Tampilkan postingan dengan label Kelautan. Tampilkan semua postingan


Pulau Pangang - Sedikitnya 50 nelayan tangkap di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, mendapat bantuan rumpon ikan dari Suku Dinas Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tangkap ikan nelayan.

"Kami senang dan berterima kasih, ini sangat membantu kami," ujar Sahabudin, Perwakilan Nelayan Kelurahan Pulau Panggang usai serah terima 50 paket rumpon untuk nelayan di Tempat Pangkalan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Selasa (3/12/2013).

Selain menambah tangkapan ikan, dikatakan Budin, adanya rumpon juga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) saat menangkap ikan. "Kalau ada rumpon kita gak perlu jauh-jauh nangkap ikannya, jadi hemat BBM," katanya.

Rumpon tersebut, kata dia, akan diserahkan langsung ke nelayan. Sehingga nelayan dapat memasang rumpon itu dilokasi yang dikehendakinya. "Memang ada beberapa cara yang disampaikan ke nelayan, seperti cara pemasangan dan lokasi yang tepat," jelasnya.

Kasudin Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu Wawan Karmawan mengatakan, bantuan rumpon ikan ini merupakan bagian dari kepedulian pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian nelayan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tangkap ikan nelayan.

"Yang pasti bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada nelayan," tegasnya.

Wawan menyebutkan, bantuan rumpon bagi 50 nelayan Pulau Panggang adalah baru tahap awal. Bila program ini berhasil akan ditindaklanjuti untuk bantuan sejenis kepada nelayan-nelayan di kelurahan lain di Kepulauan Seribu. "Baru tahap awal. Kita lihat dulu efektivitasnya," jelas Wawan.

Disebutkannya, rumpon berbahan plastik berbentuk dadu dengan ukuran 60x60 sentimeter persegi ini adalah hasil dari penelitian akademis dari IPB. "Model ini cenderung lebih cepat mengundang ikan dan bila ingin lebih baik bisa ditambah dengan bahan organik seperti daun pohon kelapa," ungkapnya.

Terkait dengan pola pemasangan diserahkan langsung ke nelayan, Wawan menjelaskan, pihaknya berharap nelayan dapat lebih mandiri dan nelayan tidak selalu bergantung dengan bantuan. "Kalau mereka yang pasang sendiri, kan bisa sesuai dengan kemauan mereka. Tapi tetap kita dampingi," tuntasnya.


Sumber : http://beritapulauseribu.com
 

Read More »


Untuk meningkatkan produksi produk olahan ikan bernilai tambah tinggi dan pemberdayaan wanita nelayan, Suku Dinas Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu menggelar pelatihan Diversifikasi dan Pemasaran Olahan Ikanbagi wanita nelayan.

"Usaha perikanan dalam bidang pengolahan merupakan mata pencaharian yang dapat dilakukan oleh wanita nelayan," ujar Kepala Sudin Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu, Wawan Karmawan, Kamis (10/10)

Menurutnya, selain dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu produk perikanan juga bahkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga wanita nelayan. "ini merupakan salah satu langkah mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya wanita nelayan," ujar Wawan.

Melalui kegiatan ini, kata dia, Sudin Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu berupaya mewujudkan salah satu tujuan pembangunan kelautan dan perikanan yaitu berkembangnya diversifikasi dan pangsa pasar produk hasil kelautan dan perikanan.

"Hasil tangkapan ikan dapat dimanfaatkan menjadi beragam produk olahan yang dapat dipasarkan melalui Usaha Kecil Menengah," jelas Wawan.

Lebih jauh, Kasudin mengatakan, melalui pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi wanita nelayan dalam rangka memanfaatkan dan mengembangkan bahkan menguasai teknologi yang inovatif terutama dalam menciptakan kualitas dan ragam produk perikanan.

"Kita berharap dengan ini dapat meningkatkan peran wanita nelayan dalam membantu pendapatan keluarga," ucapnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Fitriyah, mengaku pelatihan yang diikutinya bagus dan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan pengembangan produk olahan ikan. "Kita dilatih membuat olahan yang berkualitas pasar. Sehingga memiliki harga jual tinggi," katanya.

Dia menambahkan, usaha pengolahan kerupuk ikan miliknya kini berkembang pesat dan menghasilkan untung bersih selama enam bulan terakhir mencapai Rp 22 juta. "Saya lebih terpacu untuk meningkatkan produk dengan standar yang diinginkan konsumen," jelasnya. [Ahmad Furqon]

Sumber Berita: http://beritapulauseribu.com/berita-kepulauan-seribu-gelar-pelatihan-diversifikasi-dan-pemasaran-olahan-ikan.html#ixzz2hTCPi4yM

Read More »