Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan


Menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, ajakan untuk menjaga pola hidup sehat terus digalakan oleh Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Dalam kegiatan penyuluhan dan pembinaan yang dipimpin langsung oleh Susilowati selaku Kepala Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Jum'at (21/02/2014) kemarin mendapat respon positif dari para kader Kelurahan Pulau Panggang.

Susilowati mengaku dalam pembinaan ini, semua kader penggerak di Kelurahan Pulau Panggang mengikuti penyuluhan dan pembinaan diantaranya kader kesehatan jiwa, Posyandu, juru malaria desa, bidan siaga, lintas sektor dan program. "Tentunya ini untuk memberikan motivasi kepada para kader agar bisa lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi kepada warga akan pentingnya hidup sehar," kata Susilowati.

Selain itu, Susilowati menambahkan, membina kader-kader lintas sektor ini juga bertujuan untuk lebih memahami fungsi dan tugas mereka agar lebih tanggap dalam memeriksa pasien.

Hasanah (49) salah seorang kader Kelurahan Pulau Panggang menyambut baik kegiatan penyuluhan dan pembinaan tersebut. Pasalnya, dengan kegiatan ini dirinya akan lebih banyak lagi mendapatkan ilmu khusunya dalam dunia kesehatan. "Bagus dan menambah wawasan para kader dalam menangani pasien diantaranya Imunisasi, Polio dan lain sebagainya, berharap kegiatan seperti ini dilakukan setiap bulan guna mencerdaskan para kader," pungkasnya.

Sumber : http://beritapulauseribu.com 


 


Read More »

Setelah tertangkap basah berselingkuh dengan wanita idaman lain (WIL) di depan mata istrinya sendiri, Kepala Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Heludi Wahyu Arso (38), kini justru ngotot menuntut hak asuh ketiga anaknya.

Tuntutan hak asuh itu diungkapkan Heludi dalam mediasi di sidang gugatan cerai yang diajukan istri sahnya Evi Mariana (42) di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pada 25 Januari 2014 lalu.

Hal ini membuat Evi dan keluarga besarnya geram.

Menurut mereka, Heludi yang tak bermoral karena kedapatan berselingkuh dan berzinah dengan seorang perempuan bernama Nazmu Lailasari, tidak layak mendapatkan hak asuh anak.

"Saya tidak rela ketiga anak saya diasuh dia. Saya akan perjuangkan sampai kapanpun agar anak-anak tetap sama saya," kata Evi saat mencurahkan isi hatinya kepada wartawan di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014) siang.

Evi menceritakan ia berharap tuntutan cerainya terhadap Heludi dikabulkan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dengan hak asuh ketiga anaknya di tangannya.

Selain itu, Evi berharap Pemprov DKI Jakarta tegas dalam hal ini dan segera memecat Heludi atau memberi sanksi yang tepat. Sebab, katanya, kasus perselingkuhan yang dilakukan Heludi sudah sampai ke Pemprov DKI yakni Dinas Kesehatan DKI beberapa waktu lalu, walaupun begitu sampai kini Heludi tetap menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Bahkan, sampai saat ini pula, menurut Evi, Heludi masih tetap menjalin hubungan dengan WIL nya.

"Padahal kami pernah bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI, dan mereka menjanjikan akan memberi sangsi tegas pada suami saya itu," katanya.

Suparyanto, paman Evi, mengatakan penggrebekan perzinahan yang dilakukan Heludi terjadi pada 25 Januari 2013 lalu.

Heludi digerebek sedang berzinah dengan selingkuhannya Nazmu di sebuah rumah kontrakan di wilayah Muncang, Blok N, Gang III, RT 6/11, Lagoa, Koja, Jakarta Utara.

"Saat itu saya datang bersama keponakan saya atau istri Heludi dan didampingi dua orang anggota Paspampres. Penggerebekan juga disaksikan Ketua RT setempat," katanya.

Menurut Suparyanto, penggerebekan dilakukannya bersama Evi setelah menerima informasi mengenai keberadaan dan perselingkuhan Heludi dari seorang rekannya.

"Dari informasi teman saya itu, saya ajak Evi untuk membuktikan perselingkuhan suaminya. Ternyata benar," katanya.

Suparyanto menuturkan saat digerebek, ia awalnya mengetok pintu kontrakan. Setelah agak lama dan enggan membuka pintu, akhirnya Heludi keluar dengan menggunakan celana pendek dan kaos oblong warna putih.
"Kami langsung masuk ke dalam dan ada seorang perempuan mengenakan daster bersembunyi di kamar mandi," katanya.

Perempuan itu mengaku bernama Nazmu Lailasari.Menurutnya melihat hal itu, Evi, istri Heludi, syok dan sangat terkejut.

"Kami sita handphone BB dari perempuan selingkuhan Heludi. Di dalamnya ada beberapa foto Heludi dan perempuan itu sudah berhubungan layakya suami istri," paparnya.

Saat itu juga, kata Suparyanto, di hadapan Ketua RT setempat yakni Hartini, mereka meminta tanda tangan Heludi mengenai status perempuan tersebut.

"Tapi Heludi menolak menandatangani untuk menunjukkan status wanita itu apakah istri siri atau wanita simpanan," katanya. Setelah kejadian itu, kata Suparyanto, mereka melaporkan apa yang dilakukan Heludi ke Pemprov DKI Jakarta karena sudah melanggar PP No 53 Tahun 2010 tentang disipilin PNS sekaligus ke Polda Metro Jaya mengenai perbuatan perzinahan.

Sumber : http://www.tribunnews.com


Read More »


Ratusan warga Kelurahan Pulau Untungjawa, Kecamatan pulau Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Rabu (27/11/2013) mengikuti kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berupa pengobatan gratis yang diadakan oleh Badan Koordinasi Keamanan Laut atau Bakorkamla.
Pengobatan gratis yang di pusatkan di gedung serba guna, tersebut memberikan pelayanan medis kepada warga yang menderita penyakit ringan seperti flu batuk pilek dan penyakit-penyakit lainya.


Kepala Suku Bidang Evaluasi Kebijakan Operasi Bakorkamla, Mayor TNI Laut Dwi Kardono menyatakan kegiatan baksos berupa pengobatan gratis ini merupakan rangkain Hari Ulang Tahun (HUT) Bakorkamla RI yang ke 7. "Ini bagian dari rangkain kegiatanHUT Bakorkamla," tutur Dwi Kardono kepada beritapulauseribu.com.

Lebih lanjut, Dwi memberikan aprisiasi kepada warga Pulau Seribu khusunya yang tinggal di Pulau Untungjawa. Pasalnya, dengan membludaknya peserta pengobatan gratis ini. Maka kegiatan baksos bisa berjalan. "Antusias warga sangat membantu kami, mudah-mudahan pengobatan gratis ini bisa bermanfaat bagi warga pulau seribu, khususnya warga pulau Untungjawa," ujarnya.

Dalam kegiatan baksos kali ini, sambung Dwi pihak Bakorkamla menerjukan beberapa petugas medis yang diambil baik dari Bakormalah sendiri maupun petugas medis bantuan dari Kecamatan Untungjawa. "Untuk tenaga medisnya 7 orang dari Bakorkamlah, dan kami juga meminta bantuan petugas medis dari Puskesmas Untungjawa," bebernya.

Sementara itu, kegiatan sosial tersebut juga dihadiri pejabat kelurahan setempat yakni  Badri Wakil Lurah Pulau Untungjawa, dan para ketua RT/RW se Kelurahan Pulau Untungjawa. [Ahmad Zarkasih]

Sumber Berita: http://beritapulauseribu.com 
 


Read More »


dokter-spesialis-nihil-anggota-dpd-jokowi-jangan-tidurPemerintah Provinsi DKI Jakarta didesak meningkatkan pelayanan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Sebab, hingga saat ini fasilitasi kesehatan belum memadai. Selain itu, dunia pendidikan juga diperhatikan secara berimbang dengan wilayah lain.

Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta, Pardi mengatakan, dari hasil reses di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, ternyata pembangunan di wilayah tersebut masih memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan lima wilayah Kota Administratif lainnya, pembangunan di Kepuluana Seribu sangat minim. Terbukti fasilitas sosial dan infrastruktur sangat terbatas.

Salah satunya keterbatasan Alat Kesehatan dan Dokter Spesialis di RSUD Kepulauan Seribu. Sejauh ini pengobatan hanya untuk penyakit ringan. Jika ditemukan sakit yang membutuhkan perawatan maka akan dirujuk ke RSUD Koja.

"RSDU Pulau Seribu ini dikenal sebagai RSUD Rujukan, dikit-dikit dirujuk ke RSUD Koja, karena memang alat kesehatan terbatas, dokter spesialisnya tidak ada," kata Pardi, saat dihubungi berita8.com, Selasa (19/11).

Karena itu, dirinya meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Bupati Kepuluan Seribu Asep Syarifudin untuk berupaya menyelesaikan masalah ini. "Bupati di Kepulauan Seribu harus berbuat, jangan merasa sebagai orang buangan. Gubernurnya juga harus menerbitkan SK untuk menempatkan dokter spesialis di sana. Artinya, ya Jokowi jangan tidur!" tandasnya.

Di samping itu, juga ada kendala pendididikan. Sebaiknya kualitas pendidikan di Kepulauan Seribu diperhatikan mulai dari sarana dan prasananya. Sehingga kualitas pendidikan tidak kalah dengan siswa yang ada di daratan.

Parahnya lagi, lanjut Pardi, ada tenaga guru honorer yang dalam waktu satu tahun hanya mendapatkan tiga bulan gaji. Sedangkan sembilan bulan gaji lagi belum diurus ke dinas.

"Pendidikan juga harus diperhatikan. Ada guru honorer di sana, gajinya baru turun 3 bulan, 9 bulan lagi belum turun. Kalau dia ngurus ke dinas, berapa ongkosnya? gajinya kan tidak besar-besar amat. Ini harus diperhatikan juga. Dia guru SMA," katanya.

Pardi juga sangat menyayangkan hingga saat ini potensi pariwisata dan sektor perikanan di Kepulauan Seribu belum tersentuh pemberdayaan. Padahal, jika dua potensi ini dikembangkan bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar. Karena itu, dirinya meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar menggali potensi ini dan tidak fokus pada pembangunan di wilayah daratan.

"Jokowi harus melek, lihat potensi di kawasan Pulau Seribu, pembangunanya harus sampai ke sana. Ini ibukota lho," tukasnya. (ag) 


Sumber : http://berita8.com 

 

Read More »


Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, Pulau Sebira, RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, membutuhkan tambahan tenaga medis dan guru. Kedua pelayanan tersebut di pulau terjauh di gugusan Kepulauan Seribu ini dinilai masih kurang.

"Kami membutuhkan tambahan tenaga medis, yang ada saat ini belum optimal melayani kesehatan warga," kata Nabah, Tokoh Masyarakat yang juga Kepala SD dan SMP Satu Atap Pulau Sebira, Minggu (27/10/2013).

Selain penambahan tenaga medis, menurut Naba, kelengkapan fasilitas kesehatan juga harus ditambah. "Itu juga penting, Pulau Sebira jauh dari daratan Jakarta dan pulau-pulau lainnya. Jadi kita berharap ada kelengkapan fasilitas medis yang dibutuhkan warga," harapnya.

Ditambahkannya, penambahan tenaga pengajar atau guru juga diperlukan. Pasalnya, sembilan dari 12 tenaga pengajar mengabdi di SD dan SMP satu Atap masih berstatus honor. "Yang PNS hanya kepala sekolah dan wakil. Yang lainnya honor. Kami berharap mereka diprioritaskan menjadi PNS," ungkap Naba.

Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin, dalam lawatan ke Pulau Sebira tengah pekan ini berkesempatan menyerahkan Kartu Jakarta Sehata dan Kartu Jakarta Pintar kepada warga yang berhak menerima. Dia mengaku akan menjadikan usulan warga sebagai bahan referensi pemerataan pembangunan di Kepulauan Seribu.

"Meski lebih dekat dari daratan Belitung dan Lampung, Pulau Sebira ini bagian yang tak terpisahkan dari Jakarta. Karena itu, hak warga pulau ini sama dengan hak warga Jakarta lainnya. Saya pasti akan akomodir usulan dan permintaan warganya," tegas Asep. [Ahmad Zarkasih]


Sumber :  http://beritapulauseribu.com


Read More »