Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

0 komentar
Sebanyak 30 pelajar perwakilan dari Kabupaten Kepulauan Seribu  mengikuti kegiatan Pekan Olahraga (POR) Pelajar 2014 tingkat Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2014).

Dari informasi yang dihimpun beritapulauseribu.com, kegiatan POR yang resmi dibuka hari ini diikuti oleh ratusan pelajar se-Provinsi DKI Jakarta. Dalam perlombaan bergengsi tersebut rencananya akan ada  beberapa cabang olahraga yang  akan diperlombakan, salah satunya adalah olahraga yang paling di gemari masyarakat dunia yaitu sepak bola. "POR Pelajar Provinsi DKI Jakarta 2014 dibuka mulai hari ini dan akan berlangsung hingga 11 September 2014 mendatang," ujar Aditya salah seorang pendamping peserta POR kepada beritapulauseribu.com.

Menurutnya, kegiatan ini bagus buat para siswa di Kepulauan Seribu, karena sesungguhnya banyak potensi yang belum dilirik terutama dibidang olahraga. "Alhamdulillah hal ini memberikan motivasi bagi pelajar Kepulauan Seribu untuk bersaing dengan pelajar di Jakarta," katanya.

Adit menambahkan, pihak sekolah diharapkan selalu mempersiapkan siswanya secara berkesinambungan, sehingga selalu siap saat ada kompetisi besar seperti saat ini. "Saya berharap anak-anak pulau termotivasi dan mempersiapkan dirinya untuk tampil baik, sehingga bisa menjadi juara di setiap bidangnya," pungkasnya.

Read More »

0 komentar
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Kepulauan Seribu menginterogasi sejumlah pedagang "Judi Gosok" yang berjualan di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara. Pasalnya, keberadaan para pedagang tersebut telah meresahkan orang tua murid.

"Kita lakukan interogasi kepada para pedagang ini setelah adanya laporan dari wali murid yang resah dengan pedagang judi gosok yang berjualan di lingkungan sekolah," tutur Muhammad Yakub Komandan Kompi Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu, Senin (8/9/2014).

Yakub mengatakan, sebelum melakukan tindakan ini terlebih dahulu pihak Satpol PP mendapatakan laporan dari ibu-ibu dan masyarakat Kelurahan Pulau Panggang yang meributkan uang jajan anaknya habis untuk membeli judi gosok. Kemudian mendengarkan laporan tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap masalah tersebut.

Menurutnya, pedagang Judi Gosok yang mengunakan kupon tersebut sudah memberikan pendidkan yang buruk buat generasi penerus di Pulau Seribu. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan membiarkan masalah tersebut terjadi.  "Kita sudah kasih peringatan untuk tidak berjualan kupon gosok, jika mereka tetap berjualan maka terpaksa kita memberi sanksi atau melarang mereka tidak boleh masuk di wilayah Kelurahan Pulau Panggang," katanya.

Yakub menambahkan, tentunya kami akan mengambil langkah yang tegas ke depannya. "Jika mereka tetap bandal dan tidak menghiraukkan peringatan yang kami berikan, terpaksa kita akan ambil tindakkan tegas menurut peraturan yang ada," pungkasnya.
 
 
 

Read More »

0 komentar
Dengan meraih poin sebesar 280, Regu H dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pagi Pulau Harapan keluar sebagai juara pertama dalam perlombaan cerdas cermat "Konservasi" tingkat SD se-Kepulauan Seribu Utara., Kamis (4/8/2014). Mereka menjadi juara pertama setelah mengalahkan 7 regu dari 8 regu yang ikut berkompetisi pada acara cerdas-cermat yang diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Laut (BTLN) Kepulauan Seribu. 

Dari pantauan beritapulauseribu.com, perlombaan ceras-cermat ini berjalan cukup meriah. Pada babak pertama dimulai masing-masing regu memilih lembar soal yang sudah disediakan oleh panitia, dan mereka harus menjawab pertanyaan dari soal yang dipilih. Kemudian pada babak tanya jawab selesai, pihak panitia melanjutkan ke season babak rebutan dengan jumlah 35 soal yang harus dijawab oleh masing-masing regu. Sebelum menjawab pertanyaan soal yang dibacakan panitia. Para peserta terlebih dahulu harus meniupkan terompet sebagai tanda bahwa dia mampu menjawab dan jika salah maka nilai mereka dikurangi.

Memasuki babak final dengan soal pemetaan gambar, rantai makanan dan Puzele ke-3 regu yang sudah diputuskan panitia harus kembali berkompetisi untuk merebutkan juara 1, 2 dan 3. Akhirnya melalui babak final dengan perebutan skor nilai yang sengit ini.  Maka telah diketahui bahwa SDN 01 Pagi Pulau Harapan sebagai juara cerdas cermat. "Nilai babak final untuk regu B mendapatkan 53, kemudian Regu C 75 dan Regu H 80 dengan perolehan jumlah keseluruhan Regu B mendaptkan nilai 193, Regu C dengan nilai 215 dan Regu H 280. Maka dengan ini Regu H SDN 01 Pagi Pulau Harapan sebagi juara 1, untuk juara ke-2 Regu C SDN 02 Pulau Pramuka dan MIN 17 B Pulau Panggang juara ke-3," ujar Abdul Rasid salah seorang dewan juri.

Sementara itu, Sania Guru Pendamping SDN 01 Pagi Pulau Harapan menuturkan, sangat bangga dengan anak didiknya yang telah membawa harum nama sekolah. "Senang tentunya dan pastinya bangga, karena kerja keras kami akhirnya terbanyarkan dengan menjadi juara 1 dilomba cerdas cermat tingkat SD," pungkasnya. 
 
 
 

Read More »

Sebanyak 135 pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kepulauan Seribu mengikuti seleksi Remaja Ceria (RC) tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu, di Gedung Olahraga, Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Senin (11/8/2014).

Kepala Seksi Pelayanan Unit Pengelola Gelanggang Olahraga Bahtera Jaya, Farza mengatakan, tujuan dari diselenggarakannya seleksi Remaja Ceria tingkat Kepulauan Seribu adalah agar remaja pulau siap berlomba dengan 5 wilayah kota lainnya. "Seleksi RC ini akan diambil 15 pasang remaja untuk lolos di seleksi RC Kepulauan Seribu dan akan diikuti seleksi RC tingkat Provinsi DKI Jakarta pada bulan Oktober mendatang," kata Farza kepada beritapulauseribu.com.

Farza menjelaskan, peserta berasal dari 4 sekolah tingkat SLTA di Kepulauan Seribu diantaranya dari sekolah SMAN 69 Jakarta, SMKN 61 Jakarta, MA PKU dan MAN 1 Kampus B Pulau Kelapa. "Diharapkan, para remaja ceria Pulau Seribu nantinya bisa siap menghadapi era globlisasi dan bisa menambah wawasan," katanya.

Sementara itu, Suhela (17) salah seorang peserta seleksi Remaja Ceria mengaku senang mengikuti ajang tersebut. Dirinya pun menyatakan jika kegiatan ini akan dijadikan sebagai pengalaman hidup. "Senang sekali ikut kegiatan ini sebagai pengalaman juga buat kedepan," ungkapnya.

Ia berharap, ajang Remaja Ceria tetap terus berlanjut di masa-masa mendatang sehingga remaja Pulau Seribu bisa bersaing dengan remaja-remaja yang ada di Jakarta khusunya dan Indonesia pada umumnya.

Read More »


Para pendidik atau guru di Kabupaten Kepuluan Seribu mengaku bingung atas pemberlakuan Kurikulum Pendidikan 2013 oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun ajaran 2014. Pasalnya, hingga saat ini pihak sekolahan di Pulau Seribu belum juga menerima buku kurikulum 2013.
 
"Bagaimana yah, untuk tahun ajaran 2014 seharusnya bulan Juli guru dan siswa sudah menerima buku kurikulum 2013 yang sudah diberlakukan, akan tetapi Kemendikbud belum mendistribusikan satu pun ke sekolah," ujar M. Supardi Wakil Kepala SD 01 Pulau Panggang kepada beritapulauseribu.com, Rabu (6/8/2014).


M. Supardi menjelaskan di kurikulum 2013 ada perbedaan dengan kurikulum lama, khusunya dalam hal mata pelajaran. Menurutnya, pada kurikulum lama buku pelajaran dibagi per mata pelajaran, sedangkan untuk kurikulun 2013 bukunya dicetak secara terpisah. "Jadi tiap minggu atau bulan bisa berganti buku dan itu bertahap dari kelas 1, 2 kemudian kelas 4 dan 5," jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Yanto Siregar Kasudin Pendidikan Kepulauan Seribu menjelaskan, bahwa untuk buku mata pelajaran di kurikulum 2013 harus dipesan. Saat ini, pihaknya amsih menunggu kiriman dari pemerintah pusat. "Pengadaan buku kurikulum 2013 oleh Kemendiknas, jadi sekolah langsung pesan dan itu sudah dilakukan kita lagi nunggu pengiriman dari pusat," singkatnya.
 

Read More »

Menjelang Ujian Nasional (UN) 2014, tiga sekolah tingkat atas di Kepulauan Seribu dibekali Orientasi Masa Depan (OMD). Ketiga sekolah tersebut yakni, SMK Negeri 61 Jakarta di Pulau Tidung, SMA Negeri 69 Jakarta di Pulau Pramuka dan Madarasah Aliyah (MA) Negeri Kampus B di Pulau Kelapa.

Adalah China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), perusahaan minyak lepas pantai yang beroperasi di Kepulauan Seribu telah memfasilitasi pelajar di mendapatkan OMD.

"Ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) CNOOC SES Ltd di Kepulauan Seribu. Kali ini kami mengarah ke pendidikan yaitu memberikan bekal bagi pelajar SMA, SMK dan Madrasah Aliyah yang akan mengahadapi Ujian Nasional 2014," tutur Baskoro, dari CSR CNOOC saat ditemui beritapulauseribu.com di MAN Kampus B Pulau Kelapa, Selasa (18/04/2014).

Baskoro menambahkan, OMD merupakan program tahunan yang diberikan bagi pelajar SMA sederajat di Kepulauan Seribu menjelang Ujian Nasional. Program OMD diyakini dapat membantu pelajar kelas XII lebih siap dalam menghadapi soal-soal UN.

"Setiap tahun kita selalu adakan OMD ini Kepulauan Seribu, kita lakukan selama tujuh hari. Semoga program ini bisa membantu siswa dan siswi lebih percaya diri saat UN," kata Baskoro.

Program OMD yang diselenggarakan CNOOC pada tahun 2014 ini mengambil tema "Cita-Cita Hebat Berawal dari Semangat Kuat" dan akan dimulai besok (19/03). Untuk mensukseskan program tersebut, CNOOC menggandeng tim Fun Entertainment sebagai pembimbing OMD.

Salah satu guru MAN Kampus B Pulau Kelapa, Hermawati mengaku sangat mengapresiasi program OMD tersebut. Ia berharap, dengan OMD, siswa dan siswi bisa lebih siap mengahadapi UN 2014.

"Kami sangat apresiasi dan mendukung program ini, kami akan berusaha memberikan motivasi kepada siswa-siswi agar mengikuti OMD dengan sungguh-sungguh," kata guru mata pelajaran Geografi itu.
 
 
 

Read More »


Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu kembali mengadakan kegiatan penukaran budaya pelajar dengan negeri Jepang. Dalam penukaran budaya pelajar kali ini sebanyak 11 siswa asal negeri Sakura ini langsung dihadirkan dalam kegiatan itu.

"Ada 11 siswa dari Jepang yang hadir dalam penukaran budaya pelajari, sementara untuk pelajar dari Kepulauan Seribu ada 24 untuk tingkat SD dan 26 siswa SMP," jelasnya Abdullah Kabag Kesmas saat dihubungi beritapulauseribu.com, selasa (18/03/2014)

Abdullah menambahkan, pemerintah sangat antusias dan menyambut baik kegiatan tersebut. Pasalnya, kegiatan yang sudah 4 kali dilakukan ini memiliki misi dan tujuan untuk saling mengenal dan mengetahui dalam hal semangat belajar diantara kedua negara. "Ini juga bisa menjadi motifasi pelajar-pelajar kita untuk senantiasa berani bermimpi," katanya.

Sementara itu, rijal (14) siswa SMP Pulau Pramuka mengaku bangga bisa dilibatkan dalam ajang kegiatan internasional tersebut. Menurutnya, selain bisa menambah pengalaman kegiatan ini dinilai juga sangat menyenangkan. "Gembira dan senang dengan datangnya pelajar dari jepang karena sebelumnya hanya melihat orang Jepang dari TV," ungkapnya dengan penuh kepolosan.



Read More »


dokter-spesialis-nihil-anggota-dpd-jokowi-jangan-tidurPemerintah Provinsi DKI Jakarta didesak meningkatkan pelayanan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Sebab, hingga saat ini fasilitasi kesehatan belum memadai. Selain itu, dunia pendidikan juga diperhatikan secara berimbang dengan wilayah lain.

Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta, Pardi mengatakan, dari hasil reses di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, ternyata pembangunan di wilayah tersebut masih memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan lima wilayah Kota Administratif lainnya, pembangunan di Kepuluana Seribu sangat minim. Terbukti fasilitas sosial dan infrastruktur sangat terbatas.

Salah satunya keterbatasan Alat Kesehatan dan Dokter Spesialis di RSUD Kepulauan Seribu. Sejauh ini pengobatan hanya untuk penyakit ringan. Jika ditemukan sakit yang membutuhkan perawatan maka akan dirujuk ke RSUD Koja.

"RSDU Pulau Seribu ini dikenal sebagai RSUD Rujukan, dikit-dikit dirujuk ke RSUD Koja, karena memang alat kesehatan terbatas, dokter spesialisnya tidak ada," kata Pardi, saat dihubungi berita8.com, Selasa (19/11).

Karena itu, dirinya meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Bupati Kepuluan Seribu Asep Syarifudin untuk berupaya menyelesaikan masalah ini. "Bupati di Kepulauan Seribu harus berbuat, jangan merasa sebagai orang buangan. Gubernurnya juga harus menerbitkan SK untuk menempatkan dokter spesialis di sana. Artinya, ya Jokowi jangan tidur!" tandasnya.

Di samping itu, juga ada kendala pendididikan. Sebaiknya kualitas pendidikan di Kepulauan Seribu diperhatikan mulai dari sarana dan prasananya. Sehingga kualitas pendidikan tidak kalah dengan siswa yang ada di daratan.

Parahnya lagi, lanjut Pardi, ada tenaga guru honorer yang dalam waktu satu tahun hanya mendapatkan tiga bulan gaji. Sedangkan sembilan bulan gaji lagi belum diurus ke dinas.

"Pendidikan juga harus diperhatikan. Ada guru honorer di sana, gajinya baru turun 3 bulan, 9 bulan lagi belum turun. Kalau dia ngurus ke dinas, berapa ongkosnya? gajinya kan tidak besar-besar amat. Ini harus diperhatikan juga. Dia guru SMA," katanya.

Pardi juga sangat menyayangkan hingga saat ini potensi pariwisata dan sektor perikanan di Kepulauan Seribu belum tersentuh pemberdayaan. Padahal, jika dua potensi ini dikembangkan bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar. Karena itu, dirinya meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar menggali potensi ini dan tidak fokus pada pembangunan di wilayah daratan.

"Jokowi harus melek, lihat potensi di kawasan Pulau Seribu, pembangunanya harus sampai ke sana. Ini ibukota lho," tukasnya. (ag) 


Sumber : http://berita8.com 

 

Read More »


Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, Pulau Sebira, RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, membutuhkan tambahan tenaga medis dan guru. Kedua pelayanan tersebut di pulau terjauh di gugusan Kepulauan Seribu ini dinilai masih kurang.

"Kami membutuhkan tambahan tenaga medis, yang ada saat ini belum optimal melayani kesehatan warga," kata Nabah, Tokoh Masyarakat yang juga Kepala SD dan SMP Satu Atap Pulau Sebira, Minggu (27/10/2013).

Selain penambahan tenaga medis, menurut Naba, kelengkapan fasilitas kesehatan juga harus ditambah. "Itu juga penting, Pulau Sebira jauh dari daratan Jakarta dan pulau-pulau lainnya. Jadi kita berharap ada kelengkapan fasilitas medis yang dibutuhkan warga," harapnya.

Ditambahkannya, penambahan tenaga pengajar atau guru juga diperlukan. Pasalnya, sembilan dari 12 tenaga pengajar mengabdi di SD dan SMP satu Atap masih berstatus honor. "Yang PNS hanya kepala sekolah dan wakil. Yang lainnya honor. Kami berharap mereka diprioritaskan menjadi PNS," ungkap Naba.

Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin, dalam lawatan ke Pulau Sebira tengah pekan ini berkesempatan menyerahkan Kartu Jakarta Sehata dan Kartu Jakarta Pintar kepada warga yang berhak menerima. Dia mengaku akan menjadikan usulan warga sebagai bahan referensi pemerataan pembangunan di Kepulauan Seribu.

"Meski lebih dekat dari daratan Belitung dan Lampung, Pulau Sebira ini bagian yang tak terpisahkan dari Jakarta. Karena itu, hak warga pulau ini sama dengan hak warga Jakarta lainnya. Saya pasti akan akomodir usulan dan permintaan warganya," tegas Asep. [Ahmad Zarkasih]


Sumber :  http://beritapulauseribu.com


Read More »


AsepBupati Kepulauan, Asep Syarifudin memberikan Apresiasi terhadap pemenang Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang berasal dari putra Pulau Tidung, Acep Nunu Anugrah, siswa SMKN 61 Jakarta.

“Saya bangga, anak pulau menjadi juara 1 lomba kompetensi siswa tingkat nasional tahun ini,” ungkap Bupati Asep Syarifudin,Rabu (2/10). Atas kebanggan ini, Bupati berjanji akan memberi hadiah spesial yaitu sebuah Ipad terbaru yang belum ada di Indonesia.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada pemenang juara 1 lomba LKS karena telah mengahrumkan nama pulau di tingkat nasional,” ujar Asep.

Dia mengatakan, Ini adalah sebagai contoh untuk SKPD dan UKPD di Pemerintahan Kepulauan Seribu agar terus menjunjung dan meningkatkan prestasi yang membanggakan dalam setiap program yang di jalankan masing-masing.

“Baik kepada masyarakat pulau dan para jajaran pemkab kepulauan seribu ini adalah kebanggaan yang sangat luar biasa, saya berharap untuk bisa mengambil contoh dalam meningkatkan prestasi di lingkungan pulau seribu,” katanya.

Senyum sumringah tak lepas dari wajah Acep Nunu Anugrah (18), siswa SMK Negeri 61 Jakarta yang meraih prestasi membanggakan pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional tahun 2013 ini dihadiahi sebuah Ipad keluaran terbaru dari Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin.

“Terimakasih, saya jadikan hadiah dari pak bupati itu sebagai motivasi untuk berbuat lebih baik lagi,” ujar Acep Nunu.

Dia berharap, hadiah itu juga dapat dijadikan pendorong bagi siswa lainnya di Kepulauan Seribu untuk terus berkreasi dan berinovasi dibidang yang dikuasai. “Ayo teman-teman, kita pasti bisa berbuat dan jangan takut memulai,” ajak Acep. (aliem)

Sumber : http://www.harianterbit.com

Read More »


Untuk menekan masalah kenakalan remaja di wilayahnya, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara (KSU) bersama sejumlah instansi terkait akan melakukan pembinaan intensif terhadap siswa di sekolah tingkat SMP dan SMA.
Camat Kepulauan Seribu Utara, Heriyanti, mengaku telah membuat sejumlah program khusus untuk menekan masalah kenakalan remaja. Dirinya saat ini telah membangun komunikasi dengan unsur terkait seperti tokoh masyarakat, perangkat RT dan RW, serta kepolisian.


"Kita akan mengajak unsur-unsur itu melakukan sidak ke sekolah-sekolah yang ada di KSU. Sasaran kita adalah kenakalan remaja terkait dengan penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan penggunaan kendaraan bermotor," jelas Heriyanti.

Selain itu, penyalahgunaan alat teknologi informasi seperti tontonan pornografi yang saat ini diduga marak dimiliki oleh pelajar. "Sifatnya, kita mengajak mereka untuk menghindari aktivitas negatif. Karena mereka adalah generasi yang seharusnya berprestasi," katanya.

Untuk mengimbangi itu, camat berjanji akan meningkatkan kerja sama dalam hal mendukung fasilitas belajar dan dukungan motivasi belajar seperti beasiswa bagi pelajar yang berprestasi.

"Kita akan menggandeng organisasi kemahasiswaan yang ada di Kepulauan Seribu untuk ikut berperan dalam pembinaan kesiswaan. Begitupun dengan dukungan perusahaan-perusahaan yang selama ini memberikan beasiswa," ucap camat.

Dia berharap, program moralitas bagi generasi muda ini akan ikut menjadi bagian keberhasilan dunia pendidikan di DKI Jakarta dan khususnya di wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. "Kita selalu berharap, dan semoga apa yang kita inginkan terlaksana dengan baik," tutupnya. [Ahmad Zarkasih]

Sumber : http://beritapulauseribu.com/

Read More »


Seperti halnya di lima wilayah kota di Provinsi DKI Jakarta, Kabupaten Kepulauan Seribu juga akan menerapkan jam belajar malam (JBM). Program yang mewajibkan siswa belajar di rumah dari pukul 19.00 sampai 21.00 ini akan mulai disosialisasikan pada pertengahan Oktober ini.

Penerapan Perda Pemprov DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan ini akan diterapkan di RW 05 Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara dan RW 04 Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

"Kita menggunakan lokasi percontohan, jadi tidak semua berlaku di wilayah Kepulauan Seribu," ujar Kasudin Pendidikan Kepulauan Seribu, Bowo Irianto, Rabu (2/10).

Dia mengatakan, dalam melaksanakan JBM pihaknya akan berperan sesuai dengan fungsi, yakni dengan mengerahkan tenaga pengajar yang bertempat tinggal di lokasi percontohan.

"JBM adalah program bersama, kita akan mengambil tugas dalam pengawasan siswa oleh tenaga pengajar pada tiap waktu pelaksanaannya," kata Bowo.

Ketua RW 05 Kelurahan Pulau Panggang, Sugiono, mengaku mendukung dan akan menjadikan program ini sebagai program andalan di wilayahnya. Secara kebetulan, menurut dia, RW 05 merupakan lokasi yang berada di Pulau Pramuka terdapat sekolah.

"Kita dukung, tujuannya juga baik. Nanti kita koordinasikan dengan kelurahan agar juga dibantu dalam pengawasan di lapangannya," katanya.

Sementara Lurah Pulau Panggang, Moch. Ali Seleh, berjanji akan membantu menyukseskan program itu dengan membantu dari segi sosialisasi ke masyarakat. "Ada, nanti kita siapkan bahan untuk sosialisasinya," kata Ali singkat. [Ahmad Zarkasih]


Sumber : http://beritapulauseribu.com

Read More »

Hidup di pulau dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada, tak jarang membuat anak pulau kalah bersaing dengan anak-anak di daratan, termasuk juga di Pulau Seribu. Namun, kondisi demikian dijadikan Kasudin Pendidikan Kepulauan Seribu, Bowo Irianto, sebagai tantangan. Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan di pulau milik Pemprov DKI Jakarta tersebut, ia bertekad memajukan pendidikan di Pulau Seribu agar anak pulau bisa bersaing dengan anak-anak di daratan.

Untuk mewujudkan obsesinya itu, Bowo panggilan akrabnya, berjanji akan selalu menerapkan kepada guru-guru maupun kepala sekolah agar membangun kebersamaan, mengelaborasi seluruh potensi yang dimiliki, mengintensifkan komunikasi dan yang lebih paling penting membangun mimpi siswa-siswi di Pulau Seribu.

"Kami akan wujudkan kualitas pendidikan setara dengan di darat. Fakta di lapangan hasil UN masih tertinggal di darat dan itu menjadi tantangan kita. Bagi siswa yang tinggal di pulau, sekolah di pulau itu tidak ada pilihan dan tidak ada persaingan. Maka, kami sandingkan persaingan mereka bukan hanya di pulau, tapi juga di darat. Kami buka realitas yang ada, karena ketika mereka menginjakan kaki di Pelabuhan Kali Adem Muaraangke persaingan sudah banyak. Bahkan, kami ajak mereka bersaing dengan anak darat yang telah bekerja di perusahaan besar di darat," ujar Bowo, kepada beritajakarta.com, Selasa (6/11).

Menurut pria yang lahir di Magelang, 15 April 1962 silam, prestasi siswa dan siswinya di pulau semakin membaik, bahkan di tahun 2012 ini seorang siswi SMK 61 Pulau Tidung, Kepulauan Seribuutara, bernama Astri, yang mewakili DKI Jakarta Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Nasional Cabang Fishery berhasil meraih Juara II LKS SMK Tingkat Nasional Tahun 2012. "Artinya stigma di Pulau Seribu pendidikannya tertinggal itu tidak benar. Faktanya kami bisa berkontribusi di tingkat provinsi untuk menyumbangkan prestasi yang juga tidak kalah, karena kita bisa mengalahkan provinsi-provinsi yang lain," katanya.

Bagi Bowo, terdapat perbedaan antara siswa pulau dengan anak darat, yaitu bila anak darat tentu saja mendapatkan kemudahan akses, mudah berinteraksi dengan teman, perbedaan kultur, perhatian orang tua dan penyelanggara pendidikan di darat yang cukup intens. Namun, tidak demikian halnya yang dialami anak pulau. "Bahkan, jika ada kegiatan lomba antar provinsi yang melibatkan anak-anak pulau yang berlomba di darat, itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami selaku guru dan kepala sekolah. Tapi di sisi lain akan menumbuhkan rasa kemandirian dan percaya diri anak-anak," ungkapnya.

Terlebih, anak-anak pulau memiliki potensi yang sama dengan anak yang di darat, dan mereka bisa bersaing. Dengan bekal itu, Bowo bertekad mendorong anak-anak pulau agar bisa masuk ke perguruan-perguruan tinggi agar nantinya bisa memperebutkan kesempatan kerja yang lebih baik.

Meski bertanggung jawab terhadap pendidikan anak pulau, ia tidak menganggap itu sebagai duka, karena tugas di mana pun masih menjadi bagian tanggung jawabnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hampir setiap pekan, Bowo juga selalu mampir ke Pulau Seribu untuk memantau perkembangan siswa dan siswinya. "Bukan klise tapi memang itu realita yang harus kita hadapi. Saya melihat tidak dari sisi dukanya, kalau orang sudah melihat dari sisi dukanya, pasti akan menjadi hambatan. Saya nikmati saja dan kebetulan saya berangkatnya dari anak kampung yang kehidupannya biasa menghadapi tantangan. Saya menghadapi realita di sini dan saya nyaman saja. Terlebih lagi selama ini kawan-kawan merasa nyaman dan masih mau bersama-sama diajak maju," jelasnya.

Bowo merasa yakin, wawasan rekan seperjuangannya juga akan semakin meningkat seiring dengan diterapkannya wawasan komputer literit, IT literit, dan membangun kemauan membaca. "Kami juga akan mengembangkan akademik bimtek secara berkala kepada guru, kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi. Tahun depan kami akan menggelar penyelenggaraan sekolah inklusi bagi seluruh sekolah di Pulau Seribu. Sebab, di pulau juga terdapat anak-anak yang butuh perhatian khusus," tuturnya.

Dalam menjalankan programnya, Bowo juga selalu mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah bahwa bukan cuma jabatan yang menjadi tujuan, namun peluang secara pribadi untuk mengaktualisasi potensi diri untuk mengembangkan sekolahnya. "Karena semakin mereka cerdas dan bisa menangani sekolah dengan baik, maka tugas kita semakin ringan," ucap alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 1997 itu.

Sebelum menjabat Kasudin Pendidikan Kepulauan Seribu, bapak dari 2 putri yang keduanya telah kuliah di ITB Bandung dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ini pernah menjabat Kasie Kesiswaan dan Sumber Belajar Bidang SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun 2005-2010, dan Kasubag Umum Dinas Pendidikan tahun 2010-2011. Karirnya pun menanjak hingga ia akhirnya dipercaya menjadi Kasudin Pendidikan Kepulauan Seribu tahun 2011 hingga sekarang. (Sumber : www.beritajakarta.com)

Read More »

Untuk menumbuhkembangkan budaya mendongeng bagi siswa sekolah, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Seribu mendatangi sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Seribu.

"Tim kami mendatangi sekolah-sekolah di Kepulauan Seribu. Tim membagi tips dan cara mendongeng yang baik kepada siswa," ujar Kepala Seksi Pelayanan Perpustakaan dan Arsib Kabupaten Kepulauan Seribu, Imay Zaelani, Senin (23/9).

Menurutnya, sambutan siswa di sekolah yang telah didatangi cukup antusias. Terbukti, ada beberapa siswa yang saat ini telah mampu tampil mendongeng. "Awalnya agak sulit, karena untuk tampil di depan umum mental mereka belum baik. Tapi saat ini perkembangannya cukup memuaskan," kata Imay.

Dikatakannya, tujuan membudayakan mendongeng ini tak lepas dari keinginan Kantor Perpustakaan dan Arsip dalam meningkatkan gemar membaca bagi masyarakat dan mengembangkan minat baca sejak dini di Kepulauan Seribu. "Sesuai dengan selogan kita, dengan membaca pasti kita bisa," ujarnya.

Lebih lanjut, Imay mengungkapkan, dari hasil kunjungan tim pendongeng, Kantor Perpustakaan dan Arsip menggelar lomba mendongeng bagi siswa SD. Kegiatan itu dirangkai dalam peringatan Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA). "Kita lihat pesertanya yang ikut cukup banyak," tuntasnya. [Rudianto]

Read More »

Sejumlah siswa sekolah naik di atas perahu pulang ke pulau di Kepulauan Seribu dari Dermaga Pulau Pramuka, Jakarta, Jumat (17/2). (Republika/Wihdan Hidayat)
Read More »