Tampilkan postingan dengan label Pulau Panggang. Tampilkan semua postingan

0 komentar
Wisatawan yang datang ke Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, secara mandiri tanpa melalui jasa travel ataupun pemandu harus melaporkan diri ke posko informasi dan pengurus RT/RW. Ini untuk memudahkan pengawasan dan pemantauan.

"Terutama bagi mereka yang ingin berenang atau datang ke pulau kosong tanpa didampingi travel maupun pemandu," ujar Ardani, Lurah Pulau Panggang, Selasa (5/1).

Menurut Ardani, wisatawan yang ingin berenang lebih aman dipandu oleh pihak yang mempunyai pengalaman.

“Kami sudah koordinasi dengan seluruh pihak agar menegur wisatawan yang berlibur di pulau kosong tanpa melapor atau didampingi oleh pemandu wisata, bila perlu dipulangkan," tandasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (2/1) lalu, dua wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat ditemukan meninggal setelah tenggelam saat berenang di Pulau Air. Dua wisatawan tersebut datang sendiri dan berenang tanpa didampingi pemandu wisata.


Sumber : http://www.beritajakarta.com/read/23451/Wisatawan_Mandiri_di_Pulau_Seribu_Wajib_Lapor



Read More »

0 komentar
Guna mencegah terjadinya bencana kebakaran di pemukiman padat penduduk. Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Kabupaten Kepulauan Seribu, memasang sejumlah jaringan air atau Hydrant disetiap pulau pemukiman padat penduduk.

Dari pantauan beritapulauseribu.com, Kamis (4/12/2014), di pulau pemukiman terlihat ada sedikitnya belasan pekerja proyek yang sedang mengerjakan galian hydrant. Salah satunya yang terlihat tanda 'hati-hati ada galian pemadam' yang terletak di Jl Masjid An-n'imah Pulau Panggang Kepulauan Seribu Utara.

Sementara itu, Pardjoko Kasudin Damkar PB Kepulauan Seribu saat dikonfirmasi via telepon membenarkan bahwa saat ini di Pulau Panggang tengah berlangsung penggalian hydrant.  "Iya, hydrant di pasang di Pulau Panggang diharapkan mampu mengantisipasi bila terjadi kebakaran di pulau berpenghuni," katanya.

Diakuinya, saat ini memang baru Pulau Panggang. Namun, pihaknya berencana akan terus mencanangkan pemasangan hydrant di pulau pemukiman lainnya. "Saat ini baru Pulau Panggang, untuk tahun 2015 hydrant akan dipasang di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan," jelas Pardjoko.

Lebih lanjut Pardjoko mengatakan, masyarakat diharapkan peduli pada keselamatan jiwa dan harta benda yang mereka kumpulkan dari hari ke hari. Sehingga kedepanya bisa terpanggil jiwanya untuk menjaga lingkungan dari ancaman bahaya kebakaran. "Jangan hanya berfikir duit saja tapi keselamatan jiwa lebih utama," pintanya.

Pardjoko menambahkan, dengan dibangun hydrant, masyarakat bisa melakukan upaya pemadaman secara dini sambil menunggu unit damkar tiba di lokasi, dengan begitu kerugian bisa diatasi sedikit mungkin. "Jangan hanya berteriak saja, Damkar akan terus berusaha memfasilitasi sarana untuk masyarakat supaya mampu mengatasi kebakaran dilingkungan tempat tinggal mereka," imbuhnya.

Saat ini, bencana kebakaran sepertinya menjadi permaslahan yang serius di Kabupaten Kepulauan Seribu. Apalagi masalah tersebut sempat terjadi di pulau pemukiman padat menduduk yang menghanguskan sejumlah rumah milik warga.

Read More »

0 komentar
Sebanyak 57 (lima puluh tujuh) anak yatim dari yayasan yatim piatu AL Hidayah pulau panggang mendapatkan santunan dari Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Andi Herindra Sik. Kamis 27/11/2014.
Acara santunan yang dilaksanakan di mako Polres Kepulauan Seribu dipulau karya ini dihadiri oleh bapak Kapolres, pejabat utama polres kepulauan seribu serta anggota dan masyarakat, selain melaksanakan santunan dilaksanakan pula pembacaan ayat suci Alquran oleh seluruh yang mengikuti kegiatan ini.
Kapolres dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan kepada anak-anak yang sudah mau datang disantunan kali ini
"Ini kali pertama saya melaksanakan kegiatan di pulau karya semoga saya bisa menjadi pemimpin yang amanah di kepulauan seribu ini, dan polisi yang bertugas di kepulauan seribu dapat melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta mendapatkan kemudahan dalam bertugas" jelas Kapolres
Dan kapolres berharap anak-anak yatim ini kelak menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa dan negara serta tercapai cita-citanya amin. Selesai santunan dilanjutkan siraman rohani dari ustad Mukhlisin.

Read More »

0 komentar
Sebanyak 316 warga di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara menerima dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Pulau Pramuka, Cabang Jakarta Utara,Sabtu (29/11/2014) kemarin.

"Sejak 3 November dana PSKS sudah dilakukan PT.Pos Indonesia di masing-masing kelurahan di Pulau Seribu,seperti Pulau Tidung dan Pulau Kelapa. Kali ini, untuk 316 warga Pulau Panggang," ungkap Hendrasari Kepala Kantor Pos Jakarta Utara kepada beritapulauseribu.com. 

Selain itu,Herndrasari mengatakan untuk penerima PSKS di Kabupaten Kepulauan Seribu totalnya mencapai 1.436 jiwa, sudah  dilakukan pembayaran sejak hari Jum,at sampai hari ini Minggu (30/11/2014). "Apabila tidak selesai, bisa kita lanjutkan esok hari sampai batas akhir tanggal 2 Desember 2014 nanti," ungkapnya.

Lebih lanjut,Kepala Kantor Pos Jakarta Utara ini menghimbau kepada masyarakat pulau seribu agar tidak telat untuk mencairkan dana bantuan tersebut.Jika belum sempat mencairkan dana PSKS di Kantor Pos sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah, masyarakat tidak perlu khawatir, karena uangnya tidak hangus. 

Indahwati (39), mengaku senang dapat dana PSKS. "Alhamdulillah uang Rp.400.000 ini bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan tambahaan jajan anak sekolah. Karena,bantuan ini sangat berarti bagi kami warga yang kurang mampu," ungkap warga RT 003/05 Pulau Pramuka.

Ibu tiga anak ini bekerja sehari-hari sebagai tukang urut dan penjual kue adanya bantuan dari pemerintah ini bisa mengurangi membantu ekonomi mereka.

Read More »

0 komentar
Gelombang kiriman sampa pada saat memasuki musim penghujan yang tengah berlangsung saat ini menjadi ancaman tersendiri bagi perairan Kabupaten Kepulauan Seribu. Pasalnya, sampah kiriman dari beberapa sungai yang ada di Jabotabek mengalami kenaikan hingga 5 kali lipat dibanding musim kemarau, hal tersebut menimbulkan masalah baru dan menjadi pekerjaan rumah buat petugas kebersihan pantai yang ada di Kepulauan Seribu. 

Kepala Operator Kebersihan Sampah, Pantai Utara, Pulau Panggang, Edar (34), mengatakan, naiknya debit air tidak diimbangi dengan kesadaran warga di daerah-daerah untuk tidak membuang sampah ke kali ataupun ke sungai. Akibatnya, kiriman sampah ke perairan laut Kepulauan Seribu mengalami kenaikan dan menghantui wisatwan untuk berkunjung. "Biasanya sedikitnya kiriman sampah 10 kubik, sekarang bisa mencapai 50 hingga 60 kubik," ujarnya kepada beritapulauseribu.com, kamis (27/11/2014). 

Diakuinya, Saat hujan berlangsung, sampah kiriman yang diangkut petugas kebersihan pantai cukup beragam, mulai sampah plastik, styrofoam, sofa kasur, hingga batang pohon yang runtuh akibat hujan. Sedangkan pada hari biasa hanya sampah plastik dan sampah limbah rumah tangga. "Sekarang lebih beragam, begitu pun jumlahnya, naik beberapa kali lipat," kata Edar.

Edar menambahkan, akibat melimpahnya kiriman sampah, rutinitas petugas pengangkut pun lebih lama dibanding hari biasa. Jika sebelumnya hanya 2 hingga 3 kali angkut sehari dengan setiap angkut sekitar 1,5 jam, saat hujan tiba, sekali angkut, sampah dari sungai ke darat bisa mencapai 7 jam dalam 2 hingga 3 kali angkut. "Jelas lebih capai. Kami bersepuluh bisa kerja hingga larut malam," kata dia.

Sementara itu, Mikey (30), salah seorang penggiat pariwisata mengatakan, banyaknya sampah di perairan laut Kepulauan Seribu diduga merupakan kiriman dari beberapa aliran sungai yang bermuara ke laut Jakarata."Beberapa sungai yang mengalir ke perairan laut Kepulauan Seribu membawa berbagai jenis sampah, akhirnya sampah-sampah tersebut mengapung di sepanjang laut Kepulauan Seribu," ungkapnya.

Dikatakannya, curah hujan yang tinggi mengakibatkan kiriman sampah kian meningkat. "Setiap musim penghujan kepulauan Seribu selalu menjadi tempat sampah raksasa yang tak kunjung selesai, aliran sungai yang deras membuat sampah-sampah yang tersangkut masuk ke laut," kata Mikey.

Dirinya berharap meskipun pemerintah dan dinas terkait sudah berbuat banyak untuk hal itu. Namun, jika tidak ada kesadaran dan kepedulian dengan lingkungan maka masalah sampah di musim penghujan tidak akan selesia sampai kapanpun. "Mari kita bersihkan bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem biota laut, dan diharapkan pemerintah sigap dan mengajak masyarakat, pasti masyarakat juga tidak akan menolak dan siap membantu," pungkasnya.

Read More »

0 komentar
Para pedagang Pulau Panggang beramai-ramai datang ketempat penukaran uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), di Lapangan Voli, Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Rabu (26/11/2014).

Bank Indonesia membuka pelayanan penukaran uang recehan pecahan mulai dari Rp 1.000, Rp 500,Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 hingga Rp 1.000. Untuk memperlancar transaksi  jual beli para pedagang. Sebab, saat ini uang recehan sangat sulit didapatkan di Pulau Panggang.

 " Iya nih, kami menukar uang untuk kelancaran dagang. Pasalnya, susah jika ada pembeli yang memakai uang ratusan memberikan kembaliannya," kata Maemunah (42), warga RT 003/01, usai menukarkan uangnya.

Dia berharap, penukaran uang yang dilakukan pihak BI seharusnya dilakukan tiap satu bulan sekali. Karena, kebutuhan uang receh sangat dibutuhkan. " Penukaran uang receh ini sangat membantu kami dan kalau bisa pihak BI dapat menjadwalnya secara rutin, itu lebih bagus " ungkap Maemunah, pedagang sayuran ini.

Sementara itu, Ridho, petugas Bank Indonesia mengatakan, warga Pulau Panggang sangat berjubal sejak pagi tadi, terutama para pedagang yang lebih banyak untuk menukarkan uang recehan. " Sangat luar biasa antusia warga disini, tak peduli panas, mereka tetap datang menukar uangnya disini, terutama para pedagang," pungkasnya.


Read More »


Peta Pulau Panggang - Pulau Seribu

Read More »

0 komentar
Kerja keras yang dilakukan Ismail (47) warga RT 007/02 Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara dalam melakukan penyelamatan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Seribu telah membuahkan hasil. Bapak dari tiga anak tersebut mendapatkan penghargaan Kalpataru  dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Rabu (25/6/2014). 
 
Tak tanggung-tanggung penyerahan penghargaan tersebut langsung diberikan oleh plt. Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Balai Agung, Komplek Pemprov DKI Jakarta.

Usai menerima penghargaan, ucapan rasa syukur dan terima kasih terus disampaikan oleh Ismail. Pasalnya, berkat dukungan dari bernagai pihak dirinya bisa meraih penghargaan bergengsi tersebut.
 
"Pertama terimakasih kepada pemerintah DKI Jakarta yang telah memberikan penghargaan kepada kami melalui BPLHD KLH, dalam usaha kegiatan lingkungan hidup," ungkap Ismail kepada beritapulauseribu.com.

Menurut Ismail, dirinya memporoleh kategori sebagai penyelamat lingkungan "sangat baik" dari 5 kandidat yang di usung. Semoga dengan penghargaan ini dapat menjadi motivasi buat rekan-rekan yang ada di Kepulauan Seribu untuk terus bersahabat dengan alam tempat dimana kita berpijak.
 
"Penghargaan ini saya persembahkan untuk rekan-rekan pemerhati lingkungan yang ada di Pulau Seribu, dengan kita terus semangat dan peduli terhadap lingkungan, mari kita secara bersama untuk bisa terus melestarikan ekosistem biota laut dan lingkungan hidup yang ada di sekitar tempat tinggal kita," pungkasnya.


Read More »

0 komentar
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan permain modern tidak menggoyahkan langkah anak-anak Kabupaten Kepulauan Seribu dalam memelihara dan melestarikan permainan tradisional. Seperti halnya yang terlihat di Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Boca-boca kecil ini terlihat asik memainkan permainan tradisional yang hampir puna seperti bermain preca atau kelereng, engkle-engkle dan gangsing.

Permainan-permainan tradisional masih masih sering kita jumpai disini. Biasanya, bermain rame-rame ini dilakukan selepas mereka pulang dari sekolah. Tak hanya anak laki-laki yang asik bermain, tetapi sejumlah bocah-bocah perempuan pun terlihat antusias mempermainakn permainan tradisional tersebut.

"Permainan ini dimainkan musiman, namun ada saja di dalam keluarga, ada anak-anak yang memainkan cublak-cublak suweng atau main petak umpet," ujar Malia (30) warga Pulau Panggang, kepada beritapulauseribu.com, Kamis (6/11/2014).

Menurut Ibu yang telah dikaruniai dua anak ini menjelaskan, ada beberapa permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak Pulau Panggang, diantaranya permainan preca atau kelereng, inkling atau engkle-engkle, kapal othok-othok, gangsing, cublak-cublak suweng dan lain-lain. "Ada sebuah pesan dari permainan yang anak-anak lakukan yaitu mengutamakan kebersamaan," katanya.

Malia tidak menampik, bahwa permainan tradisonal hampir punah di kalangan anak-anak, karena menjamurnya permainan modern, namun itu tugas kita sebagai orangtua, terutama pemerintah agar ikut serta melestarikan permainan tradisional, sehingga masa depan anak-anak Pulau Seribu tidak teracuni dengan permainan-permainan yang bisa memberikan dampak nekatif untuk pertumbuhan anak-anak. "Kita harus bisa mempertahankan tradisi kita sendiri, kalau bukan kita siapa lagi, permainan tradisonal ini adalah warisan dari nenek moyang kita," pungkasnya.

Read More »

0 komentar
Pada tahun 1627 di Banten sedang terjadi Perang Batu antara penduduk Banten dan Pasukan Belanda, seorang alim ulama yang sangat sakti yakni Tubagus Zen dari Pucuk Umun, beliau adalah keturunan dari Keluarga Kerajaan Padjajaran yang menyerahkan diri untuk kemudian masuk Islam. Tubagus Zen adalah orang pertama yang tercatat menduduki Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Karya. Beberapa saat setelah itu juga datang beberapa orang sakti diantaranya adalah Tubagus K.H. Rama, Tubagus Maemunah dan Tubagus Sri Mulyati yang beresal dari tanah Banten. Sampai pada akhir hayatnya, Tubagus Zen dimakamkan di sebelah timur Pulau Karya, K.H Rama menghilang ketika beliau sedang bertapa di Pulau Pramuka sementara Rtubagus Maemunah dan Tubagus Sri Mulyati dimakamkan di Pulau Pramuka (sekarang menjadi Kantor Kabupaten Administrasi kepulauan Seribu).

Para pedagang kain mulai datang ke Pulau Karya, Pulau Panggang dan Pulau Pramuka pada abad ke-17 salah satunya yang terkenal berasal dari Suku Mandar, Sulawesi yaitu Sri Ayu Dewi dengan nama julukan Darah Putih. Dengan mengendarai Perahu Layar orang Aceh yang dinahkodai oleh Saudin, beliau dihadang oleh sekelompok pasukan perompak (bajak laut) yang berasal dari Kuala sungsang, Palembang. Perahu layar beliau sempat dikejar oleh para gerombolan Bajak Laut tersebut namun dengan kesaktiannya dan Izin Allah SWT perahu tersebut dapat tidak terlihat hingga sampai ke tepian Pulau Panggang dengan selamat. Saat beliau tiba di Pulau Panggang seketika itu juga Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Karya tidak terlihat oleh para Bajak Laut seakan-akan tidak ada Pulau-pulau di penglihatan para perompak kemudian mereka berbalik arah berlayar ke parairan karang balik layar depan Pulau Semak Daun. Akhirnya setelah sekian lama Sri Ayu Dewi meninggal dan dimakamkan di tepian pantai dataran tinggi di Pulau Pramuka. Pada saat beliau meninggal keluarlah tetesan darah yang amat harum dari salah satu pori-pori beliau dengan darah yang berwarna putih menandakan bahwa beliau adalah orang sakti.

Pada masa tersebut juga di tahun 1530 ada kisah nyata di perairan tengah laut Pulau Pramuka dan Pulau Panggang ada sepasang pengantin yang akan mengambil air minum menuju Pulau Pramuka, perbuatan kedua pengantin ini ternyata melanggar adat leluhur, yaitu berpergian sebelum 40 hari akad pernikahan mereka. Ditengan-tengah perjalanan kemudian Perahu tersebut terbalik dan kedua pengantin itupun tenggelam sambil memelik kendi air. Pengantin dan kendinya akhirnya berubah menjadi batu karang yang dinamakan sekarang Karang Langka-langka.

Pada zaman penjajahan Belanda di Tahun 1527 kawasan perairan Kepulauan Seribu khususnya di Pulau Cina, merupakan salah satu tempat transit para pedagang cina, seringkali gerombolan perompak yang berasal dari keturunan Seka yang datang ke Pulau Cina untuk merampok harta dan membunuh para pedagangnya. Para pedagang tersebut dibunuh dengan cara memanggang mereka di Karang Pemanggang dan dimakan bersama-sama. Saat itu juga para pendekar sakti bermunajat untuk keselamatan Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Karya dan beberapa saat kemudian Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Karya kembali tidak terlihat oleh para bajak laut. Kemudian ketika sedang mencari-cari Pulau tersebut Pasukan Bajak Laut dari Suku Seka ini terdampar di karang lebar sampai perbekalan konsumsi mereka habis dan kelaparan, pada akhirnya pimpinan bajak laut tersebut memakan daging temannya sendiri dengan cara di panggang dan baru kemudian dimakan dengan lahapnya.

Read More »

0 komentar
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Kepulauan Seribu menginterogasi sejumlah pedagang "Judi Gosok" yang berjualan di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara. Pasalnya, keberadaan para pedagang tersebut telah meresahkan orang tua murid.

"Kita lakukan interogasi kepada para pedagang ini setelah adanya laporan dari wali murid yang resah dengan pedagang judi gosok yang berjualan di lingkungan sekolah," tutur Muhammad Yakub Komandan Kompi Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu, Senin (8/9/2014).

Yakub mengatakan, sebelum melakukan tindakan ini terlebih dahulu pihak Satpol PP mendapatakan laporan dari ibu-ibu dan masyarakat Kelurahan Pulau Panggang yang meributkan uang jajan anaknya habis untuk membeli judi gosok. Kemudian mendengarkan laporan tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap masalah tersebut.

Menurutnya, pedagang Judi Gosok yang mengunakan kupon tersebut sudah memberikan pendidkan yang buruk buat generasi penerus di Pulau Seribu. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan membiarkan masalah tersebut terjadi.  "Kita sudah kasih peringatan untuk tidak berjualan kupon gosok, jika mereka tetap berjualan maka terpaksa kita memberi sanksi atau melarang mereka tidak boleh masuk di wilayah Kelurahan Pulau Panggang," katanya.

Yakub menambahkan, tentunya kami akan mengambil langkah yang tegas ke depannya. "Jika mereka tetap bandal dan tidak menghiraukkan peringatan yang kami berikan, terpaksa kita akan ambil tindakkan tegas menurut peraturan yang ada," pungkasnya.
 
 
 

Read More »

Puluhan guru yang berstatus honorer Kategori 2 atau (K-2) di Kabupaten Kepulauan Seribu memadati Pelayanan Terpadu Keliling (PTK) yang diselenggarakan di areal dermaga utama Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.


Dari pantauan beritapulauseribu.com, Selasa (12/8/2014) para pendidik atau guru satu persatu menyerahkan berkas lama kepada petugas PTK untuk dibuatkan berkas baru sebagai syarat mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diprioriotaskan untuk pegawai honorer K2.

"Pemberkasan ini untuk menentukan, meski belum ada keterangan yang pasti menyangkut status kami sebagai guru honorer," ujar Maemunah guru honorer di SD 01 Pulau Pramuka kepada beritapulauseribu.com.

Menurut Maemunah, batas akhir pemberkasan bagi K2 yang gagal tes CPNS pada beberapa waktu yang lalu masih diberikan kesempatan untuk kembali mengikuti tes CPNS. Menurutnya, pemberkasan akan berakhir pada hari Jum'at (15/8/2014) besok. "Kalau tak segera dilengkapi akan tertingal, sedangkan akhir pemberkasan tanggal 15 Agustus 2014," katanya.

Sementara itu, Budi Kepala Kordinator Kapal PTK menjelaskan, pelayanan untuk saat ini kebanyakan warga mengurus pemberkasan K2. Sedangkan pelayanan administrasi lainya relatif sepi. "Pelayanan saat ini lebih didominasi guru honorer yang ingin mengurus administrasi untuk pemberkasan K2, sedangkan untuk pembuatan surat lainya seperti NPWP terbilang sedikit," singkatnya.

Sumber Berita: http://beritapulauseribu.com

Read More »


Proses pengurusan Kartu Jakarta Pintar atau KJP di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara membawa berkah tersendiri untuk pemilik jasa foto copy. Pasalnya, warga yang hendak mengurus surat-surat tersebut secara otomatis membutuhkan jasa foto copy. Alhasil pemilik foto copy pun kebanjiran order. 
 
"Alhamdulillah, semenjak orang tua murid urus KJP foto copy saya ramai. Keadaan ini sudah berlangsung mulai dari Senin hingga sekarang," kata Jamila (40) pemilik foto copy di RT 007/02 Pulau Panggang kepada beritapulauseribu.com, Jum'at (6/6/2014).


Jika dibandingkan dengan  hari biasanya, kata pemilik foto copy yang telah dikaruniai tiga anak tersebut mengaku hanya beberapa lembar kertas saja yang keluar dan bisa dihitung. Sementara pada musim pengurusan KJP ini pendapatanya berkali-kali lipat. "Kalu hari biasa cuma sedikit mas, tapi saat ini sampai-sampai saya kerepotan tidak terlayani," ucapnya dengan wajah sumringah.

Jamila menuturkan, untuk biaya foto copy dirinya memasang tarif Rp 500 per lembar dan saat inisetiap orang yang mengurus KJP rata-rata memfoto copy sebanyak 20 lembar. "Kalau untung ya lumayan banyak yah, bisa buat tambahan jajan anak," imbuhnya.

Sementara itu, hal sama di ungkapakan, Maryati (44) pemilik jasa foto copy di RT 003/02 Pulau Panggang. "Alhamdulillah mas, dalam sepekan ini kertas foto copy saya banyak keluarnya, biasanya paling 10 lembar malah terkadang kosong tidak ada sama sekali, tapi saat ini lagi ame order," singkatnya.
 
 
 

Read More »

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, PT. Pos Indonesia memberikan santunan kepada anak-anak yatim di Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Rabu (19/03/2014). Secara simbolis bantuan tersebut langsung diberikan kepada Yayasan Al-Hidayah yang kapasitasnya sebagai wadah pembinaan anak-anak yatim di Kelurahan Pulau Panggang.

"Kami sangat berterima kasih kepada PT. Pos Indonesia, karena kepeduliannya telah membantu anak-anak yatim di Pulau Panggang," kata As'ad Syafarudin, Ketua Yayasan Al-Hidayah Pulau Panggang.

Bunyamin, Kepala Kantor Pos Pulau Pramuka menjelaskan, pemberian santunan merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pos Indonesia disetiap wilayah kerja perusahaan jasa pengiriman tersebut. Pada kesempatan itu, selain memberikan santunan, pihak PT Pos yang berjumlah 20 orang itu, melakukan pengecekan Kantor Pos yang ada di Pulau Pramuka.

"Ini program CSR PT. Pos Indonesia Cabang Jakarta Utara, saat ini bentuknya santunan kepada anak-anak yatim yang ada di Pulau Panggang," ujar Bunyamin kepada beritapulauseribu.com.

Sementara Abdullah, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesmas) Kepulauan Seribu yang turut hadir pada acara penyerahan bantuan tersebut mengatakan, pihaknya atas nama Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mengucapkan terima kasih kepada PT. Pos Indonesia yang telah peduli dan membantu masyarakat Kepulauan Seribu.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, kami ucapkan terima kasih kepada PT. Pos Indonesia. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak yatim di Pulau Panggang," jelas Abdullah.
 

Read More »


Hari jum'at merupakan hari yang begitu istimewa bagi umat Islam, tak terkecuali bagi muslim yang ada di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Bahkan untuk menghormati hari istimewa tersebut, masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan ini tidak melakukan aktivitas melaut.

Dari pantauan beritapulauseribu.com, Jum'at (21/02/2014) kemarin. Kebanyakan nelayan Pulau Panggang menggalangkan kapalnya di dermaga-dermaga tepi pulau, umumnya mereka melakukan pengecekan kapal mereka apakah ada yang bocor, kipas rusak, tergenang air dan lain sebagainya. "Ini hari Jum'at kita harus menghormati dan tentunya sebagai umat Islam kita harus melakukan shalat Jum'at untuk memakmurkan masjid," ungkap Nawi (44) seorang nelayan warga Pulau Panggang.

Nawi yang merupakan warga RT 006/02 menambahkan, menggalang itu perlu karena kalau nelayan tidak rajin mengecek kapalnya, maka nelayan itu sendiri yang akan mengalami kerepotan saat ditengah laut. "Laut itu bukan seperti daratan kalau rusak ada tempat service di pinggir jalan nah, laut pontang-panting ke bawa ombak nanti bisa celaka, " katanya.

Hal yang sama juga dilontarkan nelayan lainnya, Radi (50) warga Pulau Panggang RT 002/02 menceritakan jika setiap hari Jum'at tentunya para nelayan beristirahat dari aktivitas melaut. "Kita harus shalat Jum'at dong, kalau orang kantor atau pekerja di pabrik liburnya hari Sabtu atau Minggu sedangkan nelayan disini serentak meliburkan diri setiap hari Jum'at, " tutupnya.


Sumber : http://beritapulauseribu.com





Read More »


Menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, ajakan untuk menjaga pola hidup sehat terus digalakan oleh Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Dalam kegiatan penyuluhan dan pembinaan yang dipimpin langsung oleh Susilowati selaku Kepala Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Jum'at (21/02/2014) kemarin mendapat respon positif dari para kader Kelurahan Pulau Panggang.

Susilowati mengaku dalam pembinaan ini, semua kader penggerak di Kelurahan Pulau Panggang mengikuti penyuluhan dan pembinaan diantaranya kader kesehatan jiwa, Posyandu, juru malaria desa, bidan siaga, lintas sektor dan program. "Tentunya ini untuk memberikan motivasi kepada para kader agar bisa lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi kepada warga akan pentingnya hidup sehar," kata Susilowati.

Selain itu, Susilowati menambahkan, membina kader-kader lintas sektor ini juga bertujuan untuk lebih memahami fungsi dan tugas mereka agar lebih tanggap dalam memeriksa pasien.

Hasanah (49) salah seorang kader Kelurahan Pulau Panggang menyambut baik kegiatan penyuluhan dan pembinaan tersebut. Pasalnya, dengan kegiatan ini dirinya akan lebih banyak lagi mendapatkan ilmu khusunya dalam dunia kesehatan. "Bagus dan menambah wawasan para kader dalam menangani pasien diantaranya Imunisasi, Polio dan lain sebagainya, berharap kegiatan seperti ini dilakukan setiap bulan guna mencerdaskan para kader," pungkasnya.

Sumber : http://beritapulauseribu.com 


 


Read More »


Merasa kurang puas dengan pendapatan sebagai seorang nelayan, Kadir (47) warga Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan kepulauan Seribu Utara terpaksa harus banting setir dari profesi lamanya sebagai nelayan menjadi pengrajin souvenir yang terbuat dari kerang laut.

Menurut bapak empat anak ini, sejak menjadi seorang nelayan, ia merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga. Ia pun terpaksa harus memutar otak untuk mencari jalan keluar agar bisa memperbaiki taraf hidup yang layak.  Berbekal modal secukupnya dan kemampuan yang dimilikinya, Kadir pun akhirnya terjun ke dunia pembuatan souvenir berbahan baku dari kerang laut.

"Jangankan untuk nabung, buat makan sehari-hari saja kadang-kandang tidak cukup, tapi  Alhmadulillah, sejak mulai bisnis ini perekonomian kami mulai membaik," tutur Kadir saat ditemui beritapulauseribu.com, Rabu (05/02/2014).

Kadir menjelaskan, untuk memasarkan hasil kerajinan tanganya ini, selain dijual di Pulau Seribu untuk cindera mata para wisatawan, prakarya kerajanan tanganya juga di pasarkan di luar Pulau. Biasanya,  Kadir menitipkan beberapa hasil kerajinan tanganya ini kepada anakya yang tengah mengenyam pendidik di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

"Biasanya saya titipkan kepada anak kami yang masih duduk di bangku kuliah,  lumayan juga semakin hari pelanggan dan pesanan terus bertambah, jadi bisa buat tambah-tambah kebutuhan anak saya, " terangnya.

Rencananya, jika hasil prakarya ini bisa menjadi andalan perekonomian bagi keluarganya, lanjut Kadir, dirinya berjanji tidak akan pelit untuk mewariskan ilmunya kepada sanak keluarga dan warga Pulau Seibu yang akan belajar membuat kerajinan tersebut.  "Silahkan saja buat warga yang ingin belajar, kerajinan ini dengan senang hati saya siap untuk membantu," pungkasnya. 


Sumber : http://beritapulauseribu.com 

 


Read More »


Angin puting beliung kembali menghantam pemukiman warga Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Sedikitnya tujuh rumah warga porak poranda dibagian atapnya akibat diterjang angin super dahsyat tersebut.
 
Informasi yang dihimpun beritapulauseribu.com, Selasa (21/1/2014). Kejadian tersebut terjadi, pada hari Senin (21/1/2014) malam sekitar pukul 23.30 Wib, dimana sebagain para penghuninya tengah terlelap tidur, saat kejadian hujan deras disertai angin kencang tengah berlangsung dipemukiman padat penduduk tersebut.


Sabeni (40) salah seorang warga yang rumahnya ikut tersapu angin kencang itu menyebutkan, saat kejadian dirinya beserta keluarga sudah terlalap tidur, tiba-tiba angin datang begitu cepat dan langsung menghancurkan sebagain atap rumahnya yang terbuat dari asbes. "Kejadianya begitu cepat, tiba-tiba angin sudah datang dan menghancurkan asbes rumah," kenang Sabeni.

Sabeni menjelaskan, sebelum kejadian memang cuaca disekitar Pulau Panggang ini tengah diguyur hujan disertai angin kencang. "Alhamduliilah rusaknya tidak begitu parah cuma plapon dan beberapa asbes yang rusak," jelasnya.

Sementara itu, Mat Lawi Kasatgas Pol PP Kelurahan Pulau Panggang saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dalam peristiwa angin puting beliung ini sedikitnya tujuh rumah yang mengalami kerusakan. "Total rumah yang rusak ada tujuh, lima rumah di RT 005 dan dua rumah di RT 004 semuanya ada di RW 01," jelasnya.

Berikut tujuh warga yang rumahnya ikut tersapu angin puting beliung yakni Sabeni, Fahrul, Nurjen, Masupah, Burhana warga RT 005/001 dan Mak Endi dan Baharia Uung warga RT 004/01.  

Para korban pun berharap segera mendapatkan bantuan dari pemerintah dan instansi terkait guna meringankan bebean untuk perbaikan rumah yang rusak akibat dihantam angin puting beliung tersebut.
 
 
 

Read More »



ilustrasi

Musim penghujan disertai angin kencang tidak hanya berdampak terhadap bencana. Akan tetapi, fenomena alam tersebut juga mengakibatkan pasokan makanan khusunya sayuran dan buah-buahan di wilayah Kepulauan Seribu mulai kekurangan.

Menurut Sailah (35) salah seorang pedagang sayuran yang biasa berjualan di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, stok bahan makanan khusunya sayuran dan buah-buhan mulai berkurang. "Stoknya tidak banyak, mungkin karna terhambat pengiriman dari daratan (Jakarta)," ujar Sailah kepada beritapulauseribu.com, Jum'at (17/1/2014).

Meski stok sayuran dan buah-buahan semakin berkurang, lanjut pedagang yang tinggal dikawasan RT 05/03 Pulau Panggang tersebut dirinya enggan menaikan harga jual kepada para konsumenya. "Tidak ada kenaikan, kalau harga tetap normal dari hari biasanya," jelas Sailah pedagang yang mengaku baru 1 tahun berjualan di pulau terpadat ini.

Sementara itu, Maria (40) warga Pulau Panggang mengaku, meski stok sayuran dan buah-buahan didaerahnya mulai menipis, ia tidak begitu mencemaskan terhadap kondisi tersebut. Pasalnya,  jika stok sayur dan buah-buahan berkurang di wilayahnya masih banyak alternatif lainya untuk bisa dimakan. "Kalau soal buah dan sayuran mungkin tidak begitu mencemaskan," kata ibu empat anak tersebut.

Menurutnya, pasokan bahan makanan yang harus terus tersedia di wilayah kepulauan tersebut adalah sembilan bahan pokok atau sembako. Oleh karena itu, warga berharap pasokan sembako bisa terus terkendali. "Setiap musim angin barat melanda ya memang kita harus bisa menghemat, jangan sampai ada kekurangan stok pangan khusunya sembako," pungkasnya.
 

Read More »

PMI Kepulauan Seribu serahkan bantuan nasi kotak kepada warga korban angin puting beliung di Pulau Panggang



Palang Merah Indonesia (PMI) Kepulauan Seribu akan menyalurkan 100 nasi bungkus untuk korban puting beliung di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara. Rencananya PMI Kepulauan Seribu menyalurkan bantuan tersebut selama tanggap darurat yakni tiga hari ke depan.

"Di lapangan, terlebih dahulu bantuan kita akan serahkan ke pihak Kelurahan setempat lalu ke korban, data korban yang kita himpun hanya kerusakan rumah, sebanyak 24 rumah, 30 Kepala Keluarga dan 84 warga," kata  Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya (PSD) PMI Kepulauan Seribu, Ahmad Munawir, Jum'at (17/01/2014).

Selain menyalurkan nasi bungkus, PMI Kepulauan Seribu berencana akan memberikan bantuan berupa terpal penutup atap rumah bagi warga yang terkena terjangan angin puting beliung.

"Insya Allah besok kita akan distribusikan terpal penutup tersebut, karena yang saat ini dibutuhkan warga yaitu terpal untuk pengganti atap rumah, karena rata-rata atap rumahnya yang diterpa angin," katanya.

Sebelumnya diberitakan, angin puting beliung menerjang pemukiman warga Pulau Panggang, Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB. Sementara untuk kerusakan rumah, sebelumnya informasi yang didapat yakni sebanyak 18 rumah. Namun, hingga berita ini diturunkan, kerusakan rumah akibat angin puting beliung menjadi 24 rumah dengan rata-rata kerusakan yakni pada atap rumah.



Sumber : http://beritapulauseribu.com




Read More »