Tampilkan postingan dengan label Pulau Untung Jawa. Tampilkan semua postingan

0 komentar
Ajang pemilihan Putra - Putri Bahari Kepulauan Seribu 2014 yang bertempat di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, Minggu (7/12/2014) kemarin mengangkat tema 'Jakarta Under The Sea', dimana sasaran dari pemilihan ini dapat menciptakan duta muda pariwisata Jakarta khusunya untuk mempromosikan wisata yang ada diwilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Menciptakan icon pariwisata yang akan mengangkat potensi-potensi yang terdapat di Kepulauan Seribu, baik kalangan masyarakat Jakarta sendiri maupun masyarakat lain di lingkup nasional bahkan internasional," Kata Suwarto Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kasudin Parbud) Kabupaten Kepulauan Seribu saat ditemui beritapulauseribu.com.

Suwarto mengatakan, penyelenggaraan ini juga bekerjasama secara sinergi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Putra Putri Bahari Kepulauan Seribu berperan sebagai perwakilan yang akan mengangkat potensi pariwisata Jakarta Kepulauan Seribu, khusunya potensi bawah laut. "Dari 110 pulau, Kepulauan Seribu memiliki pulau-pulau yang dirujuk sesuai fungsinya, diantaranya Pulau Wisata atau Resort, Pulau Penduduk, Pulau Cagar Budaya dan Pulau Konservasi dari keseluruhan itu diharapkan mereka bisa menduniakan," kata Suwarto.

Lebih lanjut Suwarto menceritakan, pemilihan Putra Putri Bahari Kepulauan Seribu dari 24 pasang memilih 10 pasang finalis, dengan kriteria putra dan putri berusia 15 hingga 19 tahun, memiliki ketertarikan dan pengetahuan mengenai pariwisata terutama wisata bahari serta bersedia menjalakan tugas yang akan diemban selama 1 periode pemilihan.
 
"Para finalis terdiri dari kota administrasi di 5 wilayah Jakarta dan penduduk asli Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Peniliaian yang dilakukan untuk memilih Putra Putri Bahari Jakarta Kepulauan Seribu meliputi pengetahuan menegani pemerintahan Jakarta Kepulauan Seribu, public speaking, psikolog dan etika, performance dan grooming, serta kemapuan berbahasa asing," katanya.

Suwarto menambahkan, Putra Putri Bahari Kepulauan Seribu telah melahirkan penerus-penerus yang menorehkan prestasi diberbagai bidang. "Menjuarai Abang None Jakarta, Putri Pariwisata Indonesia, Putri Bahari Indonesia, Putri Wirausaha Kreatif Indonesia, Putra Putri Batik Nusantara dan Putri Squba Indonesia," pungkasnya.
 
Sumber : http://beritapulauseribu.com/berita-pemilihan-putra-putri-bahari-2014-angkat-potensi-bawah-laut-jakarta.html
 

Read More »

0 komentar
 
Lima pemuda asal kampung Duri, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkarang Jakarta Barat, ditangkap Polisi Kepulauan Seribu saat hendak berlibur Kepulau Untung Jawa. 

Dari informasi yang dihimpun tim beritapulauseribu.com, Sabtu (6/12/2014), berawal dari laporan pesan short message servis (SMS) seorang warga yang hendak pulang dari Tanjung Pasir Tangerang,Benten menuju Pulau Untung Jawa. Dalam perjalanan melihat 5 pemuda sedang asik menghisap ganja didalam kapal. 

"Saksi melaporkan melalui SMS kesalah satu anggota petuga Polisi Pulau Untung Jawa. Akhirnya kami menindaklanjuti dan menugaskan anggota Polres Kepulauan Seribu"ungkap Brigadir Koeswara Bamin Umintu Satpolair, Sabtu (6/12/2014). 

Lebih lanjut,Koesman menjelaskan,setibanya di Dermaga Timur pukul 18.30, kelima pemuda,berinisial DEP(23),AHB (20), DS (27), AS (30), dan MD (23),sudah ditunggu anggota Polres dan menggeleda seluruh barang bawaannya. Polisi menemukan 5 linting ganja yang sudah siap pakai. 

"Kelima pemuda tersebut langsung dibawah ke Pos Polisi Pulau untung Jawa,tanpa ada perlawanan serta mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut,"pungkasnya. 
 
Sumber : http://beritapulauseribu.com/berita-bawa-ganja5-pemuda-duri-kosambi-ditangkap-di-pulau-untung-jawa.html 

Read More »

Pulau Untung Jawa merupakan pulau kecil di gugusan kepulauan seribu yang dekat dengan pulau Bidadari. dari Jakarta bisa ditempuh dengan waktu satu – 90 menit perjalanan, kapal penyeberangan dapat dari muara Angke atau dari Tanjung Pasir (tangerang), dari rute tanjung pasir – pulau untung jawa dapat ditempuh hanya 15 – 20 menit perjalanan, kemudahan ini yang menjadikan pulau Untung Jawa menjadi pilihan untuk berlibur bagi turis lokal / backpacker.

Pulau Untung Jawa diusianya sang cukup tua, (sekitar 6 generasi), pulau Untung Jawa menyimpan “sekelumit sejarah” seputar pemerintahan Hindia Belanda dan Jepang. Saat Indonesia dikuasai Oleh Hindia Belanda , ternyata pulau-pulau di wilayah kelurahan Untung Jawa sudah dikuasai oleh pribumi yang berasal dari pulau Jawa.

Sejak tahun 1920-an wilayah Untung Jawa dipimpin oleh seseorang ‘Bek‘  atau setingkat Lurah, Bek ini berdomisili di Pulau Kherkof ( sekarang Pulau Kelor)

Di penguasaan kolonial Belanda, pulau dikepulauan seribu diberi nama yang berbau Belanda, kemudian pasca kemerdekaan RI nama nama tersebut diubah, beberapa nama pulau yang diganti adalah sebagai berikut :
  • Pulau Amiterdam menjadi Pulau Untung Jawa.
  • Pulau Middbur menjadi Pulau Rambut (suaka margasatwa).
  • Pulau Rotterdam menjadi Pulau Ubi Besar.
  • Pulau Sehiedam menjadi Pulau Ubi Kecil.
  • Pulau Purmerend menjadi Pulau Sakit diubah kembali menjadi Pulau Bidadari.
  • Pulau Kherkof menjadi Pulau Kelor.
  • Pulau Kuiper menjadi Pulau Cipir/Khayangan.
  • Pulau Sibuk menjadi Pulau Onrust.
Pindah
Sekitar tahun 1930-an, karena kondisi daratan pulau yang Abrasi dimakan air laut, Bek Marah (nama Lurah tersebut) menganjurkan rakyatnya yang tinggal di Pulau Kherkof untuk pindah ke Pulau Amiterdam (Untung Jawa).

Perjalanan dengan kapal layar sampailah di Pulau Amiterdam, dan penduduk asli pulau menerima dengan tangan terbuka . Nama asli penduduk Amiterdam tersebut antara lain Cule, Kemple, Deharman, Derahim, Selihun, Sa’adi, Saemin dll, mereka menganjurkan agar segera memilih lahan untuk langsung ‘digarap’. Akhirnya Pulau Amiterdam berganti nama menjadi “Pulau Untung Jawa” yang berarti keberuntungan bagi orang orang dari daratan pulau jawa saat itu.

Sumber : sejarahpulauuntungjawa.blogspot.com

Read More »


Peta Pulau Untung Jawa - Pulau Seribu




Read More »




Pulau Untung Jawa - Pulau Seribu

Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu merupakan sebuah pulau berpenduduk berlokasi dekat dengan pulau Bidadari resort.  di pulau ini penduduk umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan, saat ini pulau Untung Jawa merupakan salah satu pulau penduduk di Kepulauan Seribu yang tengah di promosikan sebagai tempat wisata bahari, dan pulau Untung Jawa ini telah masuk dalam salah satu pulau wisata Jakarta.

Menuju Pulau Untung Jawa Pulau Seribu

Untuk menuju Pulau Untung Jawa ini, umumnya penduduk dan wisatawan menggunakan pelabuhan Muara Angke sebagai keberangkatannya, selain itu pulau ini banyak dikunjungi wisatawan dari pantai Mutiara dengan menggunakan jet ski untuk sekedar menikmati keindahan pulau, di pulau ini banyak terdapat kedai yang menawarkan makanan khas seperti kripik Sukun, kripik sukun ini diproduksi langsung oleh masyarakat Untung Jawa, selain itu terdapat jajanan dari rumput laut, ikan asin dan manisan ceremai.  Pohon sukun ini banyak tumbuh di Kepulauan Seribu, dengan daging sukun yang kekuningan, berupa irisan tipis yang digoreng garing dengan rasa gurih.

Di beberapa pantai juga terdapat kedai yang menjual ikan bakar, ikan bakar ini sangat fresh diambil dari nelayan, seperti cumi, ikan kue dan lain-lain, rasanya sedang, gurih dan enak dimakan dengan nasi ketika masih panas, harga nya pun relatif murah.

Pabila Anda berkunjung ke pulau Untung Jawa ini cobalah membeli oleh-oleh khas kepulauan Seribu ini, karena selain rasanya enak dengan membeli oleh- oleh ini, Anda berarti juga turut membantu perekonomian mereka, setuju ?

Kelurahan di Pulau Untung Jawa Pulau Seribu Jakarta

Pulau Untung Jawa ini merupakan kelurahan dengan kode pos 14510.  Adapun pulau – pulau yang termasuk dibawah kelurahan Untung Jawa antara lain:
  1. Pulau Air Besar / pulau Ayer Besar, pulau ini merupakan pulau resort peristirahatan, terdapat cottage, fasilitas hotel setara bintang, saat ini pulau Ayer dikelola oleh PT. Global Buana. (baca Pulau Ayer pulau Seribu dan paket wisata pulau Ayer pulau Seribu Jakarta)
  2. Pulau Air Kecil / Ayer kecil; sayang nya pulau ini sudah tergerus oleh ombak dan sudah tidak nampak lagi.
  3. Pulau Bidadari,  pulau ini merupakan resort yang dikelola oleh PT . Seabrez (anak perusahaan PT Taman Impian Jaya Ancol) disini tersedia cottage dan fasilitas berlibur,  Pulau bidadari sarat dengan peninggalan sejarah Belanda sewaktu Belanda ingin menguasai Jayakarta, dan terdapat benteng Martello Castel yang masih ada hingga saat ini. (baca pulau Bidadari resort, harga paket wisata pulau)
  4. Pulau Bokor;  pulau ini merupakan cagar alam burung dengan variasi jenis burung yang bermacam-macam, untuk memasuki pulau ini harus memiliki ijin.
  5. Pulau Cipir / pulau Kahyangan
  6. Pulau Dapur; sayangnya pulau ini sudah tidak terlihat lagi, sudah ada dibawah laut.
  7. Pulau Edam atau Pulau Damar Besar;  pulau Edam terkenal dengan mercusuar nya dengan ketinggian 65 meter dibangun di tahun 1879.
  8. Pulau Kelor; pulau ini dapat terlihat ketika Anda berkunjung ke pulau Bidadari, pulau yang kecil dengan terlihat benteng Belanda sebagai benteng pengintai, pulau Kelor ini terdapat kuburan dan dikenal sebagai “Kerkhof eiland”.
  9. Pulau Monyet / Damar kecil; sekitar pulau ini banyak digunakan memancing, banyak terdapat bandeng laut dengan rasa yang berbeda dengan bandeng darat.
  10. Pulau Nyamuk Besar / pulau Nirwana; mungkin anda sedikit kurang paham mengenai pulau ini, karena pulau ini sudah tidak ada lagi karena terkena abrasi laut.
  11. Pulau Nyamuk Kecil / pulau Talak; pulau kecil di pulau seribu ini bernasib sama, sudah tidak ada lagi.
  12. Pulau Onrust; pulau ini dapat dikunjungi, terdapat peninggalan kolonial Belanda, dahulu merupakan tempat perbaikan kapal
  13. Pulau Rambut;  pulau ini banyak sebagai pulau cagar alam, banyak terdapat burung dan terdapat menara pengawas untuk melihat burung ( birdwatching)
  14. Pulau Ubi Besar;  sudah tenggelam karena abrasi
  15. Pulau Ubi kecil; sudah tenggelam karena abrasi
  16. Pulau Untung Jawa; merupakan pusat keluarahan, dahulu pulau ini bernama Amiterdam, pulau ini masih berpenghuni dan banyak penduduk Kepulauan Seribu yang tinggal di pulau ini


Read More »





Pulau Untung Jawa - Dahulu kala saat penjajahan Kolonial Belanda merebut Nusantara, tersebutlah sebuah pulau dari gugusan pulau-pulau kecil di pesisir Batavia tepatnya di sebelah utara Pelabuhan Sunda Kelapa. Pulau Amiterdam namanya sebelum berganti nama menjadi Pulau Untung Jawa. Pulau ini oleh Bangsa Belanda dijadikan sebagai salah satu pulau tempat penyimpanan barang-barang, seperti : bekas tank baja, kayu-kayu balok hasil olahan dan produksi dari Pulau Kapal (Pulau Onrust) dan lain-lain.

Namun ketika Pemerintahan Belanda telah berakhir dan beralih pada Pemerintahan Nippon-Jepang, pulau Amiterdam sudah tidak berpenghuni lagi dan kegiatan bagi manusia sudah tidak terlihat lagi. Yang tersisa hanya bekas rel lori pengangkut barang serta barang-barang rongsokan bekas bangunan berserakan di sana-sini.
Tidak disangka, rupanya pulau kosong peninggalan Belanda tersebut sudah berganti penghuni yaitu berkumpulnya sekelompok kera sebangsa monyet berbuntut panjang. Entah dari mana datangnya monyet-monyet tersebut.

Cukup lama bangsa monyet itu bersemayam di Pulau Amiterdam. Hingga pada saat detik-detik kemerdekaan pun masih berkeliaran. Dari sekian banyak monyet-monyet di pulau itu ada satu monyet yang lain tingkah dan perilakunya. Warna bulunya putih bersih mengkilat, sorot matanya tajam berwarna merah dan di kepalanya terikat sehelai kain berwarna biru laut tak ubahnya seperti seorang pendekar. Konon katanya monyet putih itu adalah pemimpin dari sekelompok monyet-monyet yang berada di pulau tersebut.

Menurut berbagai sumber dari orang-orang terdahulu, selama kurang lebih 2,5 tahun Pulau Amiterdam dikuasai oleh sebuah kerajaan monyet yang dipimpin oleh seekor monyet putih. Sehingga selama berkuasanya monyet putih, tak seorangpun yang berani datang ke sana. Sehingga Raja Bajak Laut pun yang bernama Bajul Kerok beserta puluhan pengikutnya yang paling ditakuti masyarakat pulau di pesisir Batavia mati di pulau itu.

Anehnya sekitar tahun 46-an, monyet putih sudah tidak ada hanya tinggal monyet-monyet biasa yang masih ada. Sehingga orang-orang dari Tanah Jawa mulai berani untuk menetap di sana. Banyak masyarakat yang mempertanyakan keberadaan monyet putih. Sudah matikah…? Namun kira-kira mayatnya kemana…? Pindah tempatkah…? Tapi, bisakah menyeberangi lautan…?

Sungguh keanehan yang tak habis terpikir oleh akal manusia. Awal keberadaannya tidak tahu berasal dari mana. Perginya pun tidak ketahuan bekas-bekasnya. Mayatnya monyet putih tidak ada yang mengetahui, hilangnya para pengikut monyet putih pun tidak ketahuan mati atau perginya. Entah kemana…?

Read More »


Akibat diterjang ombak dermaga dipesisir timur Pulau Untungjawa, Kepulauan Seribu Selatan, Rabu (6/8/2014) kemarin terputus. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
 
"Memang dari kemarin cuaca buruk menimpa perairan Pulau Seribu, dan imbasnya  jembatan yang ada di dermaga timur Pulau Untungjawa putus," kata Andri Mun'im (30), Warga RT 005/03, kepada beritapulauseribu.com, Kamis (7/8/2014).


Mun'im menerangkan, kejadian terputusnya dermaga yang terbuat dari kayu tersebut terjadi  sekitar pukul 08.10 Wib kemarin. Sontak warga yang berada disekitar lokasi kejadian langsung menjahui lokasi. "Saat melihat kejadian putusnya jembatan, saya langsung bergegas pergi menjahui tempat tersebut demi keselamatan," paparnya.

Sementara itu menurut Yusuf (34) warga Pulau Seribu lainya mengatakan, tidak hanya dermaga yang putus akibat terjangan ombak, cuaca buruk yang menimpa perairan Kepulauan Seribu belakangan ini juga menghambat perjalanan Kapal Ojek dari Muara Angke menuju sejumlah pulau pemukiman di Kabupaten Kepulauan Seribu.
 
"Seharusnya kapal tiba di Pulau Tidung pukul 10.00, karena cuaca buruk, kapal jadi terlambat, karena ombak besar, jadi terpaksa kapal sandar di pulau pulau terdekat untuk menghindar," pungkasnya.
 
 
 

Read More »


Ratusan warga Kelurahan Pulau Untungjawa, Kecamatan pulau Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Rabu (27/11/2013) mengikuti kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berupa pengobatan gratis yang diadakan oleh Badan Koordinasi Keamanan Laut atau Bakorkamla.
Pengobatan gratis yang di pusatkan di gedung serba guna, tersebut memberikan pelayanan medis kepada warga yang menderita penyakit ringan seperti flu batuk pilek dan penyakit-penyakit lainya.


Kepala Suku Bidang Evaluasi Kebijakan Operasi Bakorkamla, Mayor TNI Laut Dwi Kardono menyatakan kegiatan baksos berupa pengobatan gratis ini merupakan rangkain Hari Ulang Tahun (HUT) Bakorkamla RI yang ke 7. "Ini bagian dari rangkain kegiatanHUT Bakorkamla," tutur Dwi Kardono kepada beritapulauseribu.com.

Lebih lanjut, Dwi memberikan aprisiasi kepada warga Pulau Seribu khusunya yang tinggal di Pulau Untungjawa. Pasalnya, dengan membludaknya peserta pengobatan gratis ini. Maka kegiatan baksos bisa berjalan. "Antusias warga sangat membantu kami, mudah-mudahan pengobatan gratis ini bisa bermanfaat bagi warga pulau seribu, khususnya warga pulau Untungjawa," ujarnya.

Dalam kegiatan baksos kali ini, sambung Dwi pihak Bakorkamla menerjukan beberapa petugas medis yang diambil baik dari Bakormalah sendiri maupun petugas medis bantuan dari Kecamatan Untungjawa. "Untuk tenaga medisnya 7 orang dari Bakorkamlah, dan kami juga meminta bantuan petugas medis dari Puskesmas Untungjawa," bebernya.

Sementara itu, kegiatan sosial tersebut juga dihadiri pejabat kelurahan setempat yakni  Badri Wakil Lurah Pulau Untungjawa, dan para ketua RT/RW se Kelurahan Pulau Untungjawa. [Ahmad Zarkasih]

Sumber Berita: http://beritapulauseribu.com 
 


Read More »


Untuk terus memacu kunjungan wisata dan menjaga kelestarian seni budaya Betawi, Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kepulauan Seribu menggelar atraksi seni dan budaya Betawi di Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Sabtu (2/11/2013) kemarin.

"Kita ingin seni dan budaya betawi menjadi suguhan khusu bagi wisatawan yang datang ke Pulau Seribu," ujar Kepala Sudin Parbud Kepulauan Seribu, Suwarto.

Dikatakannya, kebudayaan masyarakat Kepulauan Seribu tidak terlepas dari peran tradisi masyarakat Betawi di Jakarta. Atraksi kesenian, seperti tari, lenong dan tanjidor merupakan identitas budaya Jakarta yang harus terus terjaga dan dilestarikan.

"Saat ini Kepulauan Seribu adalah satu dari enam wilayah administratif di Jakarta. Jadi, budaya dan tradisi yang harus terjaga adalah Betawi," jelasnya.

Selain menampilkan seni tari Betawi, menurut Suwarto, pagelaran itu juga menampilkan seni peran lenong yang menampilkan sejumlah komedian cukup terkenal saat ini. "Itu sisi hiburannya, warga dan wistawan banyak yang menyaksikan," katanya.

Salah seorang pengunjung wisata asal Pasar Kemis, Tangerang, Banten, Rahayu mengaku terhibur dengan pagelaran seni dan budaya tersebut. Dia mengatakan, tradisi buaya Betawi tidak jauh berbeda dengan budaya masyarakat Banten. "Hampir sama dan kita menikmati liburan ini," ujarnya.

Sementara Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin menyambut pagerlaran seni dan budaya Betawi yang dilaksanakan Sudin Parbud Kepulauan Seribu. "Harus terus di jaga, karena kebudayaan bisa menjadi modal kepariwisataan kita," katanya singkat. [Ahmad Furqon]


Read More »


Read More »


Muda dan semangat sepintas dapat dilihat dari sosok Agung Maolana Saleh. Lurah Pulau Untung Jawa ini selalu mengedepankan penyelesaian masalah tanpa menimbulkan masalah. Dia tak sungkan berbagi masalah dengan warga dan menyelesaikannya bersama-sama.
 
Agung yang lahir pada 8 Juni 1980 silam ini memang masih tergolong muda untuk menjadi lurah, namun pengalamannya dibidang kepamongan tak perlu diragukan lagi. Terbukti, sejak memegang amanah sebagai lurah, lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) angkatan 1999 ini mampu menjaga konsistensi pelayanan dan pengembangan wilayah yang telah dilakukan lurah-lurah sebelumnya.
 
“Saya selalu belajar dan ingin mengetahui masalah yang ada. Lalu, menyelesaikannya secara bersama. Tidak ada masalah yang taka da jalan keluarnya,” ujar Agung.
 
Menurut dia, estafet pemimpina di Pulau Untng Jawa memang penuh tantangan, karena para lurah sebelumnya cukup berhasil membangun pulau yang merupakan kawasan andalan wisata nelayan di Kepulauan Seribu ini. “Mempertahankan memang sulit, tapi lebih sulit lagi bila takut melakukan perbaikan dan peningkatan,” katanya.
 
Dibawah kepemimpinannya kini, Pulau Untung Jawa lebih asri dan tertata rapi. Sejumlah objek wisata yang menjadi unggulan terus dibenahi dan dipercantik. Memang dia mengakui, permasalah sejumlah bangunan yang tak terpakai seperti Puja Sera Milik Dinas Koperasi DKI Jakarta cukup menggangu keindahan Pulau Untung Jawa.
 
Namun begitu, Agung terus berusaha menata wilayam sembari memberikan kesempatan warga lebih berdaya upaya. “Pulau ini milik kita bersama, pantaslah pemerintah bersama warga bersama dalam membangunnya,” kata lelaki yang berasal dari Ciawis, Provinsi Jawa Barat ini. [af]

Read More »


Sumber : http://www.berita8.com/images/berita/normal/Kepulaun_Seribu935697@.jpg



Read More »



Read More »