Tampilkan postingan dengan label Mancing. Tampilkan semua postingan

herringIkan herring adalah ikan laut yang memiliki warna cerah keperakan. Sekilas mirip bandeng namun memiliki panjang tubuh yang jauh lebih pendek. Ikan herring merupakan ikan yang penting peranannya dalam rantai makanan perikanan laut, karena ikan ini merupakan ikan yang dijadikan makanan utama hampir semua predator laut seperti ikan tuna, ikan hiu, ikan lumba – lumba, ikan paus, singa laut dan lain – lain. Perkembangan ikan ini di laut bebas merupakan indikator keberadaan ikan besar yang menjadi pemangsa mereka.

Ikan herring terdapat dalam dua spesies yaitu ikan herring atlantic dan ikan herring pasifik. Ikan ini memiliki nama genus clupea. Habitat hidupnya, ikan ini menghabiskan hidupnya di perairan tengah dan dalam. Dengan pola hidup mengelompok, ikan ini mencari makanan hewan – hewan renik seperti udang – udangan, crustacea dan cumi. Namun ikan herring paling banyak mengkonsumsi plankton dalam hidupnya, dengan menggunakan insangnya yang istimewa ikan herring menyaring kandungan plankton di dalam air dan menjadikannya sebagai makanan utama.
Di perairan tengah dan dalam, ikan herring hidup dalam kelompok besar yang bisa terdiri dari ribuan ikan dalam kelompok tersebut dan mereka berpindah dan menghindari mangsa juga tanpa meninggalkan kelompok besarnya. Kemunculan ikan herring di perairan berarti membawa berkah bagi ikan – ikan predator yang berada di sekitarnya. Jika anda melihat kemunculan ikan herring di perairan dalam hampir bisa dipastikan terdapat banyak ikan besar seperti ikan tuna, salmon, hiu dan paus yang dekat dengan kawanan itu karena ikan herring adalah salah satu pakanan ikan predator di laut.

Sebagai ikan peraira tengah dan dalam, ikan herring menjadi makanan banyak spesies laut, sehingga ikan ini sering dipakai oleh para nelayan untuk umpan pemancingan tuna Dengan dipotong – potong dangingnya. Pemancingan dasar atau casting dapat juga menggunakan umpan ikan ini meskipun amat jarang dipakai di Indonesia. Namun penggunaan pola warna ikan herring yang mengkilap dan terang dijadikan pilihan bagi berbagai macam umpan buatan seperti jig atau popper. Warna cerah dari berbagai umpan tersebut menjadi pilihan karena bisa menarik minat ikan untuk memakannya.

Ikan herring merupakan ikan konsumsi juga di berbagai negara. Dengan hasil produksinya yang banyak dan melimpah, ikan ini dijadikan berbagai makanan dengan rasa dan berbagai metode masakan. Di Jepang ikan ini dikenal sebagai bahan makanan sashimi yang bisa dimakan mentah dengan saus dan sake yang nikmat. Di negara lain yang beriklim dingin ikan herring dijadikan acar yang dapat disimpan sebagai cadangan makanan yang awet berbulan – bulan. (pemancing/Kang Lintas)

Read More »


Umpan adalah bagian dari alat pancing. Umpan berfungsi untuk menarik perhatian ikan sasaran sehingga ikan tersebut tertarik untuk memakan atau mengigitnya.

Umpan dapat dibagi dalam 2 kategori besar, yaitu umpan alami dan umpan tiruan.

Umpan Alami (bait)
adalah umpan yang sama atau secara kimiawi mirip dengan makanan ikan tersebut di habitat aslinya. Umpan alami dapat berupa cacing, udang, ikan, cumi, pelet, umpan esence dan sebagainya.
Umpan Tiruan (lure)
adalah umpan khusus untuk ikan-ikan predator baik air tawar maupun air laut yang dibuat sedemikian rupa sehingga bentuk dan gerakannya menyerupai makanan alami ikan tersebut di habitat aslinya.

Beberapa tipe umpan tiruan meliputi :
- minnow
- popper
- metal jig
- konahead
- spoon
- crankbait
- stckbait
- spinner
- jig head
- soft plastic lure
- sabiki (kotrekan)
- feather jig
- dll.
Kang Lintas.

Read More »


Ada beberapa TEHNIK memancing yang dapat digunakan di perairan Kepulauan Seribu, yaitu :

MANCING DASAR (Bottom Fishing)
Biasanya ikan yang didapat adalah Kakap Merah, Kuwe, Krapu, dan beberapa ikan dasar lainnya. Terkadang, Tenggiri dan Barracuda juga dapat dipancing dengan cara ini.

KONCER (LIVE BAIT)
Cara ini sedikit unik, tanpa menggunakan timah/ pemberat, jadi kenur utama dipasang kili-kili peniti, kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda.
Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa, seperti Tenggiri dan Barracuda menyambar umpan hidup tadi.

Terkadang digunakan pula balon, yang berguna agar ikan tidak berenang ke bawah, sehingga ikan selalua berada di permukaan (1-2m dari permukaan) tehnik ini yang sangat efisien dan efektif untuk mancing tenggiri di Kepulauan Seribu, dan saya sangat menggandrunginya.

TONDA (TROLLING)
Dengan umpan buatan sepeerti rapala, king getter, spoon, dsb – ditarikkapal dengan kecepatan 5-7 knot. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-50m tergantung dari umpannya. Cara ini kurang efektif bila digunakan di daerah Kep. Seribu yang tidak banyak ikan palagis diatas 10 kg.

CASTING
Biasanya dilakukan dari pinggiran laut, sepeti dermaga, batuan, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Umpan yang digunakan biasanya tiruan, dengan berat sekitar 7-20gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Dan hal ini dilakukan berulang-ulang sampai ikan menyambar maupun sampai tangan pegel. Kalau saya suka casting dari dermaga pulau dengan target ikan kuwe maupun tenggiri kecil, tetapi kalau belum dapat juga , ya casting cumi untuk makan malam.

JIGGING – POPPING
Tehnik ini biasanya sih digunakan di daerah Bali, dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang dan Korea. Tidak ada salahnya anda mencoba di Kep. Seribu. Keduanya hampir sama caranya, adalah dengan mengayunkan umpan tiruan, maupun menggulung reel dengan cepat, kemudian berhenti dan menggulungnya lagi. Kesemuanya bertujuan agar umpan tiruan tersebut mirip ikan umpan alami, sehingga ikan mau menyambar.  Saya sebagai orang desa, ya ndak pernah pake cara ini, karena selain umpan tiruannya khusus dan mahal, lagipula ” mancing kok angel-angel nemen!”

Mancing dengan Layang-Layang
Biasanya sering saya jumpai di pinggiran pulau Seribu, para nelayan yang mancing dengan menggunakan layan-layang! Target ikannya adalah cendro. Bagaimana caranya ? sepertinya ikan cendro ditangkap dengan tali laso, tanpa menggunakan pancing. Saya kurang jelas sekali masalh ini, karena belum pernah ikutan nelayan itu, lagipula saya melihatnya dari jarak 5-10m dari kapal.

Mancing GARONG
Disebut demikian karena memang NGGARONG ikan ! jadi pancing tidak selalu berada di mulut ikan, tetapi terkadang ada di pipi, di pundak, perut, buntut dsb. Dan pancingnya pun disebut pancing GARONG, yang terdiri dari 6 rangkaian mata pancing, yang berbentuk matahari, menggunakan joran TEGEK, sepanjang 4-6meter. Target ikan adalah keluarga RABBIT FISH, seperti Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua. Tehnik ini sangat unik, eksentrik, sulit dan murah ! Mungkin mancing yang satu memerlukan biaya yang paling murah, tetapi NIKMATNYA………….. wueleh………..wueleh …………..wueleh………! Mantap

Read More »

Rumpon adalah suatu benda yang sengaja dipasang oleh manusia di suatu perairan atau di laut yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan sebelum dilakukan penangkapan atau pemancingan. Pemakaian rumpon untuk usaha perikanan sudah lama dilakukan oleh nelayan kita, namun untuk kebutuhan pemancingan sebagai hobi atau sport masih jarang dilakukan. Dengan bantuan rumpon kita akan lebih pasti untuk mendapatkan lokasi pemancingan yang ada ikannya.

Satu unit rumpon dapat terdiri dari pelampung, tali-temali, alat pengumpul ikan, dan jangkar atau pemberat. Bahan pelampung dapat berupa rakit bambu, pelampung plastik, atau drum. Daun kelapa atau ban-ban bekas dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengumpulkan ikan. Tali-temali dapat dibuat dari tali ijuk tau tali polyetilen/ plastik. Sedangkan sebagai pemberat dapat menggunakan jangkar besi, batu, atau semen beton.
Dilihat dari posisi pemasangan alat pengumpul ikannya, rumpon dapat digolongkan menjadi tiga jenis: rumpon lapisan permukaan, rumpon lapisan tengah rumpon dasar. Ada beberapa alasan mengapa ikan tertarik pada rumpon, diantaranya rumpon dapat digunakan sebagai tempat berlindung ikan dan berkumpulnya makanan. Dengan adanya rumpon, banyak plankton yang menempel atau hidup disekitarnya sehingga dapat menarik ikan-ikan kecil. Pada akhirnya jenis ikan besar akan datang untuk memakan ikan kecil tersebut.

Pemancingan di sekitar rumpon memang belum banyak dilakukan terutama untuk pemancingan ikan yang hidup dekat permukaan. Meskipun demikian, untuk pemancingan ikan dasar, sudah banyak yang memanfaatkan rumpon seperti yang dilakukan pemancing-pemancing di perairan Kepulauan Seribu. Pemancing disana memanfaatkan becak-becak bekas yang dibuang ke laut sebagai rumpon.

Dengan adanya rumpon, kita tidak akan kesulitan mencari lokasi pemancingan. Disekitar rumpon kita dapat melakukan segala macam teknik pemancingan baik memancing di dasar, di lapisan tengah, maupun di permukaan. (Kang Lintas)

Read More »

Berwisata di Kepulauan Seribu, bukan melulu berenang di pantai, snorkeling atapun menyelam (diving). Salah satu aktifitas yang bisa kita lakukan adalah memancing. Memancing ini bisa sekedar "killing time" atau membunuh waktu dan mengusir rasa bosan, atapun sekaligus untuk menyalurkan hobi.

Memancing di Kepulauan Seribu atau di laut, berbeda dengan ketika kita memancing di air tawar semisal di danau, waduk, tambak ataupun empang. Katakanlah alat pancing boleh sama, menggunakan stick atau "joran" beserta perlengkapannya. Tapi penggunaan joran, kalau kita memancing di laut hanya bisa kita gunakan ketika kita memancing di dermaga.
Kalau kita memancing di tengah laut, dengan menggunakan kapal nelayan (kapal tradisional) atau kapal cepat (speedboat) lebih asyik kalau kita tidak menggunakan stick atau joran. Biasanya orang ketika memancing ke tengah seperti istilah orang pulau atau ke laut dengan menggunakan kapal, tidak memakai stick, melainkan hanya memakai gulungan senar saja dan sudah pasti lengkap dengan mata kail dan umpannya.

Memancing di dermaga, biasanya ikan yang bisa kita dapat umumnya kembung, cendro dan cumi-cumi. Nah, kalau kita memancing di tengah laut, kita bisa mendapat ikan seperti kakap, kuweh, kerapu dan ikan lainnya, tergantung keberuntungan atau nasib kita saja.

Seru dan asiknya memancing di Kepulauan Seribu ini, terletak pada ketika pancing kita disambar ikan. Kita seperti bertarung dengan ikan. Kita harus pintar-pintar mengulur dan menarik agar ikan yang sudah didepan mata, tidak lepas karena pancingan kita putus.

Letak keasikan lainnya adalah ketika kita tidak mendapat ikan sementara rekan di sebelah kita terus dapat. Disinilah kita semakin panasaran untuk mendapat ikan. Meski kita sudah ahli, kalau keberuntungan sedang tidak berpihak, belum tentu pancingan kita akan disambar atau dimakan oleh ikan.

Untuk bisa memancing di Kepulauan Seribu, banyak cara bisa kita lakukan. Kita bisa berangkat dari Muara Angke ke Pulau Pramuka, Panggang atau Kelapa. Tarif kapal transportasi tradisional, tidak terlalu mahal. Hanya berkisar Rp 30.000 sampai Rp 35.000.

Ketika sampai di Pulau-pulau ini, kita tinggal memilih, memancing di dermaga atau ke tengah laut. Kalau kita memilih memancing ke tengah laut, kita bisa menyewa kapal nelayan dengan tarif sekitar Rp 100.000 tergantung pintar-pintar kita bernegosiasi.
Kalau kita masih awam atau kurang paham memancing, tak salah kita meminta tolong sang nelayan untuk mengajari kita. Ada untungnya kalau kita menyewa kapal karena kita bisa diberitahu tempat atau lokasi pancing yang banyak ikannya. Kita juga bisa menyewa jasa pawang ikan yang ada, tapi nelayan yang kita sewa kapalnya tahu dimana lokasi pemancingan yang banyak ikannya.

Alat pancing, bisa kita beli di toko-toko pancing yang menjualnya. Peralatan yang kita beli bisa kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan kita. Tak perlu alat pancing yang mahal untuk bisa memancing. Jadi tunggu apa lagi (Puser)

Read More »

Mau Paket Mancing seperti ini silahkan Hubungi Wahyudi di Pulau Pramuka di Nomor Telp : 021-3417-3803, Nomor Hp. 0858-1471-7642 dan  PIN BB : 29E9DFB6


Read More »

gambar ikan buntalKalau anda memancing di laut, maka anda akan menemukan jenis ikan ini saat memancing di karang. Ikan buntal memiliki ciri – ciri dapat menggembungkan badannya jika terkena mata pancing ataupun tertangkap jaring. Ikan buntal biasanya juga mengganggu pemancingan karena ikan ini sering menyambar senar dengan giginya yang tajam dan akan memutuskan senar  pancing anda sekaligus. Ikan ini tidak dapat diambil sebagai tangkapan karena beracun dan berduri banyak sehingga para nelayan biasanya langsung membuangnya saja.

Ikan buntal memiliki nama latin porcupinefish dan memiliki beberapa panggilan. Dalam bahasa lokal dikenal juga dengan nama “ikan buntek” dan dalam bahasa Inggris diberi nama “balloonfish” dan “globefish” karena bentuknya yang membesar seperti balon. Hal itu berlaku pula saat ia berada di perairan di dalam laut, dimana jika ia merasa dalam bahaya maka ia akan menggelembungkan dirinya seperti balon untuk menakuti musuhnya.  Pertahanan diri seperti ini merupakan yang paling efektif selain racun yang terdapat dalam tubuhnya sehingga ikan predator tidak mau memakannya. Ikan buntal memiliki habitat karang – karang di pantai dan sampai di perairan dangkal di laut. Dan penyebaran ikan ini berada di perairan tropis di seluruh dunia.
Cara untuk menghindarkan perusakan pancing karena ikan buntal adalah dengan menambahkan sambungan dari logam di ujung senar anda sebelum mata pancing, sambungan ini akan menahan gigitan yang disebabkan oleh ikan buntal. Ikan buntal memiliki menu makan yang sama dengan ikan lain yang dipancing di perairan. Makanya saat memancing umpan yang berupa cumi – cumi atau udang diperebutkan juga oleh ikan buntal dan ikan pemangsa lain.

Jika sampai tertangkap oleh mata kail anda sebaiknya anda melepaskannya dengan hati – hati karena ikan ini akan membesarkan dirinya dan durinya akan berbahaya. Gunakan kain atau sarung tangan untuk memegang ikannya dan lepaskan mata pancingnya dari mulut dan kembalikan ikannya ke laut. Selamat mancing salam strike.. (pemancing/puser)

Read More »

Memancing di laut, mempunyai kiat tersendiri dan tentunya berbeda dengan kiat memancing di darat atau empang dan sungai. Bukan hanya kiatnya saja yang berbeda. Teknik, peralatan hingga umpan juga berbeda dengan ketika kita memancing di darat seperti sungai.
Rosidi, dari Puri Dewata Fishing Club memiliki kiat tersendiri yang dibaginya untuk para pemancing seperti dikutip pulauseribu.net dari sebuah situs memancing.
Memancing di tepi laut
Umpan yang digunakan untuk memancing di tepi laut berbeda dengan memancing di air tawar. Umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang di potong kecil-kecil, udang atau ikan kecil. Setting alat pancingnya sama dengan setting untuk memancing ikan di sungai

Penggunaan umpan dengan udang atau ikan kecil biasanya digunakan apabila di tepi laut airnya keruh. Jika airnya bening, umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang telah dipotong-potong karena ikan yang berada di tengah laut bisa saja mencapai tepi laut
Memancing di tengah laut
Persiapan memancing ditengah laut adalah alat pancing dan umpan yang biasanya menggunakan cumi utuh. Setting alat pancing menggunakan ada 2 cara dan biasanya digunakan untuk memancing ikan pada kedalaman ≤ 100 meter

Pertama, setting umpan gantung, yaitu posisi umpan berada antara permukaan air laut dan dasar laut dengan menggunakan lebih dari 2 mata kail. Ini untuk memancing ikan jenis barakuda, bawal atau tongkol. Kedua setting umpan diatas permukaan, posisi umpan ada kira-kira 2 atau 3 meter dibawah pelampung. Setting umpan seperti ini adalah untuk memancing ikan seperti ikan layur dan cakalang
Untuk memancing ditengah laut terdapat pula sejenis umpan buatan yang terbuat dari plastik mengkilap. Umpan seperti ini bisa diperoleh di toko pancing, bentuk dan warnanya bisa menarik perhatian ikan yang melintas di sekitar mata kail.

Tips yang tidak kalah penting untuk memancing ditengah laut adalah hindari memancing pada waktu terang bulan karena pada waktu terang bulan permukaan laut terang sehingga memungkinkan ikan mencari mangsa lewat bantuan sinar bulan. Dan demi keaamanan dan keselamatan kita, hindari memancing pada waktu musim angin barat atau musim penghujan
Yang sedang menjadi trend saat ini adalah memancing ikan bandeng. Ikan bandeng biasanya mencari makan di atas permukaan air sehingga cara setting jarak antara pelampung dan mata kailnya adalah ± 5 cm sampai 10 cm. Umpan yang digunakan umumnya memakai pellet yang juga mudah didapat di toko pancing.

Read More »

http://www.phoenixclassics.com/media/v1/line.jpgUntuk menyalurkan hobi memancing atau berwisata memancing di Kepulauan Seribu, salah satu alat pancing yang sangat vital adalah senar pancing. Agar supaya tidak putus ketika pancing kita disambar ikan, pastinya kita harus memilih senar pancing yang tepat dan berkualitas.

Senar atau Line ini sendiri, adalah suatu tali terbuat dari bahan khusus yang digunakan untuk memancing. Di senar atau Line inilag kail (hooks), pelampung (floats), timah (sinker) dan asesoris lainnya ditempatkan.

Ada dua bagian senar yaitu main line dan hook line. Pemakaian senar juga harus kita sesuaikan dengan tujuan atau apa yang ingin kita dapatkan ketika kita memancing, apakah ikan kecil atau ikan besar. Dari jenis ikan yang akan kita pancing inilah diameter senar kita sesuaikan.
Hal pertama yang perlu diketahui dalam memilih senar adalah kualitas dari bahan senar tersebut yang masing-masing senar mempunyai ciri khas tertentu. Semakin bagus kualitas senar yang kita pakai, sudah pasti semakin mahal harganya.

Senar yang baik mempunyai mutu stabil. Senar yang baik ini dibuat dari bahan baku berkualitas, dengan menggunakan mesin yang baik dan dengan proses dan quality control yang baik pula. Kestabilan senar dimaksud adalah jika dibuat dengan quality control yang ketat seperti diameter, kekuatan (strength), kekuatan ikat senar (knot strength), perpanjangan senar pada saat ditarik (elongation), daya lentur (flexibility) dan ketahanan gesek (abrasion resistance)

Jenis-jenis Senar Pancing yang ada dipasaran ada dua yakni Monofilament dan Multifilament. Monofilament adalah Senar dengan serabut (filament) tunggal, dan terbuat dari bahan dasar nylon. Sedangkan Multifilament adalah Senar yang memiliki banyak serabut. Permukaan senar jenis ini kasar, tidak sehalus senar dari bahan nylon. Jenis Senar Pancing ini banyakdipakai pemancing hobi dan biasanya digunakan untuk lomba.

Selain dari Jenisnya, Senar Pancing juga dibedakan dari karakteristiknya. Berikut ini adalah karakteristik Senar Pancing :

Kekuatan (strength) : Seberapa mampu senar dapat menahan beban. Tes kekuatan ini dilakukan dengan menggunakan universal testing machine dengan menarik senar sepanjang 50 cm dengan kecepatan tarikan 200 mm permenit, kemudian senar diuji sampai putus untuk melihat kekuatan maksimalnya.

Kekuatan Ikat Senar (knot strength) : Kekuatan ikat pada simpul, dimana senar akan putus disimpul. Umumnya kekuatannya diukur dengan pons (lbs) atau kg (kilogram). Tes kekuatan simpul dilakukan sama dengan tes kekuatan senar dengan membuat simpul pada tengah-tengah senar yang akan diuji, sampai senar putus pada simpul.

Perpanjangan Senar Pada Saat Ditarik (elongation) : Senar akan mengalami perpanjangan/mulur pada saat menarik beban, sampai titik maksimal dari senar itu tidak dapat mulur lagi. Tes dilakukan dengan menarik senar sampai titik maksimal senar akan putus.

Ketahanan Gesek (abrasion resistance) : Senar yang tidak mudah terkikis / abrasi apabila terkena batu karang, penuntun senar pada joran dan tempat jalannya senar pada ril. Tes dilakukan dengan menggesek senar sampai putus dengan menggunakan amplas berputar dan dihitung jumlah putarannya. Makin banyak jumlah putaran, menunjukkan senar semakin tahan terhadap gesekan.

Kelenturan (flexibility) : Resistensi senar saat ditekuk. Tes dilakukan dengan mengukur resistensi senar pada saat ditekuk. Makin besar resintensinya menunjukkan senar semakin kaku.
III. Kekuatan Senar Dapat Diukur Menggunakan :

Senar Pancing ini, bisa kita uji dengan dua cara. Yaitu dengan menggunakan Alat Pengetesan Senar dan Manual. Alat Pengetesan Senar berupa mesin khusus untuk tes senar. Keakuratan pengetesan dengan menggunakan alat, dibandingkan dengan secara manual, lebih tinggi.

Pengukuran secara manual, bisa kita lakukan dengan memakai sebuah timbangan, kemudian senar ditarik (timbangan menunjukkan suatu angka) sampai senar tersebut putus.

Kita juga bisa membedakan senar pancing dari kemasannya, yakni senar Komersial dan Senar Hobi.

Senar komersial, merupakan Kemasan senar yang dijual untuk pemakaian yang lebih ekonomis dan kurang memperhatikan kualitas dibandingkan dengan senar hobi. Biasanya pemakaian senar ini untuk mencari nafkah/keuntungan dan digunakan untuk keperluan nelayan membuat/menambal jala.

Senar komersial ini dibagi ke dalam dua jenis yakni Senar Bungkus berupa Senar gulungan tanpa spool dalam bungkusan plastik dengan informasi kekuatan (lbs), diameter (mm) dan panjang senar (m) sedangkan senar pak Senar Pak merupakan Kumpulan senar bungkus, yang dijual dalam bentuk pak ditimbang dengan berat 4,5 kg.

Senar Hobi merupakan Senar yang pemasarannya lebih ditujukan kepada para orang yang memiliki hobi memancing . Senar ini lebih mengutamakan kualitas seperti kekuatan dan diameter. Senar ini dibagi dalam dua jenis yakni Senar Rol Meter berupa Senar gulungan dengan spool, dengan informasi kekuatan (lbs), diameter dan panjang senar dan Senar Rol Berat berupa Senar gulungan dengan spool dan informasi kekuatan (lbs), diameter, panjang senar.

Berbagai jenis senar telah diuraikan. Nah untuk memilih senar ini ada tipsnya. Pertama, ketika memilih senar kita harus mengetahui terlebih dahulu tujuannya, apakah untuk tujuan komersil atau hobi. Apabila tujuan untuk komersil, maka memilih senar tidak serumit memilih senar untuk hobi.

Berbeda dengan hobi, banyak hal harus diperhatikan dalam memilih, seperti ikan apa yang dicari, tipe memancing (troling, spinning dan lain-kain) untuk perlombaan / tidak, strength (kekuatan) dalam satuan lbs (pon) atau kilogram (kg) dan diameternya. Selamat memilih! (berbagai sumber)

Read More »

Memancing ikan kelihatannya gampang, menyiapkan alat pancing, menyiapkan umpan, dan mencari lokasi yang banyak ikannya. Sesampai di lokasi alat dikeluarkan, umpan dipasang, lemparkan umpan, menunggu sebentar hingga ikan memakan umpan,  kemudian menggulung atau menarik kenur atau senar lalu diangkat.

Namun, kenyataannya tidak semudah yang kita bayangkan atau kita lihat. Untuk memancing diperlukan sedikit keahlian khusus. Teknik ini akan sangat diperlukan apalagi kalau kita mengikuti lomba. Yang jelas, berlatih diperlukan seperti pepatah "practise make perfect" atau berlatih membuat sempurna. Berlatihlah dan pengalaman akan mengajarkan anda kepada tekink yang benar dan efektif.  Berikut beberapa teknik yang perlu dikuasai selain teknik yang pernah disajikan sebelumnya.

MELEMPAR ATAU MELONTAR UMPAN
Kunci sukses acara mancing juga ditentukan oleh teknik lontaran. Lontaran harus jatuh pada titik yang sama dengan titik yang telah diberi umpan pengebom. Lontaran ke arah yang sembarangan itu seperti mengoper bola ke arah yang tiada seorang temanpun yang menyambut. Berlatihlah dulu cara melontar di kolam harian sebelum anda beralih ke pertandingan.

Memang tak ada larangan untuk langsung terjun ke lomba. Namun tentunya kita tak ingin mendapat malu bila lontaran kita selalu jatuh di lapak tetangga.Mula-mula atur pengangan tangan tepat pada gagang joran di mana ril duduk. Buka kawat pengaman ril (Bail Arm) dan tahan kenur dengan jari telunjuk.

Pegang joran tegak lurus searah badan, arahkan mata ke titik tempat jatuhnya umpan. Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah depan hingga kenur tegak lurus dengan air, ayunkan umpan ke arah belakang. Bila saat itu anda masih ragu , gerakan joran kembali kedepan. Kembali ayunkan umpan ke belakang dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala.

Saat umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi anda tahan dengan jari. Bila gerakan dilakukan secara benar maka anda tak akan kecewa dengan hasil lontaran, berlatihlah terus hingga dirasa telah cukup.

ISYARAT KENUR
Pada rangkaian glosor atau kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan, getarannya langsung disalurkan ke kenur. Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran pada cagak joran (rod rest) atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor sedikit. Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas. Ada 2 kondisi dimana kita harus segera menggentak joran :

Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh. Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor.Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang.

Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang dan mengendur, gerakan yang amat halus dapat anda rasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur, pada keadaan yang ekstrim joran dapat turut tercebur ke air makanya disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran bila memancing menggunakan rangkaian ini di danau atau perairan yang dalam lainnya

MENGGENTAK JORAN
Agar ikan dapat terkait saat umpan termakan, setelah adanya deteksi gigitan yang diurai di atas tadi. Anda perlu menggentak joran (strike) terutama bila rangkaian yang digunakan berpelampung. Gerak menggentak joran dapat digolongkan sebagai gerakan yang refleks. Untuk itu latihlah gerak refleks anda, sehingga tangan terlatih untuk segera meraih joran.

Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran tepat di dudukan ril penggulung, posisi jari telunjuk ada didepan gagang penggulung jari lain berada di belakangnya. Gerakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan kenur dan baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya. Gerak menggentak yang benar adalah melawan arah kenur.

Pada lokasi alam, lontaran dapat saja jauh di arah kanan atau kiri dari posisi kita. Bila lontaran arah ke kiri, gentakan adalah ke belakang kanan. Bila lontaran arah ke kanan, gentakannya ke belakang kiri. Pada empang pemancingan lontaran umpan hanya ke arah depan saja, karena sebelah kanan kiri ditempati orang.

MENAKLUKKAN IKAN
Menaklukkan ikan adalah saat yang paling asyik dan so pasti kritis. Gerakan ikan yang berontak melebihi kekuatan putus kenur (breaking strength) dapat menyebabkan kenur putus. Setel drag pada posisi setengah dari posisi mati (terkunci penuh) atau sesuai perkiraan anda sendiri, jangan biarkan drag dalam keadaan terkunci penuh. Biarkan ikan yang terpancing melarikan kenur. Arahkan joran berlawanan dengan arah lari ikan. Bila ikan merubah arah, segera gulung ril anda, coba menambah tekanan drag.

Namun bila tenaga ikan masih besar, kurangi posisi drag dan biarkan ikan kembali melarikan kenur. Ubah segera posisi joran bila ikan berusaha lari ke arah lain. Posisi joran harus selalu berlawanan dengan arah ikan. Jangan panik, lakukan gerakan tarik ulur ini secara sabar terutama untuk ikan yang berukuran besar.

Akibat daya lentur joran dan setelah beberapa kali tarik ulur ikan akan menjadi lemah, segera gulung kenur dengan gerakan memompa. Artinya gulung kenur dengan cepat dibarengi dengan menurunkan posisi joran ke arah air hingga sejajar. Angkat joran dengan gerakan siku anda, gulung kembali ril dengan cepat seperti tadi dengan teknik pemompaan.

Bila ikan telah dekat, anda harus ekstra hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak, yang penting posisi drag ril anda jangan sampai terkunci penuh supaya kenur dapat dilarikan ikan bila ternyata masih mempunyai sisa tenaga yang besar. Bila yang anda kenai ternyata ikan yang berukuran super, maka sebenarnya perlawanan adalah saat ikan sudah begitu dekat dengan anda. Karateristik ikan mas yang besar biasanya dari tengah kolam anda dapat menariknya dengan mudah hanya saja terasa berat.

Gulung kenur secara hati-hati gunakan perasaan anda menghadapi perlawanannya. jangan berusaha melawannya bila ikan masih berontak , mainkan saja dengan hati-hati untuk mengurangi tenaganya yang besar, bila ikan telah mendongak jangan gulung kenur anda karena akan menyebabkan ikan kembali tenggelam dan melawan. Tetapi tetaplah pertahankan posisi ikan yang telah mendongak tadi, dan untuk mendekatkannya ke tepi kolam, melangkahlah mundur hingga posisi ikan dapat dengan mudah diserok

MELEPAS KAIL
Melepas kail yang menancap pada mulut ikan memang tugas pembantu (kedi) anda. Namun terkadang ada saatnya dimana kita sendiri selaku pemancing yang harus melakukan hal tersebut. Berhati-hatilah saat melepaskan kail, kalau menancap pada tangan anda akan sulit untuk melepaskannya. Gunakan lap untuk memegang badan ikan yang licin, biarkan ikan menggelepar pada serokan, bila ikan terdiam pegang ikan dengan tangan kiri, tekan agak keras bagian perut dengan jempol kiri anda.

Ambil tang atau alat khusus pelepas kail (Disgorger) apabila tak ada pegang kail yang menancap dengan jari telunjuk dan jempol kanan lalu tarik kail mengikuti arah lengkungannya, bila agak sulit dorong kail terlebih sebelum mencoba membukanya lagi. Bila kail tertelan terlalu dalam dan anda tak membawa alat pelepas kail, carilah ranting pohon yang kira-kira masuk ke mulut ikan, ikutilah arah kenur pancing lalu dorong kailnya hingga terlepas dan keluarkan kail berbarengan dengan ujung ranting yang yang masuk ke mulut ikan.

Bila teman anda atau anda mengalami kecelakaan tertancap kail, tetaplah tenang jangan panik. Mintalah pertolongan medis yang benar di klinik pengobatan. Namun apabila pertolongan medis tidak ada, perhatikan sampai di mana kail menancap, apabila kail belum menembus maka anda dapat menariknya seperti biasa, namun bila kailnya tembus arah tarikan untuk mengeluarkan adalah ke arah pangkal kail.

Untuk itu lepaskan kenur yang mengikat kail, posisikan tubuh agar anda mudah menariknya, teorinya adalah kail itu tidak ditarik keluar melainkan diloloskan hingga pangkalnya mengikuti arah luka tembus. Bila ada tang potong, patahkan dahulu bagian pangkal tempat pengikat yang biasanya lebih besar dari batang. Kalau tak ada, apa boleh buat karena anda harus segera mencabutnya.

Alihkan perhatian teman yang tertancap kail, bisa dengan bantuan teman yang lain, saat perhatianya teralih dengan gerakan yang cepat loloskan kail dengan menarik bagian lengkung hingga kail tercabut. Anda harus yakin, jangan sampai gagal pada tarikan pertama ini, sebab jika gagal teman anda itu akan lebih keras menjeritnya. Gunakan alkohol atau betadine untuk membersihkan bagian luka. (berbagai sumber)

Read More »

Mempunyai joran yg prima itu penting. Nikmatnya proses betotan si-ikan saat memancing, 70 persen ditentukan oleh joran, sak estu lho pakne, ini beneran lho. Joran (atau Rod), adalah kepanjangan tangan dari si pemancing itu sendiri. Karena itu, jika “tangan imitasi” itu bermutu bagus, maka itu setara dengan menggantikan fungsi “tangan asli”. Panjang pendeknya waktu saat fighting, respon batang joran saat melenting dan berbalik arah,  sampai ikan mau menurut ditarik mendekat, itu dirasakan dari joran yg prima. Kalo jorannya jelek, yaa berkurang kenimatan itu.

Kalimat ini selalu saya katakan kepada teman lain dalam obrolan santai, atau mungkin juga sebuah debat kusir soal penting tidaknya punya joran bagus, hehehe. Namanya juga opini pribadi, sah saja jika ditularkan keteman lain dong. Hal biasa jika pemancing berdebat untuk urusan beginian hehe. Dan jika bicara soal joran bagus untuk mancing light tackle, maka Fenwick Night Hawk salah satunya. Dia mengisi area tersendiri dipasaran melawan kompetitornya selevel diantaranya Gloomis, Sage, Okuma, Lemax,  Daiwa, dan Shimano.  Joran Fenwick Night Hawk ini sudah lama menjadi anggota keluarga disini. Lupa kapan dibelinya, dan lupa berapa harganya. Dia sudah menemani kesana sini, mulai dari memancing di empang sampai kedanau, ke muara, sampai kepulau dilepas pantai sana. Jam terbangnya komplit lah. Saya pribadi menyebut joran ini: one bullet takes them all.


Satu “peluru” (joran) untuk semua tempat memancing.
Secara visual, tampilan Fenwick Night Hawk muuantaaaf abis. Gak ada cela, mulus kinyis kinyis. Bahan baku batangnya termasuk graphite bagus, dan dipoles dengan rapih. Logo Fenwick dan karakter tipe nya juga tercetak bagus dan rapih, kombinasi warna putih dan emas mengkilap. Kesannya buat saya sangat konservatif, beda dengan warna logo joran light tackle dari Okuma yg memakai hologram, sentuhannya lebih modern. 

Joran ini juga pernah dibawa ngoyor dipantai (mancing sambil berendam dilaut). Sekian tahun kondisinya tetap baik saja. Tidak ada karat muncul misal di ring guide untuk kenurnya. Tampaknya lapisan pelindung untuk ring kenur dilabur lumayan tebal dan bagus.  Diameter lubang kenurnya juga pas. Saya suka karena ketika copot-pasang kenur yg sudah dipasang peniti dan kili kili bisa keluar masuk dengan mudahnya. Ini jelas beda dengan Okuma Extreme 150ML. Fenwick Night Hawk terbagi patahan dua bagian. Panjang total sekitar 2 meter. Responnya termasuk medium action. Dia sungguh nyaman dibawa untuk memancing gaya duduk diem sampai dengan model casting ratusan kali sambil mondar mandir dibantaran sungai. Tangan terasa gak pegel jika membawa ini karena ujungnya lebih lentur dan mudah diajak bermain melempar lure. Dicobain kepret kekiri, lalu kepret lagi kenanan, enak mak-nyuzzz. Kelenturannya ditambah kombinasi panjang total joran terasa nyaman. Efek lengkung, caranya dia menendang balik, dan titik diam ketika melengkung habis dimomen melibas ikan terasa pas dan nyaman ditangan.

Jika ada "kelemahan" yg dicatat disini adalah soal bobotnya yg terasa lebih berat dibanding joran misal Okuma Extreme 150ML. Tapi ini masuk akal, Okuma cuma 1,5m sedangkan ini lebih panjang, jadi jelas lebih berat sekian gram. Selain itu, buat yg gak biasa megang joran 2m an, rasanya lebih repot jika mancing mepet dilapak empang, apalagi jika atapnya rendah. Bisa jadi, malahan keburu napsu menghentak joran supaya strike, eh taunya joran patah kena atap diatas lapak itu.  Dari batang, tangan pindah mengelus pegangannya. Palm grip nya dibungkus gabus keras yg bagus. Semuanya terpasang dengan rapih. Grip bagian bawah bukan berupa tabung bulat sama diameter tapi ada tonjolan yang digunakan untuk menjaga remasan tangan disana agar mempunya handling yg baik.Gaya beginian rada jarang ditemui di merk lain, tapi untuk tipe Night Hawk, tonjolan melingkar digabus itu disediakan disana. Ini memberi nilai plus sendiri karena mereka teliti dengan desainnya.  Hal lainnya yg patut diberi nilai plus adalah panjang butt terasa ideal karena dapat disandarkan dilengan saat fight dengan ikan. Betotan ikan akan terbagi secara fair dari genggaman tangan hingga kearea lengan. Ini membantu proses tarik ulur untuk menjaga ritme permainan dengan ikan sampai melemah.

Joran ini cocok buat pemancing gaek jika ingin merasakan sensasi beda dari respon joran yg cukup bagus. Tapi buat pemula juga engga rugi kok punya ini, karena spt yg disebutkan didepan, joran ini layak disebut sbg: one bullet takes them all. Daripada pusing mikir beli joran apa, mending ini saja udah bisa diajak main darat dan pantai sekaligus.

Oleh : HsGautama

Read More »

Agak susah menjelaskan keteman apa artinya, main dibatas tubiran (antara laut dalam dan laut dangkal). Disitu adalah salah satu titik terbaik untuk mendapatkan ikan, apalagi jika didukung arus dan suhu yg tepat. Ini mirip main ditepian jurang dalam dan posisi pemancing ada diatas bukit sambil berputar kesana sini.
Dan setelah melihat ini, semoga jadi jelas apa maksudnya.  Disitu tampak ada 3 teknik mancing yg bisa dipakai. Diantara adalah: chunking, casting, dan trolling.
Dalam gambar bisa jelas terlihat bagaimana posisi pemancing, arah arus, posisi ikan, dan garis tubiran dilaut. Salah satunya salah, biasanya gagal mendapatkan sambaran umpan dari ikan. Jadi, semua elemennya seharusnya klop satu dengan lainnya.


Foto discan dari majalah saltwtspotfsh.

Oleh : HsGautama

Read More »

Tadinya cuma mau iseng mancing di Onrust, pas sampai Kamal ketemu bang Doel & Thalib, mereka ngajakin mancing Ikan Kue di Damar, tadinya ragu2 mau ikut, karena nggak ada persiapan lumut utk mancing dipulau Damar, ya udah akhirnya kita berempat berangkat dgn perahu Pak Nano.

Setelah 1 1/2 jam perjalanan akhirnya sampai di Pulau Damar. Karena niatnya mau mancing ikan kue, kita nggak sandar ke pulaunya.
Saya mancing dasar di depan dermaga, di dermaga sudah banyak orang yang mancing baronang (kalo nggak salah saya ngeliat Bang Tom dkk. naik speedboat kecil). Setelah bolak-balik pindah cari lokasi mancing kue, dan nggak ada hasilnya, akhirnya Bang Doel ngajak mancing di Karang Payung, katanya banyak baronang susu & angin nya, akhirnya pak Nano mengarahkan perahunya ke karng payung.

Sampai di Karang Payung, saya dan Bang Doel mengeluarkan senjata berupa Joran Tegek masing2. Bang Doel pakai Tegek Goldenfish 4,5m sedangkan saya pake Tegek Cardriff 5m. Karena nggak ada lumut, kita mancingnya nggak pake garong (pancing engkel). Pancing engkel dibuat 2, lalu diberi timah, and nggak lupa pelampung, umpan yg kita pake rebon.

Sebelumnya kita bom dulu dgn rebon, habis itu baru kita lempar umpan. Kira-kira 5 menit pelampung saya "nyilem" buru-buru saya gentak joran, hasilnya baronang susu 4 jari. Saya dan Bang Doel ganti-gantian narikin Baronang. Talib dan Acoy yg tadinya males, pada ngeluarin tegeknya masing-masing (Thalib sempet diputusin 2 kali).

Sudah bosan mancing Baronang (saya sih sebenarnya nggak bosen) Tahlib ngajakin mancing Kue lagi. Dan akhirnya dengan terpaksa kita ngikutin kemauannya Thalib. Satu setengah jam mondar-mandir nyari kue dan nggak dapat pula. Akhirnya kita kembali ke Karang Payung lagi utk mancing Baronang kembali.

Akhirnya kita nimbain lagi Baronang Susu 3 - 4 jari nggak kerasa udah jam 5 sore, kemudian kita sepakat utk pulang. Hasil keseluruhan total ikan yang di raih 123 ekor Baronang yg masuk ke box (yg 2 jari kebawah di release lagi ke laut biar gede).

Demikian laporan pengalaman mancing kami dan kawan-kawan. Namun sayang dan mohon maaf buat semuanya karena kami telah berkhianat dgn mancing baronang tidak pake garongan. Dan sorry juga nggak ada fotonya sebagai buti otentik. Maklum, berangkatnya keburu-buru jadi gak bawa kamera lagi pula bukan niat piknik kok tapi manciiiiing.


Pemancing : Bang Doel Kwitang, Thalib, Acoy dan Budi

Read More »

Mancing di Dermaga Pulau Pramuka



















Anak Anak Pulau Pramuka Sedang Mancing Ikan di Dermaga Pulau Pramuka

Read More »

Sebanyak 600 bibit ikan jenis bandeng dan kakap ditebar di kolam pemancingan Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Penebaran bibit itu untuk persiapan festival lomba mancing yang akan digelar kelurahan setempat.

"Bulan November 2012 nanti akan digelar festival mancing dan bibit itu dipersiapkan untuk kunjungan wisatawan pada libur pergantian tahun," ungkap Astawan Husen Lurah Pulau Pari kepada beritapulauseribu.com, Minggu (2/9).

Astawan menambahkan, nantinya 100 peserta pemancing profesional dan pemula akan ambil bagian dalam festival mancing tersebut. "600 bibit ikan sudah selesai dipindahkan dari tempat pembibitan ke kolam dibantu oleh warga setempat,"ungkapnya.

Menurut Astawan, kolam pemancingan telah diberikan nama yakni "Kolam Sujud". Nama itu terinspirasi dari bentuk Pulau Lancang yang jika dilihat dari udara berbentuk orang sujud. "Dalam acara festival mancing nanti sekaligus peresemian pematenan nama Kolam Sujud Pulau Lancang,"tambahnya.  

Syahrizal (35), warga Pulau Lancang menyambut baik festival mancing yang akan di gelar tempatnya, kata dia. Festival mancing sebelumnya sangat sukses jadi warga sangat menyambut baik kegiatan pihak kelurahan setempat.  "Jika banyak pendatang bisa ada pemasukan buat warga Pulau Lancang," katanya. (beritapulauseribu.com)

Read More »



Read More »

 
 
 

Read More »



Read More »



Read More »



Read More »