Tampilkan postingan dengan label Pulau Payung. Tampilkan semua postingan

Sangat menarik di bawah air lanskap dengan batu besar. Ada banyak lembah dan celah-celah untuk mengeksplorasi. Ikan dan kehidupan avertebrata beragam dan berlimpah. Terumbu karang berbatuditutupi dengan karang lunak, gorgonian dan bintang bulu. Sedang di sisi selatan dan barat pulau Payung menawarkan lanskap terumbu karang yang paling menarik. Sebuah batu dalam bentuk meriam terletak di kedalaman 5 m di ujung selatan pulau.

Daerah yang terlalu besar, serta penduduk yang tak terlalu banyak nan ramah, manjadikan pulau ini alternatif berkunjung ke kepulauan seribu, di luar pulau-pulau lainnya. Dan Seiring dengan perkembangan wisata Pulau Tidung Kepulauan Seribu, pulau seluas 20 hektar itu kini juga kian diminati wisatawan untuk dikunjungi, khususnya di akhir minggu dan libur panjang. “Lebaran kemarin, pengunjung yang datang ke sini sekitar 500 orang,” tutur Salim (31 tahun), warga Pulau Payung, Senin (5/09).

Kebanyakan mereka yang datang ke pulau bependuduk sekitar 150 jiwa itu wisatawan dengan tujuan utama Pulau Tidung yang setiap akhir minggunya dibanjiri ribuan pengunjung. Dari Pulau Tidung, Pulau Payung bisa ditempuh sekira 20 menit menggunakan kapal tradisional. Dari atas Jembatan Cinta, ikon wisata Pulau Tidung, pulau Payung nampak terlihat.

Selam dangkal (snorkeling) adalah aktivitas yang paling sering dilakukan di pulau itu. Kegiatan itu banyak disediakan penyedia jasa wisata yang didirikan putera pulau atau dari luar pulau sebagai paket wisata ke Pulau Tidung.

Wisatawan biasa melihat panorama bawah laut di sekitar gudus, gundukan batu dan koral yang mengitari Pulau Payung. “Snorkeling di Pulau Payung bagus banget,” kata Nadhifa Ramadhani asal Jakarta dalam kicauan di jejaring sosialnya, Senin (5/09). Sayangnya, kata Nadhifa, kondisi sebagian terumbu karang di pulau yang masuk wilayah Kelurahan Tidung itu rusak dan mati.

Usai selam dangkal, wisatawan “naik ke darat” mengunjungi pulau untuk melepas penat atau mengisi perut dengan panganan yang disediakan para penjual makanan dan minuman yang berjejer tak jauh dari pelabuhan. Sebagian ibu-ibu membuka warung dadakan dengan membuat tenda.

Selain itu, wisatawan juga biasa berlama-lama menghabiskan waktu di di pinggir pantai berpasir putih atau mengambil gambar yang lokasinya juga tak jauh dari pelabuhan utama. Lokasi itu makin menarik lantaran ditumbuhi pohon cemara di sepanjang pesisir pantai.

Bagi Salim dan kebanyakan penduduk Pulau Payung, kehadiran wisatawan itu sangat dirasakan mendongkrak pendapatan mereka yang umumnya berprofesi sebagai nelayan. Kapal-kapal nelayan yang biasa mereka gunakan memancing kini lebih banyak dimanfaatkan untuk disewakan kepada wisatawan yang hendak selam dangkal di sekitar pulau atau di pulau-pulau lain seperti Tidung Kecil, Air, atau Karang Beras. “Hasilnya sudah pasti ketimbang memancing. Apalagi sekarang ini ikan juga susah didapat,” Kata pemilik tiga kapal tradisional ini.

Salim bercerita. Sekarang ini sejumlah rumah penduduk sudah mulai disewakan kepada wisatawan yang sengaja hendak berlibur dan menginap di Pulau Payung. Tarif menginap tak jauh beda dengan Pulau Tidung. Beberapa jasa travel mulai bekerjasama dengan penduduk di sini. “Jumlah penginapan kurang lebih 4 buah,” terangnya. Ke depan Salim berharap wisatawan yang berkunjung bisa terus meningkat dan tentu saja itu makin menambah berkah ekonomi warga Pulau Payung. [] (AMDJ)



Sumber : http://pulaupayung.wordpress.com

Read More »

Pulau Payung, salah satu gugusan pulau yang terletak di kepulauan seribu ini ternyata menjadi tujuan utama para wisatawan yang berkunjung ke pulau tidung. Alasannya, selain memiliki vegetasi pantai dengan pasir yang lembut, serta pemandangan bawah lautnya yang bagus untuk sorkelling. Pulau yang memiliki luas sekitar 20 hektar ini juga memiliki beberapa objek yang cukup menonjol.

Salah satu dari objek itu adalah Mercusuar ini menjadi pemandu kedua kapal setelah Mercusuar Pulau Tunda untuk memasuki perairan Jakarta dari selat Sunda. Pulau Payung besar berada di 32 km sebelah timur pulau Tunda dan 90 km dari Jakarta. Mercusuar pulau Payung Besar hanya bisa diakses melalui laut.

Hingga saat ini, menara dengan rangka besi berwarna putih ini, masih berdiri kokoh. Dengan ketinggian 30 meter mercusuar ini di operasikan pertama kalinya pada tahun 1890. Sedang untuk kebutuhan teknis, menara ini dilengkapi dengan 2 buah lampu putih, yang menyala tiap 10 detik, dengan tinggi focal plane 32 meter.

 
Sumber : eloknusa

Read More »

snorkeling in payung island
Pulau Payung – setelah pulang dari snorkeling , saya dan temen-temen ketemu sama lumba-lumba loh ditengah lautan ! gorgeous !

pokonya pulau payung adalah pulau yang bagus untuk snorkling. bagi teman-teman yang ketidung pasti bisa pergi kesana, untuk liburan kepulau payung dan pulau sekitarnya.

Sumber : ceritasiolin


Read More »

sunset in payung island

Sumber : ceritasiolin


Read More »