Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan

0 komentar
Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau indah yang berada di tengah gugusan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Pulau ini juga sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Pulau Pramuka memiliki luas sekira 9 hektar dan masuk Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Provinsi DKI Jakarta.

Dilansir dari Indonesia Travel, Pulau Pramuka memiliki fasilitas terbilang lengkap sebagai pusat pemerintahan di Kepulauan Seribu. Di sini tersedia penginapan, rumah makan, rumah sakit, masjid dan lapangan olahraga.

Perairan sekitar Pulau Pramuka terbilang bagus untuk Anda sepuasnya snorkeling atau scuba diving, karena air lautnya yang jernih dan berarus yang tenang. Kawasan ini terbilang kaya dengan terumbu karang yang tersebar berwarna-warni dihiasi beragam ikan yang berenang dengan bebas.

Selain terumbu karang, pantai dari pulau ini memiliki pasir putih dan laut biru kehijauan yang akan membuat Anda betah dan ingin kembali lagi ke sini.

Masyarakat di Pulau Pramuka terkenal akan keramahannya yang akan menyambut dan melayani keperluan wisatawan berwisata di pulau ini.

Pulau yang tadinya bernama Pulau Elang tersebut dihuni masyarakat yang sebagian besar merupakan nelayan dan penyedia usaha wisata berupa penginapan. Kehidupan mereka terbilang sejahtera dan sebagian besar bangunan rumah di sini cukup memadai.

Pulau Pramuka merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu yang terdiri dari berbagai etnis, yaitu: Betawi, Bugis, Banten, dan Madura.

Pulau yang tidak padat penduduk ini tidak memiliki pesisir pantai. Sebab, abrasi membuat Pulau Pramuka tidak memiliki pesisir pantai. Namun, Anda tetap bisa melihat dan bermain di pesisir pantai dengan menyebrang ke pulau lain.

Dengan menggunakan ojek kapal kayu kecil berkapasitas sekitar 5 orang, Anda akan diantar menuju pulau terdekat, Pulau Karya. Cukup menempuh waktu sepuluh menit dan membayar tarif ojek kapal Rp3000, Anda akan melihat surga dunia.

Tak lengkap rasanya jika ke pulau tanpa bermain air. Pulau Pramuka menyediakan kegiatan snorkeling. Biasanya kegiatan snorkeling termasuk dalam paket yang disediakan travel biro. Anda akan diajak snorkeling di beberapa pulau berbeda, seperti Pulau Air dan pulau-pulau lain dengan pemandangan terumbu karang yang indah.

Di Pulau Pramuka juga terdapat sebuah penangkaran penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang dikembangbiakan dan dirawat di area khusus secara alami. Penangkaran ini tidak hanya menarik para turis, tapi juga peneliti. Jika datang di waktu yang tepat, Anda dapat melepas bayi-bayi penyu ke lautan. Selain penyu, pulau ini juga melestarikan tanaman bakau atau mangrove.

Sumber : http://lifestyle.sindonews.com/read/974806/156/pulau-pramuka-paradise-in-jakarta-1426032787

Read More »

0 komentar
Bingung ingin berlibur kemana? atau bosan dengan tempat liburan yang itu-itu saja. Pulau Pramuka terletak disebelah utara teluk jakarta menawarkan tempat yang begitu indah.Panorama alam serta wisata airnya membuat liburan lebih berkesan bersama keluarga maupun pasangan anda.

Pulau yang menjadi pusat pemerintahan Kepulauan Seribu ini, menawarkan berbagai pengalaman yang seru dan asik seperti, daiving, snorkling dan banana boat.
Jika belum puas, para wisatawan bisa menagadu nyali berenang bersama ikan hiu di Nusa Karamba. Sungguh liburan asik dan tak terlupakan.

Wisata yang murah menjadikan Pulau Pramuka ini tiap akhir pekan ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik. 

Musleh pengelola jasa wisata mengatakan, Pulau Pramuka tidak hanya dijadikan tempat berlibur dengan wisata airnya tetapi, biSa juga dijadikan untuk wisata edukatif oleh para pelajar. 

"Di Pulau Pramuka kami menyediakan tanaman mangrove untuk pelestarian lingkungan, biasanya hal ini banyak dilakukan oleh para turis yang datang sebagai bentuk keperdulian mereka terhadap pulau,"ungkap Musleh kepada beritapulauseribu.com, Minggu (16/11/2014). 

Selain itu,lanjut Musleh,penangkaran penyu sisik menjadi tempat kunjungan wisatawan yang tak terlewatkan. "Mereka bisa melepas tukik kelautan bebas,"pungkasnya.


Jadi,sambung Saini Tahir tour guide berlibur yang asik dan menyenangkan hanya bisa didapatkan di Pulau Pramuka Jakarta, Kepulauan Seribu.Tak perlu jauh-jauh pergi ke Bali jika ingin menikmati indanya pasir putih dan birunya air laut. 

Destinasi wisata Kepulauan Seribu selalu menawarkan tempat-tempat berlibur yang berkesan, disamping itu para wisatawan pun bisa mengunjungi pulau-pulau disekitar Pulau Pramuka seperti, Pulau Semak Daun, Pulau Bira, Pulau Air dan Pulau Karang Beras. 

Saat senja tiba, kita bisa melihat sunset dari teras penginapan sambil menikmati segarnya air kelapa dan sesekali terdengar deburan ombak yang memeca bibir pantai.Sungguh tak terlupakan berlibur di Pulau Pramuka.
Sumber : http://beritapulauseribu.com/berita-pulau-pramuka-janjikan-liburan-anda-lebih-berkesan-.html 

Read More »

Kepulauan Seribu, tadinya hanya tahu di peta saja. Sama sekali tidak terpikir untuk menginjak salah satu pulau. Namanya saja “seribu” faktanya tidak seribu. Hanya kurang lebih seperempatnya saja. Sekitar 290 pulau. Julukan ini sudah populer sejak republik ini masih bernama Hindia Belanda.

Mungkin karena melihat begitu banyaknya pulau, belum ada sarana cepat dan canggih menghitung secara cepat akhirnya di anggap saja jumlahnya seribu. Dari segi kuantitas sangat banyak angka segitu. Apalagi kalau ada yang punya uang seribu rupiah….wuaaa di anggap kaya. Kira-kira begitulah jawaban semi ilmiah-nya kenapa dinamakan kepulauan Seribu.

Salah satu pulau yang menarik adalah Pulau Pramuka. Kalau membuka peta lama, terbutan 1980-an, ternyata tidak ada. Yang ada adalah pulau Elang. Ada sebab-nya dinamakan begitu. Mudah saja karena di pulau ini tempat bermukim Elang Bondol. Tapi…itu dulu. Kalau sekarang di tanya dimana kawanan Elang berada, ya faktor luck, beruntung aja bisa lihat elang.

Namanya menjadi pulau Pramuka tidak lepas dari kegiatan ke-panduan-an di era tahun 1975-an. Sebagai arena camping, pengenalan lingkungan khususnya dunia kebaharian, dan ragam lain kegiatan kepanduan. Jadilah populer sampai sekarang.

Dulu dan Sekarang

Hanya pulau pemukiman. Warga yang tinggal kebanyakan limpahan dari pulau Panggang yang letaknya di seberangnya. Karena sangat padat penduduk akhirnya banyak yang pindah ke pulau Elang. Sama sekali belum populer sebagai pulau wisata. Warga Jakarta yang ingin wisata ke pulau lebih memilih yang dekat seperti Pulau Bidadari, Pulau Untung Jawa, Pulau Onrust.

Masih teringat sekitar tahun 2003, rekan Aris bersama teman-teman dari IBP melakukan wisata bahari di pulau Pramuka. Meskipun mungkin bukan group yang pertama kali datang, waktu itu masih termasuk jarang group atau komunitas. Sedikit banyak efek dari traveling ini membuat pulau Pramuka menjadi populer seperti sekarang ini. Terutama di kalangan komunitas.

Cerita seru, dari mulut ke mulut, berbagai testimoni, catper, dari trip pertama ini lambat laut menggema ke berbagai kalangan. Bisa di tebak semakin banyak yang penasaran dan tertarik untuk ke pulau Pramuka. Aku salah satu yang kecipratan info berantai tersebut.

Sebelumnya sama sekali tidak terpikir bisa main di pulau. Termasuk yang parno dengan laut. Boro-boro diving, snorkling aja sama sekali ngga terpikir. Datang ke Pulau Pramuka tidak lama setelah rombongan Aris. Waktu itu hanya kangen ingin hunting foto suasana laut. Pilihan ke Pelabuhan Ratu terlalu jauh dari Jakarta. Pilihan ke Ancol sudah banyak stock foto. Kebetulan ada yang ngompori tuk berangkat ke Pramuka.

Belum ada bayangan seperti apa suasananya. Hanya berharap nuansanya menarik. Ada semacam gambling juga. Maksudnya kalau menarik oke lah next time datang lagi, kalau sebaliknya ya cukup sekali saja. Ternyata aku surprise.

Melihat perkembangan Pulau Pramuka sekarang ini, sudah kokoh dan layak bergelar sebagai pulau wisata. Bersanding erat dengan pulau-pulau lainnya seperti Pulau Bidadari, Pulau Kotok, Sepa, dan lain-lain. Minat yang datang apalagi weekend selalu saja ramai. Jangan di tanya saat hari raya. Termasuk pergantian tahun. Sangat bludak…

Pertanyaannya, apa sich yang membuat Pulau Pramuka sedemikian menariknya? Setiap rekan yang merasa enjoy dan berkesan pasti mempunyai alasan sendiri. Sebagai pulau paling favorit dari aku pribadi mencoba merangkum beberapa daya tarik pulau ini. Meski jawabannya sangat subyektif.

Pertama. 
Murah. Ini yang penting dan menimbulkan minat bagi rekan-rekan. Saya teringat biaya saweran group IBP waktu itu untuk rombongan 20 orang hanya 150 ribu. Biaya segitu sudah termasuk akomodasi semalam, makan selama di pulau, transportasi Jakarta pulau Pramuka pp, sewa kapal untuk snorkling. Nginapnya di rumah penduduk.

Banyak yang ragu masa sich biaya-nya segitu. Ya buktikan saja sendiri di lapangan. Faktanya memang demikian.

Dua. 
Nuansa laut biru, yang masih bening, bersih, menjadi salah satu daya tarik. Sangat berbeda dengan Ancol misalnya. Cukup banyak yang surprise begitu tiba di dermaga Pulau Pramuka, wouuwww…bening banget… Gileeee…jernih-nya. Kepingin nyebur nich… Begitulah antara lain cetusan spontan beberapa rekan.

Tiga. 
Nuansa di sekitar pulau-pulau Pramuka cukup menarik. Di seberang pulau Pramuka ada Pulau Panggang, Pulau Karya, Pulau Air. Agak jauh dikit bisa ke Pulau Semak daun. Pulau-pulau tersebut bisa dijangkau dengan saweran sewa kapal. Harganya pun terjangkau. Bayangkan waktu itu sewanya 250 ribu bisa menampung 10 orang. Sekarang 400 ribu. Berarti per orang hanya 40 ribu. Terjangkau khan…?

Empat. 
Di sekitar pulau Pramuka masih terdapat cukup banyak spot untuk snorkling. Dengan soft coral, ikan-ikan warna-warni, di dukung laut yang masih bening, sering menjadi tujuan utama. Berani tebak-tebak-an, umum-nya rekan-rekan-rekan ke Pulau Pramuka pasti ingin atau nyoba snorkling kalau belum pernah. Kedua, sightseeing aja. Mungkin karena masih takut nyemplung. Ketiga masih bagus untuk diving. Sampai sekarang cukup sering ujian untuk licence diving di lakukan di pulau Pramuka. Khusunya yang budget-nya terbatas. Ke-empat, nah ini jarang sich, yaitu mancing. Nah untuk mancing informasinya Pulau Pramuka masih kalah populer di banding pulau Untung Jawa. Tapi tetap ada spot untuk mancing.

Lima. 
Waktu tempuh dari Jakarta cukup ringkas. Dengan kapal kayu dari Muara Angke, orang pulau bilangnya Ojek Kapal, hanya butuh waktu 2 jam. Ngga terlalu lama. Kalau ingin naik kapal cepat waktunya lebih ringkas lagi hanya sejam sudah tiba. Yang belum pernah ngelaut, parno-nya ngga perlu lama-lama. Kalau memang takut ombak lho.

Enam. 
Pilihan transport dulu sudah banyak. Apalagi sekarang. Mau dari Muara Angke atau Marina Ancol juga bisa. Jenis kapal-nya juga banyak pilihan. Mau yang murah seperti di Muara Angke atau yang lumayan mahal juga ada.

Ada satu perkembangan juga menyangkut sarana kapal. Terutama yang naik ojek kapal dari Muara Angke. Kalau dulu begitu naik kapal, pertanyaan yang sulit di jawab adalah apakah pelampung cukup untuk semua penumpang bila terjadi darurat. Sekarang, jumlah pelampung di tiap kapal sudah jauh lebih banyak. Termasuk pelampung yang di jadikan alas tidur selama perjalanan. Nah lho…ngaku siapa yang suka begitu…hahaha….

Sayangnya persoalan dulu perihal tempat keberangkatan terutama dari Muara Angke masih menjadi problem. Kumuh, bau, semrawut, dan sejenisnya adalah komplain dulu yang masih terjadi sekarang. Tidak sedikit gara-gara lihat Muara Angke udah bete duluan.

Malah sekarang ada “kemajuan”. Tahun 2005-an, tiba di dermaga Muara Angke jam 7, masih bisa naik kapal. Jangan di tanya sekarang ya. Jam kumpul bagi yang ingin berangkat bareng di ajukan menjadi jam 6 pagi. Bahkan jam segitu sudah bludak.

Bedanya lagi, pomp bensin yang letaknya persis di sebelah dermaga kapal dulu memang fungsinya untuk isi bensin. Sekarang, fungsinya bertambah. Tempat kumpul group yang mau berangkat bareng. Yang mau ke toilet, ya silahkan antri panjang ya.

Masih di tambah lagi kemacetan panjang. Yang mau ke pulau, belanja ikan, dan lain-lain tumplek jadi satu. Ini yang belum banyak berubah. Solusinya? Pasti ada dong. Betul. Kalau mau nyaman berangkatlah dari Marina Ancol. Tentu saja biayanya lebih mahal. Ya semoga tahun 2012 ini Muara Angke mulai lebih nyaman di banding dulu.

Tujuh. 
Fasilitas akomodasi sangat lengkap. Kalau dulu penginapan masih terbatas. Yang sering di gunakan rumah penduduk. Tetapi sekarang jangan di tanya. Selain rumah penduduk, homestay, serta yang premium seperti Villa Delima dan Penginapan Kedaton bisa menjadi pilihan.

Ngga mau pake penginapan, maunya camping, juga bisa. Bahkan mau ngemper tidur di dermaga pun juga layak. Tinggal bawa sleeping bag, bantal angin, bisa tidur di pinggir dermaga. Apalagi sekarang dermaga-nya sudah lebih bagus di banding dulu. Aku pernah nyoba dan ngalami tidur di dermaga beratapkan langit, pake sleeping bag. Bisa pules. Lho bukannya ngga masuk angin..? gampang. Minum antangin saja. Selesai.

Delapan. 
Untuk urusan isi perut jangan khawatir. Warung masakan padang disana juga ada. Apalagi sekarang makin banyak pilihan. Mau sekedar tuk ganjel perut jajanan seperti Batagor, es campur, gorengan, juga lengkap.

Sembilan. 
Sarana untuk wisata bahari lengkap. Ingin nyoba snorkling ngga perlu bawa alat dari Jakarta. Disana banyak yang menyewakan dengan harga terjangkau. Dulu sekitar 30 ribuan sekarang sekitar 50 ribu sudah all in termasuk pelampung untuk satu hari.

Padahal beberapa tahun lalu masih jarang yang menyewakan alat snorkling. Kalau lagi rame, rebutan tuch. Kalau sekarang berlimpah. Tapi kalau sudah masuk peak session seperti akhir tahun pasti kekurangan barang.

Tidak hanya alat, pemandu snorkling juga ada. Biayanya terjangkau. Sekitar 100 ribu per guide untuk satu group. Kalau misalnya per group 5 orang, sawerannya hanya 20 ribu saja.

Untuk yang mau diving jangan khawatir. Peralatan diving yang ribet, mulau dari tanki, BCD, regulator, pemandu, juga ada. Sekarang malah ada penyewaan sepeda, banana boat, kano, dan lain-lain. Ngga usah khawatir harga. Masih terjangkau.

Sepuluh. 
Sikap terbuka warga pulau Pramuka. Meski pulau penduduk umumnya warga sudah terbiasa dengan para turis. Mereka sudah sadar sepenuhnya kalau pulaunya sudah sudah menjelma menjadi pulau wisata. Bagi pendatang pun ada semacam keleluasaan.

Tentunya selama aturan dan etika tetap terjaga. Semisalnya pesta miras. Nah itu jangan dech. Selain itu yang bisa di protes warga misalnya mengenakan pakaian minim. Hindari dech tuch.

Sebagai pulau wisata boleh dibilang sangat fleksibel menyesuaikan budget dan dompet. Budget ke Pramuka mau di buat budget murah, sedang, bahkan mahal pun juga bisa. Misalnya hanya ber-budget 200 ribu, plus makan, nginap, nyebur tuk snorkling juga bisa. Lagi dapat rejeki nich, berani budget-kan 1 juta juga bisa.

Sejauh yang aku tahu sampai sekarang masih jarang kalau tidak mau dibilang belum ada, tour ‘n traveling yang menawarkan paket di Pulau Pramuka, seperti paket tour ke Pulau Kotok, Sepa, Bidadari misalnya. Selentingan alasan karena susah bersaing harga dari komunitas.

Kalau mau di tambahin masih ada bisa lebih panjang lagi urutan daya tarik pulau Pramuka. Yang pasti semakin hari warga setempat berusaha semakin meningkatkan pelayanan bagi wisatawan. Pulau Pramuka sekarang sudah ada ATM. Letaknya di rumah sakit. Sangat memudahkan turis yang mendadak butuh uang kas. Dengan catatan semoga ATM-nya berfungsi.

Tahun berganti tahun, kerja sama berbagai pihak, peng-organisasi-an internal warga pulau, bertujuan agar pulau ini tetap memiliki daya tarik. Kesimpulannya sebagai destinasi wisata bahari di pulau Pramuka dalam 3 huruf populer “SMS”, yaitu Simpel-Murah-Seru.

Sumber : indobackpacker.com

 

Read More »

Jumlah penduduk Pulau Pramuka mencapai 1.004 jiwa. Pulau ini terletak di wilayah kelurahan Pulau Panggang Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Luas pulau Pramuka mencapai 16 hektar. Untuk menuju Pulau Pramuka, angkutan laut dapat ditempuh melalui dermaga Muara Angke.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2001 tentang Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Sebagai pusat pemerintahan Kabupaten, perlahan namun pasti Pulau Pramuka mulai menyediakan sarana dan prasarana dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kepulauan Seribu.

Seperti Kantor Kabupaten, Rumah Dinas Bupati dan pejabat Kabupaten, RSUD Kepulauan Seribu yang mampu menyediakan pelayanan rawat inap dan penanggulangan hiperbarik, Masjid Agung Pulau Pramuka, Docking kapal nelayan, Tempat Pelelangan Ikan atau PPI, penyediaan instalasi pengolah air bersih sistem RO, fasilitas olahraga dan lain sebagainya.

Selain sebagai pusat pemerintahan dan pemukiman, pulau dengan luas 9 hektar ini juga kerap menjadi tujuan wisata bagi masyarakat umum. Sehingga di sini terdapat bermacam homestay dengan biaya sewa bervariatif dan terjangkau, tergantung dari fasilitas yang diberikan.

Berbagai lokasi wisata dapat ditemui di Pulau Pramuka ini seperti Wisata Survival Pulau dan Penyu, dimana dalam jumlah 4-6 Orang dalam waktu 2-4 Malam, dapat melakukan kehidupan tradisional di pulau sangat kecil, sekaligus melihat dan mempelajari Penyu Sisik bertelur. Jalan Lingkar luar yang telah disediakan bagi penikmat sepeda santai dapat dilakukan mengitari Pulau Pramuka dalam waktu 15 menit sambil menikmati udara laut.

Pemukiman yang sudah tertata menjadi sangat atraktif bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh penduduk Pulau Seribu yang memang berasal dari berbagai etnik. Sedangkan bagi penikmat memancing, Pulau Pramuka menyediakan fasilitas melalui nelayan pancing dan menjadi transit yang efisien bila ingin memancing di beberapa Pulau, karena memang Pulau Pramuka sangat dekat ke berbagai Pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu.

Sejalan dengan itu Pemerintah Kabupaten Adrninistrasi Kepulauan Seribu hingga kini terus berupaya meningkatkan dan menyediakan fasilitas wisata sebagai langkah meningkatkan potensi wilayah yang ada di Pulau Pramuka. [berbagai sumber]

Sumber Berita: http://beritapulauseribu.com/berita-pulau-pramuka-pusat-pemerintah-yang-jadi-tujuan-wisata.html#ixzz2fisj5cyv

Read More »

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah di Jakarta yang memiliki kekayaan dan aneka ragam hayati laut. Makanya, bagi yang hobi memancing, sudah tak asing lagi dengan Kepulauan Seribu yang kaya akan berbagai jenis ikannya. Sayangnya, tak semua keanekaragaman hayati tersebut dapat ditemui dalam waktu bersamaan. Ada saat-saat tertentu dimana beberapa jenis ikan akan muncul.

Kemunculan ikan-ikan ini dipengaruhi faktor angin yang biasa berhembus di laut. Berdasarkan perhitungan para nelayan, ada beberapa musim angin yang bagus untuk melaut dan ada beberapa musim yang baiknya tidak melaut. Informasi ini, diharapkan bisa menjadi referensi bagi para pemancing sebelum bertolak ke Kepulauan Seribu.
Musim Daya Laut
Merupakan musim yang baik untuk memancing atau bagi nelayan baik untuk melaut. Karena pada musim daya laut yang terjadi sekitar Oktober-November, kondisi alam cukup bersahabat. Tiupan angin yang tidak begitu kencang dengan ombak yang tenang sangat cocok untuk mencari ikan di laut. Pada musim ini, biasanya sejumlah ikan seperti Ikan Manyang, Kembung, Selar, Teri, dan Tongkol sangat mudah ditemui.

Musim Barat Daya
Biasanya pada musim ini, angin bertiup dari arah barat daya ke arah timur laut melewati pulau-pulau dengan kecepatan yang sangat kencang (badai), warga setempat menyebutnya dengan istilah angin barat daya. Kondisi ini tentu diperparah dengan ombak laut yang cukup ganas serta badai angin. Musim ini biasanya terjadi sekitar awal tahun baru, yaitu bulan November-Januari.

Nelayan setempat, meyebut musim ini sebagai musim "paceklik" karena banyak nelayan yang tidak berani melaut. Pada musim ini, nyaris seluruh perairan seperti tidak ada ikannya. Untuk itu, jika memaksa memancing pada musim ini siap-siap saja gigit jari.

Musim Timur
Pada musim ini biasanya terjadi mulai Juni-Agustus. Musim timur, biasanya angin bertiup kencang mulai pagi hingga malam hari dengan iringan badai dan gelombang laut yang besar. Pada musim ini, ketinggian gelombang bisa mencapai 1-2 meter. Karena gelombang tinggi, beberapa nelayan menjalankan aktifitasnya pada malam hari dnegan alat pancing.

Biasanya, aktifitas ini disebut "ngambur" karena saat menangkap ikan menggunakan alat penerang berupa obor. Saat memancing, para nelayan hanya bisa mendapatkan beberapa jenis ikan seperti Ikan Tambak, Jerapa, Kakap Putih, dan beberapa jenis ikan yang hidup diantara batu karang.

Musim Tenggara
Musim ini merupakan musim yang paling dibenci para warga Kepulauan Seribu, karena saat ini biasanya beberapa perairan dipenuhi beragam sampai dari daratan. Tak heran, masyarakat setempat menyebut musim tenggara dengan musim sampah. Mengikuti arah angin tenggara, beberapa sampah mulai sampah rumah tangga hingga limbah pabrik memenuhi pesisir dari daratan Jakarta dan Tangerang.Musim ini terjadi sepanjang bulan Mei.
Musim Kemarau
Musim ini terjadi mulai pertengahan Mei sampai bulan September. Musim ini ditandai dengan panas yang menyengat di atas rata-rata. Seperti kemarau di daratan, musim kemarau di Pulau Seribu membuat warga kesulitan mencari sumber air bersih.

Musim Pancaroba
Musim ini merupakan peralihan dari musim kemarau kemusim penghujan. Musim ini terjadi selama satu bulan di antara akhir musim kemarau dan awal penghujan yaitu bulan oktober. Masyarakat mengenal musim ini sebagai musim musim penyakit. Karena pada masa peralihan ini, tak sedikit masyarakat terserang penyakit pusing-pusing (sakit kepala), influenza, dan gatal-gatal pada kulit.

Musim Penghujan
Musim ini biasanya terjadi pada bulan November-April yang diikuti dengan curah hujan tinggi mulai bulan Februari sampai April. Musim penghujan untuk masyarakat Kepulauan Seribu merupakan salah satu musim yang paling diharapkan kedatangannya, karena sebagian warga yang dikelilingi lautan ini bisa mendapatkan sumber air bersih untuk keperluan minum dan masak dari penampungan air hujan yang dimiliki hampir seluruh warga.

Pengaruh Musim Terhadap Potensi Laut
Disamping musim angin yang telah disebutkan, beberapa nelayan mempunyai perhitungan sendiri untuk mendapatkan hasil laut yang sesuai dengan keinginannya. Potensi laut yang umumnya dimanfaatkan para nelayan adalah ikan dan sebagian kecil biota laut yang memiliki nilai ekonomi.

Namun, semenjak awal tahun 90-an potensi ikan di perairan Kepulauan Seribu sudah berkurang, hal itu disebabkan oleh peralihan metode penangkapan ikan. Dewasa ini, perkembangan teknologi alat tangkap merupakan biang keladi berkurangnya jumlah ikan, penangkapan ikan besar-besaran oleh nelayan lokal mapun nelayan dari luar Kepulauan Seribu sangat berdampak pada peningkatan jumlah ikan, apalagi penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem laut sempat ramai akhir tahun 80-an. Berikut musim ikan yang biasanya terjadi di Kepulauan Seribu.

Musim Ikan Tongkol
Ikan tongkol merupakan jenis pelagis yang melakukan migrasi melintasi perairan laut jawa. Musim migrasi terjadi pada bulan Oktober hingga April. Pada masa ini nelayan panen ikan tongkol dalam jumlah besar. Sayangnya, melimpahnya jumlah ikan tongkol pada musim ini mengakibatkan harga menjadi turun, ditambah pembeli yang terbatas.

Musim Ikan Tenggiri
Ikan ini juga merupakan jenis pelagis yang menjadi primadona nelayan karena harga jual yang tinggi. Ikan ini banyak dijumpai diperairan Kepulauan Seribu pada bulan-bulan November dan Desember.

Musim Ikan Baronang
IKan Baronang meruapakan salah satu ikan laut yang berharga mahal. Ikan ini banyak dijumpai pada bulan Februari-Maret dan November-Desember. Karena musim ikan ini terjadi dua kali setiap tahun, masyarakat setempat menganggap ini merupakan berkah tersendiri dari pencipta.

Musim Ikan Kerapu, Ekor Kuning, dan Cumi-cumi
Ketiga jenis ini terdapat di perairan Kepulauan Seribu sepanjang tahun. Tidak mengenal musim apapun, bagi nelayan ketiga jenis ikan ini banyak dijumpai meski volumenya tidak sebesar dahulu.

Musim Ikan Cucut
Ikan ini banyak dijumpai pada bulan Mei hingga Juli. Pada umumnya nelayan berlomba-lomba untuk menangkap jenis ikan ini karena harga cucut muda sangat mahal. Cucut muda biasanya dimanfaatkan para penggemar atau kolektor ikan menjadi ikan hias di aquariumnya.

Musim Teripang dan Udang Pengko
Dalam setahun dua kali musim teripang yaitu bulan Maret-April dan Oktober-November. Jenis teripang merupakan barang komoditi yang sudah langka. Pada saat bersamaan, nelayan juga memanfaatkannya untuk mencari udang pengko sejenis udang yang hidup didasar perairan dangkal sekitar pulau-pulau. Udang ini bersarang dengan menggali lobang di lamun-lamun dan karang yang berpasir, cara menangkap udang ini masyarakat menyebutnya dengan memengko maka udang ini diberi nama udang pengko, udang ini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan cukup digemari. (Berbagai Sumber)

Read More »


Keindahan panorama alam Kepulauan Seribu tidak hanya dikagumi oleh pelancong atau wisatawan domestik. Akan tetapi, keindahan alam bahari di Kepulauan Seribu juga dikagumi oleh wisatawan asing yang tengah berwisata di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Pulau Seribu Utara. 

"Pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini berkesan serasa di dunia yang berbeda. Indahnya pantai dengan air yang bersih dan jernih, anak-anak yang ramah mereka dengan wisatawan yang datang," ungkap Januar ketty (25) wisatawan asal Inggris kepada beritapulauseribu.com, Selasa (17/12/2013).

Menurutnya, ia sengaja mengunjungi Pulau Seribu bersama dua rekanya yakni Joe (29) dan Robert Bult (28) lantaran penasaran dengan keindahan alam khusunya laut di Kepulauan Seribu. "Saya sangat suka, sunggu indah Pulau-pulau disini," heranya.

Dia menceritakan, sepanjang perjalanan dengan menggunakan Kapal Angkutan Cepat dari Dermaga Marina, Ancol, Jakarta Utara ia sudang sangat mengagumi kemolekan alam disini. Terlebih, Keakraban dengan masyarakat dan anak-anak di Pulau Pramuka merupakan pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

"Keakraban kami dengan anak-anak ini bermula sejak kami turun dari boat,  mereka malu-malu saat kami foto, senyum mereka menandakan sambutan yang hangat bagi kami," tutupnya.
 

Read More »

Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu
Menyematkan Keelokan Panorama Laut nan Menawan, Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu atau lebih dikenali sebagai Kepulauan Seribu merupakan gugusan kepulauan di Teluk Jakarta yang membentang sekira 100 mil dengan luas 108.000 hektar atau mencapai sebelas kali luas daratan Jakarta. Kawasan taman nasional laut yang berlokasi 45 km sebelah utara Kota Jakarta itu merupakan kawasan pelestarian alam bahari dengan zona konservasi yang terus dijaga keindahan dan kebersihannya.
Anda yang berdiam di Kota Jakarta sebenarnya tidak perlu jauh-jauh ke Bali atau berlibur ke pulau indah lainnya di Nusantara. Untuk menikmati keindahan alam tropis laut Indonesia mengapa tidak kini mencoba plesir ke Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Kawasan ini kian hari kian digemari sebagai salah satu tujuan wisata favorit wisata bahari.

Jumlah pulau di kawasan ini nyatanya tidaklah seribu melainkan sekira 342 pulau dan yang ideal untuk tempat wisata ada 20 pulau dari 45 pulau wisata umum dan wisata khusus. 6 pulau di kawasan ini telah dijadikan sebagai tujuan wisata dengan sarana dan prasarana yang memadai, yaitu: Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kotok, Pulau Putri, Pulau Pantara, dan Pulau Sepa.
 
Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu sebagian besar tidak berpenghuni dan berupa pulau pasir dengan terumbu karang bervegetasi maupun tidak. Dari keseluruhan pulau di kawasan ini diperkirakan ada 17 pulau sudah tenggelam akibat abrasi alam.

Umumnya mereka yang datang ke Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu untuk menikmati keindahan alamnya dengan snorkeling atau diving. Pulau Tidung menjadi pulau yang paling lengkap fasilitasnya serta mampu menampung wisatawan dalam jumlah besar. Apabila Anda ingin mengunjungi pulau yang bernuansa alam maka Pulau Pramuka cocok untuk ekowisata dan wisata edukasi. Beberapa pulau lain yang dapat Anda sambangi, yaitu: Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Sepa, Pulau Putri, Pulau Alam Kotok, Pulau Pelangi, Pulau Pari, dan Pulau Pantara.

Sebagian besar pantai di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dilindungi hutan bakau yang menjadi rumah bagi biawak, ular cincin emas, dan piton. Fauna di kawasan ini diperkirakan ada sekira 17 jenis burung, 350 jenis ikan karang, 2 jenis kima, 3 kelompok ganggang, 101 jenis moluska, 237 jenis terumbu karang, dan 6 jenis rumput laut.
 
 
Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Sementara itu, flora  di Taman Nasional Kepulauan Seribu didominasi tumbuhan pantai, seperti nyamplung (Calophyllum inophyllum), butun (Barringtonia asiatica), bogem (Bruguiera sp.), sukun

Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu mempunyai sumber daya alam khas berupa ekosistem karang yang unik yaitu terumbu karang. Pulau-pulau di kawasan ini dikelilingi terumbu karang tepian (fringing reef) dengan kedalaman 1-20 meter. Terumbu karang seniri merupakan salah satu sub sistem ekosistem perairan laut yang produktif. Beberapa jenis karang keras di sini, yaitu: seperti karang batu (massive coral), karang meja (table coral); karang kipas (gorgonia); karang daun (leaf coral); karang jamur (mushroom coral).
 
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu kini ditata menjadi dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara (3 kelurahan) dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan (3 kelurahan). Pusat pemerintahannya sendiri ada di Pulau Pramuka dan sudah difungsikan sejak 2003. Mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan zona konservasi maka pengembangan wilayah kabupaten ini lebih ditekankan pada budidaya laut dan pariwisata.
 
Sumber : indonesia.travel 
 

Read More »

Lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungan yang diperlukan bagi pengamanannya disebut situs. Pengertian tersebut sesuai dengan pasal 1 ayat (2) Undang-undang RI nomor 5 Tahun 1992. Tentang Benda Cagar Budaya. Pulau Onrust adalah suatu situs yang mengandung benda cagar budaya dari masa kolonial yang perlu mendapat perlindungan dengan maksud untuk pelestarian dan pemanfaatannya guna memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

Latar Belakang Sejarah
Pulau Onrust berperan pada masa Kolonial Belanda sekitar abad 17. Sebelum Belanda memanfaatkan untuk keperluan penjajahan, pulau-pulau di perairan Teluk Jakarta tersebut telah dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja-raja Banten.

Pulau Onrust pernah menjadi sengketa antara kerajaan Banten dan Jayakarta. Jayakarta merasa memiliki pulau ini karena lokasinya dekat, di depan kota Jayakarta. Sedangkan Banten juga mempunyai hak atas epulauan tersebut karena seluruh kepulauan seribu adalah bagian dari teritorial kekuasaannya.

Setelah VOC gagal menguasai perdagangan Banten pada 1610, atas izin dari Pangeran Jayakarta, Belanda menempati salah satu kepulauan di Teluk Jakarta sebagai tempat untuk perbaikan kapal-kapal yang berlayar ke Asia, khususnya Asia Tenggara. Oleh Pangeran Jayakarta VOC diizinkan menggunakan salah satu pulau di Teluk Jakarta, yaitu Pulau Onrust, seluas 12 hektar dan jaraknya 14 km dari Jakarta. Tahun 1615 VOC mendirikan galangan kapal dan sebuah gudang kecil. J. Pieterzoon Coen mengharapkan Pulau Onrust dapat menjadi koloni dagang selain dijadikan pertahanan atas ancaman Banten dan Inggeris pada 1618. Pada tahun-tahun berikutnya dilakukan pembangunan untuk kepentingan VOC-Belanda di Pulau Onrust di antaranya pada 1656 dibangun benteng kecil bersegi empat dengan dua bastion (bangunan yang menjorok ke luar berfungsi sebagai pos pengintai).

Pada 1671 bangunan benteng tersebut diperluas menjadi benteng bersegi lima dengan astion pada tiap-tiap sudutnya, namun bentuknya tidak simetris. Semua bangunan tersebut terbuat dari batu merah dan batu karang. Pada 1674 dibangun gudang-gudang. Kedudukan Belanda di Batavia semakin tak menentu sehubungan dengan perang Eropa 1795. Ketidaktentuan semakin bertambah dengan adanya armada Inggeris di bawah pimpinan H. L. Ball pada 1800. Pulau Onrust dikepung oleh Inggeris dan dihancurkan. Belanda membangun kembali Pulau Onrust dan selesai pada 1806, kemudian dihancurkan lagi oleh Inggeris. Serangan Inggeris yang kedua ini dipimpin oleh Admiral Edward Pellow.

Dengan didudukinya Batavia oleh Inggeris pada 1810 bangunan-bangunan di Pulau Onrust diperbarui sampai Inggeris meninggalkan Indonesia 1816. Pulau Onrust diperhatikan kembali pada 1827 pada masa Gubernur Jenderal G.A. Baron Van Der Capellen. Kegiatan di Pulau Onrust berjalan kembali pada 1848. Tahun 1856 dibangun dok kapal terapung untuk perbaikan kapal di laut. Dengan dibangunnya pelabuhan laut Tanjung Priok tahun 1883 maka peranan Pulau Onrust semakin berkurang.

Pada 1911-1933 Pulau Onrust dijadikan karantina Haji. Sejak 1933 sampai 1940 Pulau Onrust dijadikan tahanan bagi para pemberontak yang terlibat “Peristiwa Kapal Tujuh” (Zeven Provincien). Tahun 1940 dijadikan tempan tawanan orang-orang Jerman di antaranya Steinfurt mantan Kepala Administrasi Pulau Onrust. Setelah Jepang datang di Indonesia (1942) peranan Pulau Onrust kurang penting dan dijadikan penjara bagi penjahat/kriminal kelas berat.

Pada masa Indonesia merdeka dimanfaatkan sebagai karantina penderita penyakit menular, di bawah pengawasan Departemen Kesehatan RI sampai awal 1960. Rumah sakit ini kemudian dipindahkan ke pos VII Pelabuhan Tanjung Priok.

Letak dan Lingkungan
Pulau Onrust adalah satu pulau di utara Jakarta, termasuk wilayah administratif Kepulauan Seribu, berada di koordinat 106--44 derajat Bujur Timur dan 6 derajat 02.3 Lintang Selatan. Pulau Onrust dapat dicapai lewat jalan air, melalui lima pelabuhan laut, yaitu Pelabuhan Laut Tanjung Priok, Pelabuhan Marina Ancol, Pelabuhan Pasar Ikan, Pelabuhan Angke dan Pelabuhan Muara Kamal. Dari kelima pelabuhan tersebut yang paling dekat adalah Pelabuhan Muara Kapal, bisa dicapai dengan perahu tradisional dalam waktu 20--25 menit.

Pulau Onrust dikelilingi oleh lautan yaitu Laut Jawa dan termasuk salah satu dari Kepulauan Seribu yang lebih dekat dengan Pulau Cipir, Pulau Kelor dan Pulau Sakit (biasa disebut Pulau Bidadari).

Deskripsi
Penduduk Kepulauan Seribu menyebut Pulau Onrust ini sebagai Pulau Kapal karena pada pertengahan abad 17 sampai 18 di pulau tersebut banyak berlabuh kapal-kapal VOC, (kongsi dagang Belanda) yang oleh penduduk waktu itu disebut Kompeni.

Saat ini Pulau Onrust dalam keadaan rusak, hanya beberapa bangunan yang masih dalam keadaan utuh (hasil pemugaran) dan beberapa penambahan bangunan dan monumen dari Pariwisata dan Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Adapun sisa bangunan yang masih ada antara lain bekas penjara, bekas rumah dokter, gudang, kantor, reruntuhan bekas rumah sakit, kuburan, bekas dermaga dan pos penjagaan.

Pulau Onrust yang semula memiliki luas 12 hektar, mulai berperan pada masa kolonial Belanda pada 1618 sebagai galangan kapal, namun pulau-pulau di Teluk Jakarta ini sebenarnya telah digunakan sebagai tempat peristirahatan oleh raja-raja Banten. Pulau Onrust pernah pula digunakan sebagai benteng pertahanan atas serangan Banten dan Inggeris pada 1618 dan pada 1800 dihancurkan oleh Inggeris. Kemudian diperbaiki lagi tahun 1816. Pada 1911-1933 digunakan untuk karantina haji, tahun 1940 sebagai tahanan para pemberontak “Peristiwa Kapal Tujuh” dan pada tahun yang sama digunakan untuk tahanan orang Jerman.

Pada masa pemerintahan Jepang, Pulau Onrust digunakan untuk tahanan para penjahat/kriminal berat. Pada masa Indonesia merdeka digunakan untuk karantina bagi para penderita penyakit menular, di bawah pengawasan Departemen Kesehatan RI pada 1960. Sekarang pulau ini dijadikan situs cagar budaya di bawah pengelolaan Bidang Muskala Kanwil Depdikbud DKI dan pengembangannya oleh Dinas Pariwisata.

Mengingat peranan penting perairan Teluk Jakarta, khususnya Pulau Onrust yang telah dimanfaatkan sebelum maupun sesudah masa kolonial sampai masa Indonesia merdeka, maka Pulau Onrust perlu dilestarikan sebagai cagar budaya.

Sumber:
Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1995. Aneka Ragam Khasanah Budaya Nusantara VI. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Read More »

Mengusung konsep "Eco Resort, Learn and Enjoy From Nature & History", Pulau Bidadari terus mengembangkan destinasi wisatanya. Tidak hanya membidik wisata bahari, sebagai eco resort, Pulau Bidadari juga mengembangkan wisata edukasi.

Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin, mengatakan kunci dari eco resort adalah mengajak semua pemilik resort untuk melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

"Eco resort, pembangunan yang berwawasan lingkungan supaya tujuan wisata bahari dan edukasi tercapai," kata Asep dalam Travel Agent Gathering di Pulau Bidadari, Kamis (3/10/2013).

Sesuai dengan konsep "Eco Resort, Learn and Enjoy From Nature & History", Pulau Bidadari menyediakan segala wisata yang berbau alam dan sejarah.

Salah satunya adalah program eduwisata "Ayo ke Laut!". Program ini dikhususkan untuk pelajar atau mahasiswa yang ingin mempelajari tentang ekosistem laut maupun tentang kelautan itu sendiri.


KOMPAS/HERU SRI KUMORO Benteng Martello di salah satu ujung Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Untuk wisata sejarah, pulau yang sempat dijadikan sebagai salah satu pusat pemerintahan Kepulauan Seribu pada zaman VOC dulu, Pulau Bidadari juga memiliki nilai sejarah yang besar. Ada salah satu peninggalan zaman Belanda yang masih ada sampai saat ini, yaitu Benteng Martello.

Di Pulau Bidadari, Anda juga dapat melakukan wisata lainnya seperti feeding dolphins, banana boat, canoe, atau bersepeda mengelilingi pulau.

Sumber : http://travel.kompas.com/


Read More »

Kepulauan Seribu memiliki banyak titik penyelaman yang indah (Foto: Mutya/Okezone) 
KEINDAHAN alam bawah laut Kepulauan Seribu mempunyai daya tarik tersendiri bagi pencinta snorkeling dan diving. Gugusan pulau yang terletak di sebelah utara Jakarta ini menjanjikan pengalaman menakjubkan untuk menikmati kehidupan di bawah perairannya.
Sejak 2002, Kementerian Kehutanan menetapkannya sebagai Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS), yang menyimpan 130 jenis terumbu karang, 242 jenis karang, 141 jenis makrobentos, dan sejumlah spesies langka serta biota laut endemi, seperti kima raksasa, kima pasir, abalone kuda laut, lobster, ikan fishir, kelinci laut, penyu, dan udang mantis. Ini membuat TNKpS layak dinobatkan menjadi salah satu surga bawah laut di Indonesia, khususnya bagi pencinta snorkeling dan diving. Simak 10 titik penyelaman terbaik di Kepulauan Seribu:

Pulau Pramuka
Hanya berbekal alat sederhana, seperti, masker, snorkel, dan fin, Anda dapat langsung menyelami perairan di TNKpS sambil bercengkrama dengan makhluk yang hidup di dalamnya. Bagi Anda yang tak memiliki peralatan tersebut, cukup datang ke tempat penyewaan peralatan selam dan snorkeling di Pulau Pramuka. Sementara bagi Anda yang belum pernah mencoba aktivitas ini, harus ditemani oleh pendamping ahli demi keamanan dan keselamatan.

Pulau Semak Daun
Setelah perlengkapan siap, barulah Anda dapat mulai merambah titik terbaik untuk snorkeling dan diving. Bermula dari pulau dengan kedalaman paling rendah, maksimal 15 meter. Pulau Semak Daun, bagi Anda para pemula, inilah awal yang tepat. Anda dapat belajar snorkeling sambil mellihat keindahan terumbu ela. Pasir putih yang terbentang di pulau ini menjadikannya daya tarik pagi para wisatawan.

Pulau PanggangSelanjutnya, dengan penduduknya yang cukup padat, Pulau Panggang tetap menjawab Anda pehobi snorkeling dan diving untuk menyelaminya. Terbukti dengan hamparan soft coral yang membuat Anda tertarik untuk mendatanginya. Sementara, Taman Nasional Karang juga hadir di permukaan pulau ini.
Pulau Kayu Angin Genteng
Pasir putih yang terhampar di Pulau Kayu Angin Genteng merayu Anda untuk menjelajah lebih jauh. Di bawah laut, ikan-ikan menari di antara karang dengan tipe foliose dan massive. Karang tipe foliose tumbuh dalam bentuk lembaran yang menonjol pada dasar, berukuran kecil, dan membentuk lipatan yang melingkar. Sementara karang tipe massive, berbentuk bulat mulai dari ukuran sebesar telur hingga sebesar rumah. Permukaan terumbunya halus dan padat. Ikan dan karang tersebut akan menjadi teman terbaik saat menyelami keindahan bawah laut pulau ini.

Karang LebarDengan pesona hamparan hard coral dan ikan-ikan kecil, Karang Lebar memanjakan perjalanan Anda. Tapi jangan terlalu terlena, karena stinging hydroid atau hydroid penyengat dapat mengganggu aktivitas Anda. Hydroid penyengat merupakan karang lunak berbentuk seperti bulu ayam. Sangat lunglai saat terbawa arus, namun dapat menimbulkan sakit dan gatal saat anda menyentuhnya.
Karang CongkakKarang Congkak menjanjikan pemandangan Poso Wreck, menantang Anda untuk menyelami perairan dengan kedalaman maksimal 25 meter. Kegagahan para petualang bahari masa lalu terkuak di sini.
Pulau MelinjoPulau Melinjo yang terletak di sisi sebelah barat TNKpS memiliki pemandangan coral massive yang sayang untuk dilewatkan. Arusnya yang tidak terlalu kuat tak akan menghalangi Anda untuk menapakinya.
Pulau Pramuka
Pulau Pramuka menawarkan kapal tenggelam tabularasa yang menantang untuk dijelajahi. Dengan kedalaman maksimal 30 meter dan tingkat kecerahan kurang dari 10 meter, semakin memermudah untuk menikmati keindahannya.

Pulau Kuburan China

Pulau Kuburan Cina, pulau dengan keindahan pasir putih. Pulau tak berpenghuni ini menyimpan panorama soft coral yang sangat tinggi. Air lautnya yang dangkal dan jernih  sangat membantu petualangan Anda.

Pulau Petondan TimurMemiliki kedalaman maksimal hingga 32 meter, Pulau Petondan Timur (Papatheo) menantang Anda untuk menjelajah ke alam bawah laut pulau ini. Kapal tenggelam yang ditumbuhi karang berwarna-warni menjadi kekayaan visual yang menakjubkan. Tak salah jika pulau ini menjadi surga pecinta diving. Keindahan tak saja berada di dalam perairan tetapi juga di atas daratannya. 

Sumber :  okezone.com

Read More »


Kepulauan seribu memang surganya pulau- pulau dengan segala keindahannya, anda akan menemukan banyak pulau dengan ciri khas dan keistimewaanya masing. Berbagai macam cottage, berbagai macam fasilitas, keindahan alam, serta menakjubkannya keindahan dasar laut menjadi sesuatu yang akan memuaskan anda pecinta alam  dan semua yang datang disetiap pulau di kepualauan seribu. Berikut 7 pulau tereksotis yang bisa anda kunjungi dikepulauan seribu.

 
Keramahan penduduk, senyum penduduk akan anda dapatkan disini, pulau pramuka sendiri merupakan pulau berpenduduk, selain bisa menikmati keindahan pantai yang sangat luar biasa indahnya anda akan dimanjakan dengan penduduk yang ramah. Pulau yang hijau dan asri, Air biru yang jernih pasir putih yang menawan akan memanjakan mata anda, disediakan fasilitas yang cukup lengkap di pulau pramuka ini, mulai dari home stay, sarana olahraga, rumah makan, rumah sakit, masjid dan masih banyak lainnya yang bisa membuat anda betah dan nyaman dipulau ini. Tentu yang paling menarik adalah keindahan terumbu karang dan keindahan alam bawah laut yang siap untuk dijelajah,  dengan snorkling anda bisa melihat dan berenang bersama ikan hias yang berwarna- warni, dan termbu karang yang masih terjaga kealamianya akan memanjakan mata anda selama berenang didasar laut.
 
Pulau ayer ini juga merupakan satu- satunya pulau dikepulauan seribu yang memilik sumber air tawar, bagi anda yang ingin menetap sementara disini tidak perlu kuwatir karena sudah tersedianya restoran , masjid dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan, juga bagi anda akan menemukan berbagai type cottage yang berada di darat dan diatas laut, dan semuannya menghadap ke laut , tentu semua itu akan memuaskan anda saat berkunjung kepulau ini. Menuju kepantai, tak jauh berbeda dengan pulau kebanyakan, pantai anyer juga melengkapi pantainya dengan berbagai fasilitas permainan air yang memacu ardenalin, seperti banana boat dan  jetsky, anda bersama teman dan keluarga bisa menikmati kepuasan dalam berwisata bahari. Selain bermain dengan permainan yang disediakan, dipulau ini anda juga bisa menyalurkan bakat dan hobi memancing anda, di pulau pasti akan banyak ikan yang anda dapat dari hasil memancing anda, seru bukan.
 
Mulai dari fasilitas, di pulau bidadari ini anda bisa menikmati fasilitas yang bisa memuaskan anda, mulai dari cottage dengan khas menado etnis, restoran, berbagai macam sarana olahraga, volly, tenis meja, biliard, ruang meeting, bar dan masih banyak lainnya bisa anda nikmati disini. Selain fasilitas yang bisa anda nikmati dipulau, tentunya fasilitas dilaut akan melengkapi keseruan anda di pulau ini, bermain permainan air yang memacu adrenalin tentu menjadi pilihan bagi anda, disediakan fasilitas banana boat dan jetski bagi anda yang ingin menikmati keseruan diatas air. Selain itu hobi memancing anda pun akan tersalurkan disini, tak perlu kuwatir, pulau bidadari juga menyediakan perahu memancing bagi anda yang ingin memancing di laut sekitar pulau bidadari. Untuk sejarah yang ada di pulau bidadari, pulau bidadari dahulu mempunyai nama pulau sakit, dikarenakan pada abad ke 17 di pulau bidadari dibangun rumah sakit khusus penderita lepra dan kusta oleh Belanda. Selain itu secara bersama Belanda juga membangun sebuah benteng Martello yang berfungsi untuk pertahan dari ancaman musuh, dan benteng tersebut masih bisa temukan dan lihat di pulau bidadari.  Dan pada awal tahun 70n pulau ini dikelola dan dikembangkan sebagai resor wisata.  Menarik bukan, menikmati keindahan pulang lengkap dengan sejarah yang tersimpan didalamnya.
Pulau yang tidak berpenghuni ini memang sangat menyenangkan untuk dijadikan berbagai macam kegiatan. Selain keadaan pulau dan laut biru yang masih alami yang akan memanjakan mata anda. Meski jarang dikunjungi oleh wisatawan pulau ini tetap menarik untuk dikunjungi. Belum tersedianya listrik dipulau ini menambah kemeriahan saat anda camping dan menikmati malam, oh may. Pasir putih, laut biru dan banyak dihuni habitat laut sangat menarik untuk dijelajahi, memancing tentu menjadi hal yang paling menyenangkan, hobi dan keahlian anda akan diuji, anda bisa mendapatkan banyak jenis ikan laut disini, tentunya yang paling menarik ikan kerapu dan berbagai jenis kerang yang siap untuk dibakar dan di santap, selain itu diving dan snorkeling juga menjadi hal yang utama di pulau ini, keindahan alam bawah laut yang alami tentu sangat menarik untuk dijelajahi, ikan hias dan terumbu karang yang berwarna – warni, serta air yang biru dan jernih , tentunya bagi anda pecinta diving pulau- pulau di kepulauan seribu terrmasuk pulau karang congkak ini adalah surga bagi anda.
Salah satu yang menarik dan  bisa anda temukan dipulau kotok mulai dari cottage  yang unik dan berbeda dengan lainnya yang berada dipulau- pulau di kepulauan seribu, cottage di pulau kotok ini unik karena berada diatas pohon, tentunya pengalaman baru akan anda dapatkan, di atas cottage ini anda bisa meilhat inidahnya alam pulau kotok, melihat indahnya pasir putih dan memanjakan mata dengan birunya air laut. Berada diatas pohon tentu udara dan kesejukan akan semakin terasa dan akan membuat anda semakin nyaman. Dengan kealamiannya, pulau kotok dijadikan sebagai konservasi burung elang bondol yang menjadi maskot DKI Jakarta. Selain kepuasan yang anda temukan di pulau kotok tentuya keindahan pantai dan alam bahari pantai kotok juga sangat menawan dan harus anda nikmati keindahannya. Pasir putih dan bersih bisa anda jadikan arena bermain bersama keluarga . keindahan bahari pulau kotok ini bisa menjadi surga bagi anda pecinta diving dan snorkeling, air yang tenang akan membuat anda nyaman saat diving dan snorkeling, keindahan alam dasar laut akan memanjakan anda, ikan hias dan terumbu karang yang berwarna- warni serta jangkauan yang luas, akan memuaskan anda saat diving dan snorkeling.
Mulai masuk pulau putri anda akan disambut dengan patung ikan duyung yang sangat menawan, tentunya selain itu yang paling menarik dan tentunya bisa membahagiakan anda bersama keluarga adalah terdapatnya fasilitas undersea aquarium, yang merupakan lorong atau akuarium bawah laut dengan kedalaman kurang lebih 5 meter dan mempunyai panjang sekitar 15 meterdengan kaca tembus pandang, dari akuarium ini anda bisa melihat keindahan dasar laut, yang dihuni oleh ikan hias dan terumbu karang yang sangat menawan, tentunya ini bisa membahagiakan anda sekeluarga. Undersea aquarium ini juga merupakan satu- satunya yang terdapat di kepulauan seribu, jadi anda jangan sampai melewatkannya. Selain undersea aquarium anda bisa menikmati keindahan dasar laut melalui Glass Botton Boat yang merupakan kapal yang dilengkapi dengan kaca dibawahnya untuk melihat biota- biota didasar laut. Air yang biru dan jernih menjadikan ikan dan terumbu karang terlihat jelas dari kaca.  Tentu ini sangat menarik untuk dicoba, selain bisa menyenangkan bagi putra- putri, anak – anak tentunya bisa sedikit belajar tentang kehidupan dasar laut. Selanjutnya adalah sunset cruise, sebuah fasilitas dimana anda akan diajak menikmati keindahan matahari tenggelam dengan sebuah kapal,  angin yang sejuk dan debur ombak yang mendampingi anda diatas kapal tentunya menambah suasana romantis dan hangat bersama keluarga. Dan banana boat bisa anda jadikan sebagai fasilitas yang bisa memuaskan hasrat anda dalam berpetualang dan menguras adrenalin.
Pulau sepa merupakan salah satu pulau dengan pasir pantai terbaik dikepulauan seribu,dan tepi pantainya belum ditutupi oleh bebatuan. Anda dapat memutari pantai sepa dengan berjalan kaki, karena pantai sepa tidak begitu luas, menikmati dan memutari pulau sepa diwaktu senja tentu sangat menarik dan romantis bagi anda yang datang kepulau ini bersama pasangan. Jadikan pantai sepa sebagai tujuan wisata anda dalam kunjungan kepulau seribu, kepuasan tentang keindahan pasir putih, nuansa tropis yang alami, serta pesona bahari dasar laut akan memuaskan dan memanjakan anda disini. Selain keindahan alam tropisnya tentunya keindahan bahari dasar laut juga menjadi kenikmatan utama saat anda berkunjung ke pulau ini.  kegiatan diving dan snorkeling menjadi hal yang harus anda lakukan untuk menikmati naturalnya alam bawah laut pulau sepa, ikan hias dan terumbu karang yang berwarnai-  warni akan memanjakan anda, air yang tenang akan membuat anda nyaman saat melakukan kegiatan diving dan snorkeling disini.  Bagi anda yang gemar dengan hobi memancing, dipantai ini anda juga bisa menyalurkan hobi anda, tenang saja, saat anda memancing di pulau sepa ini dipastikan anda akan mendapatkan ikan, karena habitat ikan masih terjaga , kemungkinan untuk mendapatkan ikan pun akan banyak, namun bagi anda dilarang untuk berlebihan dalam berburu ikan demi kelestarian alam bawah laut pulau sepa.

Read More »

Diving dan snorkeling tak selalu harus ke Raja Ampat, ke Wakatobi, atau ke Bunaken yang jaraknya jauh dari Jakarta sehingga mengeluarkan biaya yang cukup besar. Ternyata, di Kepulauan Seribu yang masih wilayah Jakarta, juga masih menyimpan banyak panorama alam bawah laut yang indah dengan berbagai macam jenis biota.

Sebut saja misalnya di sekitar Pulau Pramuka. Di sekitar perairan pulau yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu dan pusat pelestarian alam oleh Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu ini, telah lama menjadi daya tarik wisata selam di Kepulauan Seribu.

Pastinya, yang tak punya uang dan waktu banyak, spot diving di pulau ini pantas dijadikan pilihan. Selain biaya yang terjangkau, keramahan warga juga menambah kenyamanan berwisata.

Seperti diungkapkan Andono, Koordinator Selam dari Universitas Indonesia. Spot diving di Pulau Pramuka masih bagus dan dia menjadikan Pulau Pramuka sebagai tempat pelatihan selam.

"Spot selam di Pulau Pramuka masih bagus dan fasilitasnya juga memadai. Jadi, perlu dijaga agar lebih bagus lagi," ungkapnya.

Meski begitu, Andono berharap, kondisi spot diving di perairan Pulau Pramuka terus dijaga dan dilestarikan. Sehingga, penikmat wisata selam dari Jakarta tidak perlu repot mengeluarkan banyak uang dan waktu hanya untuk menyelam. (Zarkasih)

Read More »

Selain memiliki potensi wisata alam bahari yang mempesona, ternyata Kabupaten Kepulauan Seribu juga memiliki potensi wisata relegi yang patut menjadi referensi untuk dikunjungi.

Satu dari sejumlah wisata bernuansa relegi itu terdapat di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, yakni dua makam alim ulama yang konon dikenal adalah tokoh besar penyiar agama islam.

Habib Ali Bin Ahmad Bin Zen Al-Aidid dan Habib Hasan Bin Hasyim Al-Aidid merupakan dua tokoh besar itu, yang bahkan haul keduanya dilaksanakan besar-besaran hingga didatangi ribuan jamah dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sayangnya, potensi wisata relegi itu belum digarap maksimal. Malah kondisi bangunan yang menaungi kedua makam ulama itu sangat memprihatinkan.

Sejumlah bagian dinding tampak retak dan bahkan atapnya nyaris ambruk. Hal serupa juga tampak pada bangunan Mushala di samping makam.

Ahli Waris Habib Ali Bin Ahmad Bin Zen Al-Aidid, Habib Zen Bin Habib Ali, yang juga warga setempat berharap kondisi ini mendapat perhatian pihak terkait.

Karena menurut dia, kedua makam alim ulama itu adalah warisan sejarah yang patut dilestarikan. "Kondisinya memprihatinkan, dan kami berharap ada perhatian untuk perbaikannya," ujarnya. (Buang Bahri)

Read More »


Pulau Macan adalah dua pulau kecil dengan pemandangan yang sempurna untuk difoto, yang dirancang untuk menjadi surga di perairan tropis. Selain itu, pulau ini memiliki sajian makanan yang lezat serta sehat, akomodasi sederhana namun nyaman, perabotan yang terbuat dari kayu terdampar, energi surya, kebun organik, serta program konservasi terumbu karang.

Pulau yang mulai dikenal dengan Tiger Island ini serius mengenai kehidupan yang harmonis dengan alam sekaligus menampilkan keindahan yang ada di Kepulauan Seribu. Tujuannya adalah untuk menyambut pengunjung di surga tropis, sekaligus menginspirasi dengan solusi-solusi terhadap tantangan- tantangan umum yang dihadapi, dan pastinya membuat Anda untuk merasa di rumah di pulau milik sendiri. [sumber : www.pulaumacan.com]

Read More »

Kepulauan Seribu memiliki banyak titik penyelaman yang indah (Foto: Mutya/Okezone) 
KEINDAHAN alam bawah laut Kepulauan Seribu mempunyai daya tarik tersendiri bagi pencinta snorkeling dan diving. Gugusan pulau yang terletak di sebelah utara Jakarta ini menjanjikan pengalaman menakjubkan untuk menikmati kehidupan di bawah perairannya.

Sejak 2002, Kementerian Kehutanan menetapkannya sebagai Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS), yang menyimpan 130 jenis terumbu karang, 242 jenis karang, 141 jenis makrobentos, dan sejumlah spesies langka serta biota laut endemi, seperti kima raksasa, kima pasir, abalone kuda laut, lobster, ikan fishir, kelinci laut, penyu, dan udang mantis. Ini membuat TNKpS layak dinobatkan menjadi salah satu surga bawah laut di Indonesia, khususnya bagi pencinta snorkeling dan diving. Simak 10 titik penyelaman terbaik di Kepulauan Seribu:

Pulau Pramuka

Hanya berbekal alat sederhana, seperti, masker, snorkel, dan fin, Anda dapat langsung menyelami perairan di TNKpS sambil bercengkrama dengan makhluk yang hidup di dalamnya. Bagi Anda yang tak memiliki peralatan tersebut, cukup datang ke tempat penyewaan peralatan selam dan snorkeling di Pulau Pramuka. Sementara bagi Anda yang belum pernah mencoba aktivitas ini, harus ditemani oleh pendamping ahli demi keamanan dan keselamatan.

Pulau Semak Daun

Setelah perlengkapan siap, barulah Anda dapat mulai merambah titik terbaik untuk snorkeling dan diving. Bermula dari pulau dengan kedalaman paling rendah, maksimal 15 meter. Pulau Semak Daun, bagi Anda para pemula, inilah awal yang tepat. Anda dapat belajar snorkeling sambil mellihat keindahan terumbu ela. Pasir putih yang terbentang di pulau ini menjadikannya daya tarik pagi para wisatawan.

Pulau PanggangSelanjutnya, dengan penduduknya yang cukup padat, Pulau Panggang tetap menjawab Anda pehobi snorkeling dan diving untuk menyelaminya. Terbukti dengan hamparan soft coral yang membuat Anda tertarik untuk mendatanginya. Sementara, Taman Nasional Karang juga hadir di permukaan pulau ini.

Pulau Kayu Angin Genteng

Pasir putih yang terhampar di Pulau Kayu Angin Genteng merayu Anda untuk menjelajah lebih jauh. Di bawah laut, ikan-ikan menari di antara karang dengan tipe foliose dan massive. Karang tipe foliose tumbuh dalam bentuk lembaran yang menonjol pada dasar, berukuran kecil, dan membentuk lipatan yang melingkar. Sementara karang tipe massive, berbentuk bulat mulai dari ukuran sebesar telur hingga sebesar rumah. Permukaan terumbunya halus dan padat. Ikan dan karang tersebut akan menjadi teman terbaik saat menyelami keindahan bawah laut pulau ini.

Karang LebarDengan pesona hamparan hard coral dan ikan-ikan kecil, Karang Lebar memanjakan perjalanan Anda. Tapi jangan terlalu terlena, karena stinging hydroid atau hydroid penyengat dapat mengganggu aktivitas Anda. Hydroid penyengat merupakan karang lunak berbentuk seperti bulu ayam. Sangat lunglai saat terbawa arus, namun dapat menimbulkan sakit dan gatal saat anda menyentuhnya.

Karang CongkakKarang Congkak menjanjikan pemandangan Poso Wreck, menantang Anda untuk menyelami perairan dengan kedalaman maksimal 25 meter. Kegagahan para petualang bahari masa lalu terkuak di sini.

Pulau MelinjoPulau Melinjo yang terletak di sisi sebelah barat TNKpS memiliki pemandangan coral massive yang sayang untuk dilewatkan. Arusnya yang tidak terlalu kuat tak akan menghalangi Anda untuk menapakinya.

Pulau Pramuka

Pulau Pramuka menawarkan kapal tenggelam tabularasa yang menantang untuk dijelajahi. Dengan kedalaman maksimal 30 meter dan tingkat kecerahan kurang dari 10 meter, semakin memermudah untuk menikmati keindahannya.

Pulau Kuburan China


Pulau Kuburan Cina, pulau dengan keindahan pasir putih. Pulau tak berpenghuni ini menyimpan panorama soft coral yang sangat tinggi. Air lautnya yang dangkal dan jernih  sangat membantu petualangan Anda.

Pulau Petondan TimurMemiliki kedalaman maksimal hingga 32 meter, Pulau Petondan Timur (Papatheo) menantang Anda untuk menjelajah ke alam bawah laut pulau ini. Kapal tenggelam yang ditumbuhi karang berwarna-warni menjadi kekayaan visual yang menakjubkan. Tak salah jika pulau ini menjadi surga pecinta diving. Keindahan tak saja berada di dalam perairan tetapi juga di atas daratannya. 
Sumber :  okezone.com

Read More »

Nah, rupanya Kepulauan Seribu sebagai bagian dari Jakarta tampaknya tak terlepas dari eksvansi bangsa yang dikenal memiliki etos kerja tinggi ini. Ya, para penjelajah samudera bermata sipit ini juga menoreh cerita masa lalu di salah satu pulau di Kepulauan Seribu di era pejajahan Bangsa Belanda di Indonesia khususnya di ranah Batavia yang saat ini bernama Jakarta.

Pulau tersebut adalah Pulau Karya yang terletak di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Pulau yang memiliki luas daratan sekitar 6 hektar ini sekarang dimanfaatkan sebagai pusat Kantor Teknis Pemerintahan Kepulauan Seribu dan sejumlah instasi lainnya, seperti Markas Kepolisian Resor Kepulauan Seribu, Markar Danramil, dan juga sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Mengenang pulau yang dihiasi pantai pasir putih dengan air laut dangkal yang jernih ini tak terlepas dari penemuan berbagai macam alat kerajinan yang identik dengan Tionghoa. Bahkan, saat dilakukan penilitian oleh Dinas Permusiuman dan Purbakala DKI Jakarta sekitar Tahun 1973 lalu, ditemukan sejumlah tulang belulang yang memiliki kemiripan dengan tekstur kerangka tulang orang cina.

Dari itu, setelah beritapulauseribu.com menelusuri lebih dalam dengan meminta keterangan sejumlah sesepuh dan orang yang mengetahui sejarah Pulau Karya yang juga disebut warga Pulau Panggang adalah Pulau Cina atau Pulau Kuburan Cina. "Sejak 1973 oleh Gubernur Ali Sadikin, pulau itu diganti nama dengan Pulau Karya. Dulunya kita sebut itu Pulau Cina atau Pulau Kuburan Cina," ujar Abdullah (49), warga Pulau Panggang, Kamis (3/1).

Menurut mantan Lurah Pulau Panggang ini, dirinya pernah sering diajak oleh bapaknya yang kala itu Kepala Kampung (Sekarang Lurah. red) membantu Petugas Permusiuman dan Purbakala menggali tanah mencari bukti-bukti sejarah Pulau Karya. "Seingat saya, saat itu banyak ditemukan keramik dan geraba yang dihiasi tulisan-tulisan cina. Bahkan di sisi barat pulau yang saat ini jadi TPU ditemukan kerangka tengkorak orang cina," katanya.
Tak berhenti mencari fakta bagaimana orang Tionghoa bisa sampai di Pulau Karya?, beritapulauseribu.com mendapat cerita dari Ambas (52) yang juga pernah menjabat sebagai wakil lurah di Pulau Panggang. Menurut dia, konon sekitar tahun 1700-an, saat terjadi eksodus orang-orang Tionghoa ke Indonesia yang dijadikan pekerja paksa oleh Belanda karena dikenal memiliki etos kerja tinggi.

Kekejaman Negeri Ratu Elizabet kala itu membuat orang Tionghoa dan orang pribumi menderita. Tak dikatehui siapa yang menjadi pimpinan orang Tionghoa melarikan diri dari kerja paksa itu. Menggunakan kapal, mereka membawa harta benda berupa keramik dan lainnya. "Sayangnya, saat melintas di perairan Pulau Seribu, orang-orang cina yang melarikan diri itu diserang wabah penyakit yang mematikan," kisahnya.

Untuk mengobati serangan penyakit, kata Ambas, kapal itu berlabuh di Pulau Karya yang saat itu tanpa nama. Mereka berusaha mencari obat dan bertahan hidup di pulau tersebut. Sayangnya, karena tak ada obat yang dapat menyembukan penyakit mereka akhirnya satu demi satu meninggal dan dikubur di pulau itu. "Tidak diketahui apakah ada yang selamat, tapi kisah itu putus di saat mereka semua meninggal," paparnya.
Kini jelaslah sudah, kenapa pulau yang berhadap-hapan dengan Pulau Panggang ini sebelumnya bernama Pulau Cina atau Pulau Kuburuan Cina. Fakta sejarah menyebutkan peninggalan keramik berornamen cina dan kerangka tengkorak yang kini tersimpan di musium, membuktikan orang-orang Tionghoa pernah ada di Pulau Karya dan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. (kang Lintas)

Read More »

Pulau Onrust, pulau Cipir, pulau Bidadari dan pulau Kelor termasuk situs yang dilindungi dan sebagai Taman Arkeologi.  Ketiga pulau ini begitu kental sebagai saksi bisu perjalanan dari masa ke masa yang dimulai dari tahun 1610, berikut jejak sejarah dari masa ke masa Pulau Onrust di Pulau Seribu.
Benteng yang ada di Pulau Onrust Pulau Seribu
courtesy jakarta.go.id
  1. Tahun 1610, Jan Pieterszoon Coen minta restu Pangeran Jayakarta untuk membangun dok kapal disalah satu pulau di teluk Jakarta untuk perbaikan kapal yang akan digunakan untuk berlayar ke Asia terutama ke Asia tenggara, permintaan ini disetujui oleh Pangeran Jayakarta dengan memberikan ijin pemakaian di Pulau Onrust, pulau seluas 12 hektar yang berjarak 14 kilometer dari Jakarta.
  2. Tahun 1615, VOC mulai membangun dok perbaikan kapal dan gudang di pulau Onrust.  Jan Pieterszoon Coen pelan- pelan sudah berencana membangun perdagangan dan militer untuk melawan Banten dan Inggris.
  3. Tahun 1656 VOC mulai membangun benteng pertahanan kecil yang berbentuk persegi panjang dengan dua menara pengawas, dan tahun 1671 benteng pertahanan ini diperbesar, benteng berbentuk simetris  pentagonal dengan menara pengawas disetiap sudutnya.  Konstruksi benteng dengan dinding tebal yang terbuat dari bata merah dan batu karang.
  4. Tahun 1674 Benteng ini ditambah dengan beberapa bangunan gudang .
  5. Tahun 1795 Posisi Belanda di Batavia kurang kuat akibat perang eropah dan tahun 1800 angkatan laut Inggris yang dipimpin oleh Kapten Henry Lidgbird Balls dengan kapal HMS Daedalus, HMS Sybille, HMS Centurion dan HMS Brave masuk ke Batavia dan benteng pertahanan pulau Onrust dihancurkan.
  6. Tahun 1827 - 1848 : Pulau Onrust diperhatikan kembali oleh Gubernur Jenderal GA Baron Van Der Capellen dan beraktivitas normal kembali di tahun 1848
  7. Tahun 1911-1933 pulau Onrust dan pulau Cipir menjadi karantina Haji, barak haji berjumlah 35 unit untuk kapasitas masing – masing 100 orang, jadi total dapat menampung 3500 orang.  Dibangun di tahun 1911. Karantina haji ini adalah bagian dari politik Islam dari kolonial Belanda, karena takut akan kekompakan umat Islam, pemerintah kolonial Belanda mengkarantina penduduk pribumi yang ingin berangkat haji maupun setelah pulang haji di maksud agar melalui karantina haji ini kolonial Belanda mudah mengkontrol, dan merupakan taktik Belanda.  Pulau Cipir tetangga dari pulau Onrust yang dihubungkan dengan jembatan ini masih terlihat sisa-sisa karantina haji walaupun sudah tidak utuh lagi, karantina haji ini mirip dengan penjara atau kamp konsentrasi.  Bangunan karantina seperti rumah sakit dan bark terbagi di pulau Onrust dan pulau Cipir, dengan pusat karantina di pulau Onrust, jemaah diwajibkan ikut karantina selama 5 hari.
  8. Tahun 1933 – 1940 pulau Seribu ini kembali digunakan Belanda untuk tahanan pembrontak yang terlibat insiden Tujuh Kapal “Zeven Provicien“.  Di tahun 1940 pulau ini digunakan Belanda untuk menahan Jerman seperti Steinfurt yang merupakan kepala adminstrativ Pulau Onrust.  Setelah jepang menyerbu Indonesia tahun 1942 peran pulau Onrust ini mulai menurun hanya digunakan sebagai penjara bagi penjahat dengan kejahatan serius.
  9. Tahun 1972 gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin menyatakan pulau Onrust sebagai situs sejarah yang dilindungi.
  10. Tahun 2002, pemerintah menyatakan pulau Onrust dan 3 pulau lain didekatnya (pulau Cipir, pulau Kelor dan Pulau Bidadari) sebagai Taman Arkeologi untuk melindungi situs – situs reruntuhan yang terdapat dipulau dari jaman VOC Belanda.
Sumber : http://sejarah.kompasiana.com/2012/08/28/jejak-sejarah-pulau-onrust-kepulauan-seribu-488724.html



Read More »