Tampilkan postingan dengan label Kali Adem. Tampilkan semua postingan

0 komentar
Pengelola Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, berencana menata ulang pedagang kaki lima (PKL) yang makin marak di sekitar pelabuhan. Bahkan tidak sedikit PKL yang nekat berjualan di dalam areal pelbuhan sehingga mengganggu aktivitas penumpang kapal.
Keberadaan puluhan PKL di area dalam pelabuhan sudah diperingatkan berkali-kali oleh petugas untuk menyingkir hingga luar area pelabuhan, melalui pengeras suara. Namun mereka terlihat masih membandel.
"Kalau untuk yang masuk ke dermaga itu yang susah diatur dan kucing-kucingan dengan petugas. Tapi kami tidak henti-hentinya untuk mengimbau dan mengusir mereka dengan persuasif," ujar Was Wis Hendardi, Kepala Pelabuhan Kali Adem, Sabtu (29/8).
Menurut Was Wis, pihaknya sudah memberikan lokasi khusus PKL di luar area pelabuhan. Namun lokasi tersebut belum dipermanenkan.
"Kita akan tata secara bertahap agar rapi sehingga tidak mengganggu kenyamanan penumpang, terutama saat penumpang ramai seperti ini," ujar Was Wis.

Sumber : http://beritajakarta.com/read/14905/PKL_Pelabuhan_Kali_Adem_akan_Ditata_Bertahap#.VeTWFX0hGUk

Read More »

0 komentar
Ratusan calon penumpang yang akan berwisata ke Pulau Pari,Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Sabtu (29/8), telantar di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Mereka diabaikan travel wisata yang tidak bertanggungjawab.

Donny (28), salah satu korban mengatakan, ia bersama rombongan lainnya merasa ditipu oleh agen travel TFIW  karena sudah melakukan booking dan membayar uang muka, antara Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per orang untuk paket wisata ke Pulau Pari.

" Kami sudah datang pagi dan naik kapal jurusan Pulau Pari, tapi ternyata overloud sehingga rombongan kami 45 orang diturunkan, akhirnya tidak kebagian kapal," tutur Donny.

Bersama ratusan korban penipuan lainnya,  Donny terpaksa menunggu kebijakan dari Dinas Perhubungan dan Transportasi Kepulauan Seribu untuk diusahakan kapal lainnya, dengan konsekuensi membeli tiket baru tujuan Pulau Pari.

" Agen travelnya kini menghilang, dihubungi tidak bisa. Kami baru tahu kalau sekarang tiket bisa beli langsung di pelabuhan ini," keluh Donny.

Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Kepulauan Seribu, Marihot Marulitua Sirait mengatakan, pihaknya telah mengusahakan angkutan kapal ojek untuk dapat mengangkut penumpang yang telantar. 

"Kami sudah usahakan dan nanti KM Radja yang akan mengangkut mereka dengan kapasitas 140 orang. Mohon hati-hati terhadap travel semacam ini," tegas Marihot .

Sumber :  http://beritajakarta.com/read/14904/Ratusan_Wisatawan_Ditipu_Agen_Travel_di_Kali_Adem#.VeTU8H0hGUk

Read More »

Bila sebelumnya pilihan transportasi ke Kepulauan Seribu adalah dari Pelabuhan Muara Angke (kapal kayu reguler dengan tiket Rp35.000) dan Marina Ancol (speedboat yang relatif lebih mahal), maka sekarang ada pilihan lain yaitu kapal bersubsidi yang berangkat dari Kali Adem.

Pelabuhan ini sebenarnya sudah diresmikan sejak tahun 2012, namun belum banyak orang yang mengetahuinya. Pelabuhan ini pun jauh lebih bagus dibandingkan Muara Angke. Terdapat bangunan kantor permanen dan area parkir. Dermaganya juga bagus loh, dan yang terpenting baunya tidak separah Muara Angke.

Image
Setiap kapal sudah ada jadwal dan rutenya, dan harga pun relatif murah. Sayangnya, tiket tidak bisa booking di awal, dan juga tidak dapat diwakilkan. Jadi 1 tiket untuk 1 orang, siapa cepat dia dapat.

Image
Lucunya adalah kita tidak harus antri, cukup taruh 1 tas yang menandakan 1 orang mengantri. Jadi sambil menunggu loket dibuka, kita bisa berjalan-jalan dulu di sekitar pelabuhan. Tak perlu khawatir tas hilang atau digeser orang lain, karena ada petugas yang menjaga.

Image
Loket pembelian tiket dibuka jam 7 pagi, calon pembeli (baca: pemilik tas) kemudian mengantri dengan teratur, dan membayar di loket dengan menyebutkan pulau tujuan, nama dan umur.
Setelah calon penumpang mendapatkan tiket, mereka kemudian diminta berbaris di sebelah kanan pelabuhan. Literally berbaris. Lalu nama penumpang dipanggil satu persatu untuk masuk ke dalam kapal. Tertib dan menyenangkan.

 WP_20140412_016
Waktu tempuh pun jauh berbeda. Sebagai contoh, trip saya akhir pekan lalu: Kali Adem – Tidung by KM Lumba-Lumba hanya 90 menit saja, dengan harga tiket 52.000 termasuk asuransi. Sedangkan, dengan kapal kayu reguler bisa memakan waktu 3 jam.
Di bagian dalam KM Lumba-Lumba terdapat 2 baris tempat duduk, masing – masing untuk 4 orang. Kursi baru yang nyaman dan dilengkapi life jacket dengan jumlah memadai. Bagus sekali dan semoga tetap terawat dengan baik.
WP_20140412_017
Prosedur yang sama juga berlaku dari pulau tujuan menuju Kali Adem. Bedanya adalah jumlah penumpang dibatasi agar bisa menampung calon penumpang dari pulau-pulau lainnya.
So, pelabuhan ini layak untuk dijadikan transportasi alternatif ke Kepulauan Seribu.

kaliadem1
Happy traveling!

Sumber : http://embunpagi36.wordpress.com 

 

Read More »



Sumber : jalanblog

Read More »



Sumber : jalanblog


Read More »

 
Sumber : yunipurnanitishara 

Read More »