Tampilkan postingan dengan label Pulau Sabira. Tampilkan semua postingan

0 komentar
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengaku tidak mengetahui adanya trayek kapal cepat yang melayani penumpang menuju Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara. Pasalnya, pihak Dishub sendiri tidak mengeluarkan izin pelayaran umum ke pulau tersebut.

"Saya tidak menegtahui ada rute kapal ke Pulau Sebira secara rinci, entah itu operasinya semingu sekali atau dua kali," ujar Anas Ma'ruf Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan kepada beritapulauseribu.com, Jum'at (7/11/2014).

Menurutnya, jika ada dari pihak swasta yang membukaan jalur ke perairan Pulau Sebira yang merupakan pulau terjauh dari Kabupaten Kepulauan Seribu pihaknya sangat mendukung. Namun saat ini, dirinya hanya baru mendengar dari beberapa orang saja. Selama ini pulau tersebut memang sangat sulit dijangkau dengan transportasi kapal tradisisonal.
 
Selain, jaraknya yang sangat jauh dari pulau pemukiman yang ada gelombang dan angin menuju ke pulau tersebut juga relatif berbeda lantaan berada di lepas pantai. "Dibukanya lintasan kapal cepat menuju Pulau Sebira untuk membuka pulau terisolir, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pulau tersebut. Sebab Pulau Sebira merupakan bagian dari Ibukota Jakarta, namun kami tidak mengetahui adanya kapal beroperasi," katanya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan Zakaraia Kepala Seksi Pengawasan dan pengendalian Dishub Pulau Harapan bahwa, untuk rute dan beroperasinya kapal cepat ke Pulau Sebira itu tahunya kami dari penumpang yang bertanya. "Tidak mengetahui masalah itu secara  rinci, tapi kami hanya mengetahui ada perusahaan swasta yang membuka jalur pelayaran itu," tandasnya.

Read More »

 
Warga Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara meminta agar dermaga kapal Krapu yang berada di pulau tersebut di gunakan sesuai fungsinya. Pasalnya, keberadaan dermaga ini dinilai sangat penting untuk penunjang aktivitas warga yang akan menggunakan transportasi laut tersebut.

Meurut Siddik (45) salah seorang tokoh asyarakat Pulau Sebira, keberadaan Pulau Sabira ini jaraknya sangat jauh dari pulau pemukiman lainnya, roda pembangunan di pulau ini perlu terus ditingkatkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat salah satunya akses transportasi. "Jangan hanya dermaganya saja yang ada, tapi kapal krapunya tidak beroperasi sampai ke pulau ini, buat apa ada dermaganya kalau tidak di fungsikan," tutur Siddik kepada beritapulauseribu.com, Rabu (15/1/2014).

Dia menjelaskan, Pulau Sebira secara geografis merupakan pulau kecil terjauh yang dimiliki Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Pulau yang dimanfaatkan sebagai pemukiman ini, jaraknya mencapai 100 mil ke arah utara dari Teluk Jakarta. Luas pulau ini hanya sekitar 9 hektar dengan jumlah penduduk juga terbilang sedikit yaitu hanya 506 jiwa. "Awalnya senang banget melihat tiket kapal krapu ada jurusan yang mau ke pulau sebira, tapi ternyata hanya formalitas saja," katanya.

Dia berharap, akan ada solusi yang matang dari pemerintah terkait kegunaan dan fungsi dermaga kapal krapu tersebut. "Akses transportasi laut ke Pulau Sebira merupakan hambatan yang berarti. Selain biaya oprasional perahu yang mahal, faktor alam juga menjadi hambatan mobilitas dan komunikasi masyarakat maupun pemerintah dari dan menuju ke pulau sebira," tandasnya.

Sebagian besar mata pencaharian penduduk Sebira sabbung Siddik adalah nelayan, pulau ini memiliki potensi hasil laut yang cukup tinggi. Pasalnya, selain lokasi yang terpencil, laut yang masih biru dan jauh dari pencemaran merupakan faktor yang mendorong melipahnya tangkapan ikan yang bisa didapat. "Selain dipasarkan ke daratan Jakarta ataupun ke pulau pemukiman lainnya, nelayan Pulau Sebira juga terbiasa menjual hasil tangkapannya ke wilayah lampung, karena jaraknya yang juga dekat dengan daratan pesisir timur sumatra," pungkasnya. 

Sumber Berita: http://beritapulauseribu.com 

Read More »


"Ya, sekitar pukul 10 pagi rombongan bertolak dari Marina Ancol. Cuaca cukup bersahabat dan semoga berjalan lanjar," ungkap Kepala Seksi Kehumasan Sudin Kominfomas Kepulauan Seribu, Yuliarto kepada media online berita dan wisata resmi Kabupaten Kepulauan Seribu, beritapulauseribu.com, Rabu (23/10). 

Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin beserta sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengunjungi Pulau Sabira RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara. Di pulau terjauh di gugusan Kepulauan Seribu itu, bupati akan berdialog dan mendengarkan permasalahan yang dihadapi warga.

Menurutnya, seperti halnya yang dilakukan di pulau-pulau berpenduduk sebelumnya, dalam kunjungan ke Pulau Sabira bupati juga akan berdialog warga dan mendengarkan keluhan dan permintaan warga. "Beliau memang sedang giat mendengarkan aspirasi warga, pun dengan warga yang ada di Pulau Sebira," jelas Yuliarto.

Sejatinya, kata dia, rencana kunjungan ke Pulau Sabira sudah tiga kali gagal. Saat safari Ramadhan dan pelaksanaan program Shalat Jumat Keliling (SJK) bupati. "Kemarin-kemarin cuacanya kurang bagus, ombak menuju pulau itu cukup tinggi. Jadi, baru kali ini Pak Bupati berkunjung," katanya.

Dikatakan Yuliarto, Pulau Sabira merupakan pulau terjauh dari daratan Jakarta yang ada di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini didiami sekitar 300 kepala keluarga dan masuk wilayah Kelurahan Pulau Harapan. "Pulau ini penghasil ikan selar asin yang cukup terkenal. Warganya juga cukup sejahtera," tandasnya. [Ahmad Furqon]

Read More »

Pasir putih dan jernihnya air laut

Pasir putih dan jernihnya air laut

Senja di Pulau Sabira

Senja di Pulau Sabira


Jalan-jalan sore di hutan mangrove

Jalan-jalan sore di hutan mangrove

Banyak yang mabuk laut

Mercusuar di Pulau Sabira

Mercusuar di Pulau Sabira

Melongok Sang Perawan dari Ujung Utara Jakarta

Kepulauan Seribu adalah gugusan pulau yang paling jadi favorit wisatawan Jakarta dan sekitarnya. Di antaranya banyak pulau di sana, ada satu yang paling cantik, masih perawan dan berada di paling utara: Pulau Sabira.

Hampir setiap hari ada saja wisatawan yang menyeberang ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Selain dekat dengan ibukota, gugusan kepulauan ini juga punya panorama alam yang menawan. Tapi ternyata ada satu pulau yang paling cantik, yaitu Pulau Sabira.

Pulau ini adalah yang paling utara di Kepulauan Seribu. Berada paling jauh dari garis pantai Jakarta, membuatnya jarang dikunjugi wisatawan. Hasilnya, jadilah Pulau Sabira masih 'perawan' sampai saat ini.

Pulau ini dihuni mayoritas suku Bugis, mereka baik dan masih kental akan budayanya. Rata-rata profesi warganya adalah nelayan. Hasil tangkapan mereka dijadikan ikan asin yang akan dijual ke luar pulau, seperti Jakarta, Bandung, dan Lampung.

Untuk bisa sampai ke Pulau Sabira, kita bisa menumpang kapal nelayan yang datang untuk mejual hasil tangkapan mereka di Jakarta, tepatnya di Muara Kamal dan Muara Angke. Biasanya, mereka datang 3 hari sekali ke tempat ini. Perjalanan akan memakan waktu selama 9-10 jam, tergantung cuaca. Jadi, Anda harus bersabar berada di atas kapal selama itu sambil diombang-ambing ombak besar. Yah, namanya juga numpang.

Sumber : travel.detik.com




Read More »