenis ikan yang akan selalu ada sepanjang tahun diantaranya adalah ikan kerapu, ikan ekor kuning dan cumi-cumi.
Bagi yang ingin menikmati pengalaman mancing yang beda, saya anjurkan untuk mencoba mancing ngobor ala masyarakat Pulau Seribu. Inti dari mancing ngobor sebenarnya cukup sederhana yaitu menangkap ikan pada saat air laut sedang surut di malam hari. Untuk membantu penglihatan, biasanya para nelayan akan menggunakan lampu petromak dan tombak dipakai untuk menangkap ikan. Meskipun sederhana, mancing dengan cara seperti ini tidak semudah kelihatannya. Agar kegiatan mancing ngobor ini aman, tidak ada salahnya anda melalukannya dengan nelayan setempat.

Read More »

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah di Jakarta yang memiliki kekayaan dan aneka ragam hayati laut. Makanya, bagi yang hobi memancing, sudah tak asing lagi dengan Kepulauan Seribu yang kaya akan berbagai jenis ikannya. Sayangnya, tak semua keanekaragaman hayati tersebut dapat ditemui dalam waktu bersamaan. Ada saat-saat tertentu dimana beberapa jenis ikan akan muncul.

Kemunculan ikan-ikan ini dipengaruhi faktor angin yang biasa berhembus di laut. Berdasarkan perhitungan para nelayan, ada beberapa musim angin yang bagus untuk melaut dan ada beberapa musim yang baiknya tidak melaut. Informasi ini, diharapkan bisa menjadi referensi bagi para pemancing sebelum bertolak ke Kepulauan Seribu.
Musim Daya Laut
Merupakan musim yang baik untuk memancing atau bagi nelayan baik untuk melaut. Karena pada musim daya laut yang terjadi sekitar Oktober-November, kondisi alam cukup bersahabat. Tiupan angin yang tidak begitu kencang dengan ombak yang tenang sangat cocok untuk mencari ikan di laut. Pada musim ini, biasanya sejumlah ikan seperti Ikan Manyang, Kembung, Selar, Teri, dan Tongkol sangat mudah ditemui.

Musim Barat Daya
Biasanya pada musim ini, angin bertiup dari arah barat daya ke arah timur laut melewati pulau-pulau dengan kecepatan yang sangat kencang (badai), warga setempat menyebutnya dengan istilah angin barat daya. Kondisi ini tentu diperparah dengan ombak laut yang cukup ganas serta badai angin. Musim ini biasanya terjadi sekitar awal tahun baru, yaitu bulan November-Januari.

Nelayan setempat, meyebut musim ini sebagai musim "paceklik" karena banyak nelayan yang tidak berani melaut. Pada musim ini, nyaris seluruh perairan seperti tidak ada ikannya. Untuk itu, jika memaksa memancing pada musim ini siap-siap saja gigit jari.

Musim Timur
Pada musim ini biasanya terjadi mulai Juni-Agustus. Musim timur, biasanya angin bertiup kencang mulai pagi hingga malam hari dengan iringan badai dan gelombang laut yang besar. Pada musim ini, ketinggian gelombang bisa mencapai 1-2 meter. Karena gelombang tinggi, beberapa nelayan menjalankan aktifitasnya pada malam hari dnegan alat pancing.

Biasanya, aktifitas ini disebut "ngambur" karena saat menangkap ikan menggunakan alat penerang berupa obor. Saat memancing, para nelayan hanya bisa mendapatkan beberapa jenis ikan seperti Ikan Tambak, Jerapa, Kakap Putih, dan beberapa jenis ikan yang hidup diantara batu karang.

Musim Tenggara
Musim ini merupakan musim yang paling dibenci para warga Kepulauan Seribu, karena saat ini biasanya beberapa perairan dipenuhi beragam sampai dari daratan. Tak heran, masyarakat setempat menyebut musim tenggara dengan musim sampah. Mengikuti arah angin tenggara, beberapa sampah mulai sampah rumah tangga hingga limbah pabrik memenuhi pesisir dari daratan Jakarta dan Tangerang.Musim ini terjadi sepanjang bulan Mei.
Musim Kemarau
Musim ini terjadi mulai pertengahan Mei sampai bulan September. Musim ini ditandai dengan panas yang menyengat di atas rata-rata. Seperti kemarau di daratan, musim kemarau di Pulau Seribu membuat warga kesulitan mencari sumber air bersih.

Musim Pancaroba
Musim ini merupakan peralihan dari musim kemarau kemusim penghujan. Musim ini terjadi selama satu bulan di antara akhir musim kemarau dan awal penghujan yaitu bulan oktober. Masyarakat mengenal musim ini sebagai musim musim penyakit. Karena pada masa peralihan ini, tak sedikit masyarakat terserang penyakit pusing-pusing (sakit kepala), influenza, dan gatal-gatal pada kulit.

Musim Penghujan
Musim ini biasanya terjadi pada bulan November-April yang diikuti dengan curah hujan tinggi mulai bulan Februari sampai April. Musim penghujan untuk masyarakat Kepulauan Seribu merupakan salah satu musim yang paling diharapkan kedatangannya, karena sebagian warga yang dikelilingi lautan ini bisa mendapatkan sumber air bersih untuk keperluan minum dan masak dari penampungan air hujan yang dimiliki hampir seluruh warga.

Pengaruh Musim Terhadap Potensi Laut
Disamping musim angin yang telah disebutkan, beberapa nelayan mempunyai perhitungan sendiri untuk mendapatkan hasil laut yang sesuai dengan keinginannya. Potensi laut yang umumnya dimanfaatkan para nelayan adalah ikan dan sebagian kecil biota laut yang memiliki nilai ekonomi.

Namun, semenjak awal tahun 90-an potensi ikan di perairan Kepulauan Seribu sudah berkurang, hal itu disebabkan oleh peralihan metode penangkapan ikan. Dewasa ini, perkembangan teknologi alat tangkap merupakan biang keladi berkurangnya jumlah ikan, penangkapan ikan besar-besaran oleh nelayan lokal mapun nelayan dari luar Kepulauan Seribu sangat berdampak pada peningkatan jumlah ikan, apalagi penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem laut sempat ramai akhir tahun 80-an. Berikut musim ikan yang biasanya terjadi di Kepulauan Seribu.

Musim Ikan Tongkol
Ikan tongkol merupakan jenis pelagis yang melakukan migrasi melintasi perairan laut jawa. Musim migrasi terjadi pada bulan Oktober hingga April. Pada masa ini nelayan panen ikan tongkol dalam jumlah besar. Sayangnya, melimpahnya jumlah ikan tongkol pada musim ini mengakibatkan harga menjadi turun, ditambah pembeli yang terbatas.

Musim Ikan Tenggiri
Ikan ini juga merupakan jenis pelagis yang menjadi primadona nelayan karena harga jual yang tinggi. Ikan ini banyak dijumpai diperairan Kepulauan Seribu pada bulan-bulan November dan Desember.

Musim Ikan Baronang
IKan Baronang meruapakan salah satu ikan laut yang berharga mahal. Ikan ini banyak dijumpai pada bulan Februari-Maret dan November-Desember. Karena musim ikan ini terjadi dua kali setiap tahun, masyarakat setempat menganggap ini merupakan berkah tersendiri dari pencipta.

Musim Ikan Kerapu, Ekor Kuning, dan Cumi-cumi
Ketiga jenis ini terdapat di perairan Kepulauan Seribu sepanjang tahun. Tidak mengenal musim apapun, bagi nelayan ketiga jenis ikan ini banyak dijumpai meski volumenya tidak sebesar dahulu.

Musim Ikan Cucut
Ikan ini banyak dijumpai pada bulan Mei hingga Juli. Pada umumnya nelayan berlomba-lomba untuk menangkap jenis ikan ini karena harga cucut muda sangat mahal. Cucut muda biasanya dimanfaatkan para penggemar atau kolektor ikan menjadi ikan hias di aquariumnya.

Musim Teripang dan Udang Pengko
Dalam setahun dua kali musim teripang yaitu bulan Maret-April dan Oktober-November. Jenis teripang merupakan barang komoditi yang sudah langka. Pada saat bersamaan, nelayan juga memanfaatkannya untuk mencari udang pengko sejenis udang yang hidup didasar perairan dangkal sekitar pulau-pulau. Udang ini bersarang dengan menggali lobang di lamun-lamun dan karang yang berpasir, cara menangkap udang ini masyarakat menyebutnya dengan memengko maka udang ini diberi nama udang pengko, udang ini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan cukup digemari. (Berbagai Sumber)

Read More »

Dermaga Pulau Pramuka Kepulauan Seribu
Dermaga Pulau Pramuka Kepulauan Seribu
Seri Wisata Unik Pulau Seribu LintasCafe, kali ini menjelajahi Pulau Pramuka yang merupakan salah satu pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini merupakan pusat administrasi dan pemerintahan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dan Pulau Pramuka termasuk ke dalam Kelurahan Pulau Panggang.
Penduduk yang berdomisili di Pulau Pramuka sebagian besar berasal dari Bugis, Tangerang dan Jakarta, sementara penataan hunian dan sanitasi Pulau Pramuka cukup baik, sedangkan dalam bidang pendidikan sudah terdapat sekolah dari SD hingga SMA, ditunjang oleh sarana yang cukup memadai, seperti dari masjid, rumah sakit, sekolah, dermaga, TPI (Tempat Pelelangan Ikan), dan penginapan bagi pengunjung wisata.
Jika ingin mengunjungi pulau lain yang terdekat dengan Pulau Pramuka, tersedia ojek perahu yang siap untuk mengantar ke Pulau Panggang, Pulau Karya, Pulau Semak Daun dan lainnya.
Di sisi lain Pulau Pramuka terdapat tempat penangkaran dan program pelestarian penyu sisik (eretmochelys imbricata) yang dilidungi. Pulau Pramuka juga memiliki pusat informasi taman laut, dimana tersimpan berbagai foto maupun hewan-hewan laut yang sudah diawetkan. Ini tentunya sangat membantu mendapatkan informasi tentang apa saja isi taman nasional laut dengan kekayaan alamnya. Bersebelahan dengan pusat informasi terdapat penangkaran penyu sisik. Telur yang berasal dari Pulau Peteluran ditetaskan secara alamiah di sini. Hasilnya, penyu sisik kecil siap untuk diarungkan kembali ke laut.

telur yang gagal
Para penyelam dapat menyewa alat-alat selam dengan seorang pendamping di Villa Delima. Peralatan snorkeling juga disewakan ditempat ini. Perahu dapat disewa dengan bayaran yang tidak terlalu mahal. Jadi apalagi yang perlu diragukan bila berkunjung ke Pulau Pramuka. Jangan lewatkan waktu begitu saja di Pulau ini. Tanpa keahlian menyelampun, kita bisa menikmati bawah laut dengan snokling. Jangan takut tenggelam karena pendamping akan memilih tempat yang tidak dalam walaupun terletak di perairan yang jauh dari pulau. Jadi jangan lewatkan waktu untuk tidak menikmati surga lautan di Pulau Pramuka.
 
Perairan Pulau Pramuka cocok dikunjungi para pehobi mancing, karena banyaknya ikan yang mendekat ke pulau ini dan menjadi amat menyenangkan untuk memuaskan para pehobi mancing. Di Pulau Pramuka banyak terdapat spot memancing dan di seberang dermaga utama tersedia perahu ojek untuk mengantar ke pulau terdekat atau tempat memancing, dan jangan lupa untuk mengunjungi salah satu restauran yang tersedia di seberang dermaga utama di waktu sore hari atau menjelang dinner.(STH)
Sumber : lintascafe.com

Read More »





Saya rasakan, dunia mancing negeri ini semakin semarak saja. Penyebabnya bukan karena komunitas mancing yang terus bertambah banyak di berbagai daerah, bukan pula karena semakin banyaknya member klub-klub mancing yang jumlahnya saya rasakan semakin banyak saja (bagaimana tidak pesat pertumbuhan klub-klub ini, kini satu kantor pun sudah membuat klub mancing sendiri), bukan pula karena begitu banyaknya turnamen mancing yang akhir-akhir ini digelar di berbagai daerah di Indonesia. Hal-hal barusan memang jelas pasti akan membuat dunia mancing di negeri ini semarak, tetapi ada hal yang lebih membuat semarak. Yakni kehadiran pemancing-pemancing baru dari kalangan perempuan! Jadi siapapun yang mengira bahwa urusan memegang joran (baca: mancing) hanyalah urusan kaum pria saja, kini harus merevisi pendapatnya tersebut karena nyatanya para cewek kini pun tak segan turun ke laut dan rela terpanggang ‘nakal’nya sinar matahari demi mendapatkan sambaran ikan. Mereka juag beranggapan bahwa memancing adalah olahraga yang cool seperti aktivitas bahari lainnya semisal snorkling dan ataupun diving. Bukankah ini perkembangan yang sangat menarik?!
Saat mengadakan trip mancing dasar ke Kepulauan Seribu di kawasan Teluk Jakarta bersama kawan-kawan pemancing para alumni AMI Jakarta, di antara mereka ternyata adalah para pemancing perempuan. Tak tanggung-tanggung ada tiga pemancing perempuan sekaligus meski satu di antara mereka kurang tahan laut alias mabuk terus selama trip yang berlangsung dua hari tersebut. Saya tak menyangka dua di antara tiga perempuan itu ternyata sangat tahan gempuran ombak laut, padahal kemarin itu di Kepulauan Seribu sedang ganas-ganasnya angin Barat. Ombak besar sekali. Tetapi meski selama dua hari digempur ombak terus, dua perempuan tersebut (yang kalau tidak salah bernama Icha dan Reny – perempuan ketiga saya lupa namanya) malah sangat menikmati suasana yang ada. Memang mereka bukanlah pemancing serius, dalam artian sepanjang waktu terus memancing dan atau membahas ikan-ikan. Mereka adalah tipikal pemancing pemula yang memancing seperlunya saja. Tidak harus menguasai A-Z tentang mancing. Dan tidak harus terus-terusan memancing. Saat ke laut pun tidak harus selama 24 jam terus memancing, mereka lebih suka membagi waktu yang ada antara memancing dan melakukan aktivitas lain untuk menikmati keindahan laut.
Yang dilakukan alumni-alumni AMI Jakarta ini, yakni mengajak kawan-kawan perempuan mereka pergi mancing, agaknya pantas ditiru oleh pemancing-pemancing lain. Selama ini banyak pemancinng yang pergi mancing hanya dengan kawan-kawan pria dan atau sendiri saja, tanpa melibatkan teman-teman perempuan ataupun istri-istri mereka. Memang ada kalangan perempuan yang anti dengan laut karena mereka beranggapan ke laut itu hanya akan membuat kulit hitam dan membuat jatuh ‘pasaran’. Tetapi saya yakin banyak sekali kawan-kawan perempuan kita (dan atau istri dan pacar kita) yang sangat ingin ikut kita memancing ke laut. Kita mungkin selama ini menganggap bahwa mereka tidak akan bisa menikmati keasyikan mancing di laut jadi mereka tidak perlu diajak. Bukankah belum tentu?! Perempuan juga pasti banyak yang memiliki minat dengan laut. Memang tidak banyak perempuan yang fanatik dengan olahraga mancing. Tetapi saya yakin banyak sekali perempuan yang ingin ikut serta mancing ke laut sebagai bagian untuk melepaskan stress dan atau mencoba pengalaman baru.

Kembali ke Reny Renata dan Icha. Pada akhirnya mereka kurang beruntung dalam trip tersebut, tepatnya kami semua kurang beruntung, karena angin barat semakin berhembus kencang yang membuat ombak meledak di seluruh penjuru Kepulauan Seribu. Melalui Blackberry seorang kawan kami juga memantau bahwa angin barat hari itu memang berpotensi bahaya karena kami membaca di Detik sebuah kapal fery di Batam karam dan menelan banyak sekali korban. Karena bahaya mengintip dan mancing pun menjadi tidak maksimal, usai berhasil menaikkan sekitar selusin kakap merah (red snapper) di rumpon pemilik kapal, kami bergeser ke keramba bandeng di Pulau Pramuka. Jaraknya sekitar 2 jam perjalanan dengan kecepatan 9-an knot dari rumpon kakap merah. Tempat ini juga pernah dijadikan shooting Mancing Mania pada beberapa waktu lalu saat membuat episode bandeng dan baronang. Dan keceriaan kembali ‘meledak’. Pemancing-pemancing peremuan ini langsung strike bandeng-bandeng ‘monster’ yang ukurannya berkisar antara 3 hingga 5.5 kg. Kami, para kru yang mengambil gambar hanya bisa memendam hasrat karena tidak bisa ikut mancing. Tetapi tidak masalah, lebih baik bertambah 3 atau 10 pemancing baru daripada kami selalu ikut mancing yang bisa menghalangi proses penyebaran ‘racun’ mancing ini.

Semakin banyaknya perempuan yang tertarik dengan olahraga memancing, harus dilihat sebagai peluang yang menarik. Bukan untuk melakukan hal yang aneh, melainkan untuk menularkan hobi yang mengasyikan ini ke kalangan lain agar mancing ini tidak jadi dianggap olahraga kalangan tertentu. Sebab jika mancing selalu dianggap sebagai olahraga kalangan tertentu (pria saja dan itupun yang kaya-kaya saja), saya yakin akan ada titik dimana olahraga mancing ini meredup dan ‘tidak laku’ lagi. Menularkan olahraga mancing ke perempuan dan termasuk ke anak-anak adalah cara jitu untuk membuat olahraga ini menjadi bagian wajar kehidupan keluarga. Jadi laut, danau, dan sungai di masa mendatang tidak hanya riuh rendah oleh kelakar para pria tetapi juga akan ramai oleh pekik riang para perempuan pemancing saat menaikkan ikan. Jadi, mari kita sebarkan olahraga mancing ini ke kawan-kawan perempuan kita baik itu saudara ataupun sahabat, agar laut tidak melulu hanya biru tetapi juga pink. Maksud saya, karena saya yakin setomboi apapun perempuan itu, meski sedikit apapun itu setidaknya dia akan berdandan sebelum berangkat mancing. Memoles bibir dengan lipstik tipis ataupun bedak halus. Ini akan menjadi pelajaran bagus bagi para pemancing pria yang berangkat mancing hanya dengan celana pendek dan kaos oblong sekedarnya plus tidak mandi pula! Hahahaha!
* Para lady anglers yang ada dalam postingan ini adalah Icha dan Reny, pemancing perempuan yang merupakan kawan dari para pemancing alumni AMI Jakarta. All pics taken by Bayu Sanduaji, salah satu kawan kami dalam trip ke Kepulauan Seribu tersebut. 



Sumber : michaelrisdianto

Read More »

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Sudah cukup lama tidak turun mancing, maka dengan senang hati saya menyambut ajakan Hendra mancing di seputaran Pulau Bokor, Kepulauan Seribu via Tanjung Pasir. Apalagi trip ini bersama kapten Suryadi yang konon sangat berpengalaman mancing tenggiri. Sambil bercanda ke istri saat pamitan berangkat saya berucap, "Mah...tar pulang buatkan aku tekwan ya..." Istriku tersenyum, IsyaAllah amien.....katanya. Seperti umumnya trip mancing, kami bertiga Hendra, Otto, dan saya mengawali trip dengan optimis. Semoga tanggal 9 Juni ini adalah hari keberuntungan kami. Bismillah ucapku lirih. Kami merencanakan mancing tenggiri, popping dan mancing dasaran. Gerimis kecil mengiringi keberangkatan menuju Tanjung Pasir tak sedikitpun menyurutkan niat kami. Sarapan nasi uduk tak boleh ketinggalan untuk menjaga stamina tetap baik. Kapal mancing dengan kapten Suryadi dan 4 orang ABK menyambut kami di dermaga Tanjung Pasir. Pasang air laut sedang tinggi sangat menguntungkan dan kapal bisa merapat ke dermaga. Karena jika laut sedang surut terpaksa harus naik "ojek" perahu kecil. Laut sangat teduh dan angin berhembus pelan. Dalam perjalanan menuju Spot Hendra dan Otto memakai waktu untuk tidur beristirahat.

Rencananya kami akan ngotrek ikan tembang, selar atau ikan kembung sebagai umpan, sebelum berangkat kapten menyarankan tak perlu beli umpan udang. Untuk mancing dasaran bisa pakai ikan iris. "Kopi pak !" Ucap kapten suryadi sambil menyodorkan secangkir kopi hangat. Ditemani sepotong roti, cukuplah ini untuk menghangatkan perutku sembari menyiapkan piranti mancing. Kali ini aku hanya membawa dua set joran, satu untuk popping dan untuk ngoncer tenggiri. Setelah umpan cukup kami meluncur ke spot karang dangkal dengan jarak tempuh tak lebih dari sepuluh menit. Kapal diposisikan sempurna sehingga sebagian pemancing bisa ngoncer tenggiri dan sebagian bisa popping.

Kami sedang beruntung. Pagi itu GT tampak sedang berpesta ikan kacang-kacang. Lompatan dan sambaran tampak jelas tak jauh di depan kapal. Ini jarak yang sangat ideal dari posisi kapal. Rasa penasaranku semakin memuncak. Aku selalu menyempatkan pemanasan kecil sebelum memulai. Lemparan pertama cukup baik, namun belum cukup menggoda sang penghuni karang. Lemparan kedua kembali kumainkan popper andalanku. “striiiiiiiike........” teriaku spontan. Seluruh isi kapal sontak terperanjak. Betapa tidak, ini adalah lemparan kedua. Otot belum lemas betul, dingin udara pagi masih menyelimuti dan aku harus mulai bertarung dengan GT. Luar biasa biasa perlawanan ikan target sport fishing ini. Reelpun menjerit. Aku tak sedikitpun memberi kesempatan sambil terus memompa joran dan menggulung tali pancing. Dengan sigap ABK mengidupkan mesin, tali jangkar dilepaskan, dan kapten mengarahkan posisi kapal. Tak berapa lama GT berukuran besar menyerah dan naik ke kapal. Sambil harus mengatur nafas yang masih terengah-engah, hook dilepaskan, senyum lebar tak dapat disembunyikan. Wow....mantap.....teriak seisi kapal.

Tak ingin menyia-yiakan momentum, Hendra, Otto dan Kapten menyusul popping. Dua GT lagi berhasil di naikan keatas kapal. Ada satu berhasil melepaskan diri dan mocel. Satu berukuran lebih kecil dan seukuran dengan GT pertama naik saat mampir dalam perjalanan pulang ke dermaga. Mungkin ini GT yang melarikan diri tadi pagi pikir kami. Karena sudah sepi dan capek, dilanjutkan mancing tenggiri dan dasaran. Kapal sempat pindah beberapa spot dengan jarak tak terlalu jauh. Kondisi air laut keruh dan arus yang kurang bagus di siang hari hanya mampu menambah perolehan dua tenggiri ukuran kecil, kue lilin, dan ikan tanda-tanda.

Ini adalah trip yang luar biasa dan membuktikan bahwa di kepulauan seribu masih banyak ikan berukuran besar. Tinggal kemauan bereksplorasi dan tentu faktor dewi fortuna. Jarak tak terlalu jauh dari Jakarta. Kita bisa mancing pagi dan pulang di sore hari. Terimakasih buat Hendra sebagai EO atas ajakannya, Otto atas tumpangannya, juga untuk Kapten suryadi dan ABK. Gagal memasak tekwan, terbalas oleh sensasi strike GT yang menawan. Salam strike. By : agus suyanto

Sumber : agussuyantozone

Read More »



Tujuanku datang ke pulau Seribu adalah untuk menghadiri undangan reuni sahabat-sahabat akrab kuliahku dulu waktu masih di Jogja. Hanya kebetulan acara ini berlangsung di pulau Seribu, tepatnya di pulau Putri. Maka atas usulan teman-teman, acara kengen-kengenan akan di kemas dalam acara mancing di pulau Seribu. Kebetulan salah satu temanku mempunyai cottege di sana. Mengingat acaranya berlangsung di pulau Seribu, jelas kesempatan ini tak akan aku sia-siakan untuk melampiaskan hobyku... Memancing..!!! Yaaa, dimanapun tempatnya aku selalu menyempatkan diri untuk memancing. Asal jangan memancing keributan donk...He..he..hee... 

Aku berangkat ke Jakarta via Bandung untuk mampir dan berangkat bersama temanku yang tinggal di Bandung. Sore dari Wonosobo aku naik bis Budiman jurusan Bandung dan sampai di Bandung tepat pukul 04.00 waktu subuh di terminal Cicaheum. Sebenarnya aku pengen banget mencoba mancing di sungai Ciliwung maupun Cikapundung di sekitar Bandung, tapi mengingat tak ada waktu banyak untuk berlama-lama di Bandung, akhirnya tak kesampaian niat aku mampir di sungai Ciliwung maupun Cikapundung. 

Dari Bandung jam 16.00 aku menggunakan kereta api Parahyangan menuju Jakarta. Sampai di Jakarta jam 19.00 dan turun di stasiun Gambir. Aku sudah di jemput teman konyol, Tengku anak Aceh yang sekarang bermukim di Jakarta. Rencananya besok pagi aku dan rombongan akan menuju pulau Seribu. Malam itu aku menginap di rumah Tengku di komplek Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Pagi harinya, setelah shalat Subuh, aku menuju ke pelabuhan Kamal untuk memulai acara reuni yang dikemas dalam acara mancing bersama. Sampai di Kamal, di sana sudah menunggu teman-teman yang lain. Kami semua ada delapan orang yang akan bersama-sama berlayar ke pulau Seribu. Aku, Risa Oi, Tengku, Parakash, Joe, Inke, Daik, Gondrong, Dengan menggunakan kapal nelayan Bugis, aku berlayar jam 05.00. Ku lihat sekelilingku, sungguh ironis sekali keadaan kampung nelayan di Kamal bila di bandingkan dengan ibukota Jakarta. Kampung Kamal terlihat kumuh dan kotor sekali.. Bau busuk menyebar kemana-mana, banyak tikus Wirok yang berkeliaran di sekitar kampung. Banyak sampah yang merupakan buangan sampah penduduk Jakarta hanyut oleh sungai yag bermuara di muara Kamal. Dan akibatnya hanya Kamal yang menerima dampak kerusakan lingkungan oleh sampah ibukota. Memandang lautan pulau Seribupun tak jauh berbeda, laut terlihat banyak sampah yang terapung. Sungguh kontras bila mengingat pulau seribu merupakan pulau tujuan kunjungan wisata, tapi lautnya tidak kondusif untuk pariwisata. Bahkan ketika aku mulai pasang joran, banyak sampah yang nyangkut di kailku. Beberapa kali senar pancingku putus terseret dan tersangkut sampah. Tapi bagiku, senar putus bukanlah persoalan yang utama. Di sungai-sungaipun aku sudah terbiasa berhadapan dengan sampah yang nyangkut di kail.

Tengku with me...
Parakash strike...!!!

Maaf... Lagi sibuk panen neeeh....!!!
Silahkan kalian pada mimik "banyu gendeng"... Aku gak ikut2an.....
Makan siang dengan lauk hasil pancingan... Nyum..nyummi.....
Dengan umpan udang hidup, aku beberapa kali strike ikan Kerapu.. Bermacam-macam jenis ikan Kerapu berhasil aku angkat. Mulai Kerapu Macan, Kerapu Tutul, Kerapu Biru dan banyak lagi macamnya. Yang aku sendiri tidak begitu hapal macam jenisnya. Menjelang tengah hari aku sempat strike ikan GT sebesar bantal, sayang sekali karena tak berpengalaman mancing laut. Akhirnya aku harus merelakan ikan GT tersebut lolos karena senar putus. Maklum, senar yang aku gunakan bukan senar khusus saltwater. Tapi senar yang biasa aku gunakan di freshwater. Ternyata senar Waterline yang sangat ampuh di freshwater, belum mumpuni jika di adu dengan penghuni laut... 
Menjelang tengah hari kami mendarat di pulau Khayangan, di pulau tersebut kami beristirahat dan makan siang dengan makan ikan bakar hasil pancingan kami. Nikmatnya... Mmmm.. Luar biasa...!! Total pancingan kami semuanya kira-kira mencapai 7 kg berbagai macam ikan kecil-kecil sebesar telapak tangan. Mulai ikan Kerapu dan sejenisnya, ikan Baronang, ikan Senggi, ikan Terisi, ikan GT anakan dan Kakap merah.
Pulau Putri

Segarnya air pulau Putri
Senja di Pulau Putri
Sudah bro, jangan kebanyakan... Jauh dari rumah neeh..!!

Goyang Dombreeeet... Tariiiik mang..!!
Rythm of the sea....
Bersama babe nakhkoda kapal
Parakash pagi2 ngajak strike lagi...
Formasi lengkap tim ekspedisi pulau Seribu
Perjalanan pulang
Selanjutnya setelah makan siang, kami melanjutkan pelayaran menuju pulau Putri. Hari sudah menjelang sore, kami berencana akan menginap semalam di pulau Putri dan akan menjajal strike malam hari di pasiran pulau Putri.

Read More »

Cumi bakar hmmm lezatnya, itu lah yang dibayangkan rekan-rekan mancing kami kali ini. Hari minggu, beberapa pemancing mengadakan wisata kepulau Pramuka di kepulauan seribu. Selain menikmati keindahan pulau mereka juga menyempatkan diri untuk mengajak anak-anak mereka untuk mancing ikan disekitar pulau tersebut dengan perahu mancing yang mereka sewa. Kebetulan dalam rombongan kali ini terdapat pemancing pemula hingga pengurus dan mantan pengurus dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia, biasa dikenal dengan FORMASI.
Keinginan untuk mancing ikan sudah timbul sejak berangkat dari pelabuhan Muara Angke, apalagi ditengah perjalanan terlihat segerombolan ikan tongkol sedang bermain dikejauhan. Peralatan mancing serta GPS pun sudah dipersiapkan rekan-rekan kita kali ini.

Begitu kapal yang membawa mereka bersandar didermaga, langsung saja mereka menuju penginapan yang mereka pesan untuk menaruh barang. Sementara beberapa anggota kelompok sibuk mencari kapal mancing untuk disewa, rekan yang lain balik kedermaga untuk memancing baronang. Begitu kapal sudah berhasil dibooking, semua peserta bersiap melaut kembali untuk mancing disekitar Pulau Pramuka.

Kapal mancing mulai meninggalkan dermaga pulau Peramuka, menuju keramba apung diseberang pulau untuk membeli umpan setelah itu langsung menuju spot kapal karam. Strike demi strike mulai terjadi walaupun ikan yang berhasil diangkat relatif kecil-kecil ukurannya (sebesar telapak tangan). Ketika strike mulai berkurang, kapten kapal memindahkan perahu ke spot lain sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk trolling tongkol. Karena trolling tongkol ini tidak membuahkan hasil, kapten kapal mancing membawa kapal menuju rumpon yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pulau. Beberapa strike berhasil diselesaikan dengan baik. Walaupun ikannya tetap berukuran kecil, hal ini membuat ketiga orang anak yang ikut mancing dengan mereka gembira.

Hari milai gelap, mereka memutuskan untuk kembali kepulau. Salah satu dari mereka berpesan kepada sang kapten kapal agar kapal diturunkan kecepatannya jika lewat diatas gugusan karang didekat pulau karena mereka ingin mancing cumi dengan teknik trolling. Kapal mendekati pulau tepat di atas terumbu karang kapal melambat. Beberapa kapela ukuran besar diturunkan untuk ditrolling, tak berapa lama terdengar teriakan yang membuat heboh seisi kapal "STRIKE...." Salah seorang pemancing berhasil menaikan cumi karang sebesar botol aqua sedang. Dua menit kemudian terdengar teriakan strike dari peserta lain dan dia pun berhasil menaikan cumi karang walaupun ukurannya lebih kecil. Setelah itu pemancing yang lain berhasil strike juga tetapi sayang sekali mereka belum berhasil menaikan cumi alias moncel. Kapal akhirnya merapat didermaga.

Sesampai dipenginapan cumi hasil mancing pun mereka bakar dan makan ramai-ramai. Rasa lezat cumi yang masih fresh kemudian dipanggang tidak ada duanya. Dagingnya terasa lebih manis dibanding cumi yang tidak fresh lagi kemudian dibakar.

Rasa penasaran dengan hasil mancing cumi sebelumnya membuat 3 orang dewasa dan 1 anak kecil kembali menyewa perahu mancing untuk trolling cumi. Acara mancing malam itu tidak berlangsung lama karena bulan tertutup awan tebal dan hujan mulai mengguyur. Hasil yang mereka dapat 11 ekor cumi karang besar-besar dalam waktu 2 jam.
 
Sumber : mancinggembira

Read More »

Tanjung Pasir memang telah lama menjadi gerbang wisata mancing di Kepulauan Seribu. Akses jalan menuju ke desa nelayan itu beraspal mulus sehingga meski tidak terlalu lebar cukup mudah dilalui, bahkan oleh mobil sedan sekali pun. Kemampuan para nelayan disana pun dalam melayani keinginan para pemancing juga cukup memadai. Dalam hal ini, bisa jadi lantaran secara rutin selalu diadakan sarasehan di antara ABK dan para nelayan. Menurut para nelayan di sana, sarasehan yang diadakan setiap tiga bulan sekali tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dan ABK. Dalam acara itu biasanya diberikan pengarahan tentang cara-cara popping dan lain-lain termasuk juga lokasi mancing,
Biasanya saat libur hari raya para nelayan Tanjung Pasir semakin sering mendapat order mengantar tamu yang ingin mancing ke Utara. Jadilah kesibukan pemancing yang mengepak dan membagi ikan hasil pancingan pada sore harinya membuat suasana di pantai sekitar Desa Tanjung Pasir layaknya pasar ikan muara angke saja. Spot yang biasa di tuju oleh para pelancong mincing mania ini adalah Karang Karawang. Juga beberapa spot menarik lainnya seperti Pabelokan, Pulau Peniki, dan Karang Kroya. Ikan yang ditarget sebenarnya kakap merah, tapi arus laut dan dorongan ombak yang kuat membuat mereka kesulitan mendapatkannya.
Datanglah ke Desa Tanjung Pasir pulau seribu paradise, Tengerang, pada Sabtu atau Minggu siang, niscaya bukan jejeran perahu nelayan yang akan ditemui, tapi berbagai jenis mobil mengkilat dari berbagai merk. Bukan karena para nelayan dan juragan ikan disana sudah berganti profesi menjadi makelar ataupun dealer mobil karena kendaraan roda empat yang parkir di tepi pantai itu sebenarnya milik rombongan pemancing yang sedang ditinggalkan pemiliknya melaut ke Kepulauan Seribu
Bagi anda yang ingin mencoba gurihnya sensasi memancing di kepualuan seribu, janganlah takut..larena masih banyak waktu bagi Anda yang tertarik untuk mancing dari Tanjung Pasir, sebab menurut Jnelayan setempat, musim mancing di Kepulauan Seribu berlangsung hingga akhir tahun tepatny di bulan november.
Sumber : kerockan

Read More »

Mancing Ngobor Tradisi Masyarakat Pulau Seribu
Mancing Ngobor kerap dilakukan oleh nelayan di Kepulauan Seribu. Menangkap ikan cara ini cukup mudah, hanya menggunakan lampu Patromak sebagai alat penerang serta Tombak untuk menangkap ikan. Kegaiatan menagkap ikan seperti ini biasanya dilakukan pada malam hari dan ketika air laut sedang surut (kering).

Trik menagkap ikan pada malam hari yang di lakukan oleh masyarakat Kepulauan Seribu cukup ampuh. Dimana mereka percaya pada malam hari Ikan biasanya tertidur dan bersembunyi di karang. Kesempatan ini yang di ambil untuk menangkap ikan dengan cara menombak ikan dengan Tombak yang sudah di kemas sedemikian rupa sehingga ketika ikan yang mereka tangkap tidak bisa lepas dari tombakannya.

Menagkap ikan seperti ini pun biasanya dilakukan lebih dari 1 orang. Biasanya mereka membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 orang, satu orang untuk memegang bahan penerang (Patromak), Tombak dan tempat Penampung ikan.

Hasilnya cukup menjanjikan dan jenis ikannya pun beragam, mulai dari Ikan Baronang, Ikan Kerapu, Kepiting dan Gurita. Biasaya mereka bisa membawa pulang hasil tangkapannya 5 hingga 10 kilo tiap malamnya.

Biasanya mereka berangkat pada jam 12 malam dan pulang pagi hari, ketika ikan suadah sulit mereka tangkap lagi. Namun sayangnya menagkap ikan cara ini (Ngobor) sudah mulai di tinggalkan. Karena masyarakat banyak yang lebih memilih menagkap ikan menggunakan perahu (motor laut) yang penghasilan jauh lebih banyak. Serta banyak juga yang sudah beralih dari nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya. (kang lintas)

Read More »

Memancing di laut, mempunyai kiat tersendiri dan tentunya berbeda dengan kiat memancing di darat atau empang dan sungai. Bukan hanya kiatnya saja yang berbeda. Teknik, peralatan hingga umpan juga berbeda dengan ketika kita memancing di darat seperti sungai.
Rosidi, dari Puri Dewata Fishing Club memiliki kiat tersendiri yang dibaginya untuk para pemancing seperti dikutip pulauseribu.net dari sebuah situs memancing.
Memancing di tepi laut
Umpan yang digunakan untuk memancing di tepi laut berbeda dengan memancing di air tawar. Umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang di potong kecil-kecil, udang atau ikan kecil. Setting alat pancingnya sama dengan setting untuk memancing ikan di sungai

Penggunaan umpan dengan udang atau ikan kecil biasanya digunakan apabila di tepi laut airnya keruh. Jika airnya bening, umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang telah dipotong-potong karena ikan yang berada di tengah laut bisa saja mencapai tepi laut
Memancing di tengah laut
Persiapan memancing ditengah laut adalah alat pancing dan umpan yang biasanya menggunakan cumi utuh. Setting alat pancing menggunakan ada 2 cara dan biasanya digunakan untuk memancing ikan pada kedalaman ≤ 100 meter

Pertama, setting umpan gantung, yaitu posisi umpan berada antara permukaan air laut dan dasar laut dengan menggunakan lebih dari 2 mata kail. Ini untuk memancing ikan jenis barakuda, bawal atau tongkol. Kedua setting umpan diatas permukaan, posisi umpan ada kira-kira 2 atau 3 meter dibawah pelampung. Setting umpan seperti ini adalah untuk memancing ikan seperti ikan layur dan cakalang
Untuk memancing ditengah laut terdapat pula sejenis umpan buatan yang terbuat dari plastik mengkilap. Umpan seperti ini bisa diperoleh di toko pancing, bentuk dan warnanya bisa menarik perhatian ikan yang melintas di sekitar mata kail.

Tips yang tidak kalah penting untuk memancing ditengah laut adalah hindari memancing pada waktu terang bulan karena pada waktu terang bulan permukaan laut terang sehingga memungkinkan ikan mencari mangsa lewat bantuan sinar bulan. Dan demi keaamanan dan keselamatan kita, hindari memancing pada waktu musim angin barat atau musim penghujan
Yang sedang menjadi trend saat ini adalah memancing ikan bandeng. Ikan bandeng biasanya mencari makan di atas permukaan air sehingga cara setting jarak antara pelampung dan mata kailnya adalah ± 5 cm sampai 10 cm. Umpan yang digunakan umumnya memakai pellet yang juga mudah didapat di toko pancing.

Read More »

Secara teori pemancingan di laut dapat dilakukan dalam setiap waktu, mengingat kegiatan memancing dapat dilakukan kepada berbagai jenis ikan secara acak. Kita tentu tahu bahwa ikan di laut memiliki kebiasaan makan yang berlainan, ada yang mencari makan di siang hari dan ada pula yang memiliki kebiasaan makan di malam hari. Sehingga tentu saja pencarian ikan dengan cara memancing sebenarnya dapat dilakukan kapan saja baik siang maupun malam.

Pengaruh utama pemancingan di siang hari adalah adanya sinar matahari yang menyebabkan suhu air meningkat. Umumnya jika air semakin panas, ikan akan turun dan berada di tengah perairan dan bahkan berada di dasar perairan serta di sela – sela karang yang dijadikan perlindungan bagi ikan tersebut. Semakin terang matahari menyinari dan semakin tinggi suhu maka ikan mencari perlindungan di dalam air. Namun jika udara terlalu dingin, ikan juga menjadi malas makan. Suhu sedang antara 25 – 35 derajat celsius merupakan suhu terbaik bagi pemancingan.

Biasanya ikan memiliki rasa lapar yang sangat jika pagi hari mulai datang, saat ia bangun dari tidurnya dan sedang aktif – aktifnya mencari makan ia akan menjadi agresif terhadap umpan ikan. Para pemancing yang memancing di laut biasanya menggunakan momen ini sebagai saat yang tepat untuk memancing karena biasanya ikan yang lapar akan memakan umpan kita dengan lebih cepat, dan jika beruntung anda bisa mendapatkan ikan sampai siang harinya terutama jika cuaca cerah.

Sore dan malam hari adalah saat tersulit untuk memancing, penggunaan lampu dan alat penerang lain seperti petromaks dapat dijadikan alat untuk menarik perhatian cumi – cumi sehingga mudak dipancing. Pemancingan ikan dimalam hari hanya bisa dilakukan kepada ikan karang seperti ikan kakap, kerapu dan berbagai ikan karang lain semacam hiu totol. Cara pemancingan jenis jigging mungkin masih bisa dilakukan dengan umpan yang luminous atau berpendar di saat gelap.

Pemancingan memang tujuannya adalah untuk bisa mendapatkan ikan, dan dengan mengetahui pola waktu makan ikan yang tepat, kita bisa menentukan kapan kita bisa memancing, termasuk umpan apa saja yang dapat kita pakai untuk memancing. Kapanpun kita mau memancing asal mengetahui pola makan ikan, maka kita bisa mendapatkan ikan pancingan yang kita inginkan. Salam strike (pmc/kang lintas)

Read More »

Umpan apa yang Anda gunakan untuk ikan? Itu pertanyaan besar.Panduan lengkap menerangkan umpan pancing yang harus anda gunakan.


Ada ratusan jenis umpan untuk memancing ,Tergantung anda, pengunaan pada waktu musim penangkapan ikan. Dan tergantung lingkungan (aliran, sungai, kolam atau laut) dan variabel lainnya.
Ini ada beberapa Istilah Umpan.

Live Bait
Ada banyak jenis umpan hidup yang dapat digunakan untuk menangkap ikan.
Ini termasuk cacing tanah, juga dikenal sebagai cacing crawler embun dan malam, dan serangga termasuk belalang, lalat, larva serangga dan jangkrik.
umpan hidup lainnya adalah ikan kecil, Chub, shad, lobster dan kodok.
Live bait dapat dibeli di umpan memancing dan toko, di beberapa toko variasi di daerah penangkapan ikan populer, pada rumput berembun setelah gelap (gunakan senter untuk mencari cacing embun), tumpukan kompos, sekitar dermaga dan meluncurkan perahu serta sekitar perkemahan .

Prepared Bait
Prepared bait adalah umpan yang telah disiapkan sebelumnya. Ini termasuk jagung kernel, roti bola, bola keju, bau umpan, telur salmon, bola sereal, potongan kentang panggang, isi perut ayam dan hotdog.


Artificial Bait
umpan tiruan adalah umpan yang buatan manusia. Ini termasuk cacing plastik dan serangga, lalat, lures, jig kecil, streamer lalat, sendok, pita dan pemintal.

Ada beberapa jenis umpan yang bekerja lebih baik untuk jenis ikan tertentu.Sebuah beberapa saran dari umpan yang akan digunakan untuk spesies ikan yang berbeda adalah:

- Bluegill - belatung, belatung, cacing, jangkrik, belalang lalat, es sendok kecil, atau jig.

- Bowfin - cacing, ikan kecil, udang, katak, pemintal, sendok dan pita.

- Bullhead - cacing daun, crawler malam, serangga, lobster serangga, larva dan bau umpan.

- Carp - adonan bola, cacing sudut, kupas ekor udang, jagung, bola keju dan sereal atau potongan kentang panggang.

- Lele - malam crawler dan umpan disiapkan seperti bola roti, hotdog dan isi perut ayam.

- Crappie - ikan kecil, cacing, larva serangga, serangga, lalat kecil, jig kecil dan pemintal kecil.

- Gar - ikan kecil, penghisap dan katak.

- Perch - ikan kecil, cacing, udang, larva serangga, serangga, lalat kecil, sendok es dan jig kecil.

- Pickerel - ikan kecil, Chub, udang, cacing, pemintal, sendok dan streamer lalat.

- Rock Bass - ikan kecil, udang, serangga, larva serangga dan cacing.

- Striped Bass - shad, cacing, shad, pemintal dan pita.

- Mola-mola - belatung, belatung, cacing daun, serangga, lalat kecil, sendok es dan jig kecil.

- Trout - telur salmon dan umpan.

  Ada beberapa jenis ikan kecil dan beberapa lebih baik dari yang lain untuk spesies ikan tertentu

- Chub - pike utara dan bass.

- Golden Shiner - pike utara dan bass.

- Those stupid little fish - bass, crappie, panfish dan walleye.

- Bluntnose little fish - bass, crappie dan walleye.

Read More »

Kegiatan memancing di laut disamping sebagai sumber mata pencarian bagi nelayan dapat juga digunakan sebagai kegiatan wisata atau hiburan bagi orang-orang tertentu yang mempunyai hobi memancing. Bahkan, ada yang menggolongkan memancing sebagai kegiatan olah raga dan dapat dilombakan seperti jenis olah raga lainnya.

Beberapa tahun terakhir ini memancing di laut sebagai sarana wisata bahari terus digalakkan. Kegiatan ini ditujukan untuk menunjang pariwisata bahari di Indonesia. Bahkan, sering di lakukan lomba yang bersifat lokal ataupun nasional. Lomba internasional baru diselenggarakan pada tahun 1992 dan mengambil lokasi di perairan Manado dan Selat Sunda. Dengan diadakannya lomba memancing di laut, diharapkan wisatawan dari mancanegara tertarik untuk berkunjung ke Indonesia. Mereka, disamping menikmati keindahan pantai dan dasar laut negeri ini, dapat juga menyalurkan hobi memancingnya.

A. Sarana

Beberapa sarana harus dilengkapi sebelum memancing di laut. Sarana yang diperlukan tergantung pada lokasi pemancingannya. Di perairan dekat pantai misalnya, tentu tidak dibutuhkan kapal. Disini hanya perlu pancing dan perlengkapannya. Lain lagi dengan memancing di perairan yang jauh dengan pantai, sarana kapal mutlak diperlukan. Tanpa adanya kapal mustahil kita dapat melakukan pemancingan di laut lepas yang mempunyai kedalaman puluhan bahkan ratusan meter.

1. Kapal

Sebenarnya semua jenis kapal dapat di gunakan untuk memancing di laut asalkan laik laut. Meskipun demikian, ada kapal-kapal khusus yang memang didesain untuk keperluan rekreasi termasuk memancing. Jenis kapal ini umumnya lebih nyaman dibanding kapal nelayan,tetapi sudah barang tentu ongkos sewanya cukup mahal.

Kapal yang khusus disewakan untuk rekreasi atau memancing umunya berukuran kecil,antara 10-20 groos tone (GT),dan terbuat dari bahan fiberglas. Kapal seperti ini di lengkapi peralatan navigasi seperti peta,kompas,alat pengukur kecepatan angin,dan sebagainya.  Bahkan, ada yang mempunyai alat navigasi canggih seperti alat pengukur kedalaman yang otomatis (echosounder)dan alat penentuan posisi laut yang dikenal dengan sebutan GPS (Global positioning system).

GPS dapat digunakan untuk menentukan posisi kapal dilaut (beberapa derajat bujur dan lintang). Dengan alat in, kemungkinan kapal tersesat di laut menjadi kecil. Di samping itu, pemancing juga dapat menandai lokasi dimana pernah tertangkap jenis ikan tertentu pada suatu perairan.

Demi kenyamanan dan keselmatan memancing di laut, alangkah baiknya jika kapal dilengkapi dengan atap atau tenda agar pemancing tidak kehujanan atau kepanasan. Atap ini dapat di pasang secara permanen atau sementara. Atap demikian biasanya dibutuhkan bagi kapal sewaan dari nelayan yang memang bukan didesain untuk kebutuhan rekreasi, sedangkan kapal untuk rekreasi umumnya sudah dilengkapi dengan atap.

Biaya untuk memiliki sebuah kapal memang cukup mahal apalagi jenis kapal rekreasi. Meskipun demkian, bagi yang mempunyai hobi rekreasi di laut, termasuk pemancing, tidak perlu berkecil hati. Kapal untuk keperluan memancing dapat di sewa di tempat penyewaan, terutama di tempat rekreasi, misalnya Ancol, Pelabuhan Ratu, Anyer, Manado dan Kepulauan Seribu. Ongkos sewa kapal seperti ini mencapai ratusan sampai jutaan rupiah setiap harinya, tergantung ukuran dan kenyamanan kapalnya.

Apabila kita memancing di daerah yang bukan tempat rekreasi, kita dapat menyewa perahu atau kapal nelayan setempat. Ongkos sewa perahu nelayan tentunya lebih murah, juga tergantung pada besar kecilnya kapal. Sebagai contoh, di daerah Labuan, Jawa Barat, ongkos sewa kapal motor antara Rp 50.000,00-Rp 200.000,00 per hari. Ongkos ini tidak termasuk bahan bakar dan upah nelayan yang bertindak sebagai pemandu.

2. Pancing

Semua jenis pancign dapat digunakan untuk memencing di laut. Untuk memencing di dekat pantai, dapat di gunakan pancing tegeg, golong, spining, maupun bait casting. Untuk memacing di laut dalam bisa di gunakan golong, spining, atau bait casting.

3. Sabuk tempat joran

Sabuk ini bisa terbuat dari plastik atau sejenis parasut. Pada bagian tengahnya dilengkapi lubang sebagai tempat untuk meletakkan pangkal joran (rod holder). Pemancing memakai alat ini pada saat menghajar ikan. Saat menarik ikan, pangkal joran dimasukan kedalam lubang sabu, baru gulungan yang ada di joran diputar berlahan-lahan sehingga tali pancing akan menggulung dan ikan akan mendekat ada lambung kapal. Sabuk seperti ini diperlukan untuk memancing di laut lepas, terutama untuk pancing tonda yang menggunakan joran.

4. Ganco dan serok

Ganco diperlukan untuk memudahkan mengangkat ikan besar seperti marlin, tuna, atau layaran yang dipancing dari laut lepas. Jenis ikan ini sulit dinaikan ke atas kapal dengan menggunakan tangan karena disamping berat, tenaga yang dimiliki juga kuat sehingga membahayakan pemancing.

Ganco berbentuk seperti alat pengait yang ujungnya dibuat tajam dan berbentuk melengkung. Tangkai ganco bisa dibuat dari kayu sepanjang maksimum 2,43 m. Demi keamanan, tangkai ganco bisa diikat dengan tali pengaman. Tali ini berfungsi sebagai pengaman. Apabila ikan tangkapan lepas bersama ganconya, tali pengaman masih berada di kapal sehingga mudah ditarik kembali. Panjang tali ini menurut aturan game fishing tidak melebihi 9,14 m.

Serok umumnya digunakan untuk mengangkat ikan kecil yang dipancing di perairan pantai yang dangkal. Serok dibuat dari jaring bermata kecil 2-2,5 cm dan dibentuk seperti kantong. Mulut serok diberi kerangka besi berbentuk bundar. Untuk memudahkan penggunanya, serok dilengkapi dengan tangkai kayu sepanjang 1-1,5 m.

5. Tempat menyimpan ikan

Agar ikan hasil pancingan tidak mudah busuk, perlu disediakan tempat penyimpanan khusus. Untuk pemancingan yang dilakukan kurang dari satu hari atau beberapa jam saja, ikan bisa disimpan/diletakkan pada kantong jaring atau anyaman bambu yang dinamakan kepis. Alat ini dilengkapi dengan tali dan dimasukkan ke dalam air sehingga ikan yang tertangkap bisa tetap segar. Peralatan ini sering digunakan untuk pemancingan diperairan dekat pantai seperti di dermaga.

Untuk pemancingan di perairan lepas pantai yang menggunakan kapal dan membutuhkan waktu lebih dari satu hari, perlu adanya tempat khusus untuk menyimpan ikan hasil pancingan. Untuk kapal yang telah dilengkapi palka ikan (tempat untuk menyimpan ikan), ikan langsung dimasukkan ke tempat tersebut. Untuk kapal kecil yang tidak dilengkapi palka, bisa menggunakan kotak pendingin (cold box). Alat ini dapat digunakan untuk menyimpan es dalam waktu yang agak lama. Dengan demikian, ikan yang dimasukan ke dalam kotak ini tidak akan membusuk. Ada beberapa ukuran cold box di pasaran, yaitu 0,5 m3, 0,75 m3 dan 1 m3.

6. Umpan

Umpan berfungsi untuk memikat ikan agar terkait pada mata pancing. Terkaitnya ikan terhadap umpan disebabkan oleh rangsangan berupa bau, rasa, bentuk, gerakan dan warna. Umpan yang digunakan untuk memancing ikan di laut berbeda dengan umpan yang digunakan untuk memancing ikan di air tawar.

Umpan yang sering digunakan untuk memancing ikan di laut ada beberapa macam, yaitu umpan palsu atau tiruan dan umpan sungguhan(baik yang hidup maupun yang mati).  (kang lintas)

Read More »

pancing lautMemancing di laut dengan komposisi  perairan dasar berarti seorang pemancing mencari ikan di dasar dari perairan laut. Dengan system ini  pemancing  harus mengetahui secara pasti daerah mana yang termasuk daerah berkarang, dimana daerah berkarang sangat disukai sebagai tempat berlindungnya ikan. Dimana ikan seperti kerapu dan kakap biasanya bersembunyi dan berkembang biak di lokasi karang – karang.

Kalau anda menemukan lokasi yang berlumpur tentu saja anda harus segera berpindah karena lokasi ini biasanya tidak banyak ikannya. Untuk mempermudahnya anda bisa menggunakan jasa nelayan atau para pemancing kawakan yang sering memancing di tempat tersebut untuk mendapatkan informasi lokasi strategis, atau anda bisa mencari lokasi – lokasi rumpon atau terumbu karang buatan yang memang disengaja digunakan sebagai tempat untuk menarik ikan. Dan biasanya para nelayan lokal membuatnya sebagai lokasi mencari ikan yang strtegis dengan menandainya dengan pelampung.
Cara memancing di perairan dasar seperti ini membutuhkan persediaan senar  yang cukup panjang paling tidak cukup panjang sampai ke dasar lautan. Senar utama juga harus cukup kuat untuk menahan kekuatan tarikan dan juga arus laut dasar yang cukup deras. Pemberat anda pasangkan di paling dasar dari senar berikutnya adalah cabang – cabang senar utama dengan jarak kurang kebih 50 cm dan anda bisa memberinya sampai 10 umpan sekaligus. 1 umpan 1 cabang senar.

Karena dalam kedalaman laut cahaya yang didapatkan ikan lebih sedikit biasanya ikan menggunakan indera penciumannya sebagai andalan, sehingga sebaiknya anda menggunakan pakan alami seperti udang, cumi – cumi, atau potongan daging ikan belanak yang segar sehingga mengundang selera ikan kakap dan kerapu. Penggunaan pakan alami dalam bentuk segar memang sangat perlu untuk bisa mendapatkan hasil pancingan yang memuaskan. Maka sebaiknya anda menggunakan ice box dengan supply es yang cukup banyak.

Cara memancing adalah senar yang sudah diberi pemberat diturunkan perlahan – lahan sampai dasar perairan dan jika anda merasakan bahwa senar anda tak lagi berat berarti anda sudah sampai dasarnya. Kemudian senar anda goyangkan naik dan turun secara teratur sehingga menarik penciuman ikan yang akan memangsa. Jika anda merasakan ada tarikan atau kedutan dan senar terada berat maka anda sudah berhasil mendapatkan ikan…hore..anda tarik perlahan ikan hasil tangkapan anda. Biasanya ikan yang didapatkan dari perairan dalam akan mudah mati karena perbedaan tekanan di bawah air. Maka dari itu ice box adalah peralatan wajib yang harus anda bawa untuk memancing di laut.


Dikirim / Sumber : pemancing.com

Read More »

giant trevally fishingDalam bahasa latinnya ikan Giant Trevally yang disingkat GT merupakan ikan yang paling sering dipancing di perairan tropic. Di kalangan nelayan ikan ini diberi nama “ikan kue”  dan memiliki nama latin yakni caranx ignobilis.  Ikan ini hampir bisa ditemukan di seluruh perairan nusantara , dan ia memiliki habitat mulai dari muara sungai, lepas pantai yang dangkal sampai pinggir perairan dalam yang kaya dengan plankton dan aneka jenis tanaman laut. Ikan ini secara umum lebih menyukai keadaan air yang keruh dan berarus.

Ikan Giant Trevally memiliki ciri – ciri fisik yakni kepala yang besar dan tumpul dan memiliki warna putih keperakan dan terkadang memiliki spot hitam di sepanjang tubuhnya.ikan ini sangat cepat pertumbuhannya secara seksual dan dapat mencapai panjang sampai 1 m maka dari itu ikan ini diberi gelar sebagai ikan raksasa atau “giant” . Sebagai ikan predator, ikan Giant Trevally merupakan ikan pemangsa yang pandai berburu ikan lain dengan cara individu ataupun kelompok dengan sirip yang kuat ikan ini dapat mengincar mangsanya dengan kecepatan tinggi. Pemancingan ikan Giant Trevally memerlukan ketrampilan khusus juga mengingat kekuatan dan daya tarikannya saat memancing yang lumayan berat.
Ikan Giant Trevally juga erupakan ikan yang termasuk dalam ikan konsumsi utama di perairan laut dalam, dan ditangkap oleh nelayan dengan jumlah yang luar biasa setiap tahunnya. Meskipun rasa dagingnya tidak terlalu populer sebagai masakan, namun penangkapan ikan Giant Trevally setiap tahunnya selalu meningkat untuk digunakan sebagai ikan konsumsi. Ikan ini menjadi salah satu ikan tangkapan yang penting bagi para nelayan.

Di alam liar ikan Giant Trevally ini memangsa makanan yang beraneka ragam, mulai dari jenis – jenis crustaceae atau udang – udangan, ikan karang lain atau cumi – cumi. Fungsi ikan ini adalah sebagai ikan pemangsa, sehingga menjadi salah satu pemangsa utama perairan karang. Ia mencari makan di sepanjang karang dan ceruk – ceruk batu – batuan di dasar lautan dan tengah perairan.ikan Giant Trevally dikenal memiliki kebiasaan makan di saat mulai senja serta di saat matahari mulai terbit dimana suhu air tidak terlalu panas.

Pemancingan untuk ikan Giant Trevally sungguh mengasyikkan mengingat besar tubuhnya yang bisa mencapai puluhan sentimeter. Ikan ini dapat dirasakan tarikannya yang sangat menyentak. Pada saat fight ia akan menjajal kekuatan peralatan pancing anda, mulai dari reel, senar dan mata pancing anda serta cara anda dalam membuat tali menali.

Pemancingan ikan Giant Trevally dapat menggunakan jenis umpan hidup seperti ikan teri atau minnows dan potongan daging cumi – cumi . meski demikian ikan Giant Trevally bisa juga dipancing dengan cara Popping dan Jigging dengan menggunakan umpan palsu atau spoon. Pada dasarnya ikan ini sangat rakus dengan umpan – umpan yang diberikan kepadanya, karena ia termasuk pemakan segala.

Sebaiknya anda mencari spot yang bagus untuk memancing ikan Giant Trevally, yakni daerah berkarang yang banyak karena merupakan habitat dari ikan ini di alam liar. Dengan umpan yang tepat dan didukung arus air yang cukup deras biasanya ikan ini dapat dipancing dengan gampang. (pemancing/kang lintas)

Read More »

fishing spoonsSpoon dalam arti harafiahnya adalah sendok, namun dalam pemancingan  laut umpan spoon dikenal sebagai umpan penarik perhatian ikan karena memiliki bentuk hampir sama dengan ujung sendok yang berbentuk lengkung. Biasanya spoon di buat dengan warna yang mengkilat dan bercahaya untuk memantulkan sinar matahari yang masuk dalam air. Pertama kali umpan spoon diketemukan oleh Julio T. Buel sekitar tahun 1848

Bentuk umpan spoon tidak selalu sama persis seperti sendok makan yang kita kenal, namun juga berbentuk lempengan kecil yang rata dengan pola cekung kecil di seluruh permukaannya juga ada. Namun secara garis besar penggunaan spoon dalam pemancingan adalah sama, yaitu sebagai umpan yang fungsinya memantulkan c ahaya matahari yang diterimanya dengan pola acak sehingga menarik perhatian ikan yang memakannya.
Bentuk umpan spoon ini sekarang juga dimodifikasi menjadi berbagai bentuk bukan hanya bentuk elipse seperti yang kita kenal namun juga memiliki bentuk segitiga dan macam – macam bentuk lain. Sekarang ini umpan spoon juga divariasikan dengan aneka bahan yang berwarna cerah yang terbuat dari latex dan ada yang mengkombinasikan dengan bahan dari bulu serta macam2 bahan lain yang tentu saja membuatnya lebih atraktif dalam menarik perhatian ikan.

Umpan spoon juga merupakan umpan favorit dalam pemancingan sistem trolling, karena bahan pembuatnya yang biasaya tipis dan ringan serta menarik. Dengan dukungan kecepatan perahu yang berjalan dengan kecepatan yang tepat umpan ini aan dapat melayang dan menghasilkan pantulan cahaya yang menarik ikan – ikan monster seperti Baracuda dan ikan Marlin

Penggunaan rangkaian umpan spoon dalam pemancingan sebaiknya menggunakan tambahan serat baja pada ujung senar agar sebagai penguat pada saat digigit oleh ikan predator, Mengingat tajamnya gigi ikan ini. Di rangkaian itu pula anda dapat menambahkan trebel hook sebagai pengait ikan. Dalam pemancingan casting yang mencari spot yang dalam, bisa saja anda menambahkan pemberat untuk membuat umpan spoon tetap melayang dan tidak mudah ikut arus air yang deras.

Perawatan umpan spoon ini setelah pemancingan laut adalah dengan merendamnya dalam air terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa – sisa garam yang menempel di permukaan spoon dan kemudian baru memolesnya dengan lap bersih yang menyerap air sehingga bebas dari titik air. Anda dapat pula memolesnya dengan berbagai obat pengkilap untuk mendapatkan pantulan warna yang lebih mengkilat, namun sebaiknya tidak terlalu sering agar tidak merusak lapisan monelnya.

Selamat memancing, salam strike..


Dikirim / Sumber : pemancing.com

Read More »

Umpan tiruan lebih dikenal dengan sebutan lure, dapat terbuat dari plastik atau bulu binatang. Untuk mengelabuhi ikan, ada berbagai macam bentuk umpan tiruan, antara lain berbentuk ikan kecil dan cumi-cumi. Umpan tiruan ini umumnya berwarna menarik sehingga mudah dilihat ikan karena daya penglihatannya di dalam air cukup tajam.

Kemampuan ikan untuk melihat suatu benda di dalam air tergantung pada aktivitas retina matanya. Pada retina mata ikan terdapat rod dan cone yang mampu menyerap cahaya dengan baik. Oleh sebab itu, pemilihan warna umpan tiruan sangat menentukan keberhasilan memancing di laut. Umpan tiruan yang berwarna mencolok seperti merah, orange, jingga lebih baik digunakan pada saat perairan air keruh. Sedang umpan tiruan warna perak, hitam, biru atau hijau digunakan jiak air laut jernih. Disamping itu tergantung  juga dari jenis ikan yang menjadi sasaran. Sebagai contoh, untuk menangkap ikan tuna dan cakalang dengan tonda, penggunaan umpan tiruan berwarna merah dan biru ternyata lebih baik daripada umpan berwarna kuning. Pemakaian umpan tiruan lebih banyak digunakan pada teknik menonda (trolling).

Pemasangan umpan tiruan harus menjadi satu dengan mata pancing. Pada satu umpan tiruan kadang-kadang dapat menggunakan lebih dari satu mata pancing. Untuk umpan tiruan yang berbentuk cumi-cumi, posisi mata pancing harus terletak di dalam rumbai-rumbainya. Pemasangan mata pancing tidak boleh terlalu menonjol ke luar. Dengan cara seperti ini, saat umpan dimakan ikan, mata pancingnya pun akan ikut termakan.

Untuk satu buah umpan yang menggunakan dua buah mata pancing, jarak pemasangan mata pancing pertama dan kedua tidak boleh terlalu rapat atau terlalu renggang. Jarak optimumnya kurang lebih sepanjang tinggi mata pancing. (kang lintas)

Read More »